Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
125. Airin terluka


__ADS_3

" Berikan anak-anak itu,!" teriak salah satu preman dengan menantang.


Airin tersenyum sinis. Matanya kian berubah semakin tajam menatap satu persatu preman yang mengepung nya. " coba saja kalau bisa. " jawab Airin dengan tersenyum picik.


preman itu terlihat kesal karena Airin yang ternyata berani melawan. Mereka kira tugas ini akan sangat mudah tapi nyatanya semuanya taj semudah yang ada dalam pikiran mereka. " cari mati rupanya. "


" Mati itu tidak usah di cari tuan, kalau sudah waktunya pasti akan datang. "


" Bedebah,! Berikan anak-anak itu dengan baik-baik maka kamu akan selamat atau kami akan memaksamu dengan cara kekerasan. "


" Dengan apapun yang kalian lakukan, aku tetap tidak akan pernah memberikan mereka semua pada kalian. "


" Yang,,!" teriak David yang sudah berada di sana.


Semua preman menoleh, menatap David dengan teliti entah kenapa mereka David langsung memberikan kode satu sama lain. Melihat hal itu Airin menjadi bingung, tujuan mereka sebenarnya itu apa, mengambil semua anak-anak atau mungkin tujuan mereka sebenarnya adalah David.


" woiii,! jangan sentuh mereka. kalau berani lawan aku. Jangan jadi seorang pecundang yang beraninya melawan seorang wanita! " ucap David.


Semua preman itu terkekeh mendengar tantangan dari David. Tingkat percaya diri David sangat lah tinggi namun itu semua terasa seperti sebuah lelucon untuk semuanya. " oh,,, ada pahlawan kesiangan ternyata. Hahaha!! " ucap salah satu dari mereka namun di sambung dengan gelak tawa olehnya dan juga semua temannya.


" jangan banyak kata! kemari dan lawan saya! jangan beraninya hanya dengan seorang wanita, dasar pecundang! " teriak David sekuat-kuatnya.


Mendengar itu membuat mereka semua langsung meradang mereka tak akan terima di panggil seorang pecundang. Mereka menghampiri David dan seketika sudah mengelilingi David untuk mengeroyok nya, memberikan pelajaran pada David yang mereka anggap sangat mengesalkan.


" ternyata ada seekor domba yang mengundang kematian nya sendiri. Beri dia pelajaran! dan buat dia tak bisa songong lagi dengan mulut nya yang tak berguna itu! cepat,! " perintah salah satu dari mereka.


David pun di keroyok begitu saja oleh para preman itu. Namun setelah beberapa menit dia melawan mereka, Rico datang dan menolong David dengan kemampuan yang seadanya. " Hati-hati, Dav. Kita harus waspada.! " ucap Rico.


" kamu benar, Co. " jawab David membenarkan.


Sementara Mitha langsung berlari ke arah Airin dan juga anak-anak yang masih ketakutan dan kini malah bertambah dengan teriakan mereka yang histeris melihat David dan Rico yang melawan semua preman.


" Airin, kamu tidak apa-apa kan? anak-anak, kalian juga tidak apa-apa kan? " Mitha begitu sangat Khawatir. Kejadian ini membuat nya sangat takut. Meskipun Mitha seringkali mendengar cerita dari Airin saat bertindak namun dia belum pernah melihat nya sendiri. Bahkan Mitha sekarang sudah benar-benar ketakutan padahal dia belum melihat bagaimana saat Airin beraksi.

__ADS_1


" Aku tidak apa-apa kok, Mitha. Dan anak-anak jiga tidak apa-apa,mereka hanya takut dan syok saja dengan masalah ini. " jawab Airin.


" Mitha, tolong bawa anak-anak mereka jauh dari sini, aku harus menolong mereka. Aku tak bisa berdiam diri begini saja dan melihat mereka melawan para preman itu. " Airin bergegas setelah mengatakan itu.


" Tapi, Rin!! " teriak Mitha namun Airin sudah melaju begitu saja. " aduh bagaimana ini, apa aku lapor polisi saja? ya! aku harus lapor polisi. " gumamnya Mitha seorang diri.


Airin pun dengan gerakan cepat langsung ikut beraksi, berusaha dengan keras untuk menjatuhkan para preman itu dengan kekuatan nya.


