Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
67.Rico Dan Mitha


__ADS_3

Persiapan pernikahan telah selesai .semua persiapan di hotel yang Airin punya, Hotel Asri. Hotel kebanggaan yang di bangun oleh Bunda tercinta dan sekarang beralih menjadi milik Airin seorang.


Berhari-hari Airin sibuk dan dia sendiri lah yang merancang semua dekor untuk pernikahan kedua sahabat nya. Nafas lega setelah semuanya sudah selesai seratus persen dan sudah siap untuk di gunakan besok.


Karena waktu yang sudah sangat malam Airin pun menginap di sana lagian sudah lama juga dia tak ke sana. Kamar khusus miliknya selalu bersih dan rapi meskipun dia datang maupun tidak. tempat itu harus tetap bersih.


Foto besar yang terpajang pun sudah berganti dengan foto Airin dan juga David. Foto pernikahan mereka dulu di ponpes. " Ah lelahnya. " Airin menjatuhkan tubuhnya di kasur. merentangkan tangannya hingga keduanya menyentuh di tiap ujung kasur.


David yang baru saja masuk pun tersenyum melihat istri nya yang sangat kelelahan. David masuk belakangan karena ada kerjaan yang belum dia selesaikan. Ya, dia juga membantu pekerjaan Airin di hotel tersebut.


David duduk di kasur samping Airin menatap wajah Airin yang tengah menutup matanya. " kamu capek.? sini aku pijitin." tangan David mulai memijat tangan Airin yang terlentang mendekatkan nya pada tubuhnya agar lebih mudah menjangkaunya.


Airin membuka mata dan langsung di sambut dengan senyuman David yang sangat indah." aku nggak begitu lelah kok Yang. hanya sedikit saja, buat istirahat nanti juga ilang. " jawab Airin.


" Meskipun sedikit juga lelah kan. Kan aku sudah bilang jangan terlalu dipaksakan, jadi gini kan. "


" Aku hanya mau yang terbaik saja Sayang. Mereka berdua adalah sahabat terbaikku jadi aku juga mau yang terbaik. " jawab Airin sembari bangun dan duduk di depan David. " kamu nggak lelah.? tanya Airin.


" Enggak. dua sampai tiga ronde lagi aku masih kuat. " gurau David.


Mulut Airin menganga sedangkan David hanya meringis " Dasar kamu ya.!! Airin mengambil bantal dan memukuli David dengan itu. " rasain nih..!!


"Aww..!! Yang, jangan menganiaya ku.! ucap David dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


David menghentikan Airin, mengambil bantal di tangan nya dan beralih memegangi tangan Airin. " Aku hanya bercanda sayang , tapi nggak nolak sih kalau di beri.hahahaha...!! Mandilah sekarang dan istirahat, besok harus bangun pagi. " pinta David.


" Hmm..


********


*******


Tamu berdatangan. Memasuki aula dan langsung terpana dengan dekor yang sangat indah. bunga-bunga terpajang dimana-mana ada juga yang bergelantungan di atas langit-langit. Sungguh pemandangan yang luar biasa.


Airin dan David berjalan berdampingan dengan Airin terus merangkul lengan David dan berkeliling untuk melihat hasil kerja keras mereka berdua. " Yang, semuanya tampak indah dan sempurna. aku beruntung memiliki istri yang multitalenta seperti mu. " puji David.


" Apa sih, biasa aja kok. Ini kan emang harus aku lakukan demi pelayanan terbaik" jawab Airin.


" kamu benar. Yuk lihat sana. " David merangkul pinggang Airin dan mengajak nya lebih jauh lagi.


Puas memandang hasil mereka. Mereka duduk di kursi yang memang sudah tersedia untuk tamu, menunggu kedatangan kedua mempelai yang menjadi raja dan ratu sehari.


Berbagai ritual di lakukan dengan urut. Tak ada satu pun yang tertinggal karena keduanya memakai adat Jawa jadi dari semua acara harus terlaksana dengan baik. Hingga terakhir acara ijab qobul yang di lantunkan dengan satu tarikan nafas oleh Rico pun berjalan dengan sangat hikmat.


Semua tersenyum bahagia setelah mereka berdua syah menjadi suami istri di hadapan Agama maupun negara. Semua bersorak-sorai dengan suara lantang dan ada juga yang bertepuk tangan sebelum penghulu membacakan doa untuk mereka.


Satu persatu naik ke panggung, mengucapakan selamat untuk kedua mempelai dan juga untuk keluarga keduanya. Hingga tiba saatnya Airin dan David sampai di hadapan mereka berdua.


