Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
79.Kehilangan


__ADS_3

Airin terus merintih kesakitan di atas brangkar yang berjalan menuju ke UGD, tangan nya terus memegangi perut nya yang terus kesakitan bahkan gamis biru nya sudah tercetak dengan darah yang mengalir.


" Sakit, " rintih nya dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes dengan deras.


David begitu kacau pikiran nya, dia benar-benar khawatir akan keadaan Airin dan juga calon anak mereka yang baru berusia menjelang empat bulan itu. tangan nya memegangi tangan Airin yang satunya dengan sangat kuat dan berkali-kali mencium nya. " Kamu harus kuat, sayang. kamu dan anak kita pasti baik-baik saja. kalian pasti baik-baik saja aku yakin " ucap David dan terus berlari mengikuti brangkar yang berjalan dengan cepat.


" David sakit, "


" kamu harus kuat sayang kamu harus kuat, " air mata David pun tak bisa dia tahan, melihat istri kesayangan nya kesakitan.


" Sak.....


Suara Airin terputus seiring dengan matanya yang tertutup dan tangan nya yang terlepas dari tangan Airin.


David semakin panik keringat nya terus mengalir deras, dia takut terjadi apa-apa dengan keduanya. " Sayang, sayang, " panggil David namun tak lagi ada jawaban.


" pak, maaf anda tidak boleh masuk. bapak tunggu di sini, biar dokter yang menangani nya." seru perawat dengan kedua tangan nya menutup pintu.


" tapi sus, aku suaminya.!! teriak David namun tidak di gubris sama sekali oleh perawat tadi.


David begitu panik, dia khawatir, takut, semuanya terasa mengaduk-aduk hatinya. David berjalan tidak tenang dia terus mondar-mandir tak jelas mengacak rambut nya berulang-ulang. " kalian pasti baik-baik saja, aku yakin kalian pasti bisa bertahan. " racau David.


Dan di saat David benar-benar pusing Rayyan telfon dengan cepat David mengangkat nya namun dia begitu bingung mau jawab apa jika Rayyan bertanya bagaimana pun semua keluarga nya harus tau kejadian ini.


Dengan tersedu-sedu dan tak berdaya David mengatakan semuanya yang terjadi pada Rayyan, David menutup telfon nya setelah Rayyan paham dan mengatakan akan segera datang ke rumah sakit.


David terduduk lemas di bangku tunggu, menunduk menyembunyikan wajahnya di dua telapak tangan yang masih memegangi ponsel, hatinya dan mulut nya terus menyerukan doa untuk keselamatan istri dan anaknya.


" permisi, apakah Anda suami pasien di dalam." seru seorang dokter wanita yang keluar dari dalam ruangan Airin.


David yang baru memasukkan ponsel nya di saku langsung terhenyak, berdiri memandang dokter dan meminta penjelasan " iya dok, Saya suaminya. " jawab David.


" Istri Anda baik-baik saja, tapi..?


" tapi apa dok, anak kita baik-baik juga kan.. !!! seru David memotong kata-kata dokter itu.


" kami mohon maaf, bayi nya tidak bisa di selamatkan, benturan yang sangat keras membuat bayi nya tak bisa bertahan pak dan secepatnya harus di angkat. " ucap dokter ragu menjelaskan.


bagai tertusuk belati hati David begitu sakit, tak percaya kalau dia telah kehilangan bayi yang sudah hampir empat bulan di kandungan Airin dan tinggal dua hari lagi akan di adakan syukuran empat bulanan nya.


" tidak mungkin, dokter pasti bercanda kan. " David tersenyum pilu tak percaya, itu jelas. David benar-benar tak percaya itu terjadi padanya. " dokter jawab,,!!! dokter pasti bohong kan.!! teriak David tak terima.

__ADS_1


" maaf Pak, tapi ini adalah kenyataan nya. Istri anda telah keguguran. " ucap dokter lebih menjelaskan.


" tidak, dokter pasti bohong. " Suara David melemah, hatinya hancur karena kehilangan ini. David terduduk lemas di bangku yang tadi tatapan kosong, kepalanya terus menggeleng dan meracau terus mengatakan " tidak."


