
Arman terus berontak saat kedua tangannya ditarik oleh orang suruhan dari Rio. takkan pernah dia dilepaskan begitu saja apalagi rencana yang disusun oleh Airin belum juga terwujud semuanya harus sesuai dengan apa yang ketua inginkan.
" Lepas,,!! " teriak Arman dengan sangat keras.
" Diam,,!! " bentak salah satu orang suruhan dari Rio.
Arman tak lagi bisa berkutik sedikit pun, dia hanya bisa pasrah mengikuti kedua orang itu membawanya pergi.
Fadil yang melihat Papanya diperlakukan seperti itu sesungguhnya dia tidak tega namun kejahatan papanya yang membuat Fadil terdiam dan menyerahkan semuanya kepada Rio.
" Maafkan Fadil, Pa. Fadil tidak akan melakukan ini semua kalau papa mau berubah sebelum nya. Maafkan Fadil, Pa. Maaf " Fadil begitu menyesali semua yang telah terjadi hari ini.
Seandainya Papanya tidak pernah melakukan kesalahan maka dia tidak akan pernah dipermalukan hingga seperti ini bahkan semua kolega bisnis Arman memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan Arman.
Rio berjalan mendekati Fadil yang tengah sangat menyesalkan semua kejadian ini. Rio menyentuh bahu Fadil dan membuyarkan lamunannya.
" kamu tenang saja Kami tidak akan pernah menyakiti papa kamu selama dia tidak membuat masalah. Airin tidak akan setega itu melukai orang tua selama dia masih dalam batasannya." ucap Rio.
Fadil mengangguk percaya, dia sangat mengenal Airin meskipun berkali-kali dia menyakitinya tapi tetap saja dia bisa dimaafkan oleh Airin kemungkinan besar papanya juga akan mendapatkan hal yang serupa seperti dirinya.
" baik Pak,, tolong jangan apa-apakan papa saya. " ucap Fadil penuh harap.
" kamu tenang saja, semua pasti akan baik-baik saja." ucap Rio Seraya tersenyum manis kepada Fadil sebelum dia benar-benar pergi dari hadapannya.
Fadil sangat percaya dengan apa yang dikatakan Rio. Semuanya pasti akan baik-baik saja termasuk keadaan Papanya." saya percaya kepada anda Pak Rio." jawab Fadil dengan penuh keyakinan.
Rio mengangguk dan pergi menyusul kedua anak buahnya yang telah membawa Arman ke suatu tempat yang diinginkan oleh Airin saat ini.
Kedua anak buah Rio memaksa Arman untuk naik di mobil dan setelah Arman naik kedua anak buah itu langsung ikutan naik, mengapit Arman di tengah dan seketika mobil berjalan dengan cepat. Sementara Rio menyusul dengan mobil yang berbeda.
#####
Siska memicingkan 1 matanya melirik dan memperjelas Siapa sebenarnya yang datang atau mungkin hadiah apa yang dimaksud oleh Airin barusan.
Seketika hati Siska begitu berbunga-bunga melihat kedatangan seseorang yang selalu ada dalam hatinya dan benar-benar diharapkan untuk menjadi pendamping seumur hidupnya.
" ternyata David lah yang menjadi hadiahku, itu adalah pilihan yang bagus karena Airin tidak bisa memberikan hadiah yang pantas lebih dari ini, lebih dari suaminya sendiri." batin Siska yang begitu percaya diri.
David berjalan mendekati Airin mencium keningnya merangkul pinggulnya dan David juga tidak melupakan senyum yang indah yang khusus diberikan untuk wanita nya seorang, yaitu Airin.
" sayang, Untuk apa kamu mengundangku ke sini.? apa ada masalah lagi." tanya David.
Seketika Airin tersenyum sembari menggeleng kepalanya dengan cepat menatap mesra suami tercintanya.
" tidak, tidak ada masalah lagi selama aku bersamamu. karena masalahmu akan menjadi masalahku juga dan kita akan menyelesaikannya secara bersama-sama." jawab Airin.
__ADS_1
Akhirnya David bisa bernafas lega. dengan selesainya masalah yang menimpa David berarti kebahagiaan yang akan datang untuk keluarga kecilnya.
" sial sebenarnya apa sih tujuan Airin sekarang?. sebenarnya Airin membawa David kesini untuk menjadi hadiah aku atau bukan sih. Kalau iya kenapa juga mereka harus pamer kemesraan di hadapanku apa mereka berdua sudah tidak punya akal lagi.?" gerutu Siska dalam hatinya.
Irin menoleh dengan senyum yang tertahan dalam bibirnya dia tahu pasti bahwa Siska sekarang Tengah merutuki nya atau mungkin Tengah memberikan sumpah serapah untuk Airin di dalam hatinya.
" Maafkan aku Siska, aku tahu kamu sekarang pasti sedang sangat kesal melihat apa yang kami lakukan di hadapanmu tapi bukankah itu wajar karena kami adalah suami istri dan juga sah-sah saja kan,? lain halnya jika kamu yang bermesraan dengan David, maka itu sudah sangat tidak wajar. sekali lagi aku minta maaf Siska, aku hanya ingin kamu bisa berpikir perbedaan antara posisiku dan juga posisimu yang pantas dihadapan David." pikir Airin
" Yang, yuk pulang. Aku sangat merindukan rumah, yang jelas sama pemilik nya juga lah " ucap David.
