Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
84.Bucin


__ADS_3

Dua perempuan dan satu laki-laki tengah duduk di salah satu ruangan, berunding tentang apa yang akan mereka lakukan. Demi mengungkap kebenaran Airin berkumpul dengan Rio dan juga Kirana.


" Kamu yakin Rin.! ucap Rio menegaskan bahwa apa yang akan mereka lakukan itu pasti akan sangat beresiko apalagi mereka harus melakukan semua itu di area kampus juga, bagaimana kalau sampai terjadi masalah untuk mereka nantinya. " aku ragu deh " ucapan Rio sedikit melemah.


" Ayo lah Kak. aku yakin ini tidak akan apa-apa, tapi kalau kakak nggak mau bantuin nggak apa-apa biar aku sendiri yang melakukan nya " jelas Airin. Jika sudah mengambil keputusan Airin tak akan pernah menunda nya apa lagi mundur sebelum mencobanya. " beneran kakak nggak mau bantuin,? kalau kamu Kirana.? Airin beralih menatap Kirana.


Kirana meneguk saliva nya sendiri, bagaimana dia mau menolak bahkan semua hidupnya tergantung pada Airin bagaimana mungkin dia akan meninggalkan nya tapi bagaimana jika yang di katakan Rio benar? pasti masalah akan semakin runyam. " I-iya. " gugup Kirana menjawab.


Airin menyunggingkan bibir nya tak perduli, entah Kirana akan suka rela melakukan nya atau tidak tapi sudah mendapatkan jawaban iya sudah lebih cukup untuk Airin seenggaknya dia tidak akan sendiri.


" Kak.. "


Rio mengusap wajah nya kasar, " iya. " jawab nya pasrah, sehingga menumbuhkan senyum dari Airin dan membuat nya bahagia.


Bukan nya Airin ingin menjadi orang yang pendendam tapi kejahatan harus di adili dan tak boleh di biarkan begitu saja takut akan ada korban-korban lain untuk ke depan nya.


" kita mulai dari sekarang " ucap Airin menoleh kepada keduanya bergantian dan mendapatkan anggukan secara langsung " bagus "'puas sudah Airin mendapatkan bala tentara nya.


" Asisten dan pekerja harus patuh pada bos nya, dan misi harus berhasil dengan cara apapun " aura yang keluar membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri dan kulit kian merinding, udah deh kalau udah seperti ini Airin bukan lah Airin yang penuh kelembutan lagi.


Sisi lain dari Airin telah terbangun dan mungkin akan susah untuk kembali tertidur lagi. Sekali Airin tersentuh maka dia akan membuat orang itu menyesali semua perbuatan nya, dan tak akan mungkin berhenti sebelum dia hancur sehancur hancur nya.


" Iya iya. " ketus Rio.


sementara Kirana hanya mengangguk pasrah dan menurut saja. dia sudah berjanji untuk selalu ada di saat di butuhkan oleh Airin dan mungkin ini adalah saat nya.


#####


David terus celingak celinguk mencari keberadaan Airin yang hilang begitu saja, tak seperti biasa Airin selalu pamit padanya tapi sekarang.? bahkan ponselnya saja tak bisa di hubungi " dimana sih Airin " kesal David kakinya sudah lelah karena terus berkeliling kampus untuk mencari istri nya.


"Gimana Dav, sudah ketemu Airin nya.? Rico berjalan mendekati David dan tentunya dengan Mitha yang tak pernah ketinggalan dan akan selalu ada di samping Rico.


" Iya Dav, kamu sudah ketemu dengan Airin.? Sambung Mitha.


David menggeleng frustasi, " belum? jawab nya dengan wajah kesal dan lelah. bukan apa-apa tapi David masih terlalu takut kalau sampai Airin melakukan hal yang tidak tidak, karena Airin masih saja bersedih di saat saat tertentu. " entah di mana tuh anak. " satu tangan berkacak pinggang dan satunya menutup mulutnya dan tak ketinggalan matanya yang terus berkelana ke semua penjuru.

__ADS_1


" Kamu sudah cari di tempat pak Rio.? tanya Mitha, dan sontak membuat David membelalak ya tempat itu yang belum dia datangi dan tak sempat terfikir kan bahwa Airin ada di sana.


" Makasih Mitha, kamu paling ter- the best. " David berlari dengan cepat mungkin benar Airin ke sana soalnya Rio juga orang yang selalu pertama kali Airin temui saat ada masalah, meski David belum tau pasti apa hubungan keduanya, " semoga ada di sana."


" Kasian David dan Airin ya, Yang. ujian mereka terlalu berat, semoga saja mereka berdua kuat mengahadapi nya dan segera kembali lagi di beri kepercayaan " Mitha menatap Iba David yang terus berlari menjauh dari mereka. kehilangan anak yang di nantikan pastilah sangat menyiksa tapi mau bagaimana, jika takdir sudah terjadi semu tak bisa di kembali di putar ulang.


Rico merengkuh pinggang Mitha menatap wanitanya dengan lekat " ujian mereka memang berat, tapi jangan gitu juga lihat nya, iri aku Yang. " sedikit panas hati Rico melihat tatapan Mitha pada David.


Mitha terkekeh geli, suami nya cemburu padanya dengan suami sahabat nya sendiri parah juga sih,? tapi itulah cinta tak pandang bulu pada siapa dia akan menaruh cemburu " kamu cemburu Yang. " Tawa semakin melebar dari bibir Mitha dengan mata sudah beralih pada Rico.