Dokter kembali masuk. meninggalkan David sendiri di sana dalam kesedihan dan keterpurukan nya. Bagaimana dia akan mengatakan itu pada Airin nanti nya, bagaimana dia bisa tegar di hadapan Airin jika dia saja juga gak sekuat itu. " Argghhh,, ""


Semua keluarga datang dengan berlari, Rayyan beserta istri dan si kembar, Tasya juga Fahmi dan juga Yohan juga Fani. Rayyan lah yang memberi tahu mereka semuanya.


" David, " lirih Fani duduk di sebelah David menyentuh bahu nya dan mengejutkan nya dalam isikan tangis yang belum juga terhenti.


" Mi,, " tatapan David masih kosong namun berhambur ke pelukan Fani dengan linangan air mata yang membuat semuanya khawatir.


Fani melepaskan pelukan nya menangkup kedua pipi kanan kiri David dan menatap bola matanya " Sayang, gimana,? semuanya baik-baik saja kan.? tanya Fani ragu.


Air mata David semakin deras dia begitu cengeng dalam menghadapi masalah ini. David meraung seperti anak kecil hatinya benar-benar hancur bahkan sekedar untuk mengatakan saja mulut nya seakan-akan kelu dan terkunci rapat.


" Mi. "


Tasya mendekati David duduk di belakang David dan mengelus punggung nya, melihat David yang hancur seperti ini Tasya curiga kalau terjadi sesuatu dengan Airin dan bayinya tidak mungkin tidak. " David, mereka baik-baik saja,,, kan. " suara Tasya seakan mau tercekik di saat kata kan yang terakhir seakan ada benda-benda yang ingin melukai nya saat itu.


David menunduk frustasi, Air mata nya terus berlinang, " Airin, keguguran Bunda " lirih David bahkan hampir tak bisa di dengar.


Shok. Semua syok mendengar penjelasan David, Tasya dan Fani pun sama langsung menangis, hatinya sama sedihnya, mereka telah kehilangan cucu yang benar-benar telah mereka nantikan yang akan memanggilnya oma untuk enam bulan lagi dan sekarang harapan itu telah hilang.


" Astaghfirullah, David sebenarnya apa yang terjadi.!! Rayyan berucap, dia begitu kaget, apa yang terjadi hingga adiknya mengalami hal yang seperti ini. Apakah David tidak menjaga Airin dengan benar atau mungkin David teledor.? beribu pertanyaan muncul di benak Rayyan menatap David dengan begitu tajam.


" Mi, David sudah gagal, David tidak berguna, David tidak bisa menjaga mereka dengan baik, semua ini karena David " bukannya menjawab Rayyan David meracau yang lain menyalahkan dirinya sendiri akan hal yang terjadi pada Airin saat ini.


" sayang, sudah sudah,,, " meskipun kehilangan namun Fani harus bisa membuat David lebih tegar, kalau David serapuh ini bagaimana dia akan membuat Airin menjadi tegar nanti nya.Fani merengkuh tubuh David kedalam pelukan nya memberikan ruang yang terhangat untuk anak semata wayang nya itu.


" ceritakan pelan-pelan ya, tapi kalau kamu belum siap bisa nanti nanti " lirih Fani.


Dengan tubuh gemetar mengingat kejadian tadi David menceritakan semua pada mereka, meskipun cerita nya terputus namun tetap bisa selesai sampai David membawa Airin ke rumah sakit ini. " Astaghfirullah,, " terkejut semuanya.


Ada yang mengganjal di hati Rayyan, semua itu tidak mungkin hanya jatuh tak sengaja itu pasti ada yang sengaja melakukannya. Dan Rayyan akan mencari tau tak akan dia lepaskan orang yang melakukan itu pada adiknya jika terbukti ada campur tangan dari orang lain.


" Ma ma, Aunty Airin kenapa.? Akhsan menarik narik hijab Keisha mengejutkan nya di saat Keisha tengah fokus pada David.


Keisha menunduk di hadapan kedua anaknya tersenyum pada mereka, " Aunty lagi sakit sayang, nanti setelah Aunty sadar Abang dan adek hibur Aunty ya.? ucap Keisha begitu lembut.


" iya, ma. " serentak keduanya.

__ADS_1


######


Mata Airin mengerjap perlahan, kelopak matanya menatap sekeliling tempat di mana dia terbaring sekarang, ruangan yang bernuansa serba putih itu membuat Airin mengernyit.


" aku di mana.? ucapnya bingung.


