
Airin berjalan dengan tergesa-gesa di lorong rumah sakit. Setelah ia mendapatkan ijin dari Kania, ia langsung pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Alda.
Airin terkejut mendengar berita yang di sampaikan oleh Alda tadi pagi, Alda memberitahu kalau dirinya sedang berada di rumah sakit karena pendarahan. Padahal sebelum sebelumya Airin melihat Alda yang masih baik-baik saja, apalagi suami dan orang tuanya sedang berada di luar kota.
Ketika Airin sampai di depan kamar rawat inap Alda, ia tidak sengaja mendengar suara seorang laki-laki di dalam kamar Alda karena pintu yang tidak tertutup rapat.
"Bukankah, suaminya sedang berada di luar kota?" gumam Airin. Karena ia mendengar obrolan seperti suami yang sedang khawatir terhadap istrinya.
Akhirnya Airin memutuskan untuk melihat lebih dulu siapa yang berada di dalam, sebelum ia masuk. Terlihat seorang laki-laki yang sedang membujuk Alda agar mau sarapan. Jika di dengarkan lebih lama, Airin tidak asing dengan suara itu.
"Astaga!" Airin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ternyata firasatnya memang benar, ia tidak menyangka akan mengetahui kenyataan seperti itu.
Airin segera pergi dari sana sebelum orang yang berada di kamar Alda menyadari keberadaannya.
*
*
Airin memutuskan untuk kembali ke rumah majikannya, sebelum pergi ia sempat mengirimkan pesan kepada Alda jika ia tidak bisa ke sana karena suatu hal. Ia akan ke sana jika urusannya sudah selesai.
"Kak Airin sudah pulang?" Kania yang baru saja pulang, dan seperti biasa ia langsung menuju dapur untuk mencari minuman dingin.
Airin menoleh ke arah Kania. "Iya, tadi hanya sebentar." jawabnya. "Mau minum es jeruk?" tawarnya.
__ADS_1
Kania menarik salah satu kursi yang berada di dapur, kemudian ia duduk di sana. "Boleh," sahutnya. "Kalau tau tadi Kak Airin perginya sebentar, biar Kak Tio jemput."
Airin tersenyum mendengar itu. "Nggak usah, kan rumah sakitnya dekat." tangannya mulai membuat minuman untuk Kania.
"Teman Kak Airin perempuan?" tanya Kania.
"Iya."
"Sakit apa?"
"Sebenarnya tidak sakit, tapi dia sedang hamil. Lalu mengalami pendarahan."
"Wah ... kasian sekali."
Airin kemudian memberikan minuman yang ia buat pada Kania. "Ini."
"Oh ya, apa besok pagi aku boleh berangkat sedikit siang? Aku ingin menjenguknya lagi, karena suami dan keluarganya sedang berada di luar kota." Airin memutuskan besok pagi untuk menjenguk Alda.
Kania berpikir sebentar, kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan senyum cantik di wajahnya.
"Terima kasih."
*
__ADS_1
*
Ketika malam hari mata Airin masih setia terbuka lebar. Pikirannya melayang jauh, mengingat apa yang tadi siang ia lihat. Ia masih tidak menyangka jika yang di ceritakan Alda beberapa hari lalu adalah tentang Alda sendiri.
Meskipun ia belum mendengar sendiri dari mulut Alda, tapi Airin bisa menyimpulkan jika hubungan mereka sudah tak biasa.
"Aku masih tidak menyangka." Entah apa yang membuat temannya itu memilih hubungan terlarang. Padahal Airin bisa melihat jika Angga begitu mencintai sahabatnya.
Tapi Airin tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu bukan haknya untuk ikut campur. "Semoga saja akan ada jalan yang terbaik untuk mereka." harapan Airin.
Hingga pagi menjelang, Airin memutuskan untuk menjenguk Alda. Karena bagaimanapun Alda tetaplah sahabatnya, meskipun hubungan asmara Alda begitu rumit. Apalagi Airin juga mengenal sosok laki-laki itu.
Ketika sampai di rumah sakit, Airin berharap tidak bertemu seseorang itu.
Perlahan Airin membuka pintu ruang rawat inap Alda, dan terlihat Alda yang baru saja membersihkan diri di bantu oleh perawat. Dan itu membuatnya bernafas lega.
"Nyonya, saya permisi dulu." Perawat itu berpamitan pergi setelah tugasnya selesai.
"Terima kasih," sahut Alda. Hingga kemudian matanya menangkap keberadaan Airin di ambang pintu. "Airin!" panggilnya.
Airin tersenyum melihat itu, ia lalu berjalan menghampiri Alda. "Bagaimana keadaanmu?" seraya meletakkan buah yang tadi sempat ia beli di atas nakas.
Senyum Alda seketika luntur mengingat apa yang terjadi kepadanya. "Dia sudah tidak ada." ia mengusap perutnya. Pendaran yang terjadi padanya membuat bayi yang ia kandung tidak dapat bertahan.
__ADS_1
...----------------...
...Ayo jangan lupa berikan dukungannya ya βΊπ...