
Sorot mata Arman menatap tajam ke salah satu pigura besar yang menampakkan wajah bahagia dirinya dan juga anaknya yang masih kecil, foto terlihat indah dengan berhiaskan senyum merekah di antara keduanya.
Matanya semakin memerah, aura kekesalan begitu menguasai wajahnya anak yang begitu dia sayang dan ia gadang-gadang akan membuatnya bangga namun nyatanya malah mengecewakan nya karena pemberontakan nya.
Tangan nya menggenggam sebuah gelas yang tinggal setengah isinya, meremasnya untuk membuat nya pecah namun ternyata tenaganya tak sekuat itu, hingga akhirnya dia memilih melemparkan nya dan mengenai pigura yang berada di dinding hingga gelas nya hancur berkeping-keping.
Pranggg....
Kaca dalam pigura itu ikut pecah karena terkena lemparan yang begitu keras, fotonya langsung basah dan pas juga mengenai wajah Fadil kecil yang tengah tersenyum bahagia.
" Argghhh,!! teriak Arman begitu terbawa amarah. keberhasilan Fadil mengambil dua berkas hak Yohan membuat Arman seperti orang yang sedang kesetanan. Matanya merah melotot, wajahnya dengan aura seakan ingin membunuh dan juga kebencian yang mulai tumbuh di hatinya. " dasar anak durhaka kau Fadil,,!! kau akan menyesal, papa pastikan kau akan menyesali semua perbuatan bodoh mu ini, Arghhh,,,, Fadil..!! teriak nya lagi.
Penghuni yang lain seperti para penjaga dan asisten rumah tangga begitu ketakutan mendengarkan kemarahan bos mereka, tak pernah sesekali mereka mendengar Arman semarah ini dan sekarang benar-benar di luar kendali.
Semua bergidik ngeri setelah Arman lagi-lagi teriak, menghancurkan semua benda-benda
yang ada di depannya. hingga tempat itu sekarang sudah tidak karuan lagi karena begitu banyak serpihan-serpihan benda yang telah hancur.
Prakkk,,,,!!!
Suara terdengar semakin keras saat Arman menendang vas yang begitu besar, hingga terjatuh di lantai dan langsung hancur begitu saja, seperti harapan Arman yang hancur akan anaknya, Fadil.
Tangannya merogoh saku celananya mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang yang akan menuruti semua perkataannya.
Tut... Tut... Tut....
Beberapa kali Arman menghubungi orang itu namun tidak juga di angkat membuat Arman bertambah marah " Angkat,,!! sialan kalian semua" kesalnya setelah sekali lagi menghubungi dan tidak di angkat lagi.
Tut... Tut... Tut....
Sekali lagi Arman menghubungi dan kali ini bisa tersambung dan langsung di angkat, karena Arman menghubungi nomor yang lain namun tetap orang yang sama.
"apa kamu sudah bosan hidup, hahh!!, " Bentak Arman pada anak bua,nya yang ada di seberang.
"maaf bos, tadi saya sedang di belakang "
" apa nggak bisa bawa ponsel, hah,,!!
" Maaf Bos, emang bos mau apa?
" Cari dimana Fadil berada, jika tidak mau dengan cara baik-baik seret aja dia terserah kamu. yang penting dia harus bisa datang kehadapan mu, ngerti kan,!! tegas Arman
" baik bos, "
__ADS_1
Tut tut tut...
Telfon Arman putuskan sepihak setelah mendapatkan jawaban dari anak buah nya wajah nya kembali dengan amarah yang belum usai.
" jangan kamu pikir Papa akan diam saja setelah yang kamu lakukan pada papa, Fadil. kau yang mengambil nya dari Papa dan kau juga yang harus mengembalikan pada Papa " gumam Arman.
######
Airin dan David masuk dengan tergesa-gesa di rumah Yohan dan Fani, dengan tangan David membawa Dua berkas yang Fadil berikan tadi di rumah sakit.
" Assalamualaikum!! " ucap David dengan suara keras, " Assalamualaikum!! teriak nya lagi tak sabaran.
" Sabar Yang " Airin menoleh ke arah David memintanya untuk lebih sabar " Assalamu'alaikum, " Giliran Airin yang mengucapkan salam.
klik...
" Wa'alaikumsalam,, "' jawab Fani sembari membukakan pintu. melihat anak dan menantu nya datang membuat Fani begitu bahagia apalagi sudah bisa melihat Airin kembali tersenyum lagi itu adalah hal yang paling membahagiakan untuk nya. " apa kabar Sayang" Fani langsung memeluk Airin begitu saja mencurahkan kerinduan dan kasih sayang untuk menantunya.
" Baik Mi " jawab Airin.
" Yu masuk " pinta Fani setelah melepaskan pelukan nya,, menuntun Airin dan meninggalkan David anaknya sendiri.
David hanya menggeleng dan bertanya dalam hatinya sendiri, siapa sebenarnya anak kandungnya, dia atau Airin? kenapa Fani lebih ker dengan Airin daripada dirinya. David menyunggingkan bibir nya tak masalah, lagian itu lebih baik juga kan? " Papi di mana Mi? tanya David dan duduk di sofa.
