Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
55.Wajah kumuh.


__ADS_3

" kenapa loh kesini.? tanya Kevin sembari berbalik badan melihat Ais yang berjalan di belakang nya.


Ais meringis, sedikitpun tak ada takut di pikiran nya dia adalah gadis pemberani mana mungkin dia akan takut hanya sekedar di bentak saja.


" hehehe, kenapa Mas Kevin mengatakan itu pada Ais, Ais kan di kelas ini juga. " ucapnya begitu santai.


kening Kevin mengkerut dia benar-benar malas jika harus setiap hari melihat wajah tak mengenakkan dari Ais.


" sejak kapan.? tanya Kevin malas.


" sejak sekarang. " jawabnya. " misi ya Mas Ais mau duduk. " pamit nya dan berjalan melalui Kevin dengan wajah kesalnya.


Kevin hanya bisa pasrah dia tak bisa melakukan apapun untuk mengusir Ais dari kelas itu . Kevin pun berjalan juga untuk duduk.


mata Ais terus melirik melihat tingkah Kevin untuk memastikan apa yang ada di pikiran nya itu benar atau salah.


"apa benar dia dan Fadil satu keluarga, mana David nggak mau menjawab pertanyaan ku lagi, hufff aku harus mencari tau sendiri kan jadinya.


batin Ais, ya Ais adalah Airin yang sedang menyamar untuk mengungkap identitas Kevin yang sebenarnya dia benar-benar penasaran akan hal itu.


" semoga rencana ku akan berbuah hasil yang terbaik dan tentunya yang pasti, ini semua harus segera terungkap. aku tau Fadil adalah orang yang tak bisa di remehkan. bisa jadi Kevin ada hubungannya dengan Fadil.


"ngapa loh lihat-lihat.!! bentak Kevin dan mengejutkan Ais alias Airin.


Ais tersipu dia telah kepergok sedang menatap Kevin. pipinya berubah menjadi merah. ekting Airin benar-benar luar biasa bahkan dia bisa bersikap selayaknya gadis yang sedang jatuh cinta beneran.


" hehehe. maaf Mas, abis Mas Kevin ganteng sih kan mubadzir jika di lewatkan. " Jawab Airin


Kevin mendengus kesal, dia tau dia tampan tapi kenapa harus gadis berwajah buruk yang tengah memujinya, jika dia di hadapkan dengan Airin mungkin dia akan sangat senang hati bahkan akan membiarkan Airin melakukan itu semaunya.


" dasar norak.!!


" mungkin aku telah berdosa telah menatap orang yang tak seharusnya tapi ini semua demi melindungi orang yang seharusnya jadi aku tak akan keberatan melakukan ini. "


" hehehe..!! meringis Ais menahan malu.


tak sengaja mata Ais melihat cincin yang pernah dia temukan dulu dan dengan jelas tengah dipakai oleh Kevin.


" wes. cincinnya bagus banget Mas, boleh pinjam " ucap Ais.


Kevin melihat Cincin tersebut, cincin kebanggaan keluarga nya dan cincin warisan dari papa Kevin dan hanya ada satu-satunya.


" jangan mimpi..!!


" kenapa Mas, oh Ais tau pasti itu cincin dari kekasih Mas Kevin ya, jadi nggak boleh di pinjam sembarang orang. " celetuk Ais.


" bukan urusan mu. " !!


" mana mungkin ini dari kekasih ku, sampai sekarang aku hanya mencintai satu orang saja dan itu sudah menjadi istri orang lain, tapi aku akan berusaha untuk bisa mendapatkan cintanya.


batin Kevin sembari melamun memikirkan senyum indah dari gadis pujaan nya yang sudah berstatus sebagai istri orang.


" Mas.!! Mas kenapa.? jangan-jangan cinta Mas nggak terbalas ya jadi Mas sedih gitu, bagaimana kalau sama aku aja Mas, aku akan senang hati membalas cinta Mas " ucap Ais mengejutkan lamunan Kevin.


" berisik.! gue peringatkan jangan pernah campuri urusan ku, paham.!!


" maaf Mas. Ais kan hanya memberikan penawaran yang bagus. " jawab Ais pelan.


*****


" Dav.! di mana Airin.? kenapa dia nggak masuk hari ini. " tanya Mitha yang duduk di sebelah David yang sedang bermalas-malasan di bangku nya.

__ADS_1


David benar-benar tak semangat bahkan untuk menjawab pertanyaan saja rasanya sangat berat.


