
###
Mood wanita hamil memang cepat sekali berubahnya, baru saja seneng beberapa saat sudah berganti menjadi sedih, atau mungkin kesal. Begitu juga yang di alami Airin sekarang. Baru saja dia merasa senang karena apa yang dia inginkan bisa di wujudkan oleh David namun dia kembali kehilangan moodnya karena ada hal yang kurang.
Airin meminta di belikan rujak oleh David, dan itupun sudah di berikan oleh suaminya itu. Tapi permintaan Airin iyalah yang sudah jadi rujak namun juga yang masih berupa bahan.
Semua itupun sudah di belikan oleh David, tapi hanya kurang buah kedondong saja yang masih belum, karena David mencari di mana-mana tidak dapat menemukannya.
"Kok kedondong nya nggak ada, Yang! " wajah Airin langsung berubah cemberut. Bibir yang awalnya mengembang karena senyum sekarang kembali pudar.
Tangan yang sudah meraih plastik dan membukanya kembali di taruh nya lagi dengan tak semangat.
David yang duduk di sebelahnya merasa menyesal, tapi mau bagaimana lagi dia sudah keliling di berbagai tempat dari mall juga pasar tak dia jumpai itu buah kedondong.
"Maaf, Sayang. Tadi saya sudah mencari-cari tapi tidak bisa menemukannya. Sekarang ini dulu ya, besok kalau ada aku beliin lagi," ucapan David terdengar sangat tenang. Dia mengucapkan juga dengan lembut supaya Airin tidak bertambah kesal.
"Tapi aku mau kedondong nya," rengek Airin. Benar-benar kembali seperti menjadi anak kecil kalau orang hamil mah, apapun yang dia minta harus di turuti meski kalau dapat makannya juga tak seberapa.
David mengeluarkan nafas panjang, dia bingung saja mau mencari itu kedondong di mana, pasalnya buah satu itu akan susah di jumpai kalau tidak sedang musim.
"Iya, aku akan carikan sekarang ya. Tapi kamu harus baik-baik di rumah, tidak boleh ngapa-ngapain," ucap David menegaskan.
Airin mengangguk dia begitu semangat saat melihat David yang begitu semangat juga mau mencarikan apa yang dia inginkan.
Tapi ternyata mood Airin kembali berubah, baru saja David sampai di belakang pintu Airin sudah memanggilnya.
"Sayang! aku nggak mau kamu pergi. Aku mau kamu tepat di rumah menemaniku," ucapnya dengan manja.
__ADS_1
David menghentikan langkahnya, dia kembali menoleh tentunya dia kembali menghembuskan nafas panjang untuk lebih bersabar.
"Sayang, ke sini! " panggil Airin sembari melambaikan tangannya.
David tersenyum kecil, dia kembali menghampiri Airin duduk di tempat semula.
Rujak yang ada di mica Airin buka, dia mulai memakannya lalu dia juga menyuapkan kepada David juga.
"Akk..! ini enak loh, Yang! kamu harus coba," ucapnya. Airin berbicara dengan begitu senang, bahkan mulutnya juga masih penuh dengan rujak.
"Ayo, Yang." pintanya karena David hanya pelan saat membuka mulutnya.
"Gimana, enak kan?" tanya Airin. Wajahnya begitu berbinar saat melihat David mulai mengunyah rujak dari tangannya.
David mengangguk begitu saja. Padahal rujaknya rasanya masam tapi demi membahagiakan Airin David hanya mengiyakan kalau rujak itu enak.
"Lagi ya, akk," pinta Airin lagi dan David hanya bisa menuruti meski dia harus menahan rasa asam dari buah-buahnya.
" Apa kamu senang? " tanya David. Tangannya membelai lembut puncak kepala Airin.
Seketika Airin mengangguk, seperti dia melupakan tentang kedondong yang tadi dia inginkan.
"Habiskan, kalau kamu suka besok aku belikan lagi," ucap David. Jangankan hanya rujak apapun akan David berikan asalkan Airin senang. Dan dua-duanya sehat sampai hari lahiran Beberapa bulan lagi.
"Terima kasih ya, Sayang." ucap Airin.
"Hanya terima kasih saja nih, nggak ada yang lain?" David mengedipkan matanya genit menggoda Airin.
__ADS_1
"Hem..?" Airin bingung berfikir.
Setelah mendapat apa yang ada di dalam kepalanya Airin langsung mendekati David mengecup bibirnya singkat."𝘮𝘶𝘢𝘤𝘩...
"Sudah, itu saja." ucapnya dengan wajah yang terlihat sangat menggemaskan.
David benar-benar di buat gemas dengan kelakuan Airin saat ini, tangannya langsung terangkat dan mencubit kedua pipinya dengan gemas.
"Aww...! kok di cubit sih, Sayang! nanti jadi tembem! " protes Airin.
"Kalau tembem malah makin cantik sayangku," David malah makin asyik mencubit pipi Airin lagi.
"Sayang! " teriak Airin merajuk.
"Hehehe.., maaf, soalnya aku bener-bener gemes deh,"
"Gemes ya gemes, tapi jangan di cubit juga dong! "
"Iya, maaf. Sudah habisin rujaknya."
"Kamu mau lagi?" tanya Airin.
David menggeleng, dia sudah tidak tahan dengan rasa masam, gigi rasanya ngilu. "Tidak usah, kamu saja yang habiskan."
"Beneran? " rujak yang ada di tangan Airin sodorkan di hadapan David tapi tetap saja David menggeleng, "ya sudah kalau nggak mau, biar aku yang habisin saja."
"Hem.. " David hanya tersenyum menanggapi.
__ADS_1
________