Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
142. Perayaan


__ADS_3

________


Happy Reading...


________________


Ujian sudah selesai semua hanya tinggal menunggu kelulusan semua tampak antusias dan berharap akan mendapatkan nilai yang memuaskan, karena semuanya itu akan sangat berpengaruh untuk masa depan mereka nantinya.


Untuk menghilangkan kepenatan yang terjadi selama satu bulan silam keempat sahabat dia pasangan itu tengah duduk merayakan selesai ujian mereka. Duduk tenang menikmati makanan enak di sebuah tempat yang begitu tak di sangka-sangka, yaitu berasa di pinggir jalan, menikmati pedasnya bakso beranak yang di dalamnya juga terdapat banyak cabe ulekan yang begitu menggetarkan lidah.


Karena dalam satu porsi tidak mungkin di habiskan hanya satu orang saja maka mereka memesan dua porsi saja masing-masing untuk dua orang dengan pasangannya masing-masing.


Keringat sudah mulai bercucuran begitu deras di wajah mereka berempat, Airin dan David yang tak begitu doyan sama pedas akhirnya berani menjajal bakso yang sedang viral itu, dan alhasil mereka begitu menikmatinya tanpa takut sakit perut.


"Yank, jangan makan banyak-banyak nanti sakit perut. " Ucap David mulai melarang.


Meskipun melarang namun David sendiri nyatanya sangat menikmati bakso itu dan terus menyuapkan sepotong demi sepotong bakso yang ada di dalam mangkoknya.


Airin hanya bisa menggeleng mendengar perkataan David, semua yang David katakan nyatanya gak seirama dengan mulutnya sendiri yang terus makan, mungkin sebenarnya David melarang itu karena dia sendiri yang ingin menghabiskannya.


"Nggak usah khawatir, Yank. Aku sudah bawa obat lambung. Jadi kalau perut oleng kita bisa minum tuh obatnya. " Airin tak mau kalah, ternyata dia sudah menyiapkan segalanya.


Gagal sudah untuk bisa menikmati satu mangkok penuh bakso beranak yang sangat nikmat itu. Sepertinya cara David tidak manjur untuk Airin sekarang.


"Halah.. Bilang saja kamu mau memakannya sendiri, iya kan Dav?. " Sinis Rico.


Tebakan benar seratus persen. Meskipun hanya sembarangan menebak nyatanya apa yang Rico katanya ternyata benar adanya, David ingin memakannya sendiri.


Mitha dan juga Rico terkekeh melihat wajah kesal dari David, mereka sangat suka menggoda David lagian kapan lagi mereka akan saling menggoda setelah ini? Meskipun Airin menjanjikan akan mengajak mereka berdua kuga kerja di rumah sakitnya namun mereka masih ada keraguan, mereka masih ingin mencoba sendiri kemampuan mereka untuk mendapatkan kerja tidak di tempat Airin.

__ADS_1


"Siapa bilang aku mau menghabiskannya sendiri? Aku mana habis, lagian aku lagi diet." Jawab David berbohong.


"Wow.. Seorang David diet? Apakah dunia berhenti pada porosnya? " Celetuk Rico sekenanya.


"Jangan ngawur kalau ngomong? Mana Da dunia berhenti pada porosnya. Udah mau jadi dokter juga masih asal jeplak kalau ngomong. Kayaknya emang butuh di sekolahin lagi tinggi mulutnya biar pintar.


" Yang pintar itu otaknya, bukan mulutnya. Dasar orang kalau udah nggak waras di apa-apain juga tetap nggak waras. "Sungut Rico tak mau kalah.


"Sudah sudah! Kalian ini kesini mau makan atau mau berdebat sih? Kalau mau berdebat di sana noh, di lapangan depan komplek!." Kini Mitha angkat bicara.


Jengah rasanya setiap kali ada dalam satu tempat pada keduanya, mereka mana pernah bisa begitu anteng dan diam dalam satu pertemuan saja? Mereka berdua pasti akan heboh dengan perdebatan yang masing-masing ngotot ingin menang.


"Hem.. Benar kata Mitha. Kalau mau debat di sana noh, atau mau gulat sekali juga boleh nanti aku yang jadi wasitnya. " Saut Airin.


