
Malam yang begitu indah di hiasi dengan begitu banyak Bintang dan bulan yang bersinar sempurna tanpa tertutup awan hitam sedikit pun. Airin duduk di depan rumah menunggu David pulang bekerja separuh waktu setelah jam kuliah.
sudah satu minggu ini David selalu pulang malam ya karena memang dia bekerja dari Siang hari hingga malam jadi tak bisa pulang cepat seperti sebelumnya.
suara deru motor David semakin jelas Airin dengar dan tandanya David pasti sudah dekat dari rumah.sepeda motor David berhenti di depan rumah, perlahan David melepaskan helm dan turun dari motor dengan wajah yang sangat lelah. namun rasa lelah nya hilang dalam sekejap saat melihat Airin yang menyambut nya dengan seuntai senyum yang tulus.
Airin menyambut David mencium punggung tangan nya dan menarik tangannya untuk masuk kedalam " Assalamu'alaikum. " ucap keduanya saat memasuki rumah.
" kamu pasti sangat lelah, mandilah dan setelah itu kembali untuk makan malam, aku sudah memasak masakan kesukaan mu " ujar Airin
David mengangguk dan bergegas pergi ke kamar mandi sedangkan Airin menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. David pun kembali setelah selesai dengan bersih-bersih nya.
" seperti nya enak boleh aku makan.? tanya David yang sudah memeluk Airin dari belakang saat Airin masih memanaskan masakannya.
" tentu saja, kalau tidak di makan untuk apa lagi "? Jawab Airin dengan sangat jelas " oh Ya.! gimana dengan kerjaan mu, semua lancar kan.?
" sangat lancar, Sayang maaf ya aku belum bisa memberikan hidup yang layak untukmu tapi aku berjanji suatu saat kita pasti akan hidup dengan layak dengan hasil keringat ku." tutur David.
Airin mematikan kompor dan berbalik menghadap David dengan senyum yang selalu membuat David tenang " aku yakin akan semua yang kamu katakan, tapi bagi ku bisa selalu bersamamu seperti ini sudah lebih dari cukup " jawab Airin.
" kita tidak hanya butuh terus seperti ini Sayang, kita harus punya masa depan yang baik, kalau tidak bagaimana aku akan menghidupi kamu dan anak-anak kita kelak, sayang....
" Hhmmm....
" seandainya kita punya anak nanti dan aku belum berhasil bagaimana apa kamu akan menyesal.? David begitu lemah saat itu ketakutan nya benar-benar selalu menguasai dirinya.
" bagaimana mau punya anak, kita saja belum pernah melakukan apapun.! apa ini alasan terbesar mu ketakutan mu ini yang membuat kamu belum juga menyentuh ku David. akan aku hargai semua keputusan mu, aku tidak mau semua menjadi beban untuk mu, aku akan menunggu mu David. "
batin Airin sembari melamun dengan kedua tangan nya mengalung di leher David. " muahhh..!! David mencium kening Airin tiba-tiba " kenapa kamu melamun, apa yang mengganggu pikiran mu.? tanya David.
" tidak, aku tidak melamun, aku hanya sudah lapar kapan kita akan makan.? ucap Airin dengan manja dan menyembunyikan rasa gugup yang ada di hatinya.
" ya sudah ayo makan, aku juga sudah sangat lapar " jawab David.
sesekali David menggoda Airin dia pun menyuapi Airin dengan tangan nya sendiri tanpa sendok di tangan nya, kebiasaan baru bagi David makan tanpa sendok dan hanya menggunakan tangan ternyata lebih enak.
" Akk... " ucap David dan ikut melebarkan mulut nya sendiri dengan lebar.
" aku bisa sendiri Sayang.!
"tinggal akk doang, ayo cepat kalau tidak aku nggak akan makan " ancaman David yang seperti anak kecil.
" baiklah.. " Airin menerima suapan demi suapan dari David bahkan Airin lebih kenyang di bandingkan dengan David sendiri " udah Sayang, nanti aku gemuk..!!
" sekali lagi Sayang, apa salahnya jika kamu gemuk, kamu pasti akan terlihat lebih imut " Jawab David " Akk..
