
" Kenapa Tuhan begitu tak adil kepada ku. kenapa aku tak bisa mendapatkan sedikit saja kebahagiaan dan mendapatkan cinta yang aku ingin kan. aku juga ingin bisa bahagia bersanding dengan laki-laki yang aku cintai,, Argghhh,,,!!! David aku sangat mencintai mu. kenapa kau tak sedikit saja melihat cinta ku yang begitu besar,,, David,,,!!! teriak Siska.
Siska tengah berada di sebuah danau seorang diri tak ada siapapun di sana hanya ada dia saja dan membuat dia tak merasa malu untuk berteriak-teriak memuntahkan semua yang ada di hati nya saat ini.
" David,,,!!! " teriak nya lagi.
Sesuatu yang dia ingin kan selalu saja dia dapatkan tapi sekarang hanya satu saja keinginan untuk hidup bersama dan dan bahagia bersama David saja sekarang menjadi hal yang paling mustahil untuk nya apalagi dia mengetahui Airin yang telah hamil membuat dia sangat frustasi.
" Kenapa secepat ini, kenapa secepat ini kau memberikan kebahagiaan untuk Airin kenapa tidak dengan ku. ,!! teriak nya lagi.
Siska mengetahui Airin hamil karena saat Airin dan David datang ke rumah sakit kebetulan dia juga tengah berada di sana menjenguk ayahnya yang sakit karena terlalu banyak beban karena kelakuan Siska yang sudah sangat mempermalukan nya.
" aku harus bagaimana.? aku hanya ingin David hanya David saja yang aku ingin kan bukan apapun,,!!!
" aku harus merebutnya dari Airin, ya aku harus bisa merebutnya. David adalah milikku dan akan selamanya menjadi milikku " gumam Siska.
Cinta begitu membutakan Siska. dia tak akan lagi perduli dengan apapun lagi bahkan dia tak lagi memikirkan ayahnya yang terbaring tak berdaya di rumah sakit karena ulahnya.
Siska terduduk lemas membayangkan betapa dia akan sangat kesusahan dalam usahanya, tak ada seorang pun yang membantunya bahkan Fadil yang dulu bekerja sama dengan nya tak tau entah dimana sekarang. padahal Fadil ada namun hanya Siska saja yang tak mengetahuinya kalau Kevin adalah Fadil.
Ada tangan dari belakang yang menyentuh Siska. entah tangan siapa namun berhasil mengejutkan Siska dan langsung menoleh. " maaf Anda siapa "? tanya Siska yang tak mengenal siapa yang datang padanya.
Pria paru baya. itu tersenyum berjalan mensejajarkan letak Siska dan menatap danau dan menikmati hembusan angin yang terasa sangat menyejukkan. " saya Arman. Saya ayah nya Fadil, kamu pasti mengenal Fadil bukan.? tanya Arman masih setia menatap danau.
" Fadil,,? Ya, saya dan Fadil satu kampus. " jawab Siska. " kenapa om kesini. dan ada urusan apa Om menemui saya. "
" Jangan terlalu serius nak. saya hanya ingin memberikan penawaran yang baik padamu. Aku bisa membantumu mendapatkan David," Arman menoleh pada Siska.
Siska mengernyit. Kira-kira tawaran apa yang akan menguntungkan untuk Siska, benarkah dia bisa mendapatkan David,? maksud Om,?
" saya tak meminta apapun dari mu. saya hanya mau kamu hancurkan rumah tangga David dan setelah itu kamu bisa memiliki David seutuhnya , bagaimana.?
"Apakah Om punya masalah dengan David atau Airin atau mungkin keluarga mereka.? tanya Siska menyelidik.
" bukan urusan kamu nak. yang penting kamu bisa menjalankan perintah ku dengan baik maka aku akan membantumu. " ucap Arman.
"bukan Airin ataupun keluarga nya yang ada urusan dengan ku, melainkan David dan orang tuanya lah yang ingin aku hancurkan. dengan hancur nya rumah tangga David maka aku akan mudah menghancurkan mereka semua. aku akan bisa memanfaatkan kegilaan mu sekarang aku tak bisa lagi berharap dengan anak durhaka itu. " batin Arman.
" aku akan usaha Om. bisa minta nomor telepon Om "
Arman memberikan langsung nomor telepon nya pada Siska suatu saat dia pasti akan membutuhkannya bukan.
