Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
171. End


__ADS_3

#####


Semua orang kembali di bikin cemas dan takut. Airin sudah berhasil melahirkan anaknya, mereka juga sudah bisa melihat betapa manis dan cantiknya bayi perempuan itu.


Tapi sampai sekarang Airin sama sekali belum sadarkan diri, bahkan hampir seharian tapi Airin belum juga membuka matanya.


Sepertinya ada hal yang serius pada Airin, dan benar saja Airin mengalami pendaratan yang begitu hebat.


"Dok, pendarahan dokter Airin akan sulit untuk di hentikan. Sudah beberapa obat dia terima tapi sama sekali tak ada reaksi apapun. Satu-satunya jalan...? "


"Apa, Zie! " David begitu takut.


Keduanya tengah berbicara di ruangan dokter Zie. Hanya berdua saja dan tak ada yang lain.


"Lakukan apapun yang terpenting Airin bisa selamat, aku tidak mau kehilangan dia, Zie," David sudah menangis sedari tadi, dia tak sanggup melihat istrinya yang terkulai tak berdaya, hati David ikut tersayat karena melihat itu.


"Satu-satunya jalan..., rahim dokter Airin harus di angkat," dokter Zie menunduk mengatakan itu, dia tak sanggup sebenarnya tapi itulah yang harus di lakukan untuk menyelamatkan Airin.


David menjadi lemas mendengar semua itu, bagaimana ini bisa terjadi padanya. Bagaimana dia akan memutuskan keputusan sepihak tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Airin.


"Dokter harus cepat memutuskannya, dokter Airin tidak punya banyak waktu lagi, keadaannya semakin lemah,"


"Tapi, Zie."


"Apa benar-benar tidak ada jalan lain untuk bisa menyelamatkan Airin tanpa mengangkat rahimnya!? " David masih berharap akan ada jalan lain kecuali itu.


Jika rahim Airin di angkat maka mereka tidak akan lagi memiliki anak lagi, dan mereka hanya akan memiliki satu anak saja yang sampai sekarang belum di beri nama.


"Saya tau ini keputusan yang sangat berat, Dok. Tapi harus tetap di lakukan. Yang terpenting kalian sudah memiliki anak kan? Jika ini tidak di lakukan saya tidak bisa menjamin dokter Airin akan berumur panjang, pikirkan itu baik-baik, Dok! " ucap Zie menjelaskan.


"Tapi.. "


"Keputusan ada pada anda dokter David."


"Baiklah.. " Mata David tertutup saat mengatakan itu, dia begitu tak kuasa, dia takut Airin akan membencinya jika dia bangun nanti, tapi semua itu juga demi keselamatannya.


"Kita akan lakukan secepatnya."


______


Operasi benar-benar di lakukan, rahim Airin benar-benar harus di angkat demi bisa menyelamatkannya.


Semua orang tak mau itu terjadi tapi mereka juga tak mau kehilangan Airin. Mereka sangat membutuhkan Airin, apalagi bayi mungilnya, dia sangat membutuhkan ibunya.


Operasi berjalan dengan lancar dan Airin juga langsung di pindah ke ruang rawat setelah semuanya stabil.


Semua keluarga menunggu dengan diam, tak ada yang berbicara sama sekali hanya terdengar bunyi monitor juga tabung oksigen saja yang terdengar.

__ADS_1


David terlihat sangat lelah, matanya juga sangat merah dari kemarin malam dia sama sekali tak istirahat bahkan sampai sekarang. David terus duduk menunggu Airin duduk di sebelahnya dengan terus memegangi tangannya.


"Sayang, kapan kamu akan membuka matamu, aku sangat merindukanmu. Apa kamu tidak mau melihat anak kita, dia begitu cantik sepertimu," Ucap David dengan begitu lirih, sesekali dia mengecup punggung tangannya dan sesekali dia juga mengelus pipi Airin untuk membangunkannya.


"Sayang bangunlah," ucapnya lagi.


David menggenggam tangan Airin menempelkannya pada pipinya sendiri, mengecupnya dan seperti itu hingga cukup lama.


"Kamu yang sabar, Nak. Istrimu pasti akan baik-baik saja, Airin kita pasti kuat," ucap Tasya mencoba menguatkan David.


"Iya, Bunda," jawab David suaranya terdengar begitu parau.


Semua berkumpul di sana, menunggu Airin membuka matanya.


Perlahan-lahan tangan Airin bergerak David begitu senang melihat itu. "Sayang," David berdiri dia ingin melihat Airin dengan jelas.


Mata pun mulai terbuka, meskipun tidak jelas tapi Airin bisa melihat dan mengenali dengan baik semua keluarganya. Semua tersenyum senang dan Airin pun juga ikut tersenyum.