" tidak,,!! tolak Rico tak mengakui nya, melengos wajahnya ke arah lain menghilangkan jejak dari tatapan Mitha yang semakin mengejek nya. " Apa sih Yang. udah yuk kantin, lapar aku " pengalihan yang luar biasa.


" Hahaha,,,!! tawa Mitha sembari berjalan karena di tarik oleh Rico.


######


David terus berlari dengan begitu cepat, mendatangi ruangan Rio yang tengah tertutup.


" Assalamu'alaikum,,!! pintu berhasil di buka oleh David tan pa terlebih dahulu mengetuknya dan itu berakibat tak baik untuk orang yang berada di balik pintu itu dan langsung kening nya terkena pintu.


" Aww" pekik nya, tangan nya sontak memegangi keningnya yang langsung memerah dan wajah nya langsung menunduk kesakitan " Aww,,, siapa sih,,,!! kalau masuk bisa ketok dulu nggak sih.! omel nya tanpa melihat.


" Rin,, kamu nggak apa-apa kan.? Rio dan Kirana berlari mendekati Airin yang sudah kesakitan, dan beralih menatap David yang tengah terkejut. " David, loh..!!


" Astaghfirullah, Yang.! David langsung memeriksa keadaan Airin, menangkup kedua pipinya melihat kening Airin yang memerah karena perbuatan nya sendiri. " Yang maaf, aku benar-benar nggak sengaja.! sesalnya dan meniup berkali-kali kening Airin.


Mau marah takut dosa, nggak marah hatinya sudah terlanjur dongkol," Yang, besok besok kalau buka pintu ketuk dulu ngapa sih.? protesnya. " untung saja nggak apa-apa kalau sampai parah gimana "


David benar-benar menyesal. dia tidak sengaja pastinya kan David begitu terburu-buru untuk cepat menemukan Airin hingga dia tak berpikir terlebih dahulu " maaf, Yang. Sungguh tidak sengaja aku. "tak henti-hentinya David minta maaf dan berakhir hanya di angguki saja oleh Airin namun wajahnya masih terlihat kesal.


" Kamu kenapa sih.? tanya Airin tak sadar kalau dia dari tadi sudah menjadi pencarian utama pada David, dan membuat Suaminya terasa ingin kehilangan kakinya karena terlalu lelah terus berputar-putar di area kampus " Hm.?


" aku mencari mu Yang. " David kembali menarik Airin masuk dan meminta duduk di sofa yang tadi. " Pak Rio ada P3K nggak. " tanya David dan beralih ke arah Rio yang masih berdiri di samping Kirana.


" kenapa malah berdiri terus sih Pak, aku tau kalian berdua sudah cocok tuh berdiri di altar pernikahan tapi ini bukan saat nya " celetuk David enteng membuat Rio dan Kirana membulatkan matanya dan berakhir lempar pandang " Astaghfirullah,, pak besok bawa ke penghulu dulu kalau mau tatap-tatapan biar halal dulu. " sambung nya.

__ADS_1


Darah keduanya sudah mendidih di ubun-ubun, kalau saja bukan suami dari bos mereka berdua pastilah akan habis tuh David di hajar hingga babak belur " atur omongan mu Dav,! " kesal Rio dan berjalan ke arah lain untuk mengambilkan kotak yang di mau oleh David.


" Nih, dan jangan banyak cincong lagi nek aku denger nya. "


" Gitu dong, ! Bertarung dengan tatapan keduanya begitu sinis tak bersahabat, tapi sedetik kemudian David terkekeh geli melihat kemarahan Rio " hehehe,,, sini Yang aku kompres dulu, "ucapnya setelah menghina Rio dengan kekehan renyahnya.


" Sialan, dasar cecunguk tak tau diri. coba saja bukan suami Airin abis kau di tangan ku " Rio hanya mampu membatin memarahi David, dan melotot sebelum duduk di tempat lain menjauh


dari Kirana yang masih berdiri karena sudah kehabisan tempat duduk.


Airin hanya menggeleng acuh, tak mau menanggapi keresekan suaminya yang belum hilang dan selalu saja seperti itu.


" Sudah " satu ucapan David membuat Rio dan Kirana menoleh melihat kening Airin yang sudah di kompres oleh David dengan obat.


" Yang, kamu itu besok-besok kalau mau kemana-mana itu pamit, jadi aku nggak akan seperti orang hilang mencari kamu kemana-mana "


" Dasar bucin. " gumam Rio.


David menoleh sinis pada Rio, bucin tak masalah bukan urusan Rio juga kan? kenapa Rio yang sewot " Biarin, ! bilang aja situ iri karena belum laku juga. Noh di sana ada yang nganggur " matanya melirik ke arah Kirana yang terdiam membisu.


Uhuk uhuk uhuk...


Kirana tersedak air liur nya sendiri karena kata-kata David yang sontan" Dasar sinting " teriak Kirana dalam hati.


" Mau bonyok apanya kau, " ancam Rio kesal mengacungkan kepalan tangan pada David " mau parah dalam level berapa.? tanyanya.


Mata Airin melotot tak suka. Siapa akan berhadapan dengan Airin jika berani mengancam suaminya. suaminya adalah segalanya jadi tak akan dia biarkan ada yang berani memukul nya. " Hm "


" Dasar pada bucin. " Rio beranjak dan kabur dari mata Airin yang terus menatap nya. " cinta memang membuat orang menjadi gak waras "


" Syirik aja loh pak. "


######


########

__ADS_1


__ADS_2