" Airin ada kerjaan selama satu minggu di hotel Asri jadi dia nggak masuk selama satu minggu juga. " jawab David dengan wajah murung.


dahi Mitha mengkerut sejak kapan sahabat nya itu lebih mementingkan pekerjaan daripada kuliahnya. bukankah kuliahnya adalah hal yang paling di utamakan dari Airin.


" tumben dia mau mengurusi hotel, biasanya dia selalu menolak saat di minta mengurusi hotel oleh tante Ana. " Jawab Mitha yang sangat heran.


" tau. " David mengangkat kedua bahunya


" kayak nya ini bukan Airin banget deh , seandainya benar-benar masalah hotel ataupun rumah sakit dia selalu melakukan nya sepulang dari kampus tapi ini.? sepertinya ada yang tidak beres, sebenarnya apa yang Airin lakukan sekarang. "


Mitha benar-benar bingung dengan tingkah Airin saat ini. ini bukanlah kebiasaan Airin.


" kamu kenapa.? apa ada yang mau kamu katakan.? tanya David yang melihat Mitha tak biasa.


" Aku hanya mau memberikan ini pada mu, dan aku harap kamu dan Airin bisa hadir di acara ku dan Rico " Mitha memberikan undangan untuk David, sebuah undangan untuk Pertunangan Mitha dan Rico.


David menerimanya dan membacanya sekilas.


" kalian mau bertunangan.? tanya David dan Mitha hanya mengangguk malu.


" aku akan bilang sama Airin dan aku pastikan kita akan hadir " sambung David.


" pokoknya kalian harus hadir tidak boleh tidak. " ucap Mitha menegaskan.


"'pasti, kita kan sahabat. " jawab David.


" Sayang.!! David.!! teriak Rico yang baru saja datang dan langsung bergabung dengan Mitha dan David.


" kamu kenapa Dav, kumuh amat wajah loh. " gurau Rico.


David ternganga mendengar yang di katakan Rico, " kumuh.? Astaga. apa wajah ku seperti selokan ganteng gini kamu bilang kumuh. " ucap David kesal.


" tuh kan bener wajah mu itu bener-bener kumuh Dav . noh ngaca loh bakal tau seberapa kumuh nya wajah menyedihkan loh itu. " ucap Rico sembari mengarahkan tangannya ke cermin kecil yang tertempel di tembok.


" Diam loh. dasar menyebalkan. " kesal David.


" Pagi semua.!! sapa dosen pembimbing mereka yang baru saja masuk


" pagi.!! jawab mereka serentak


Akhirnya pelajaran akan di mulai dan benar-benar tanpa adanya Airin di sana. meskipun sedikit kecewa namun David bisa apa, dia sendiri sangat membutuhkan ilmu itu untuk masa depannya dan juga demi istri tercinta nya juga.


****


dengan buru-buru Ais berlari pergi dia sudah di tunggu oleh pak Jaja yang akan mengantarkan nya ke hotel Asri sekarang, Ais tak mau sampai dia kedahuluan David jika dia benar-benar akan menyusul nya ke sana.


" jalan Pak. " pinta Ais.


satu persatu Ais mengubah kembali penampilan nya dia menghilangkan bedak yang membuat kulit nya gelap serta tompel yang ada di pipi nya pun tak ketinggalan juga.


mobil melaju dengan cepat meninggalkan kampus. namun sebelum kepergian nya ada sepasang mata yang melihat mobil tersebut.


" kayak kenal dengan mobil itu, ? " ucap David dengan terus berfikir dengan keras.


" udahlah mungkin hanya kebetulan saja sama. " sambung nya lagi.


setengah jam dalam perjalanan Akhirnya mobil pak Jaja sudah berhasil terparkir di hotel Asri dengan manis Airin pun keluar dengan begitu anggun meskipun masih mengenakan baju saat menjadi Ais tapi itu tak mengubah kecantikan Airin.


" Pak Jaja boleh pulang, nanti saya akan di jemput oleh David , dan ya besok anterin aku lagi ya Pak. " ucap Airin.

__ADS_1


pak Jaja mengangguk dengan senyum pun tak ketinggalan " baik Non." jawab pak Jaja singkat lalu menjalankan mobilnya untuk pergi.


Airin buru-buru naik ke ruangan nya dan segera menggantikan pakaian nya dengan yang lain dan itu semua demi bisa melancarkan rencananya tanpa di ketahui oleh David.


meskipun baru satu hari Airin menyamar tapi sepertinya dia sudah menemukan sedikit titik terang tentang kebenaran Kevin .ya tentang cincin dan juga kemarahan Kevin saat ditanya tentang wajah tampan nya itu.


