
Kebahagiaan yang benar-benar Airin dapatkan saat ini. Suami yang sempurna mertua yang benar menerima dan menyayangi nya dan juga orang tuanya sendiri yang selalu memberikan dukungan apapun padanya dalam bentuk moril batin semua Airin dapatkan.
Tak ada yang lebih lagi dia harap kan selain kebahagiaan yang akan terus abadi hingga dia tua nanti dengan semua keluarga besar nya, dan tentunya dengan David yang akan selalu menemaninya di dalam keadaan apapun dan di kondisi yang seperti apapun.
Semuanya memberikan curahan kasih sayang dengan cara yang berbeda-beda. dari David yang menjadi super protektif, mertuanya yang selalu memasakkan masakan sehat untuk Airin dan juga orang tuanya sendiri yang selalu datang khusus menayangkan keinginan apa yang Airin ingin kan saat dalam masa hamil muda.
Bahkan sekarang di usia kehamilan nya menjelang empat bulan semua yang ia butuhkan selalu terpenuhi dan selalu tersiap dengan rapi di bawah tudung saji. semuanya tak akan pernah ada yang kelewatan setitik pun dari keinginan Airin yang terlupakan.
" sayang, ini dimakan. Mami khusus masakin buat kamu dan juga calon cucu Mami biar kalian selalu sehat. " berbagai makanan Fani sediakan dan di sodorkan pada Airin bahkan piring Airin sudah penuh dengan nasi beserta lauk pauknya.
Airin menatap lesu semua makanan yang ada di depan nya, bagaimana dia akan menghabiskan nya,? meskipun dia sedang hamil bukan berarti dia akan makan segitu banyak nya kan. mungkin lebih enak sering tapi sedikit sedikit dari pada banyak namun hanya beberapa kali saja kan. " sudah Mi, ini sudah cukup kok. " Airin sedikit takut mengatakan nya. takut akan membuat Fani tersinggung pastinya.
Fani tersenyum kecil dan duduk setelah itu. " ya sudah sekarang di makan dan habis kan ya. " tutur Fani begitu lembut
Airin mengangguk pelan mengurai senyum simpul namun sedikit terpaksa. " iya Mi. " jawab nya penuh lesu.
Semua nampak serius menatap Airin yang makan seperti orang sakit benar-benar tak ada nafsu untuk makan, menyuapkan nasi yang ada di sendok pun tak penuh jangan kan penuh setengah saja tak ada mungkin hanya seperempat saja.
Semua tengah berkumpul memang, di rumah David dan Airin yang sederhana, kedua orang tua David dan juga orang tuanya Airin, semuanya datang ingin membicarakan acara empat bulanan kehamilan Airin yang akan di laksanakan satu minggu lagi.
Karena tak mau menganggur saja di sana jadi Fani dan Tasya lah yang berinisiatif memasak banyak untuk makan malam, dan itu baru mereka jalani sekarang. Makan malam bersama di meja makan David dan Airin.
Tasya begitu bahagia anak perempuan nya di perlakukan seperti anaknya sendiri oleh mertua nya bahkan sedari tadi Tasya hanya terus melihat nya saja. selalu Fani lah yang sibuk dengan ini itu yang di ingin kan Airin.
" Makan lah Airin sayang. kamu harus makan yang banyak supaya kalian sehat " Tasya tersenyum setelah mengatakan itu. menatap Airin yang terus makan dengan pelan dan sedikit sedikit terus yang ada di sendok nya.
__ADS_1
Airin terhenyak, Bunda nya seketika membuat nya gugup Airin begitu takut sampai mengecewakan Tasya dan Fani yang sedari
Sedari tadi mereka sibuk di dapur untuk acara makan malam ini dan sekarang Airin benar-benar sudah tak mampu lagi untuk menambah makanan yang masuk ke perut nya dia benar-benar sudah kenyang sekarang.
" I-iya Bunda " jawab Airin terbata.
" Assalamu'alaikum,,,!!! Kedua bocah kembar berlarian masuk di rumah itu menyalami semua nya satu persatu secara bergantian.
"Oma, oma kok tidak ngajak-ngajak sih kalau mau ke sini. Akhsan kan juga mau datang. Akhsan kangen sama aunty. " rengek nya Akhsan kecil dengan begitu lucu. " Aunty,,!! Akhsan berhamburan memeluk Airin yang sudah merentangkan tangan nya dan menyambut keponakannya itu.
