
" jangan turun dulu, kamu tunggu di di sibuk sebentar " ujar David. David melarang Airin turun dari mobilnya seorang diri.
Airin yang hampir membuka pintu kembali menoleh dan menatap David dengan bingung. "kenapa.? " tanya Airin tapi sudah tak mendapatkan jawaban dari David karena David sudah keluar. " Ck. " imbuhnya yang hanya bisa berdecak.
Dengan gerak cepat David turun terlebih dahulu memutari mobil lewat belakang dan segera membukakan pintu di sisi Airin.
Airin yang memandang pergerakan David dari dalam hanya terdiam, dia tau pasti apa yang akan David lakukan, yaitu membukakan pintu nya seperti biasa. Dan benar saja setelah sampai di samping Airin David langsung membuka nya.
David tersenyum menatap Airin yang juga menatapnya, meskipun Airin sudah hafal betul dengan perlakuan David namun doa tetap saja selalu malu saat David melakukan itu.
Airin hendak turun tapi lagi-lagi David melarang nya. " jangan turun sendiri "'Ujar David dan lagi-lagi membuat Airin bingung.
" Hm. " jawab Airin bingung.
" begini saja. " David mengangkat tubuh Airin dengan tiba-tiba dan mengeluarkan nya dari dalam mobil dan pasti nya dia menggendong nya.
" tutup pintu nya.! " titah David. "tutup, tangan ku tidak bisa menutup nya " imbuhnya karena Airin tak kunjung menjalankan perintah nya.
" David turunin,, akan bisa jalan sendiri " ucap Airin dia sungguh malu, apalagi ada para penjaga yang melihat nya. " David turun. "
" tidak akan" jawab David kekeuh.
Karena Airin tak kunjung menutup pintu mobilnya David langsung membalikkan badan nya dan menutup nya sendiri tapi dengan kakinya.
Brakkk....
" David,, " lirih Airin.
" Hm.. " David menghentikan langkahnya menatap wajah Airin lekat." panggil apa barusan. ulangi yang bener "
" emang kenapa,? "
" panggil seperti biasanya, atau aku akan cium kamu di sini juga. " ancam David, telinga nya sudah terbiasa dengan panggilan sayang dari Airin, sekali saja Airin memanggilnya dengan nama terasa aneh.
Airin menggeleng. " tidak mau. "
David mengedarkan pandangan nya menatap sekeliling dan mendapati empat orang yang sedang menyaksikan mereka berdua, ada dua penjaga dan dua tukang kebun.
" oke. kamu yang minta loh ya. " ucap David semangat.
__ADS_1
David mengambil nafas panjang sebelum benar-benar mencintai Airin, memajukan bibirnya namun langsung di halangi dengan telapak tangan Airin.
" Emm.!! " teriak David dengan mulut tertutup.
Airin sungguh senang melakukan itu, bahkan dia tak bisa menahan tawanya. " Hahaha,,!! suaraku bagus kayak bebek, " ledek Airin.
David menggelengkan kepala nya dan membuat tangan Airin terlepas. " mana ada suara bebek seksi seperti ini " ucapnya songong.
" idih, pede ama Bang. "
" ita dong, jadi laki-laki tampan harus pede kalau tidak nanti di karungin sama janda. " celetuk David sekenanya.
pletekk...
" turun,,!! aku nggak mau di gendong sama laki-laki genit " ucap Airin sembari berontak.
" Hahaha,, cemburu kan. "
Tanpa menghiraukan kata-kata Airin, David langsung berjalan dan memasukinya rumah nya dengan terus membopong Airin.
Para penjaga dan para tukang kebun tersenyum bahagia bisa melihat kedua majikan nya kembali bersatu lagi dan juga bahagia.
" Aminn...!! " seru ketiganya dengan kompak.
#######
Kedua orang tuanya Airin beserta kakaknya kini tengah duduk santai di ruang tengah pendopo nya Tasya. yang pasti mereka akan kembali membicarakan tentang Airin yang kini sudah kali namun berita nya belum sampai pada Tasya.
