
Mata melotot dengan tajam, tangannya mengepal sempurna, Aura nya begitu mencekam dengan penuh negatif dan tak bersahabat sama sekali, tatapan nya menatap lurus ke sebuah layar di laptopnya, " Jadi memang ada orang yang sengaja melakukan itu kemarin padaku.! gumam nya dengan amarah yang sudah memuncak.
Darahnya terasa mendidih melihat dengan jelas kejadian kemarin bahkan tangan nya begitu jelas mendorong hingga terjatuh di lantai dan mengakibatkan Airin harus kehilangan calon anak pertamanya, " Mama akan mencari keadilan untuk, Nak. Orang yang sudah memisahkan kita tak akan bisa Mama maafkan"
Dengan tekat yang begitu kuat Airin harus mencari siapa pelaku nya. Mungkin kemarin dia bisa menjadi seekor kucing yang begitu jinak pada semua orang, tapi sekali di usik maka dia akan berubah menjadi harimau yang tak akan bisa di anggap remeh saat telah terusik.
" Assalamu'alaikum,, Yang, " David masuk membawa segelas air putih dan juga beberapa obat di tangannya beserta vitamin yang harus Airin minum untuk mengembalikan kondisi tubuh nya.
Dengan cepat Airin mengganti apa yang ia lihat menjadi tugas skripsi yang sempat tertunda,
" Wa'alaikumsalam,, Yang, " Airin mengurai senyum dengan begitu manis, membuat David senang karena istri nya sudah kembali lagi dengan senyum nya.
David duduk di sebelah Airin menyodorkan gelas dan memberikan obat nya pada Airin " Nih minum Yang, " ucap David tak sabaran, sesuatu yang menyangkut kesehatan pasti David akan selalu buru-buru tak akan di biarkan begitu saja.
Airin sedikit terkikik melihat David yang tak sabaran dengan berwajah menyeramkan " Hemm, aku bukan anak kecil Yang, aku juga nggak takut meskipun kamu berwajah seram begitu " ledek nya.
Dahi David mengkerut bibir nya mengerucut karena kata-kata Airin barusan.
" iya iya aku minum,,!! Airin terkekeh begitu saja. meskipun semua obat sudah masuk ke dalam perut Airin namun David masih saja mengerucut kesal. Airin geleng-geleng suaminya tengah merajuk sekarang. " Muach,,, " satu kecupan halus mendarat di bibir David, begitu terasa manisnya bibir Airin yang menempel di bibir David.
Mata David membulat namun dengan wajah berbinar. Senang dan puas dengan apa yang Airin lakukan. David kembali menahan tengkuk Airin saat Airin mau melepaskan bibir nya , David menggeleng " belum puas, masih mau,, " rengek David dengan memohon.
Belum juga mendapat persetujuan David langsung kembali menyatukan bibir mereka, memperdalam hingga keduanya begitu menikmati rasa yang hampir dua minggu tidak dia rasakan.
Keduanya begitu menikmati terpaut nya bibir kedua nya yang masih menyatu di bumbuhi lumutan - lumutan hingga menjadi lebih nikmat dia rasakan.
keduanya tersengal setelah puas dan saling melepaskan, berebut oksigen yang seakan terbatas di tempat itu " akan selalu manis " ucap David membuat wajah Airin seketika berubah menjadi merah. " makasih Sayang " ucapnya dan Airin mengangguk malu.
" Yang, " lirih Airin begitu ragu, ingin meminta restu untuk menjalankan misi nya yang sekarang menemukan pelaku utama yang membuat nya keguguran namun Airin tak berani mengatakan nya dengan jujur karena David pasti akan melarang nya " Tolong doakan aku ya, supaya selalu berhasil " matanya menatap David penuh harap.
__ADS_1
" selalu Sayang, " David merengkuh Airin kedalam pelukan nya, jangan kan meminta nya dengan khusus,? tidak meminta pun David akan selalu mendoakan akan keberhasilan Airin dalam Hal apapun " pasti sayang, doaku akan selalu bersamamu " kecupan demi kecupan terus mendarat di puncak kepala Airin, membuat nya bertambah percaya diri bahwa dia akan berhasil.
" makasih. "
" Apa sih yang enggak buat istri ku yang paling cantik ini " David melepaskan pelukan nya dan mencubit kedua pipi Airin gemas, " jangan kan minta, tidak minta pun doaku akan selalu untuk mu sayang " sambung nya.
" " terimakasih. "
#######
" David sayang,,,!! teriak Siska berhambur lari mendekati David yang baru datang di kampus. tak perduli dengan tatapan sinis siapapun, tak perduli dengan istri David yang ada di samping nya semua itu masa bodoh, Siska benar-benar merindukan David yang sudah dia minggu tidak masuk ke kampus karena harus merawat Airin. " David ku dari mana aja sih.? Tanyanya sok manja dan hampir saja bisa menguasai lengan David namun sudah keburu Airin tampik tangan Siska.
" Apa sih loh,!! iri aja. Gue kan hanya mau megang David. " protes Siska jengkel. Dasar kalau orang sudah tak punya urat malu bahkan beberapa kali di tolak pun masih terus berharap, bahkan sudah di omelin seperti apapun oleh istri nya pun tak berpengaruh apapun pada Siska dan tetap saja kekeuh " pergi,,!!