Semuanya berhamburan mendekati Airin, terutama David, dia harus bisa menata hatinya lebih kuat lagi saat berhadapan dengan Airin tak menutup kemungkinan Airin akan bertanya tentang keadaan bayinya nanti yang sudah tiada. " Sayang, kamu sudah bangun " David menggenggam tangan Airin mencium nya berulang-ulang dan tak lupa beralih ke kening Airin.


Wajah Airin tertekuk malu karena perlakuan David yang di lihat semua keluarga nya. tangan nya menyingkirkan wajah David yang tepat di atas kepala nya " David malu.. " lirih nya. dan membuat semuanya tersenyum." Yang aku ada di mana.? tanya Airin bingung.


" kamu di rumah sakit sayang. " jawab David, menahan gejolak yang lagi ingin menyeruak keluar namun sekuat tenaga dia menahannya.


" Rumah sakit,,,,? Airin terdiam sejenak pikiran melayang mengingat kejadian yang beberapa jam lalu terjadi, wajah Airin seketika panik tangan nya meraba perut nya dan sekarang sudah kembali rata, air mata nya langsung merembes keluar pikiran nya begitu Kalut, " Yang di mana anak kita. " mata Airin menatap David dengan pertanyaan nya.


Semuanya terdiam, tak mampu mengatakan itu pada Airin yang keadaannya sangat terpukul.


" Sayang, anak kita baik-baik saja kan.? tapi kenapa perut ku kembali rata, dimana dia. " Airin terus meminta penjelasan pada David memaksa untuk bangun dan memastikan lagi bahwa anaknya masih ada namun ternyata sudah hilang., " David,,,!! dimana anak kita,,!! teriak Airin histeris.


Air mata tak dapat terbendung dari mata Airin semuanya tumpah mengiringi kesedihan Airin karena kehilangan, " tidak tidak, aku tidak mungkin kehilangan bayiku. aku pasti sedang bermimpi kan. aku sedang minta kan Yang. " suara Airin semakin melemah di iringi isakan nya.


Airin terus meraba-raba perutnya berharap akan kembali buncit lagi di saat itu. " sayang kamu baik-baik saja kan di perut Mama, kamu tidak ke mana-mana kan. kamu tidak ninggalin Mama kan. "


David merengkuh tubuh Airin yang lemah membawa nya ke pelukan nya, menciumi puncak kepala nya berulang-ulang, " sayang, kamu yang sabar kamu harus ikhlas, dia sudah pergi " jantung David seakan mau keluar saat mengatakan itu detak jantung nya tak stabil itu semua karena takut Airin tak bisa menerima kenyataan itu.


Airin mendongak tatapan nya tajam ke arah wajah David yang juga menangis, dia tak akan percaya semudah itu meskipun David sendiri yang mengatakan nya. " Nggak,,,!! anak ku Masih ada, dia masih ada,,!! Airin berontak melepaskan tangan David dari tubuh nya.


" iya kan sayang, kamu masih ada kan untuk Mama, Papa pasti bohong kan. " Lagi-lagi Airin hanya berbicara pada perut nya yang sudah kosong,


Semuanya menangis, tak tega melihat keadaan Airin yang begitu terpukul. Tasya mendekat ke samping yang lain dari Airin, menghapus air mata anak nya dengan lembut " Sayang kamu harus kuat, kamu harus bisa ikhlas. " Apapun yang terjadi Airin harus tau kenyataan nya meskipun itu adalah kenyataan yang sangat pahit.


" Bunda bohong,,!! Bunda pasti sekongkol kan sama David untuk mengerjai Airin, iya kan Bunda,,!!,


Tasya menggeleng. semua yang di katakan adalah benar dan itu adalah kebenarannya. " tidak sayang, " Tasya memeluk erat Airin dan menumbuhkan isakan yang keras dari Airin.


Semua sudah hancur, impian nya telah musnah, tak ada lagi mimpi itu bahkan separuh jiwa dari seorang Ibu telah hilang karena kepergian anaknya yang belum sempat menghirup udara di dunia.


" Aku kehilangan anakku, kembalikan anakku, " Airin terus meraung, " Hiks hiks hiks,,,,


#######


########

__ADS_1


😭😭😭😭😭😭😭😭


Sabar ya Airin sayang, semua pasti akan berlalu dengan baik. semua akan terganti kan yang lebih baik, "


__ADS_2