" Apa benar Kevin itu adalah Fadil yang mengubah wajah nya, kalau tidak kenapa dia bisa marah saat aku tanya akan wajah nya tersebut. besok aku harus bisa lebih bekerja keras lagi " gumam Airin sembari menumpu dagunya dengan kedua tangan.


" Assalamu'alaikum..!! sapa David namun Airin tak menjawab, pikiran nya sedang melayang jauh membuat Airin tak mendengar salam dari David.


" eits ada apa dengan Istri ku. sampai gitu banget berfikir nya sampai tak mendengar salam dari ku. " ucap David


David berjalan mendekat Airin yang tengah duduk di kursi kerjanya. David benar-benar heran melihat Airin padahal dirinya sudah ada di depannya namun belum juga sadar akan kedatangannya.


David meraih dagu Airin dan langsung mengecup bibir ranum Airin dengan perlahan dan akhirnya bisa menyadarkan Airin dari lamunannya.


Airin tersentak bahkan hampir saja tangan nya melayang ke pipi David. namun itu tak terjadi karena Airin melihat wajah David sebelum melakukannya.


" Sayang.! apa yang kamu lakukan.? pekik Airin dalam keterkejutan nya.


David menarik Airin untuk berdiri dan bergantian David yang duduk di sana kemudian meminta Airin duduk di pangkuan nya.


" Sayang apa yang kamu pikirkan, sampai kamu tak menyadari kedatangan ku.? apa jangan-jangan kamu sedang memikirkan cowok lain" ucap David asal.


" benarkah David menyadari aku sedang memikirkan cowok lain,? maaf David tapi aku berfikir bukan karena aku mengagumi nya melaikan karena mencurigai nya. "


" sayang.! kok malah melamun lagi.! apa sih yang kamu pikirkan, bicara dong. " Ucap David.


" aku hanya sedang memikirkan pekerjaan Sayang, lihat lah berapa banyaknya pekerjaan ku. " jawab Airin. Lagi-lagi harus berbohong tentang pekerjaan.


" aku tau David berbohong itu tidak baik meskipun berbohong demi kebaikan itu pun tetap sebuah kebohongan, dan itu pasti tidak akan berakhir baik. "'


David manggut-manggut mengerti. " oh. " Ucap nya singkat.


David begitu erat memeluk perut Airin dan menyandarkan kepalanya di punggung Airin, dia benar-benar merindukan istri nya itu, hanya setengah hari saja tak bertemu tapi rindu nya sangat begitu berat.


" Sayang. apa kamu besok belum bisa masuk kampus " tanya David


" sayang, kan aku sudah bilang tadi aku nggak bisa kekampus selama satu minggu. " jawab Airin.


" Hufff.., hariku sangat menyedihkan Yang tanpa dirimu. "


" hehehe. kamu lucu sekali bukan nya hanya setengah hari saja, ."


" ya memang sih hanya setengah hari tapi rasanya setengah tahun aku tak bersamamu, sungguh menyebalkan. " David terus menyandarkan kepalanya di punggung Airin bahkan sesekali dia memainkan nya di sana hingga Airin merasa geli.


dengan sengaja David menyembunyikan Kepalanya di dalam kerudung Airin dan juga membuka baju Airin di punggung nya dan menciumi punggung Airin dengan begitu rakus.


selayaknya cacing yang kepanasan Airin terus menggoyang punggung nya karena geli, David benar-benar keterlaluan dia melakukan itu di ruang kerja Airin. bagaimana jika ada yang masuk, meskipun tak sembarangan orang bisa masuk kesana namun itu tetap saja membuat Airin merasa was-was.


" Sayang apa yang kamu lakukan.? tanya Airin sembari sesekali mengeluarkan lenguhan yang membuat David semakin berhasrat.


" aku merindukan mu Yang " jawab David.


" tapi tidak disini, nanti ada orang yang lihat "


" terus.?


" huff.. kamu ini nggak bisa lihat-lihat tempat jika sedang menginginkannya. kita pergi ke atas saja. " pinta Airin.


David pun dengan senang hati menuruti perkataan Airin dan menutup kembali baju Airin sebelum dia mengangkat tubuh Airin dan membawanya ke tempat yang Airin maksud.

__ADS_1


dan penyatuan cinta mereka pun kembali terjadi di hotel Asri.


__ADS_2