"Ogah gulat sama dia, nggak bakal enak. Enaknya itu kalau gulat dama kamu, Yank. Enak banget tuh bahkan sampai beberapa ronde ayo aja aku akan selalu mengalah lah nggak apa-apa. " Ucap David.


Mata Airin memicing kearah David, tiga mulutnya, aduh.. Gemes pengen di cubit sekenceng kencengnya supaya bisa diam setelah itu.


"Nggak apa-apa. Hanya pengen mencapit mulut seseorang saja. " Jawab Airin begitu enak sekali namun itu membuat David bergidik ngeri.


"Hahaha.. Capit Rin, hanya untuk di kasih ampun. " Tawa Rico.


"Diam kamu! Jangan jadi korek api di dekat kompor sumbu yang penuh dengan minyak tanah, bisa-bisa kebakar nantinya. " Sungut David.


Begitu menyenangkannya kebersamaan ini. Meskipun mereka masih bisa melakukan hal yang seperti sekarang ini namun mereka pasti akan tetap sibuk dalam urusannya masing-masing nantinya.


"Setelah ini rencana kalian berdua? " Tanya Airin.


"Ya sesuai dengan gelar yang akan aku dapatkan lah. Kalau untuk Mitha, aku tidak mengizinkan dia bekerja dulu sebelum melahirkan, keselamatannya lebih utama." Jawab Rico mewakili Mitha sekaligus.

__ADS_1


"Semuanya memang sudah direncanakan dan sudah di bicarakan oleh Rico dan juga Mitha dan Mitha pun sudah sepakat kalau dia akan bekerja setelah melahirkan, dia tidak mau terlalu lelah dan akan berakhir buruk dengan keadaan dirinya dan juga kandungannya.


" Bagus deh, pekerjaan bisa kapan-kapan di lakukan tapi kalau yang satu ini? Itu tak akan bisa di remehkan begitu saja. "Jawab Airin.


" Kalau kalian?. "Tanya Mitha kali ini.


"Yang akan kami lakukan setelah ini akan pergi ke Negeri Sakura untuk bersenang-senang. " Jawab David begitu Heboh dan terlihat sudah tak sabar untuk cepat pergi ke Negeri Sakura. Ya siapa juga yang akan tahan lama-lama kalau soal bulan madu. Siapapun pasti tidak akan bisa menahannya terlalu lama.


"Ya serah lah, semoga kalian pulang membawa kabar yang membahagiakan untuk kita semuanya, dan secepatnya bisa menyusul kami. " Kali ini Rico terlihat serius tak seperti tadi yang masih ada gurauan-gurauan yang memancing David.


"Amin... " Jawab David dan juga Airin bersamaan.


_____


Di sisi lain, Siska tengah murka kepada semua karyawannya. Keuangan perusahaannya mulai menurun bahkan hanya tinggal beberapa persen saja yang tersiksa.


Perusahaannya sendiri sudah mulai jatuh, sedangkan semua harta yang dia rampas dari Arman kini sudah mulai di tangani oleh pihak kepolisian. Jika dalam persidangan Siska kalah mungkin dia akan kehilangan semua hartanya dan parahnya lagi dia akan masuk ke dalam penjara karena penipuan.


"Argh!, kenapa semuanya bisa terjadi padaku! Aku sudah bekerja dengan begitu baik dan juga benar semuanya seperti tak ad kesalahan sama sekali tapi kenapa semuanya bisa hancur begini, argh!!. " Teriak Siska begitu frustasi.


Bagaimana tidak frustasi seorang Siska semua yang ad di tangan nya perlahan-lahan mulai pergi dan menghilang , dia tidak mau jatuh miskin dan menjadi gelandangan di jalan. Dan bagaimana juga dengan nasib dengan anak yang dia kandung nantinya.


Meskipun dia sama sekali tak menginginkan kelahiran anaknya itu namun dia tapi semuanya sudah terjadi dan dia tak bisa mundur lagi, segala cara jufa sudah dia lakukan untuk menghilangkan bayinya namun semuanya gagal.


Sepertinya Tuhan lebih sayang dengan bayinya daripada dirinya.


__


Bersambung..

__ADS_1


___________


__ADS_2