Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
126.Airin Terluka


__ADS_3

David terus mengeluarkan air mata nya hingga sampai ke rumah sakit. Rasa sakit yang Airin rasakan seolah-olah juga menusuk David hingga dia pun juga merasakan sesak yang sama seperti Airin.


Begitu pulang dengan Mitha, dia juga tak henti-hentinya sesenggukan sembari mengikuti David yang menggendong sendiri Airin hingga ke ruangan UGD.


" kenapa bisa terjadi seperti ini? siapa yang melakukan nya, Dav?" tanya Tasya. Tasya begitu panik saat melihat keadaan anaknya yang yang seperti saat ini.


Nggak di sangka kalau izin yang Tasya berikan malah menjadi seperti sekarang. Sejatinya Tasya meminta Airin tetap datang ke rumah sakit meskipun hari minggu, namun Airin bersikeras ingin pergi dengan anak-anak karena sudah terlalu lama dia tidak jalan dengan anak-anak. Dan itu sebenarnya juga David yang menginginkan nya, karena niatnya David ingin membahagiakan Airin.


"cerita nya panjang, Bun. Yang penting tangani Airin dulu, Bun. Aku takut kalau Airin nanti.. " ucapan David terhenti karena Tasya menyela langsung.


" Hm " Jawab Tasya singkat. Tanpa di minta pun Tasya akan melakukan itu. jangankan anaknya sendiri orang lain saja Tasya rawat hingga sembuh. "lebih baik kamu tunggu di luar,. David. " pinta Tasya.


David tak mau keluar begitu saja, dia begitu khawatir dengan Airin. Dia tak mau meninggalkan Airin meskipun hanya sebentar saja. " tidak, Bunda. David harus tetap di sini dan memastikan Airin dalam keadaan baik-baik saja. " kekeuh David.


Tak ingin berdebat dan juga tak mau mengulur waktu untuk menangani Airin, Tasya membiarkan David berada di sana, lagian David juga calon dokter dan juga sudah sering membantu di sana juga.


Sementara di luar, Mitha, Rico, Kirana dan juga Rio begitu khawatir. Kejadian ini terjadi begitu cepat hingga saat Rio datang


tak sempat membantu Airin hingga kejadian ini bisa terjadi pas di depan mata nya.


Tangan Rio mengepal sempurna dengan wajah nya yang di penuhi amarah apalagi dia benar-benar melihat dimana preman itu mengeluarkan pisau yang sebenarnya di peruntukan untuk David namun di halangi oleh Airin dan mengenainya sendiri.


" siapapun kau, tak akan bisa lepas dariku. kau berani melukai Airin berarti kau akan menghadapi kemarahan ku. " batin Rio.


Terlihat Kirana mendekati Rio, mengusap bahunya dan mengejutkan Rio dari lamunan nya. " kak. Apa seharusnya kita pergi terlebih dahulu dan mencari tau semuanya? " tanya Kirana lirih bahkan Mitha dan Rico yang ada di sana sama sekali tak dapat mendengar nya.


Rio terdiam. Dia ingin tapi dia masih belum bisa pergi begitu saja jika belum mengetahui keadaan Airin sekarang. " kita akan pergi nanti " jawab Rio datar.


Kirana mengangguk dan kembali duduk di tempat semula. Mungkin yang Rio katakan benar, lebih baik tinggal dulu dan mengetahui keadaan Airin setelah itu baru pergi mencari kebenaran.


Sementara Mitha, dia tak henti-hentinya mengeluarkan air mata nya. Bagaimana tidak Airin sudah seperti saudara baginya, jika saudara sakit makan saudara yang lain pasti akan ikut merasakan nya.


Rico terus merangkul Mitha menguatkan nya. " kamu yang tenang ya, Sayang. Airin pasti akan baik-baik saja. Dia adalah wanita yang kuat. " ujar Rico.


" aku takut, Sayang. Aku takut kalau Airin kenapa-napa. " lirih Mitha dengan tersedu-sedu.


" sstt..., kamu tidak boleh bicara seperti itu. Airin pasti akan baik-baik saja. percayalah. " jawab Rico yang terus menguatkan hati Istri nya.


######


Di dalam ruangan yang luas, di sebuah ruang kerja di lantai sepuluh. laki-laki yang sudah tak lagi muda tengah berdiri dengan begitu angkuh. Mengantongi kedua tangan nya di dalam celana nya, dan berdiri di depan jendela dan melihat keadaan jalan raya lewat dari jendela itu.

__ADS_1


Senyum nya semakin merekah setelah dia mendapatkan kabar akan kejadian yang kini membuat Airin masuk ke dalam rumah sakit karena terkena tusukan dari preman yang sama sekali tak di kenal.


Meskipun dia sedikit kecewa karena orang yang menjadi sasaran nya salah namun dia tetap bahagia, seenggaknya orang yang menjadi target utama nya sekarang dia tengah menderita.


Siapa lagi kalau bukan Arman. Om nya David sendiri yang gila akan harta warisan yang sebenarnya sudah di bagi rata dengan Yohan. Namun ketamakan Arman lah yang membuat nya ingin menguasai semua harta itu dengan cara apapun..


