
****
Mata David lebih awal terbuka dari pada Airin, mungkin Airin kecapean gara-gara David yang terus meminta dan meminta jatah yang lebih dari pada sebelumnya. Mungkin kali ini benar-benar kesempatan untuk David untuk bisa sepuas-puasnya mendapatkan pelayanan khusus dari istrinya.
Bukan hanya David saja yang menginginkan untuk memadu kasih, tapi Airin juga menginginkan hal yang sama jadi tidak ada kata terpaksa di antara salah satunya.
David beranjak dari kasurnya, menyelimuti Airin lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama David berada di kamar mandi dia sudah keluar dengan keadaan yang sudah segar bugar seperti sedia kala.
David keluar dari kamar beberapa saat dan dia kembali dengan membawa segelas susu hangat yang akan dia berikan kepada Airin sang istri yang masih terlelap.
David mendekat, duduk di atas ranjang di mana di tidur tadi menaruh kelas susu itu di atas nakas. Wajah cantik, putih, mulus dan yang begitu terawat membuat David selalu terpana saat melihatnya, dan selalu merindukan saat-saat mereka saling berjauhan.
David mengusap-usap pipi Airin dengan pelan, senyumnya mengembang sempurna saat dia bisa memiliki wanita yang sangat sempurna. "Sayang, bangun yuk. Sebentar lagi waktunya sholat telah tiba." Ucapnya dengan begitu lembut.
"Hemm..., sebentar lagi. Aku masih ngantuk. " Jawab Airin yang masih sangat enggan untuk bangun dari tidurnya.
David terlihat sangat gemas melihat istrinya yang masih saja ingin tidur. Mungkin ini di karenakan aktivitas mereka yang terlalu berlebihan.
David menghela nafas panjang, dan tetap harus membangunkan Airin karena bisa saja mereka akan telat untuk sholat nantinya kata Airin masih harus membersihkan diri dulu sebelumnya.
"Sayang, ayolah. Waktu subuh segera tiba nanti bisa telat. " Ucap David.
"Hem.., bentar lagi, Yank. Please.. " Jawab Airin memohon.
Tubuhnya terasa remuk karena aktivitas semalam, David sudah seperti singa kelaparan yang terus ingin memangsanya tanpa henti.
"Kalau nggak bangun aku mangsa lagi loh, Ya." Ancam David dengan senyum menyeringai.
Mata Airin langsung terbelalak, terbuka begitu lebar sembari terperanjat duduk. Di toleh nya David yang kini malah tersenyum manis ke arahnya.
David bener-bener luar biasa, belum juga lelahnya hilang sudah mau minta lagi lama-lama bisa remuk redam tubuh Airin.
"Iya iya, aku akan bangun! " Seketika Airin beranjak, tubuh yang masih polos terpaksa dia membawa serta selimut yang tadi menutupi tubuhnya.
David terkekeh melihat itu, bukan hanya itu saja tapi melihat semua tanda kepemilikan yang dia buat di setiap titik di leher Airin membuatnya sangat puas.
__ADS_1
Setelah Airin masuk ke kamar mandi baru David sadar kalau dia membuatkan susu hangat untuk Airin, karena dia yang lupa membuatnya menepuk jidatnya sendiri sembari menggeleng.
"Dasar kamu, Dav Dav! Jadi lupa kan untuk meminta Airin minum susunya dulu. Hem.., bisa-bisa sudah keburu dingin kalau harus menunggu Airin selesai. Tapi masak iya aku yang meminumnya? Itu kan susu untuk persiapan ibu hamil, hadeuh..." Gerutunya.
Lama menunggu di luar membuat David tak sabar, entah apa yang di lakukan oleh Airin hingga dia tak kunjung usai, bahkan suara gemericik air pun tidak David dengar.
"Kenapa lama sekali? " Gumam David seraya mengernyit bingung.
David terus mondar-mandir di depan pintu kamar mandi dia menunggu dengan sangat gelisah. David mendekat ke arah pintu, di tempelkan telinganya untuk mendengarkan suara yang timbul karena aktivitas dari Airin, namun nyatanya tak ada suara apapun yang dia dengar.
"Ishh.., sebenarnya apa yang di lakukan oleh Airin di dalam, nggak mungkin dia tidur lagi kan?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Karena tak kunjung mendengar suara apapun David memutuskan untuk mengetuk pintu, memastikan bahwa Airin tidak kenapa-napa di dalam.
𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬...
"Sayang! Kamu sedang apa? Kamu nggak kenapa-napa kan? Cepetan, kalau tidak kita akan ketinggalan waktu subuh! " Teriak David.
Sementara Airin yang ada di dalam kamar mandi kini masih berdiri di hadapan cermin dengan kepala yang terus menggeleng. Suaminya itu sungguh luar biasa, tak ada satupun titik yang terlewat akan tanda merah yang dia buat di sekujur tubuhnya.
Semakin lama melihat Airin malah menjadi senyum-senyum sendiri, dia merasa malu, mengingat kejadian tadi malam sungguh membuat pipinya merona.
"Ini bukan yang pertama kalinya, tapi kenapa aku tetap merasa malu seperti ini?" Gumamnya yang semakin tersipu malu.
𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬... 𝘛𝘰𝘬....
Suara ketukan pintu berhasil mengejutkan Airin yang masih terus tersipu, Airin menoleh ke arah Pintu meskipun dia tau David tidak akan mungkin masuk ke sana karena dia telah menguncinya.
"Sayang, sudah belum! " Teriak David entah sudah yang ke berapa kalinya.
"Iya, sebentar! " Jawab Airin yang juga berteriak.
Airin buru-buru untuk menyelesaikan rutinitasnya, yaitu mandi besar. Setelah selesai dia baru keluar dengan keadaan yang sudah segar dan juga sudah berpakaian lengkap.
David bernafas lega setelah akhirnya Airin keluar juga dari dalam kamar mandi, "Kok lama sekali sih, Yank! Kamu nggak tidur dulu kan? Kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya David mencerca.
__ADS_1
Airin menggeleng, tidak mungkin dia akan tidur di kamar mandi, dan dia juga tidak kenapa-napa, ya mungkin emang sedikit kelelahan saja, tapi setelah mandi rasa lelah itu berkurang dan berangsur-angsur hilang.
"Tidak, mana mungkin aku tidur." Jawab Airin.
"Ya, aku kira begitu. " David menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal entah karena apa namun itulah yang David rasakan.
Sholat subuh berjamaah David dan Airin jalankan di kamar hotel untuk yang pertama kalinya. Keduanya begitu khusuk bermunajat, menghadapkan diri dan berserah kepada sang Tuhan.
Selesai sholat dan juga berdoa, David berbalik dalam duduknya ke arah Airin, seketika Airin menyambut uluran tangan David dan menciumnya. Airin tau meskipun hanya mengecup punggung tangan suaminya saja, itu akan menjadi pahala besar untuknya.
Di saat Airin mengecup punggung tangan David, David juga mengelus puncak kepala Airin lalu mengecupnya penuh dengan cinta. Dengan mengecup punggung tangan David Airin akan mendapatkan pahala yang besar, begitu juga sebaliknya, dengan mengelus puncak kepala Airin dan mengecupnya David kuga akan mendapatkan pahala.
Sungguh mudah sejatinya untuk mendapatkan pahala dalam setiap pasangan, hanya dengan hal-hal kecil saja pahala itu akan merasa dapatkan.
"Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi kelelahan," Menyesal David karena perbuatannya sendiri.
"Tidak, aku tidak merasa lelah. Selama kita melakukannya dengan ikhlas dan tidak adak kata terpaksa selama apapun kita melakukannya itu tidak akan melelahkan. " Airin tersenyum manis di hadapan David, dia hanya ingin David tidak merasa bersalah dengan apanya merasa lakukan, karena mereka berdua sama-sama menginginkannya.
"Terima kasih.. "
Airin meletakkan tangannya di atas tangan David, mengelusnya berkali-kali dengan wajah yang terus berhiaskan dengan senyum.
"Hem.. " Angguk nya.
"Akan kemana kita harus ini? " Tanya David.
"Terserah kamu saja. Bukankah kamu yang bilang bahwa kamu yang akan menjadi pemandu jalan selama di sini? "
"Oke lah, kita akan bersenang-senang pokoknya selama di sini. " David menggenggam tangan Airin, mengangkatnya lalu mengecupnya.
Ah... Sungguh membuat ku meras iri saja. ( Author) wkwkwk....
____
######
__ADS_1