#####


10 tahun kemudian.....


Gadis dengan seragam merah putih juga menggunakan hijab putih terlihat berlari masuk ke rumah besar keluarga kecil David. Dia adalah Shelvia Anggraini, anak tunggal dari pasangan David juga Airin yang sudah semakin dewasa sekarang.


"Assalamu'alaikum.., Mama! Papa! " teriakannya begitu menggelegar memenuhi rumah. Dengan tangan membawa raport berwarna hitam.


"Wa'alaikumsalam.., ada apa sih, Sayang." Airin baru keluar dari kamar di susul David di belakangnya.


Shelvia kembali berlari untuk menghampiri kedua orang tuanya.


"Ma! Pa! Shelvia menjadi juara kelas lagi!" teriak nya dengan girang.


Shelvia langsung memberikan raport itu pada Airin dengan wajah yang berbinar. Dia sangat bahagia.


Airin menerimanya dan membuka untuk melihat, "alhamdulillah, benar-benar anak pintar. Sekarang pergi ke kamarmu, bersih-bersih ganti baju lalu makan siang, mama sudah siapkan makanan kesukaanmu," ucap Airin.


"Tapi Shelvia bener dapat hadiahnya kan? " tanyanya.


"Dapat, sayang. Cepatlah pergi ke kamarmu, kamu bau acem tau," Kini David yang bersuara.


"Ih.., Papa suka gitu deh! " protes Shelvia, mulutnya juga monyong hingga beberapa centi tapi dia tetap patuh dan benar-benar pergi ke kamarnya sendiri.


Airin juga David kembali masuk ke kamar. Airin juga David begitu bahagia karena kini bisa melihat tumbuh kembang Shelvia dengan baik.


Airin menghentikan langkahnya air matanya mengalir begitu saja membuat David bingung.


"Sayang, kamu kenapa? " tanya David bingung.

__ADS_1


"Aku sudah tau semuanya. Maaf karena aku aku tak sempurna, maafkan karena aku tak bisa menjadi yang terbaik untuk mu, maaf," ucap Airin menyesal.


Dan ternyata, selama sepuluh tahun, David dan keluarganya menyembunyikan semua tentang keadaan Airin.


"Maafkan aku," ucap lagi Airin.


"Kamu adalah yang paling sempurna untuk ku, untuk Shelvia. Tak akan ada yang seperti kamu, Sayang. Tak akan ada."


"Kenapa cintamu begitu besar, Sayang. Sampai-sampai kamu menerima kekuranganku. "


"Karena aku memang sangat mencintaimu. Tak akan ada alasan untuk selalu mencintaimu. Sekarang sambutlah kebahagiaan kita, Aku, Kamu, dan Shelvia. " ucap David.


David memeluk Airin begitu erat.


"Ups... Sorry," Shelvia ingin menutup pintu lagi saat dia masuk di waktu yang tidak tepat.


Airin juga David langsung saling melepaskan, mereka menjauh lalu tertawa.


"Sayang..!" Airin berjalan dengan cepat untuk keluar dan menyusul Shelvia, begitu juga dengan David.


Keduanya langsung merangkul Shelvia, mereka tersenyum bahagia menuju ruang makan.


END...


ALHAMDULILLAH...


Terima kasih untuk semua readers tercinta. Terima kasih selalu mengikuti dan selalu menunggu cerita Cinta Untuk Airin.


Maafkan jika ada banyak kekurangan, yang jelas memang sangat banyak sih ya.


Maafkan jika endingnya tidak sesuai perkiraan kalian. Maaf ya... 🙏🙏


Meskipun tulisan ku masih sangat banyak kekurangan aku tetap minta dukungan kalian di cerita yang lain.


Mungkin ada yang belum tau sama yang baru yuk di kepoin.



Muhasabah Cinta ( Arya dan Arini)


Menceritakan tentang CEO tampan namun begitu angkuh juga sangat sombong. Yang jelas juga memiliki kebiasaan buruk selalu berpesta ria dengan minuman haram juga dan selalu berkencan buta dengan wanita bayaran. Dia adalah Arya Gautama, 30 tahun.


Pada suatu hari perusahaannya yang semuanya karyawannya banyak wanita cantik, pintar, seksi, juga berkulit putih harus menerima gadis berhijab yang memiliki kulit gelap, masih sangat polos juga tak memiliki kepintaran (bodoh). Dia adalah Arini Khumaira, 18 tahun


Bagaimana cerita sebenarnya, baca selengkapnya di Muhasabah Cinta (Arya dan Arini)


Jangan lupa masukan favorit, kasih likes, komen dan dukungan sebanyak-banyaknya. Saya tunggu kalian di sana. Terima kasih..

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹


__ADS_2