Seandainya tak memperdulikan apapun Airin pasti sudah hajar nih orang habis-habisan, mulutnya dan juga tingkah laku nya yang menjengkelkan membuat siapapun akan naik pitam jika Lama-lama berhadapan dengan anak satu ini.
Kata-kata yang simpel tapi membangunkan emosi Siska begitu saja. " siapa yang tidak laku,? gue cantik gini dan gue juga kaya, gue punya segalanya, bahkan loh bisa saja gue beli." tantang Siska.
Airin terkekeh, Airin bisa di beli,? bahkan sebesar apapun uang yang di berikan seorang Siska tak akan bisa membeli seorang Airin Ais Saputri. " Loh,! mau beli gue,? hahaha,,,!!! kaya banget loh ya. tapi maaf gue nggak butuh,!! Airin beralih menoleh ke arah David yang tenyata menyungging membenarkan bahwa Airin tak akan ternilai jika di hitung dengan materi. " Yuk yang, kita bisa-bisa gila disini.. "
David dan Airin benar-benar tak mau menanggapi Siska lebih lama lagi. atau mereka akan pusing.
" pantesan aja loh kehilangan anak loh. anak loh aja malu memiliki ibu seperti loh bahkan sebelum dia lahir ke dunia, " sinis Siska begitu saja dengan kedua tangan bersedekap dada dan tersenyum sinis.
Airin menghentikan langkahnya, berbalik menghadap Siska dan berjalan kearah perempuan yang seperti nya memang butuh di kasih pelajaran itu " Plakkk,,,,!!!
pukulan keras mendarat di pipi Siska sebelah kiri menghempaskan wajah Siska beberapa senti dari tempat semula.
Pipinya yang terasa sangat panas langsung Siska pegang, dan kembali tegak menatap Airin yang terdiam namun dengan Aura mencekam dan sangat menakutkan. " loh berani tampar gue, iya.? loh bosan hidup,,,!! teriak Siska.
__ADS_1
" Jangan kan hanya memukul loh yang tak tau diri, jika tidak di area kampus gue bahkan bisa membunuh loh, Siska.! loh kira gue bisa loh kalah kan,? tidak.! gue tak akan bisa loh kalah kan bahkan loh jatuhkan sedikit pun. "
" ingat ini baik-baik Siska, gue tau gue jatuh bukan karena tidak sengaja tapi ada yang mendorong gue dengan sengaja, gue akan cari siapa pelaku nya jika ternyata loh ada sangkut pautnya dengan kejadian itu,? gue pastikan loh bakal menyesal dan loh bakal hancur sehancur hancur nya, camkan itu baik-baik. "
David tersentak, dia begitu terkejut akan ungkapan Airin barusan, David bahkan tak tau kalau Airin terjatuh karena memang ada unsur kesengajaan.
Siska terdiam sesaat, tak mungkin kan Airin bisa menemukan pelaku sebenarnya yang ternyata adalah dia, Siska tak akan mungkin bisa dikalahkan kan hanya pada seorang Airin saja, ? tidak mungkin,, " coba aja loh buktikan, karena gue gak tau menahu soal masalah yang menimpa loh, mungkin itu memang takdir loh aja, dan gue punya doa khusus untuk loh seorang. Semoga loh mandul. Bey... " Siska asyik melambaikan tangan nya dan pergi setelah menyampaikan doa yang paling buruk untuk Airin.
" Siska,,!! kau jangan keterlaluan,!! sentak David
Amarah David pun juga ikut terpancing karena perkataan Siska barusan.
Hati Airin begitu sakit mendengar kata itu. baru saja dia akan melayangkan pukulan kedua Siska sudah terlanjur pergi dengan kebahagiaan nya. Air mata kembali merembes mengalir di pipi Airin, hatinya sungguh sakit mendengar kata mandul dari mulut Siska.
"aku nggak akan seperti itu kan.? ketakutan nya perlahan menguasai hatinya.
David memeluk Airin begitu saja, dia menyesal karena telah mendengar kan kata-kata Airin untuk kembali masuk hari ini. jika mereka tidak masuk pasti Airin tidak akan kembali bersedih dan pastinya tak akan mendapatkan penghinaan ini. " kamu yang sabar ya, sayang. Atau kita pulang saja.? tanya David.
Airin menggeleng, " Tidak." masalah ini harus di hadapi bukan di tinggal pergi seperti seorang pengecut yang takut akan masalah, " aku kuat kok, bukankah ada kamu yang akan ada untukku kan. " tanya Airin.
" pasti, sayang. pasti aku akan selalu ada untuk mu. selamanya " jawab David yakin. " sekarang ke kelas.? tanya David dan Airin mengangguk.
David merangkul Airin dan menutunnya untuk ke kelas. " *jika yang kamu katakan benar, Yang. ? orang yang melakukan itu tidak akan aku biarkan untuk bisa bebas dan bersenang-senang di atas penderitaan kita. tidak akan. "
#####
########
Semangat Airin,,,, 😘😘😘*
__ADS_1