" Yang! pergilah, biar aku yang menghajar mereka " ujar David. David lebih mengkhawatirkan Airin dari pada dirinya sendiri, meskipun David mengetahui kalau Airin memiliki ilmu bela diri namun David belum pernah melihat aksi heroik dari Airin sebelum nya.


" maaf, Yang. Untuk kali ini aku tidak bisa mengikuti kata-kata mu " jawab Airin.


Pertarungan sengit terjadi pada kubu Airin dan juga kubu para preman itu.Mereka sama-sama kuat, namun David dan juga Rico sudah benar-benar lelah mereka sudah kewalahan terus menangkis serangan dari lawan.


Bugh... krek.. kletukk....


Bugh... bugh..


Bruk...


Sedangkan Airin yang sudah seperti orang kesetanan, dia tak kenal ampun menghajar preman yang ada di hadapan nya dengan brutal. Lama Airin tak mengeluarkan keahlian nya yang satu ini karena Airin hanya akan mengeluarkan jika terdesak saja.


Bugh bugh...


Berkali-kali Airin memukul dan menendang hingga preman itu kewalahan dengan perlawanan dari Airin. " Bugh,! " Preman iru mundur beberapa langkah setelah mendapat pukulan yang sangat keras dari Airin. Memegangi perutnya yang sakit dan juga mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


" sialan, ternyata wanita ini tidak bisa di sepelekan begitu saja. " gumamnya dengan sang lirih.


"Semuanya harus segera di selesaikan, laki-laki ini harus secepatnya mati dan tugas ku akan selesai. Kalau tidak aku tidak akan mendapatkan apapun meskipun aku sudah babak belur begini " batin salah satu preman.


Preman itu mengeluarkan sebuah ya pisau yang ada di sakunya. Dia tersenyum sinis ke pasar David yang tak kunjung berdiri dari tanah. Dan ternyata memang David lah tujuan utama mereka.


" Mati kau,,, Rasakan ini! "

__ADS_1


" David,! " teriak Airin sembari berlari.


jleb...


" Ak! " Bruk...


" Airin,,!! "teriak Rio histeris. Rio lari tunggang langgang setelah turun dari mobil nya.


Semuanya pun juga berteriak histeris melihat pisau itu yang mendarat di perut Airin.


Semua preman itu hendak kabur. Namun semua itu tak akan mudah lagi untuk mereka setelah bala tentara yang Rio bawa telah menghadang mereka dan melumpuhkan mereka dengan mudah.


Suara sirine semakin mendekat, dan ternyata mobil polisi pun datang untuk menangkap semua preman itu.


" Yang, Yang,,!" air mata keluar begitu saja dari mata David saat melihat istri nya sudah tergeletak dan bersimbah darah di perut nya.


David merangkak mendekati Airin, memangku kepala Airin dengan cepat. Rasa sakit nya kian bertambah saat melihat Istri nya yang ia cintai kesakitan. " Yang, kamu harus kuat. Kamu akan baik-baik saja " ucap David dengan tangis yang semakin deras.


" Airin,! " teriak Rio dan langsung berjongkok di hadapan Airin dan juga David.


" Kakak! " begitu pula dengan anak-anak, dia juga berlari sembari menangis dengan keras melihat Airin yang terluka.


Semua berkumpul, berjongkok mengelilingi Airin yang terluka. Sementara Airin, dia masih sadar dia masih bisa tersenyum meskipun semuanya menangis untuk nya.


" aku tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja" ucap Airin begitu tenang namun dengan suara yang tersendat.


" Bawa ke rumah sakit, Cepat! " teriak Rio.


Melihat David juga terluka Rio berinisiatif untuk mengangkat Airin, namun tangan nya langsung di tepis dengan kasar oleh David, " biar aku sendiri. aku masih kuat menggendong istriku " ucap David.


Rio hanya bisa pasrah. Meskipun dalam keadaan apapun sifa posesif David yang sudah mebdarah daging tak bisa di lawan. " Baiklah " jawab Rio pasrah.


Dengan sisa-sisa tenaga nya David tetap mengangkat tubuh Airin seorang diri. Dia adalah istri nya tak akan dia biarkan siapapun menyentuh nya meskipun dalam keadaan seperti sekarang pun.

__ADS_1


########


__ADS_2