
Hari weekend yang begitu membahagiakan untuk kedua pasangan Pemuda pemudi yang kini tengah asyik, bercanda gurau di sebuah taman yang baru beberapa bulan di bangun. Di temani dengan anak-anak yang dulunya pernah menjadi murid Airin di kontrakan nya sebelum dia menikah dan akhirnya pindah dengan David.
Anak-anak yang begitu merindukan Airin begitu antusias, mereka sangat bahagia dan tak henti-hentinya bergelayut manja di lengan Airin dengan saling berebut.
" Kak, kapan kak Airin akan datang ke tempat kita lagi dan mengajar kita lagi, Kak.? " tanya Mila, salah satu anak yang sangat dekat dengan Airin bahkan Mila sudah seperti adiknya sendiri bagi Airin.
" Iya Kak,, " jawab yang lainnya dengan bersamaan.
Airin terus mengumbar senyuman yang tiada henti. Airin pun juga sama seperti mereka semua, merindukan kebersamaan yang seperti sekarang. yang dulu setiap minggunya mereka akan menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan ke tempat yang berbeda-beda.
" Hm,,,? maaf ya. Seperti nya kakak nggak bisa ke sana lagi , tapi kakak janji kakak pasti akan sering-sering ajakin kalian jalan-jalan seperti sekarang " jawab Airin menerangkan." bagaimana kalian setuju.?" imbuhnya.
Semuanya mengangguk dengan semangat, mereka setuju dengan saran yang di berikan oleh Airin. Meskipun tidak bisa selalu bersama lagi setiap hari seenggaknya mereka akan bersama setiap minggunya, itu lebih dari cukup untuk mereka.
" kakak, yuk main ke sana. " pinta Mila yang sudah berdiri di samping Airin, satu tangannya menarik tangan Airin dan satunya lagi menunjuk wahana yang di sediakan di sana. " Ayo kak. "
Airin menatap David sekejap dan berdiri setelah David mengangguk dan mengizinkan nya. Airin terus di tarik oleh semua anak-anak, kebahagiaan benar-benar terlihat di mata David hingga akhirnya membuat David tersenyum bahagia akan hal itu.
" aku tidak salah mengajak Airin kesini bersama anak-anak. " gumam David.
" David! " teriak Rico dengan sangat keras sembari melambaikan tangan nya kearah David dan secepatnya berjalan menuju dekati David dengan menggandeng tangan Mitha. " udah lama nunggu nya? " tanya Rico setelah sampai di depan David.
David menaikan kedua bahunya acuh, menyunggingkan bibirnya namun gak mau menatap kedua teman nya sama sekali dan terus fokus dengan Airin yang tengah bersenang-senang dengan Anak-anak. " seperti yang kamu lihat sendiri " jawab nya dengan acuh.
Mitha dan Rico menggelengkan kepalanya sembari duduk bergabung di atas tikar yang sama dengan David. " hhfff... udah mulai kumat lagi sepertinya. " sinis Mitha.
" apa nya yang kumat? " tanya David melirik sekejap kearah Mitha dan kembali lagi menatap Airin lagi.
__ADS_1
" apa lagi kalau bukan otak mu yang mulai kumat. Kewarasan mu seperti nya semakin menurun dengan bertambahnya usiamu "
" dasar mulut rombeng,! " kesal David.
" Biarin. "
David Dan Mitha berhenti berdebat dan langsung melotot dengan kaget saat melihat di jauh sana Airin tengah berdebat dengan beberapa orang bertubuh kekar, sedangkan semua anak-anak bersembunyi di belakang Airin dengan takut dan juga menangis histeris.
" kenapa tuh Airin,? " ucap Mitha.
Bukannya menjawab pertanyaan Mitha, David sudah beranjak dan berlari kearah Airin. David sangat khawatir takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada Airin. " Yang! " teriak David.
Rico dan juga Mitha pun juga bergegas, mereka juga sangat khawatir dengan Airin.
" berikan anak-anak itu pada kami,!
" Siapa kalian!! " seru Airin. Mata Airin terus menatap beberapa preman itu dengan bergantian, senyum sinis mereka keluarkan di hadapan Airin membuat Airin sangat waspada karena ini pasti akan ada sesuatu yang terjadi. Airin bukan takut jika terjadi apa-apa dengan nya namun semua anak-anak lah yang Airin khawatirkan. " pergi kalian! jangan gangguin kami.! "
Airin tersenyum sinis. " jaga tangan anda, Tuan. jika anda tidak bisa menjaga nya dengan baik maka biarkan saya yang akan memberikan pelajaran untuk nya " seru Airin dengan begitu bengis.
Para preman itu melongo dan tak percaya, bagaimana bisa wanita bertubuh kecil seperti Airin ternyata kekuatan nya begitu besar, bahkan teman nya yang mereka hormati karena kekuatan nya yang sangat kuat ternyata kalah begitu saja hanya karena tangan kecil miliki wanita kecil di hadapan mereka.
" wah! berani ngelawan nih orang. seperti memang harus di kasih pelajaran " seru teman nya lagi.
Anak-anak di belakang Airin semakin histeris ketakutan saat para preman itu semakin mendekati mereka semua. " kak, kami takut " ucap Mila dengan tangis yang terus keluar.
" kalian tenang saja ya, Kakak pasti akan jaga kalian." ucap Airin.
__ADS_1
#####
Perasaan yang tak enak Rio rasakan. Di dalam markas dia mondar-mandir tak jelas, perasaan sangat khawatir namun dia tak tau kekhawatiran apa sebenarnya yang melanda hatinya. " ini aku kenapa sih.? " serunya dengan bingung.
Kirana yang baru keluar dari ruang senjata langsung menghampiri Rio yang tak jelas sedang kenapa. " pak Rio kenapa? " tanyanya polos dengan suara yang sedikit tinggi hingga Rio langsung mendengar nya
Rio menoleh dengan cepat ke arah Kirana dan kembali lagi mondar-mandir dengan satu tangan berkacak pinggang dan satunya dia gunakan menutup mulutnya seraya berfikir dengan sangat keras.
" pak Rio kenapa.? " tanya Kirana lagi.
" Nggak tau. " jawab Rio.
Kirana menggeleng tak percaya namun doa juga tersenyum karena merasa lucu saja. Mana bisa Rio terus berjalan kayak setrika namun tak tau alasan nya. " dasar aneh? " Kirana melewati Rio begitu saja duduk di sofa dengan santai.
Baru beberapa detik saja Kirana duduk satu anak buah mereka datang dengan berlari dan juga nafas yang terengah-engah. " Pak, bahaya! Ketua sedang ada masalah! " serunya.
Rio langsung menoleh dengan cepat " maksud mu.!? " Rio balik tanya dengan suara menekankan.
Sedangkan Kirana dia juga langsung kembali berdiri dan mengikuti Rio yang sudah terlebih dahulu jalan. " masalah apa? Kak Airin nggak mungkin ada dalam bahaya kan?" tanya Kirana seraya mendekat.
Bukannya menjawab, orang tadi malah kembali masuk ke ruangan yang sebelumnya, ruang pemantauan. " Lihat, Pak. " serunya memperlihatkan layar yang begitu besar yang terdapat Airin yang di kepung beberapa preman di taman.
" siapa mereka,! "
" saya juga belum tau Pak. Tapi sepertinya mereka adalah orang bayaran. " jawab nya dengan cepat.
" aku harus ke sana. " Rio berlari keluar dari ruangan itu di ikuti Kirana.
__ADS_1
" Saya ikut pak,! " teriak Kirana.
########