*******
Dua hari David dan Airin tidak berangkat ke kampus membuat Rico dan Mitha menjadi sangat khawatir dan berniat untuk menjenguknya di rumah.
Rico dan Mitha sudah berada di depan rumah David, rumah nya nampak sepi mungkin penghuninya tengah istirahat siang atau mungkin sedang melakukan pekerjaan di dalam dan berharap semoga mereka tidak sedang pergi.
tok tok tok,,,
Rico mengetuk pintu dengan keras sedangkan Mitha yang teriak mengucapkan salam.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum, Airin, David,,!! teriak Mitha keras.
" Assalamu'alaikum,,, " sambung Rico tak kalah keras.
David keluar membuka pintu dengan kesadaran yang belum genap seutuhnya dan benar saja ternyata David dan Airin tengah tidur siang.
" Wa'alaikumsalam " jawab David sembari mengucek matanya pelan dan mengumpulkan nyawa nya yang belum genap seutuhnya.
" loh bangun tidur Dav,? tanya Mitha melihat berapa berantakan nya wajah dan rambut David yang terlihat sangat acak-acakan. " terus di mana Airin,? apa dia sakit.? tanya Mitha.
David menyuruh kedua sahabat nya untuk masuk dan menyuruhnya duduk " tidak ada yang sakit. kami hanya ingin istirahat saja karena terlalu lelah " jawab David.
" lelah.? abis ngapain, trobos terus buat dekbay" celetuk Rico.
" buat apa di buat lagi kalau sudah jadi. seharusnya kalian yang trobos terus biar cepat nyusul kami." jawab David.
" beneran udah jadi.? kalah dong aku. hadeh udah aku tebak aku pasti kalah. tapi nggak kalah lah ya, kan mulainya nggak barengan " ucap Rico.
Mitha hanya mampu menoleh bergantian dari Rico dan David dan kembali lagi ke Rico. benarkah ada taruhan antara mereka berdua,? kalau tidak bagaimana bisa Rico mengatakan hal itu. " Rico,!!
" Hehehe,, maaf Yang. itukan hanya candaan saja nggak lebih kok, hanya bualan David yang tak bermakna , Iya kan Dav,. "
" iya Mitha,, kita hanya bercanda. "
"oh. sekarang dimana Airin.? Rin..!! teriak Mitha dan nyelonong masuk ke kamar Airin.
" eh main nyelonong aja tuh anak. nggak sopan banget sih." kesal David.
" tidak, kan emang benar, tapi tak apa lah kita kan best friend. oh iya aku tunggu ya traktiran nya nggak muluk-muluk kok hanya di restoran bintang lima aja di kota, gimana ok kan. "
" tega bener loh Dav, mau buat sahabat mu bangkrut. yang lain ngapa. kan masih banyak tempat yang lebih dekat dan makanannya juga enak nggak harus ke kota juga kan. " ucap Rico menawar.
" kesepakatan nggak bisa di tawar lagi Co. tenang saja aku makannya sedikit kok tapi nggak tau dengan istri kita mungkin mereka lebih lahap sedikit daripada kita. apalagi melihat makanan enak pasti akan sangat lahap dan pasti nya nafsu makan mereka akan bertambah. "
" Hufff,,, harus siap-siap uang banyak kalau nggak mau nyuci piring setahun di restoran itu."
" Hahaha,,!! tenang aku kan sahabat terbaik kalau kamu beneran nyuci piring akan aku bantu. "
" beneran.!
" iya bantuin nambahin piring kotor nya " hahaha,,, " tawa David senang.
######
" Astaga nih bumil muda malas amat sih, hey Rin bangun,,!! jangan malas-malasan kamu harus banyak gerak biar kamu dan janinnya juga sehat " Mitha menggoyangkan tubuh Airin membangunkan nya dengan cepat . " Rin, bangun,,!!
Airin menggeliat matanya perlahan-lahan terbuka dan di sambut tangan nya yang langsung mengucek nya untuk mengumpulkan pandangan matanya yang masih samar-samar.
" Hmm,,, "
" astaga,,!! hey Rin bangun,,!! teriak Mitha. " belum apa-apa kamu akan gemuk Rin. astaghfirullah, Rin,,!!