David menarik perlahan pinggul Airin, namun dengan cepat menolak nya.
" Kenapa,? " tanya David.
" sebentar sayang, urusan ku belum selesai." tolak Airin.
" urusan apa lagi.? ucap David pelan." Ayolah pulang. kita di sini ngapain, udah enek aku lihat tu cewek."
" bentar."
David menghela nafas panjang, Iya tidak akan bisa menolak apa yang Airin kehendaki. baginya chairin adalah segalanya dan dia juga akan memberikan dan menuruti semua permintaan Airin termasuk saat ini berada di hadapan wanita yang membuat David hampir seperti orang gila karena kelakuannya.
David mengalah dengan Airin berjalan ya berjalan menuju sofa dan ingin duduk ke sana namun sebelum itu terjadi jika sudah lebih dahulu menarik tangan David dan mencegah langkahnya.
"bukan aku, " jawab Airin.
mendapatkan jawaban dari Airin David langsung menoleh kebelakang dan ternyata Siska lah pelakunya. dengan cepat David menghempaskan tangan kita dengan kasar dan berhasil terlepas begitu saja." beraninya kamu menyentuhku, lepas.!!" seru David dengan kasar.
" David, Aku mohon jangan seperti ini ingat janin yang ada dalam kandungan ku ini. dia anak kamu, anak kita." ucap Siska.
" bukan.!! dia bukan anakku, dia anakmu Dan juga Om Arman. Jadi kamu jangan berharap bahwa aku akan bertanggung jawab akan semua ini. Yang pantas kamu pintai tanggung jawab ada lah Om Arman bukan aku." jawab David.
" bukan ini anak kamu,! sampai kapanpun dia akan tetap anak kamu." Kekeuh Siska.
Airin lebih memilih diam, dia hanya menatap David dan Siska yang sedang bertarung argumen secara bergantian.
" Assalamu'alaikum,, "
Airin menoleh dengan cepat dan mengembangkan senyum nya saat melihat yang datang. " Wa'alaikumsalam,, Kak Rio. " jawab Airin.
Kedatangan Rio seketika membuat David dan Siska terdiam. " Wa'alaikumsalam " jawab David sementara Siska diam dengan sejuta amarahnya. kepada David dan sekarang di tambah dengan kedatangan Rio, yang pasti akan menambah amarah nya semakin meledak.
" gimana Kak Rio, hadiah untuk Siska sudah siap kan? " tanya Airin,dan Rio mengangguk.
Siska menatap Airin penting penuh dengan kebencian, " hadiah apa yang si maksud Airin,aku harus lebih waspada lagi. aku sudah berhasil lolos dengan satu permainan dari Airin dan aku tak ingin lagi terjerumus dalam lubang yang di bikin oleh wanita kutub ini " batin Siska.
__ADS_1
" Semua sesuai dengan apa yang kamu inginkan "'jawab Rio.
Rio mengangkat tangan kanan ke atas, menjentikkan nya hingga menghasilkan bunyi yang sangat keras.
Empat orang yang berada di dalam melihat fokus ke arah pintu masuk mengikuti yang di lakukan oleh Rio.
Siska harus kembali di buat tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Airin. Baru saja dia merasa bahagia bisa terlepas dari pernikahan dengan Arman dan tanpa di duga, Arman kini kembali datang ke rumah sakit beserta para anak buah dari Airin dan juga penghulu yang sama.
" Om Arman!! " pekik Siska.
Arman yang tak bisa bertingkah lagi hanya bisa mengangguk pasrah. apalagi kedua tangan nya di pegang oleh orang suruhan Airin.
" Dia adalah hadiah terbesar ku, Siska. dan sekarang kamu tak akan bisa kabur lagi seperti tadi. " ucap Airin.
" Kak Rio,, lakukan semua nya sesuai rencana " titah Airin dengan tegas.
" Baik " jawab Rio.
Semua yang terjadi akan sesuai dengan rencana Awal. setelah membuktikan David tidak bersalah dan membongkar siapa pelakunya, dan yang terakhir Airin harus memastikan Siska dan Arman menikah di hadapan nya.
" aku tidak mau menikah dengan Om Arman,, tidak,!! " teriak Siska.
" tak ada pilihan lain Siska. kamu harus tetap menikah sekarang, atau kalau tidak, kamu akan melahirkan anakmu tanpa seorang ayah. " ucap Airin.
" Tidak,,!! "
" pak penghulu lakukan sekarang " pintar Airin.
Dengan gemetar dan juga takut penghulu pun menuruti semua permintaan Airin, menikahkan Siska dan juga Arman saat itu juga.
" Syah...!! seru penghulu.
" Syah,, "" seru semua orang yang menjadi saksi di sana.
" aku akan membalas semua yang kamu lakukan Airin. kamu lihat saja nanti.. " batin Siska.
Dengan satu kata Syah dari para saksi berarti mereka berdua kini telah menjadi suami istri.
Arman tertunduk lemas, Dia yang menyalahkan api dan sekarang dia sendiri yang terbakar. Meskipun semua yang sudah terjadi tak menyurutkan kebencian Arman untuk keluarga Yohan, pembalasan akan tetap dia lakukan dah semua harus di pikirkan, atau kalau tidak dia akan kembali terbakar karena ulah nya sendiri.
" tunggu pembalasan ku, David, Airin "' batin Arman dengan wajah yang tertunduk dengan marah.
#######
#######
__ADS_1