Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
93. Melodi


__ADS_3

Setelah berhasil menyelamatkan Nara, mereka semua membawa Nara ke rumah sakit untuk menemui Fadil yang masih di sana. mungkin Fadil lebih membutuhkan Nara untuk menemani nya.


Nara bingung sebenarnya kenapa harus ke rumah sakit, dan siapa sebenarnya yang sakit?


Otak Nara hanya terus memutar-mutar pertanyaan yang begitu banyak tanpa berani untuk bertanya. Nara hanya takut akan menyinggung atau mungkin salah bicara jadi dia hanya bisa diam menunggu siapa yang lebih dulu akan mengatakan dan menjelaskan semua padanya.


" Nara, kamu kenapa? " tanya Airin bingung. melihat wajah Nara yang sedikit takut siapa yang tidak bingung padahal Nara sendiri tau bahwa Airin tak pernah membeda-bedakan siapapun selama orang itu berperilaku baik padanya.


Nara terhenyak mengangkat wajahnya yang sebelumnya menunduk, matanya seketika melihat Airin yang masih setia menoleh ke belakang ke arah nya.


" Tidak apa-apa Kak. Sebenarnya,? sebenarnya Nara hanya bingung saja kenapa kita harus ke rumah sakit " tanya Nara ragu.


" sebenarnya, Kita mau jenguk Fadil Nara. Dia masuk rumah sakit " jawab Airin membuat mata Nara terbelalak karena tak percaya.


Berhari-hari Fadil menghilang dan di saat itu juga Fadil tak pernah mengabari Nara, jadi mana mungkin Nara tidak terkejut.


" Mas Fadil kenapa Kak? apa yang terjadi dengan Mas Fadil? " tanya Nara yang begitu tak sabar ingin mendengarkan penjelasan dari Airin.


Airin mengulum senyum. Hubungan Fadil dan Nara pastilah sudah sangat dekat kalau tidak mana mungkin Nara akan khawatir segitu besar nya pada Fadil.


Sebelumnya Airin hanya bisa mengada-ada saja akan hubungan mereka berdua tapi setelah melihat Nara yang begitu panik pasti ada rasa di antara keduanya meskipun tak ada di antara mereka yang mengungkapkan nya.


" Fadil,, Fadil di keroyok sama orang suruhan Papa nya, Nara. dan kamu pasti tau siapa Papa nya Fadil, udah tau kan? " tanya Airin namun ternyata Nara belum mengenalnya.


Nara menggeleng. Dia benar-benar belum mengenal Papa ya Fadil padahal dia sudah di sekap oleh nya tapi Nara benar-benar tidak tau.


" Nara tidak tau Kak " jawab Nara polos dan dengan lirih.


" Benarkah kamu belum tau? " Tanya Airin dan Nara hanya mengangguk membenarkan " Papa Nya Fadil adalah Om Arman, orang yang telah menyekap kamu di rumah nya tadi" terang Airin.


Siapapun tak akan mudah percaya hanya dengan kata-kata semata, begini juga dengan Nara. dia juga belum percaya kalau Papa nya Fadil yang menyekapnya sekaligus yang merencanakan pengeroyokan pada anaknya sendiri. Terbuat dari apa hatinya Arman itu, Meskipun Nara sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari orang tuanya tapi tak sampai Nara di pukul.


" Astaghfirullah, benarkah!! Kak Airin tidak bohong kan? tanya Nara yang benar-benar terkejut.


" Benar Nara. " jawab Airin yakin.


Mobil sampai di depan rumah sakit Natas Hospital, rumah sakit dimana Fadil di rawat.


" Udah sampai yuk turun! " Ajak David.


Dengan cepat Airin dan Nara membuka pintunya dan keluar dari mobil.Nara terus mengamati keadaan Rumah sakit itu. Rumah sakit yang sangat besar dan terlihat sangat rapi dan indah. terdapat banyak tanaman-tanaman yang berjajar rapi di setiap pinggiran nya.


Nara berdecak kagum. tak pernah dia lihat rumah sakit yang begitu besar, rumah sakit yang sudah seperti apartemen itu.


" Wahh, kak. Rumah sakit ini begitu sangat besar dan indah ya.? siapapun yang berobat di sini pasti orang kaya iya kan? " Tanya Nara.


" sudah, yuk masuk" ajak Airin menggandeng lengan Nara dengan pelan.


Mereka bertiga terus berjalan, masuk ke dalam Lift untuk mengantarkan mereka ke tempat Fadil lebih cepat.


Dan benar saja, hanya dengan hitungan menit saja mereka sudah sampai di depan ruang VVIP di mana Fadil di rawat.


" Mas Fadil di sini? " tanya Nara.

__ADS_1


Airin yang di tatap Nara langsung tersenyum dan mengangguk " Iya, Fadil di rawat disini" jawab Airin.


Nara langsung buru-buru membuka pintu dan masuk dengan tergesa-gesa. Langkah nya terhenti pas di samping Fadil yang terbaring.


" Astaghfirullah, Mas Fadil!! kenapa bisa seperti ini? " pekik Nara.


Fadil membuka mata nya perlahan dan sedikit terkejut karena melihat ada Nara di hadapan nya. " Nara, kamu? ucap Fadil


" Mas, kok bisa jadi gini sih? sekarang gimana keadaan Mas Fadil? udah baik kan.? tanya Nara yang langsung mencerca Fadil dengan pertanyaan.


Airin dan David mendekat dan tersenyum melihat keduanya. " Gimana keadaan sekarang Fadil? tanya David.


" lebih baik"


" Alhamdulillah, kalau begitu saya dan Airin akan pulang , semoga cepet sembuh. " ucap David. " Nara, temenin Fadil. Jangan tinggalkan dia" imbuh David.