__ADS_1
Mata Airin terbuka sempurna dan langsung melihat Mitha yang sudah Memelototi nya dengan sadis " Mitha kapan kamu datang, kenapa kamu nggak menghubungi ku dulu sebelum datang,? kan aku bisa menyiapkan makanan dulu untukmu " ucap Airin sembari terbangun dari tidur nya dan duduk menghadap ke arah Mitha.
" astaga Rin, bagaimana bisa aku menghubungi mu, bahkan aku terus menghubungi mu lewat ponsel mu tapi kau tak mengangkat nya dan aku mengirimkan pesan pun kau juga tak membalas nya , jangan kan membalas membacanya saja tak kau lakukan. apa pekerjaan bumil muda hanya tidur terus, hadeh Airin, " Mitha menggeleng Kepala.
Airin tersentak. mungkin kah David sudah memberitahu Mitha akan kehamilan nya " Mitha kamu sudah tau kalau aku sedang hamil.? tanya Airin bingung.
Mitha mengangguk. Airin sungguh keterlaluan karena tak memberi tahu kabar baik ini pada sahabat nya, apa dalam sekejap Airin melupakan sahabat nya. " kau begitu tega Rin. kau tak membagi kebahagiaan mu dengan ku, apa salah ku, " ucap Mitha sedih.
Airin memeluk Mitha tersenyum padanya dan mengelus punggung Mitha " kenapa sahabat ku ini marah, oke oke aku minta maaf ya.bukan maksud ku melupakan mu aku hanya sedang memikirkan cara untuk memberikan kejutan kecil untuk mu, kan sebentar lagi kamu akan punya keponakan dari ku. " ucap Airin berusaha membuat Mitha mengerti.
" kamu keterlaluan Rin. kau melupakan ku "
"'tidak, aku tidak pernah melupakan mu. "
" ya sudah aku memaafkan kamu, tapi kau harus berjanji untuk menjaga keponakan ku dengan baik. dan harus membuat nya tumbuh menjadi anak yang kuat seperti mu dan harus membuat nya gemuk ok. " ucap Mitha.
" siap aunty, aku akan menjadi kuat dan gemuk seperti yang aunty mau. " jawab Airin layak nya anak kecil yang begitu menggemaskan.
Mitha melepaskan pelukan dari Airin dan mencubit kedua pipinya dengan gemas. " ihh keponakan ku manis sekali. kau begitu manis sampai aku tak bisa marah padamu. "'
David masuk dan menghentikan Airin dan Mitha yang sedang melepaskan kerinduan. " hey Mitha jangan lama-lama kau mencubit istri ku, nanti pipinya habis. "
" mana ada pipinya habis, yang ada akan semakin besar setelah beberapa bulan lagi. apa lagi kau pasti akan selalu memanjakan nya dan tak membiarkan untuk olahraga sama sekali pasti dia akan semakin bulat nanti nya. " jawab Mitha.
" biarkan lah dia bulat. dia akan sangat menggemaskan saat itu terjadi dan aku pasti akan lebih betah di rumah dan terus bermesraan dengan istri ku. kalau kamu sendiri kapan kau akan menyusul Airin untuk menjadi bulat. apa tidak seharusnya kau lebih cepat sedikit supaya anak kami nanti mempunyai teman, ? jangan lama-lama kalau terlalu lama selisih nya takut anak mu akan di tindas oleh anak kami kan kami berdua sangat kuat pasti anak kami juga akan lebih kuat kan. " ucap David panjang kali lebar kali tinggi.
Mata Mitha melotot dengan dongkol David sungguh keterlaluan mengatakan itu. " David kau, kau,,!!
" iya ada apa sahabat ku"
" Ihhh, awas kau ya. " Mitha cepat keluar dari kamar itu.
" Hahaha,, "" tawa David girang.
" sayang, kenapa kau senang sekali menggoda Mitha, "
" itu sangat menyenangkan Sayang, yuk keluar " ajak David membantu Airin turun dari kasur " Hati-hati "
" aku bisa sendiri sayang "
" sudah jangan banyak bicara kalau tidak akan aku gendong kamu. "
" Hufff, lagi lagi seperti ini. aku bukan anak kecil sayang.
" tak masalah. yuk. "
" Hmm.. "
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
################
__ADS_1