" tapi.? baiklah tapi ini yang terakhir ya.! jawab Airin dengan pasrah.
__ADS_1
menjadi suami yang sempurna memang tidak mungkin tapi bagi David apa salahnya untuk bisa membahagiakan Istri nya meskipun dengan hal kecil.menyuapi saja bisa menjadi kebahagiaan bagi David dan juga bisa melihat betapa bahagianya Airin dengan hal itu.
****
" Sayang hari ini kan hari minggu kita jalan yuk kemana gitu " ajak David yang berjalan menuju tempat Airin berada saat ini, Airin yang sedang menyiram berbagai tanaman hias di depan rumah nya.
" boleh,! tapi kemana? tanya Airin sembari menoleh ke arah David yang semakin mendekat.
David merangkul pundak Airin tersenyum padanya mengeluarkan aura ketampanan nya di depan istri nya itu " aku ada tempat yang indah kamu pasti suka. " jawab nya.
Airin manggut-manggut mengerti dan langsung bersiap" baiklah tunggu sebentar aku akan bersiap " Ucapnya.
Airin masuk rumah sedangkan David menunggu di luar karena dia memang sudah bersiap sejak awal. tak butuh waktu lama Airin sudah keluar dengan membawa tas kecil di bahunya dan bergegas segera pergi dengan David.
perjalanan yang tak dekat membuat mereka berdua harus menempuh jarak hingga hampir dua jam lamanya. meskipun hanya dengan sepeda motor saja namun mereka berdua sangat bahagia akan kebersamaan. serasa berpacaran bagi mereka pacaran dalam halal.
di perjalanan Airin terus memeluk perut David dan menyandarkan kepalanya di punggung David. Airin tak pernah melepaskan tangannya meskipun hanya sekejap saja.
motor David berhenti di sebuah pekarangan yang sangat luas yang bersandingan dengan taman yang sangat indah. Airin turun matanya terus melihat sekeliling tempat itu.
" Sayang ini tempat apa? tanyanya
David ikut turun melepaskan helm menaruhnya di motor dan segera merangkul pinggang Airin dan menuntun Airin untuk berkeliling," apa kamu suka tempat ini " Tanya balik David.
" suka,! tapi ini tempat apa.? dan milik siapa? ucap Airin.
" benarkah..!! tapi bagaimana kamu membelinya bukannya kamu sendiri bilang lagi nggak ada tabungan " tanya Airin
" sebenarnya aku menjual mobil pemberian Papi dan juga ada tabungan sedikit sih, lagian untuk mobil kalau ada rejeki bisa beli lagi tapi kalau tempat ini hanya akan datang satu kali kan" jawab David.
" oh.., sayang kenapa kamu nggak bilang, kita kan bisa sama-sama belinya, lagian ini akan menjadi tempat tinggal ku juga " ucap Airin.
" rumah, kebutuhan kamu dari sekarang hingga kelak adalah tanggung jawab ku, jadi mana boleh aku minta uang kamu, biarkan itu menjadi tabungan kamu, ok. , sekarang lihat kesana yuk. " David menggandeng tangan Airin dan mengajak berkeliling melihat hingga pojokkan pula.
puas di sana Airin dan David melihat taman yang berada di sebelah nya taman yang indah dan sangat luas begitu banyak bunya yang sudah bermekaran dan juga ada kolam ikan bahkan air mancur juga menambah kesan mewah taman itu.
David dan Airin duduk di bangku melihat dari kejauhan anak-anak yang sedang bermain di tempat wahana anak-anak. mereka tertawa teriak berlari-larian membuat Airin ikut tersenyum melihat mereka.
David yang mengikuti arah pandang Airin pun ikut terkesima melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah dan mengagumkan itu, David duduk lebih mendekat menggenggam tangan Airin dengan erat
" kelak kita pasti akan memeliki anak seperti mereka sayang, " ucap David.
Airin menoleh menatap manik mata David yang terpancar sangat terang " amin.. " semoga kita bisa memiliki buah hati yang lucu seperti mereka " Jawab Airin.