" Selamat ya Mit." ucap David sekilas dan beralih pada Rico. " selamat ya Co." David memberikan pelukan persahabatan pada Rico sebagai tanda pemberian selamat untuk nya.


Rico menerima pelukan David dan menepuk pundak David berkali-kali. " makasih ya Dav.


makasih atas doa nya dan juga kerja keras kamu dan Airin. " Jawab Rico.

__ADS_1


" Sama-sama bro, tenang saja. Oh ya bro. ingat gempur terus jangan kasih kendor. kalau perlu kurung mitha satu minggu full. " gurau David.


" Siap.! sekarang kan udah halal. Nggak ada lagi halangan untuk kita tidak berduaan. " jawab Rico sembari melihat Mitha yang sepertinya tak mendengar percakapan mereka atau mungkin hanya pura-pura tak mendengar.


" Bagaimana kalau kita balapan gitu. " saran gila dari David, membuat Rico tercengang kira-kira balapan apa ya.?


" Maksudnya.?


" siapa yang jadi duluan itu yang menang, gimana.?


" Gila kamu Dav. aku ngaku kalah kalau masalah itu. kan kamu setiap malam pasti udah nabur benih terus sedangkan aku ini aja lagi tahap pemanasan. "


" ya kan siapa tau situ yang menang. "


" iya juga sih. emang apa yang akan di dapat yang menang.?


" Yang kalah akan mentraktir yang menang ketempat yang di pilih oleh pemenang, gimana adil nggak.!


" Siap. siapa takut. "


Airin dan Mitha menatap heran suami mereka kira-kira apa yang mereka bicarakan hingga mereka seserius itu. " kalian ngomongin apa sih.? heran Airin.


" Nggak kok Yang. Hanya masalah bisnis saja. " jawab David.


mana ada membicarakan bisnis di hari pernikahan.? apa hari hanya saat itu saja, nggak kan. " udah lah Yang, yuk ke sana aku sangat lapar. "


Airin memeluk Mitha memberikan selamat atas hari bahagia nya sebelum dia pergi dengan David ke tempat dimana di sediakan nya makanan makanan yang sangat nikmat.


" Untung.?


" hehehe.... keturunan maksud nya. jawab Airin.


" Ohhh.. " serentak ketiganya.


David dan Airin pergi mengambil makan di sana. dan tak sengaja melihat orang yang mereka kenal dan seperti nya dia bersama seorang gadis berkacamata yang sama sekali Airin dan David tak mengenalinya.


" Fadil.!! pekik David dan Airin.


" hey Fadil.! panggil David dan Fadil menghampiri mereka berdua. " Fadil siapa.? tanya David melihat Gadis itu.


Fadil tersenyum setelah melihat Nara dan beralih kepada David dan Airin. " kenalkan dia Nara.Nara kenalkan dia David dan Airin, David adalah sepupu ku dan Airin adalah istri nya." ucap Fadil memperkenalkan.


Nara mengulurkan tangan pada Airin memperkenalkan diri pada mereka berdua. Nara kusuma,nama yang cantik dan seperti nya kecantikan itu juga terlihat dari wajah Nara, dan seperti nya sudah mulai masuk kedalam hati Fadil.


" Fadil dia cantik ya? " tanya Airin.


Fadil tak bersuara hanya tersenyum saja itupun dengan malu-malu. Tak bisa dipungkiri kalau Nara memang sangat cantik wajah nya sangat natural hanya di hias kan bedak tipis saja itupun mungkin karena datang ke acara itu, kalau tidak mungkin dia tak pernah memakai make-up terlihat perbedaan nya dengan sangat jelas.


" Fadil jadi kapan nih.? tanya David dengan mata berkedip-kedip


" maksudnya.?


" di halalin.? hahahaha... " tanya David girang menepuk-nepuk pundak Fadil yang berubah

__ADS_1


menjadi kaku.


Airin hanya tersenyum sementara Nara kebingungan karena pertanyaan David pasalnya mereka berdua tak ada hubungan apapun jadi bagaimana bisa langsung di halalin begitu saja, Semua butuh proses David.


" Apa sih, kita hanya temen David." elak Fadil.


" temen juga nggak apa-apa iya kan Nara. Tapi temen mesra. hahaha.!!! David begitu girang, akhirnya dia mendapatkan pengganti Mitha dan Rico yang akan dia ledek setiap harinya.