" papi ada.....
" Pi, David hanya mau menyampaikan amanah ini dari Fadil " dua berkas David berikan pada Yohan, membuat nya mengernyit bingung namun tangannya tetap menerima dua berkas itu dan menariknya dari tangan David.
Yohan langsung membuka nya di hadapan David, Airin dan juga Fani, membacanya dan kembali menatap David setelah mengetahui isi dari berkas itu "ini maksudnya apa Dav? tanya Yohan yang masih berada dalam kebingungan.
" itu adalah milik Papi, hak Papi yang papa Fadil ambil dengan paksa. Fadil telah menepati janjinya untuk mengembalikan nya pada Papi, tapi Fadil minta maaf karena belum datang langsung ke Papi karena,,?? Ucapan David terhenti.
" Karena?
" Fadil masih di rawat di rumah sakit Pi. Fadil telah menantang papanya dan harus berakhir di rumah sakit sekarang. " terang David.
" Astaghfirullah,, " mata Fani dan Yohan terbuka lebar seiring mulutnya yang ber- Istighfar karena terkejut " Kok bisa! sambung Yohan.
Mana bisa Yohan tidak terkejut dengan apa yang di lakukan Arman pada anaknya sendiri, kalau dengan dirinya itu bisa saja, tapi ini adalah anaknya sendiri, darah daging nya sendiri, bagaimana bisa orang tua melakukan penganiayaan pada anaknya sendiri hanya karena harta saja. seperti nya mata hati Arman benar-benar sudah tertutup dengan kerakusan nya untuk memiliki semua harta Yohan.
" terus gimana keadaan Fadil sekarang, Dav? tanya Fani yang sama terkejut seperti Yohan dan juga tak percaya.
" Fadil masih belum keluar dari rumah sakit sih Mi, katanya tadi dia merasakan pusing jadi dia harus menjalani pemeriksaan yang lebih lagi untuk memastikan tak ada luka dalam "' jawab David.
__ADS_1
Yohan dan Fani merasa kasian dan juga iba dengan apa yang di alami Fadil, Fadil sudah seperti anak kedua mereka, mereka tak pernah membedakan antara David dan Fadil sebelum kerakusan dimulai.
" kita harus jenguk Fadil Mi"
" Iya Pi. tapi lebih baik besok aja deh ini udah sore juga kan Pi " ucap Fani memberi saran dan di angguki oleh Yohan sebagai dia tanda setuju dengan saran Fani.
Fani beralih menatap Airin dan David bergantian tersenyum pada keduanya dengan ragu-ragu ingin mengatakan apa yang ada di kepala nya, dan akhirnya Fani menghilangkan keraguan itu dan mengatakan nya pada Airin dan David " kalian menginap ya malam ini di rumah Mami dan Papi " ucap Fani penuh harap.
Sebelum menjawab Airin terlebih dahulu menoleh kearah David meminta jawaban darinya.
" Iya Mi " jawab David mewakili.sejetika membuat Fani menarik senyum dan langsung memeluk Airin.
" Seharusnya kalian itu lebih sering lagi menginap di rumah Mami "'ucap Fani.
" iya Mi, " jawab Airin dan membalas pelukan dari Fani.
#####
Airin menyisir rambutnya perlahan-lahan, David yang baru masuk pun langsung mendekati Airin, berdiri di belakang nya mengambil sisir di tangan Airin dan mengambil alih untuk menyisir rambutnya Airin.
Airin tersenyum menatap David dari pantulan cermin di depannya dan di balas dengan hal yang sama dari David.
" kau menggoda ku? "'ucap David dengan senyuman menggoda ke pada Airin.
Airin terkikik, seperti nya David yang salah bicara bukankah David yang menggoda dirinya dengan matanya dan juga wajahnya itu tapi David yang bilang Airin yang menggodanya.
" Apa sih Yang "'
David membungkuk mencium puncak kepala Airin dan menghirup aroma rambutnya yang begitu menggoda untuk David.
" Yang kamu begitu cantik "ucap David dengan menaruh dagunya di kepala Airin memeluk tubuh nya dari belakang. " aku sangat sangat merindukan mu "
" bukannya kita selalu bersama, dari mana kamu merindukan ku " Airin masih tak bergeming dan menatap David dari cermin.
" aku merindukan yang lain darimu Sayang " David menyibak rambut Airin memasukkan wajahnya di keruk leher Airin dan membuat tanda kepemimpinan di sana, membuat Airin merinding dengan cepat." boleh ya. " ucapnya memohon.
Airin tersenyum dengan hawa panas yang sudah timbul akibat sentuhan David barusan, mengangguk perlahan tanpa menoleh.
" makasih sayang "
Penyatuan cinta yang pertama kali setelah Airin keguguran, beberapa minggu David menunggu dan akhirnya sekarang bisa untuk kembali merasakan hal itu.
" Terima kasih sayang "
__ADS_1
######
#######