Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
Di Terima Bekerja


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, pihak HRD memanggil Airin dan Lusi melalui resepsionis.


Mereka berdua di antar oleh scurity hingga di depan pintu HRD.


"Silahkan masuk," scurity mempersilahkan.


"Terima kasih," jawab mereka berdua.


Airin dan Lusi segera masuk ke dalam ruangan HRD.


"Silahkan masuk," ucap seorang perempuan paruh baya yang bernama Nur Farida.


"Iya," jawab Airin dan Lusi.


Mereka berdua duduk di depan meja Bu Nur, ada perasaan gugup yang tiba-tiba menyerang.


"Apa kalian teman Pras?" tanya Bu Nur.


"Iya."


"Kota kalian berbeda!" ucap Bu Nur seraya melihat surat lamaran kerja Airin dan Lusi.


"Iya."


"Sebelumnya pernah kerja di mana?" tanya Bu Nur dengan menatap mereka berdua.


"Di pabrik sepatu," jawab mereka berdua kompak.


"Kenapa ingin melamar jadi office girl? Padahal pengalaman kerja kalian berbeda!"


"Karena kami sudah mencari pekerjaan apapun tapi tidak mendapatkannya, oleh sebab itu saya putuskan ke Jakarta. Karena ada lowongan pekerjaan di sini," sahut Airin jujur.


Bu Nur menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban Airin, dan diam beberapa saat untuk menimbang-nimbang keputusan.


"Ok, kalau begitu kalian, di terima kerja di sini. Bagian office girl. Akan ada masa percobaan selama satu bulan, kalau kerja kalian bagus maka akan langsung tanda tangan kontrak. Tapi kalau kinerja kalian buruk, maka kalian akan di keluarkan," ucap Bu Nur.


Seketika senyuman terbit dari bibir Airin dan Lusi. "Terima kasih Bu," ucap mereka berdua.


"Ya sudah, kalau begitu kalian bisa langsung kerja hari ini. Kalian bisa temui kepala OB/OG di ruang sebelah pantry, namanya Pak Dandi," jelas Bu Nur.


"Baik Bu," sahut Airin dan Lusi. Mereka berdua beranjak dari duduknya dan menjabat tangan Bu Nur, setelah itu keluar dari ruangan HRD.


Di luar pintu HRD ternyata sudah ada Pras yang menunggu kabar dari mereka. "Bagaimana?" Tanya Pras penasaran.


Airin dan Lusi tersenyum lebar. "Kita keterima," ucap mereka berdua kompak. Dengan senyum yang terus mengembang di bibir mereka.


Pras juga tertular senyum mereka, merasa sangat senang bisa berhasil mencarikan pekerjaan temanya. "Syukurlah kalau begitu," ucap Pras.

__ADS_1


"Iya dan kami bisa bekerja hari ini juga," ujar Airin.


"Kalau begitu, ayo aku antar bertemu Pak Dandi," seru Pras, dan berjalan mendahului mereka.


Hingga beberapa saat, mereka bertiga sudah sampai di lantai lima, Ruangan Pak Dandi.


Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk," jawab seseorang dari dalam.


Klek.


Mereka masuk dengan beriringan. "Maaf pak, mau mengantarkan office girl baru," jelas Pras.


"Oh iya Pras, tadi Bu Nur juga sudah menghubungi saya," ujar Pak Dandi yang sedang duduk di kursinya. Laki-laki dengan umur 40 Tahun.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Pras yang mau melanjutkan pekerjaannya.


"Silahkan duduk," seru Pak Dandi.


Airin dan Lusi dengan patuh segera duduk di kursi depan meja Pak Dandi.


"Saya tadi sudah di beritahu oleh Bu Nur kalau akan ada office girl baru," jelas Pak Dandi.


Pak Dandi mengarahkan pandanganya pada Lusi. "Untuk Lusi akan di tempatkan di lantai empat dan lima bersama Pras," ujar Pak Dandi.


Lusi menganggukkan kepala sebagai jawaban mengerti.


Kemudian Pak Dandi beralih pada Airin. "Untuk Airin, akan di tempatkan di lantai lima belas. Di sana hanya ada ruangan pimpinan, sekretaris dan asistennya. Kamu akan bekerja sama dengan Alina, meskipun di sana ruangannya hanya sedikit tapi kamu selalu siap jika sewaktu-waktu di panggil, karena pimpinan tidak suka menunggu, bahkan hanya satu menit. Dan satu lagi pimpinan tidak suka dengan hal yang jorok," jelas Pak Dandi panjang kali lebar.