Airin hanya geleng-geleng suaminya beneran luar biasa. Seneng sekali mengganggu orang lain tanpa berfikir bagaimana jika suatu saat akan berbalik padanya. Airin menarik telinga David dan tersenyum gagu pada Fadil dan Nara. " maaf ya Fadil Nara, nih mulut harus di kandangin biar bisa diam. " ucap Airin " yuk pergi ganggu orang saja lagi PDKT. Nanti kelamaan jadian kalau kita ganggu. " ujar Airin sembari menarik telinga David.


Astaga pasangan somplak memang. menghentikan suaminya sendiri yang terus bicara asal tapi sekarang giliran istrinya yang bicara ternyata malah lebih menakutkan. Fadil geleng-geleng " sungguh pasangan yang serasi sama-sama nggak waras. " gumam Fadil.


" Hmm. nggak waras.? siapa yang nggak waras Mas.? tanya Nara polos.


" Hehehe.. bukan siapa-siapa. Yuk ke sana. " Fadil menunjuk arah panggung untuk memberikan selamat pada Mitha dan Rico.


*****"


***"""


Kamar yang begitu luas dan indah, kamar khusus untuk pengantin baru hari ini. Kamar yang sudah di hias sedemikian rupa untuk acara malam pertama untuk Mitha dan Rico.


Mitha berjalan masuk kedalam kamar dengan begitu gugup. Bagaimana ini.? belum juga di apa-apain Mitha sudah gemetaran apalagi kalau Rico udah mulai beraksi.


Mitha menggigit bibir bawah nya dengan pelan sedangkan tangan nya saling bertaut dan saling meremas nya. "astaga inikan rasanya menjadi pengantin baru. menikah dengan orang yang di cintai saja begini rasanya bagaimana kalau menikah dengan orang yang belum di kenal.? Batin Mitha.


Rico memeluk Mitha dari belakang sontak mengejutkan Mitha dan membuat nya semakin gugup pasti nya. " Kamu kenapa.? aku suamimu loh sekarang.kenapa kamu takut begitu aku nggak akan memakan mu . " ucap Rico pelan.


Rico menaruh dagunya di pundak Mitha, rasanya sungguh senang akhirnya sampai juga di waktu seperti ini yang sudah lama Rico menunggu nya. " Mit, Kamu sangat cantik hari ini, bahkan sangat sangat cantik beribu-ribu kali dari hari biasanya. " ucap Rico pas di telinga Mitha.


" Apakah kita benar-benar akan bersatu hari ini, Mit." Rico meniup telinga Mitha hingga membuat nya langsung merinding.


Wajah Mitha sudah berubah menjadi merah karena malu. suaminya tak henti-hentinya mengatakan apapun yang dia ingin kan dan tetap terus dalam posisi yang seperti tadi.


Rico mengangkat tubuh Mitha dan menurunkannya perlahan di kasur. dengan telaten Rico melepaskan satu persatu hiasan yang tertempel di rambut Mitha. " apa ini sangat berat.? apa ini menyakiti mu.? tanya Rico. bagaimana tidak berat, Mitha memakai sanggul yang sangat besar dan pernak-pernik yang begitu banyak dan ujung nya sangat lancip.


Mitha menggeleng, tidak. Meskipun dia sendiri merasakan begitu tersiksa dengan semua itu tapi itulah yang dia impikan sejak kecil menikah dengan adat Jawa dengan sanggul besar di Kepala nya. " aku baik-baik saja Co." jawab Mitha.


" kok masih Co sih. Yang lain dong. " Rico duduk di hadapan Mitha menatap lekat wajah yang masih tebal akan riasan pengantin " aku mau kamu panggil yang lain jangan nama. Hm.


apa ya.? bingung Rico ikutan berfikir.


" sa-yang. " ucap Mitha malu dan menyembunyikan wajahnya ke bawah.


" Sayang, ya panggilan yang bagus. " jawab Rico. " Sayang. "


Rico meraih dagu Mitha menatap sekali lagi wajah yang sekarang sudah halal untuk dia lihat sampai kapanpun. " sayang. " Rico mendekatkan Bibir nya pada bibir Mitha mengecup nya untuk yang pertama kali. " boleh. " Dan Mitha hanya mengangguk pasrah.


Malam pertama yang indah pun terjadi di hari itu juga dengan penuh cinta dan kasih sayang keduanya benar-benar telah bersatu dan benar-benar syah sebagai suami istri yang seutuhnya.


****""


***""

__ADS_1


__ADS_2