" meskipun tidak sekarang, tapi giliran mu akan tetap datang keponakan ku. Maafkan aku menantu, gara-gara Om kamu jadi terluka, hahaha,,! " tawa nya begitu keras


" Seandainya saha kamu membiarkan keponakan Om yang tertusuk pisau itu kamu tidak akan mungkin sakit seperti sekarang kan, maafkan om ya. "


Arman terus berbicara sendiri dengan sinis nya. Arman mengeluarkan satu tangan nya dari sakunya dan meraih gelas yang berisikan minuman alkohol di sana. Tanpa pikir lagi Arman langsung meneguk nya hingga tandas dan menuang lagi dari botol hingga berulang-ulang dan berakhir saat botol itu sudah tak berisi


" seharusnya perayaan ini jangan hanya satu botol saja, 10, 15 , 20.. hahaha.. "


" ih iya, aku masih punya istri matre ku yang harus aku ajak merayakan keberhasilan yang baru beberapa persen ini. Ya. dia juga harus ikut bersenang-senang seperti ku. " gumam nya.


Arman menaruh gelas dan botol itu di meja kaca di depannya, dengan cepat dia keluar dan bergegas pergi untuk mencari dimana istri matre nya, mungkin dia ada di rumah dan tengah menindas para Asisten rumah tangga nya.


#####


Siska tengah tidur rebahan sofa di ruang tengah, dengan tangan memegangi remot TV. Siska begitu menikmati menjadi nyonya besar di rumah Arman, bukan hanya rebahan saja namun Siska juga meminta kedua asisten di sana untuk membuat tubuhnya dan juga kakinya.


" yang benar kalau kerja! tuh bawah masih pegel " ucap Siska dengan suara teriak.


" kamu! kebelakang dan biarkan aku jus , cepat! " perintahnya dengan asisten yang memijat tubuh Siska.


" iya, Nya. " jawab nya patuh dan pergi.


Siska beralih tengkurap, dengan mata terus fokus melihat acara televisi." Hahaha,,!! " tawa nya dengan sangat keras, entah apa yang ia lihat.


Di saat Siska tengah asyik, di saat itulah Arman masuk dengan diam. Arman menyentuh pundak asisten nya dan memintanya pergi namun dengan diam-diam.


Setelah asisten nya pergi Arman lah yang menggantikan nya, duduk di sisi kaki Siska dan mulai memijat nya dengan penuh ***** apalagi melihat bagian paha Siska yang begitu putih mulus.


Tangan Arman semakin nakal dan semakin naik ke bagian paha Siska. Namun karena pijatan Arman sangat enak membuat Siska menikmati nya dan malah memujinya. " nah, kalau seperti itu kan enak. Ternyata kamu jago juga memijat. " ucap Siska tanpa melihat siapa sebenarnya yang telah melakukan nya itu.


Arman mengedarkan pandangan nya, masih ada beberapa penjaga di sana. Arman pun mengibaskan satu tangan nya dan seketika semua orang yang ada di sana pergi dan menutup semua pintu yang akses untuk ke ruangan itu.


Setelah semua orang pergi tangan Arman langsung masuk begitu saja di dalam rok yang Siska kenakan dan memberikan pijatan di bokong Siska.


Siska langsung tersadar, itu bukanlah asisten nya. Siska menoleh dan sangat terkejut melihat Arman yang sudah tersenyum ke arah nya.

__ADS_1


" apa yang kamu lakukan! " teriak Siska.


Arman terkekeh. " apalagi yang aku lakukan. aku hanya mau memanjakan mu saja. " jawab nya.


" dasar tua bangka tak tau diri! " Siska beranjak dengan cepat, dan ingin pergi dari sana. Namun seketika Arman menarik tangan nya hingga dia kembali ambruk di sofa. " lepas! "


" Hufff... jangan buru-buru pergi. aku punya berita yang mungkin akan membahagiakan mu, mungkin sih? "


Siska mengernyit bingung.


" Saingan mu itu sedang sekarat di rumah sakit " bisik Arman begitu dekat dengan wajah Siska.


Siska semakin bingung. Saingan? siapa?.


" Jangan kayak orang bodoh, Sayang. siapa lagi saingan mu kalau bukan Si Airin, istri nya David pujaan mu. " terang Arman.


" Maksudnya? "


" bersenang-senang lah dengan ku dulu, maka kamu akan mendapatkan semua informasi nya. "


" nggak! " tolak Siska dengan cepat. dan kembali beranjak untuk pergi. Namun tidak akan semudah itu untuk Siska pergi.


" Kau tak akan bisa pergi selama aku menginginkan nya" ucap Arman.


" dasar laki-laki gila! "


" terserah apa katamu! "


" Akk,, Arman...!!!! " teriak Siska.


########


HAI-HAI.. KEMBALI LAGI NIH. MAAF YA NGGAK BISA UP TIAP HARI.. 🙏🙏🙏


KEPOIN JUGA YANG MASIH ANGET YUK...



Menceritakan cinta segitiga antara Si FAR (FAREL, AISYAH, RICO)


KEPOIN YA YA.. DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK JUGA DI SANA..

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2