
Kesedihan yang di rasakan Alda tentu Airin juga bisa merasakannya. Bagaimana kehilangan seseorang yang ia sayangi sudah pergi sebelum dapat melihatnya. Airin langsung memeluk Alda. "Kamu harus kuat, mungkin Tuhan memang lebih sayang kepadanya." Airin mencoba menguatkan Alda. "Pasti kamu akan mendapatkannya kembali."
Alda hanya bisa menangis terisak kembali di pelukan Airin.
Ia masih teringat bagaimana perutnya begitu sakit saat baru saja tiba di rumah. Padahal sebelumnya ketika ia bercint* dengan sang kekasih kandungannya masih baik-baik saja.
Hingga ia harus di larikan ke rumah sakit, tapi takdir berkata lain. Kandungannya tidak bisa di selamatkan karena pendarahan yang sangat hebat ketika perjalanan menuju rumah sakit.
"Mungkin ini sebuah hukuman untukku." kata Alda setelah pelukan mereka terlepas dan sesekali mengusap air matanya.
Airin menautkan kedua alisnya tidak mengerti maksud ucapan Alda. "Maksudnya?"
"Mungkin ini cara Tuhan menghukum ku," Alda semakin terisak. "Karena anak yang aku kandung bukan dari Mas Angga," Alda memutuskan untuk bercerita pada Airin. Ia sudah tidak kuat untuk memendamnya sendirian, apalagi di saat seperti ini.
Airin hanya bisa mengatupkan mulutnya rapat-rapat mendengar pengakuan Alda, ia tidak tau harus menanggapinya seperti apa.
"Dia anak dari kekasihku, mungkin karena itu Tuhan marah dan mengambilnya kembali." Alda mengusap wajahnya kasar. "Aku sudah membohongi Mas Angga dan orang tuaku."
"Aku tahu hubungan yang ku jalani dengan kekasih ku adalah salah, tapi aku tidak bisa menahan perasaanku kala cinta itu tumbuh kembali."
"Tapi di sisi lain aku juga merasakan rasa bersalah pada suami dan kedua orang tuaku."
Alda semakin merasakan keputusasaan ketika ia menghadapi dilema dalam hatinya.
__ADS_1
Airin yang mengetahui kisah hidup sahabatnya, hanya bisa menjadi pendengar yang baik. Ia tidak bisa mengatakan apapun untuk saat ini, apalagi melihat kondisi Alda yang begitu kacau.
Ia kemudian menggenggam salah satu tangan Alda. "Untuk saat ini tenangkanlah dirimu, kamu baru saja melewati masa sulit. Terlepas dari siapa anak itu, ia tetap anakmu. Mungkin setelah kamu tenang kamu bisa memikirkan jalan yang terbaik dari ini semua."
Hanya anggukan kepala yang Alda bisa lakukan, karena saat ini ia memang tidak bisa berpikir apapun selain meratapi kepergian anaknya.
Beberapa saat kemudian Alda mulai bisa menguasai dirinya kembali, tangisnya mulai mereda di saat hatinya mulai tenang.
Pandangan Airin dan Alda tertuju pada ponsel Alda ketika tiba-tiba berdering.
"Halo!" jawab Alda ketika panggilan tersambung.
("")
"Iya ada temanku di sini," Alda melirik ke arah Airin yang duduk di sebelah ranjangnya.
("")
"Kekasihku akan datang kemari, mungkin sebentar lagi akan sampai. Aku mau mengenalkannya padamu," ujar Alda pada Airin.
Airin hanya menelan saliva nya susah payah bisa runyam jika ia bertemu dengan kekasih Alda. Maka secara tidak langsung ia akan masuk dalam lingkaran hubungan terlarang sahabatnya itu.
Airin hanya tersenyum kaku mendengar itu. "Iya." Tapi dalam hatinya, ia terus memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa pergi dari sana sebelum kekasih Alda datang.
__ADS_1
Tak lama Airin mendapatkan ide untuk bisa kabur dari sana. "Oh iya, aku mau ke kantin dulu. Tadi aku belum sarapan," bohongnya.
"Ya ampun, kenapa tidak bilang dari tadi." sahut Alda. "Ya sudah kalau begitu, pergilah." Ia mengijinkan. "Tapi nanti kembali lagi kesini kan?"
Airin menganggukkan kepalanya. "Iya."
"Maafkan aku," batin Airin.
Kemudian Airin beranjak dari sana. "Aku pergi dulu," pamitnya.
Setelah sudah di luar kamar rawat Alda, Airin berjalan dengan cepat pergi dari sana.
Tujuannya bukan lagi ke kantin, tapi menuju jalan keluar dan segera pergi dari rumah sakit.
Ketika sudah keluar dari rumah sakit, Airin langsung saja menuju taksi yang memang banyak terparkir di sepanjang jalan depan kawasan rumah sakit. Ia tidak punya waktu jika harus menunggu ojek online.
Tapi baru saja ia membuka pintu taksi, seseorang sudah mencekal tangannya.
Deg.
Jantung Airin tiba-tiba saja berdetak dengan cepat melihat seseorang itu.
"Jangan harap kamu bisa pergi begitu saja!"
__ADS_1
...----------------...
...Nah loh Airin ketemu siapa? 🤔...