Airin juga menganggukkan kepalanya sebagai jawaban mengerti.


Pak Dandi mengeluarkan dua seragam office girl dari loker sebelahnya, dan memberikannya kepada Airin dan Lusi.


"Terima kasih Pak," ucap mereka berdua setelah menerima seragam dari Pak Dandi. Seragam bewarna biru muda seperti seragam milik Pras.


Setelah itu mereka berdua keluar dari ruangan Pak Dandi. "Ya sudah, aku naik ke lantai atas dulu," pamit Airin.


"Ck, lo udah kayak Pras panggilnya aku-kamu," cibir Lusi.


"Biar ada suasana baru Lusi," ucap Airin. Kemudian Airin masuk kedalam lift yang baru saja terbuka dan menuju lantai paling atas.


Hingga beberapa saat Airin sudah berada di lantai paling atas, Airin mengedarkan pandanganya. "Memang benar-benar sepi," gumamnya.

__ADS_1


Kakinya melangkah ke ujung lorong dan menemukan ruangan dengan bertuliskan. 'Pentry'


Tok.


Tok.


Airin mengetuk pintu itu, meskipun pintu ruangan itu sudah terbuka.


"Lo siapa?" tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang Airin, hingga membuatnya terkejut.


Airin memutar tubuhnya dengan cepat hingga menemukan seseorang yang bertanya padanya, perempuan dengan dandanan yang sedikit menor dan lebih tua darinya, memiliki postur tubuh yang tinggi. Alina.


"Saya Airin, saya office girl baru ... dan di tugaskan Pak Dandi di sini," jawab Airin.


Airin melihat Alina yang menatapnya dari atas sampai bawah, dengan pandangan yang tak biasa.


"Ck," Alina berdecak kesal. Sepertinya tidak suka melihat keberadaan Airin di sana.


"Kenapa sih, harus tambah orang lagi! Apalagi perempuan," gerutu Alina yang masih bisa di dengar Airin. Sedangkan Airin hanya menautkan kedua Alisnya mendengar gerutuan Alina.


"Gue Alina, dan gue senior office girl di sini," ujarnya angkuh.


Airin hanya menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah, lo ganti baju dengan seragam. Tuh ... di pantry ada ruang ganti sam loker, buat naruh tas lo," seru Alina. "Nanti gue kasih tau kerjaan lo apa saja di sini," imbuhnya.


"Iya Mbak Alina," sahut Airin.


Mata Alina melotot mendengar ucapan Airin. "He ... nggak ada panggil 'mbak' ya! Panggil saja Alina. Gue belum tua," semburnya.


Airin hanya bisa menelan saliva nya dengan kasar. "Ini baru hari pertama, tapi sudah seperti ini," batin Airin.


"Iya Alina," ucap Airin dengan tersenyum kaku.


"Ya sudah, cepat sana ganti baju," perintah Alina.


Dengan langkah cepat, Airin masuk kedalam pantry dan menuju ruang ganti. "Haduh, galaknya kalah singa betina," gumam Airin yang di tujukan pada Alina di tengah-tengah kegiatannya berganti pakaian.


Lima menit kemudian Airin keluar dari ruang ganti setelah selesai berganti dengan seragam kerjanya sekarang.


Ternyata Alina juga sedang berada di pantry. "Tugas lo, bersihkan toilet yang berada di sebelah," ucap Alina dengan mengedikkan dagunya ke arah samping pantry. "Dan sapu seluruh ruangan, bersihkan semua kaca, ambil semua sampah, terkecuali ruangan yang bertuliskan CEO, itu bagian gue," imbuh Alina.


Mata Airin melebar mendengar penjelasan Alina.


"Eits ... jangan lupa buatkan asisten dan sekretaris pimpinan minum, setiap pagi dan setelah makan siang. Lo juga harus siap siaga bila di panggil sewaktu-waktu," jelas Alina. Ada seringai di wajahnya.


Airin rasanya semakin kering tenggorokanya." Apa memang seperti ini pekerjaan office girl," batin Airin.

__ADS_1


...----------------...


...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊...


__ADS_2