David menarik kepala Airin dan di sandarkan nya di dada bidang miliknya , sesekali David mencium kening Airin dengan lembut " semoga kita secepatnya memiliki nya ya. " tutur David " Maafkan aku Airin, bukan maksud ku untuk menunda kebahagiaan kita tapi aku hanya takut jika suatu saat aku tak bisa memenuhi semua keinginannya, maafkan atas ego ku Airin,setelah ini aku berjanji akan mewujudkan mimpi kita meskipun itu mimpi yang paling terkecil sekalipun.. "
" sayang udah siang kita pulang yuk " ajak David.
__ADS_1
" Hhmm. " Airin mengangguk sebagai jawaban dan langsung berdiri.
David terus menggandeng tangan Airin tak sedetikpun dia melepaskan nya hingga sampai di parkiran motornya, David memakaikan helm milik Airin kemudian ia memakai miliknya sendiri
***
bukan nya langsung pulang namun Airin dan David mampir ke tempat lain mereka keliling supermarket untuk membeli segala keperluan mereka, dari bahan makanan hingga perlengkapan lainya
Airin dan David baru pulang setelah malam hari , di samping perjalanan yang jauh dan juga keadaan jalan yang macet serta harus berbelanja membuat Airin dan David harus pulang hingga malam.
David pergi ke belakang sedangkan Airin membereskan semua belanjaan dan memasukannya ke dalam kulkas. " selesai juga " tukasnya sembari menutup pintu kulkas perlahan.
Airin masuk ke kamar menaruh tas nya di tempat biasa, duduk di sofa kecil menunggu giliran untuk membersihkan diri. satu persatu Airin melepaskan hijab dan juga kaus kaki yang ia kenakan , Airin bersandar di sofa menanti David keluar dari kamar mandi sembari melepaskan rasa lelah karena seharian jalan dengan David.
David keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada, dan hanya memakai handuk saja untuk menutupi bagian bawah " Sayang mandilah biar segar " ucap David.
kulit yang basah akan tetesan air yang belum kering dan otot-otot yang terlihat dari badan David membuat wajah Airin memerah begitu saja, malu.? ya mungkin yang Airin rasakan saat ini meskipun mereka sudah menikah namun Airin masih belum terbiasa akan hal itu.
Airin terus menundukkan wajah nya menyembunyikan wajah yang merona, Airin berjalan ke arah almari mengambilkan baju David di sana " kamu kenapa sayang apa ada yang salah " tanya David yang sudah memeluk Airin dari belakang hingga tetesan air dari rambut David mengenal leher Airin membuat nya merinding dan gugup seketika.
" ti.. tidak apa-apa emang kenapa.? Jawab Airin dengan gugup.
David tersenyum mendengar kata-kata Airin yang gugup bahkan sedikit gemetar, sengaja David menciumi leher Airin dari belakang dan terus memeluk nya. " apa kamu takut padaku.? tanya David
" ke-kenapa harus takut, kamu kan suami ku " Jawab Airin
" benarkah.!
Airin mengangguk dan terus menyembunyikan wajahnya menghadap lantai. Hhmm... " jawab Airin singkat " nih bajunya cepat lah pakai jangan sampai masuk angin nanti " sambung Airin.
" kalau ada Bu dokter mana mungkin aku bisa masuk angin, kamu ini ada-ada saja. " jawab David
" bukan dokter Sayang, tapi masih calon dokter. " jelas Airin.
" iya-iya Bu calon dokter. " David menerima baju dari tangan Airin dan malah melemparkan nya ke kursi di depan meja rias lalu membalikkan tubuh Airin dengan tangan terus memeluknya.
" bukannya kamu juga calon pak dokter, jadi rawat aja sendiri kalau masuk angin. " ucap Airin.
" mana mungkin bisa begitu Sayang, meskipun seorang dokter kalau sakit juga membutuhkan dokter lain masak bisa menyuntik sendiri atau mana mungkin bisa melakukan operasi sendiri kan nggak mungkin "'jawab David.
" kamu ini ada-ada saja masak masuk angin pakai operasi. " Airin tersenyum lebar menertawakan kata-kata David yang sebenarnya tak lucu sama sekali. " sudah lepasin ,aku mau mandi. "
" mana boleh lepas, kamu tak akan bisa lepas selama aku mau "
" mau apa.?
" mau.?
__ADS_1