" Assalamu'alaikum. " ucap Airin dan David bersamaan.


" Wa'alaikumsalam " jawab Fadil dan Nara juga.


David segera merangkul pundak Airin dan menuntun nya untuk cepat pergi dari rumah sakit dan Airin pun tak menolak dan membiarkan David merangkul nya dengan senang hati.


#####


" Alhamdulillah,, " Ucap David dan Airin.


Airin dan David bernafas lega setelah sampai rumah, cepat-cepat Airin masuk kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan David malah menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Airin keluar dari kamar mandi dan langsung mendapati David yang sudah memejamkan matanya. Mungkin karena sangat lelah dan kantuk sehingga membuat David langsung tertidur pulas.


" Maafkan Aku ya, Sayang. karena kamu ikut kamu jadi lelah kan" ucap Airin.


Airin mengusap pipi David pelan membuat nya menggeliat dan langsung memiringkan tubuhnya menarik Airin ke dalam pelukan nya.


"'Hemm,, jangan menggodaku aku sedang mengantuk "'ucap David dengan mata yang tertutup rapat.


Airin terkirik, siapa yang menggoda padahal Airin hanya mengelus pipi David dan ingin memeluknya sebelum dia tidur, tapi David malah berbalik dan mengatakan itu jadi siapa di antara mereka berdua yang menggoda?


" aku tidak menggoda mu Sayang. Aku hanya mau memelukmu saja " jawab Airin.


" Hmm... benarkah? tanya David dan kali ini dia membuka matanya dan melihat Airin yang mengangguk. " Ya sudah, karena aku tergoda meskipun kamu tidak menggodaku kamu harus bertanggung jawab, dan harus membuat ku senang kali ini.


" Tapi Yang!! katanya ngantuk?


" tidak untuk sekarang.. "


David langsung melancarkan keinginan nya membuat Airin pasrah meskipun dia juga sangat lelah, tapi apa mau di kata kalau suaminya sudah menginginkannya.


******


" Lah,!! malah ngorok nih anak. Kirana bangun!! udah sampai rumah "


Mobil sudah berhenti di depan rumah Kirana namun Kirana malah tidur di dalam mobil sudah sejak setengah jalan pulang tadi.

__ADS_1


" Kirana bangun " Rio menusuk-nusuk lengan Kirana dengan satu jarinya tapi seperti nya belum juga bisa membangunkan nya.


" Nih anak kalau udah tidur anteng banget kayak mayat. apa nggak takut kalau ada rampok? lagian dia ini nggak mikir apa ya? kan dia pergi dengan laki-laki apa nggak takut kalau sampai aku apa-apain, tapi untungnya iman ku kuat kalau tidak udah aku lahap dia " gumam Rio.


Rio terdiam, berfikir dengan keras bagaimana membangunkan Kirana.


" Ahaaa!! "


Sebuah ide keluar dari pikiran Rio senyum jailnya mengembang sempurna. Rio mendekatkan mulut nya di telinga Kirana dan teriak di sana Sekuat-kuatnya.


" KEBAKARAANNNN!!!!! teriaknya pas di sebelah telinga Kirana.


Kirana terjangkit. dia begitu kaget karena keusilan Rio.


" Hahaha,,,!! tawa Rio senang memegangi perutnya yang mulai keram karena terus tertawa.


Kirana membelalakkan matanya menatap Rio dengan sangat kesal.


" Pak Rio,,!! teriak Kirana sekencengnya.


Rio hanya terus cengengesan, tak henti-hentinya dia tertawa melihat wajah Kirana yang begitu lucu saat marah.


Kirana membuka pintu mobil dengan cepat dan memilih pergi itu lebih baik dari pada di sana hanya terus di ketawain oleh Rio tapi Kirana tak benar-benar pergi karena Rio yang menarik lengan Kirana dengan kuat hingga tubuh mereka tertempel.


Deg....


Jantung Rio berdetak dengan cepat setelah bola mata mereka bertemu satu sama lain, dan terus bertatapan tanpa berkedip.


Reflek Kirana langsung mendorong tubuh Rio dan membentur pintu mobil di sebelah Rio.


" A-pa sih Pak,,!! Pak Rio sengaja melakukan itu pada Kirana!! " tanya Kirana kesal.


Rio menggeleng, dia tak bermaksud melakukan itu pada Kirana dia hanya mau minta maaf pada Kirana karena dia menganggap sudah keterlaluan.


" bukan begitu? jangan kepedean deh, saya hanya mau minta maaf " jawab Rio datar.


" udah saya maafkan!! ketus Kirana dan secepatnya keluar dari mobil meninggalkan Rio yang yang masih menyesali perbuatannya.


Kirana berjalan dengan cepat dan ingin segera masuk ke rumah nya, sedangkan Rio ikut keluar dari mobilnya dan berdiri di depan mobilnya.


" Kirana saya beneran minta maaf,!! " teriak Rio.


Brakkk....


Kirana masuk rumah dan menutup nya dengan kasar.


Rio terjangkit dan mengelus dada. Kirana yang Rio kenal tak pernah kasar saat di luar misi tapi sekarang Kirana malah sengaja membanting pintu nya dengan kasar.


" lagi PMS kah tuh anak? tumben " gumam Rio dan memutuskan untuk kembali masuk ke mobil dan segera pergi dari sana.


Sementara Di balik pintu Kirana tengah bersandar di sana menetralkan detak jantung nya yang bermelodi dengan sangat cepat.


" Ya Allah, ada apa ini? Apa jantung ku mulai bermasalah? " tanya Kirana pada diri sendiri.

__ADS_1


########


########


__ADS_2