Ikhsan mendelik tak suka. melihat abang nya yang sudah lebih dahulu mendapatkan pelukan hangat dari Airin, Ikhsan berjalan dengan tangan berkacak pinggang menghampiri Akhsan dan langsung melepaskan tangan Airin darinya. " Abang, jangan sentuh Aunty, ini Aunty nya Ikhsan " Ikhsan melotot gak suka apalagi Akhsan yang masih saja gak mau mengalah padanya.
Semua tersenyum dengan kenalan anak kembar itu begitu juga dengan orang tua mereka Rayyan dan Keisha yang sudah menyalami semua dan bergabung duduk.
Kedua bocah itu terus saja saling berebut gak di rumah yang selalu berebut mainan dan sekarang mereka berebut Airin dan saling mendorong satu sama lain." Abang jauh-jauh dari Aunty, abang kan nakal, nanti dedek nya Ikhsan di cubit lagi sama Abang, abang pergi,,!! Ikhsan terus mendorong Akhsan dengan tenaga kecilnya dengan mata yang tak bersahabat sama sekali.
Airin terus mendengarkan perdebatan kedua bocah di depannya begitu asyik juga melihat nya namun juga ngeri juga alias pusing kalau lama-lama berhadapan dengan bocah yang sama-sama gak mau mengalah, kakak iparnya begitu sangat hebat bisa menjaga dua bocah yang seperti ini kalau dia mungkin akan langsung darah tinggi, Mungkin.
" Sudah sudah jangan berkelahi, Aunty milik kalian berdua ok. " Airin mengelus kedua punggung keduanya memberikan pengertian pada mereka meskipun seperti nya tak berpengaruh apapun.
Cekcok di antara keduanya itu akhirnya bisa terhenti namun bukan karena saling menerima melainkan tetap gak mau ada yang kalah. Akhsan mencakar wajah Ikhsan dengan kuku-kukunya yang tajam begitu pula sebaliknya, Ikhsan memukul kepala Akhsan dengan tangan yang terkepal dan berakhir lah dengan tangis mereka yang melengking yang memadati tempat itu.
" Huaaaa,,, abang jahat,,, huaaaa,, Mama Mama, Abang nakal " Rengek Ikhsan berlari menghampiri Keisha yang hampir saja berada di hadapan nya dan sudah berjongkok di hadapan Ikhsan.
Keisha mengeluarkan tisu dalam tas nya membersihkan luka di wajah Ikhsan " Astaghfirullah, Abang nggak boleh lakuin ini lagi ya kasian adek, nih lihat berdarah kan. " Ucap Keisha namun tetap pada wajah Ikhsan.
__ADS_1
Akhsan semakin memperkeras suara tangis nya dia begitu takut karena di marahi oleh Keisha barusan, " Papa. Ikhsan dan Mama nakal, mereka tidak sayang sama Akhsan, " adu Akhsan berlari ke arah Rayyan." Huaaaa,,, Papa."
Rayyan mengangkat tubuh kecil Akhsan memangkunya mengusap air mata Akhsan yang terus keluar, " mereka bukan nya tidak sayang sama Abang, Mama hanya menasehati Akhsan supaya tidak nakal sama adek, emang Abang nggak kasihan lihat adek berdarah tuh lihat, pasti sakit kan. " Rayyan harus extra pelan memberikan pengertian pada Akhsan yang masih sesenggukan.
Akhsan menatap Ikhsan kasian, Akhsan mengangguk dan turun dari pangkuan Rayyan pelan. Akhsan berlari menghampiri Ikhsan dan langsung memeluknya. " maafkan Abang ya. Abang nggak akan nakal lagi. " ucapnya dengan polos.
Ikhsan pun mengangguk patuh. meskipun masih sakit tapi tetap saja hatinya yang bergerak untuk memaafkan Abang nya" beneran ya, Abang jangan nakal lagi. " ucapnya
Akhsan melepaskan pelukan nya dan mengangguk mengeluarkan senyuman nya.
Akhsan menggandeng Ikhsan mengajak nya lagi mendekat dengan Airin dan memeluk Airin bersamaan, " Aunty milik kita berdua " celetuk Akhsan.
" Iya Abang "
" Ehhh siapa bilang, Aunty Airin punya Om David " ucap David tak mau kalah dan ingin memeluk Airin juga.
Kedua bocah itu menatap David tak suka. melotot sempurna pada David
" Tidak...!! ucapnya dengan begitu kompak.
Semua menatap David kasihan. selalu saja kalah kalau sama dua bocah itu. seperti nya David belum bener-bener mendapatkan restu dari keduanya. " Hahaha...!! tawa semuanya bersamaan.
David pasrah, menekuk wajah nya kesal dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, " hehehe,, " meringis David dengan deretan giginya yang dia perlihatkan.
#######
__ADS_1
##**#*####
Aciann David... uluh uluh..