" Ray, bagaimana perkembangan pencarian mu terhadap adikmu, apa sudah ada titik terang.?" tanya Tasya.
" Bunda tenang saja, Dia sudah kembali dan sekarang sedang menyelesaikan masalahnya seorang diri ya meskipun di bantu para ajudannya " ucap Rayyan lesu.
" Alhamdulillah kalau dia sudah kembali " ucap syukur dari mulut Fahmi.
Tasya menoleh ke arah suaminya sejenak sebelum dia kembali menatap Rayyan yang nampak lesu tak bersemangat.
" terus, kenapa dengan wajah mu.? kenapa kayak baju kusut begitu, ? " tanya lagi Tasya.
Rayyan sangat lesu tak semangat karena Airin sama sekali tidak meminta bantuan padanya. seandainya ita kan mungkin masalah nya sudah selesai sejak kemarin.
__ADS_1
" nggak apa-apa bunda. Ray hanya lelah " jawab nya bohong.
" Sudah, jangan terlalu di khawatirkan. Bunda tau apa yang kamu rasakan. kamu pasti kenal karena Airin tidak meminta bantuan mu kan.? Dia sudah besar Ray, dia bisa menyelesaikan sendiri masalah nya. " ucap Tasya menjelaskan dengan begitu sabar.
" Hm" jawab Rayyan singkat.
" Bundamu benar Ray. Adikmu sudah sangat dewasa, dia bisa menentukan bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, kamu tidak perlu kesal seperti itu kita doakan saja semoga masalahnya cepat selesai." imbuh Fahmi.
" Iya, Abi. " jawab Rayyan mengerti.
Sama halnya dengan kedua orang tua David yang sampai kini belum juga pulang dari rumah sakit. Fani dan Yohan kini tengah membicarakan akan masalah yang di alami oleh anak tunggal nya.
Tapi bukan doa dan juga harapan yang mereka berdua bicarakan, melainkan kekecewaan terhadap anaknya yang hari ini telah resmi berstatus laki-laki yang memiliki dua istri. Dan lebih parah nya lagi istri keduanya di nikahi setelah di hamili terlebih dahulu.
" Mi,, dosa apa yang Papi perbuat, hingga sekarang papi harus mendapatkan rasa malu ini " ucap Yohan yang menahan tangis.
Tangisan Yohan memang tak dapat terlihat terdengar oleh mata dan telinga orang y, berada di sekitar nya, karena Yohan sama sekali tak mengeluarkan nya. Tapi tidak di dalam hatinya dia kini tengah meraung menatapi nasib yang telah gagal mendidik satu anaknya.
" jangan seperti itu, Pi. yakinlah tak ada ujian yang melebihi batas kemampuan kita. Allah tidak akan memberikan ujian ini pada kita jika kita tak sanggup menghadapi nya. Allah memberikan ini semua karena kita mampu, dan pastinya Allah sudah menyiapkan jalan yang indah untuk kedepannya " ucap Fani mencoba membesarkan hati Yohan untuk menerima masalah yang kini tengah di jalani.
" Papi harus sabar. Papi pasti bisa melewati semua ujian ini, Pi. ada Mami yang akan selalu menemani Papi di semua masalah Papi. " imbuhnya.
" Terima kasih, Mi. Terima kasih selalu ada untuk Papi "'
" iya Pi. " jawab Fani.
Fani meraih tangan Yohan yang terdapat selang infus mengangkat nya perlahan dan mencium punggung tangan nya dengan begitu lembut.
" Papi harus semangat, Papi harus cepat sembuh. " ucap Fani.
" iya Mi, Terima kasih " jawab Yohan.
Kebahagiaan dari orang tua saat melihat anaknya bisa sukses dalam semua hal termasuk sukses dengan moralnya yang baik.
Namun tidak dengan Fani dan Yohan kali ini, mereka berdua masih belum bisa merasakan kebahagiaan itu, mereka bahkan merasa telah gagal menanamkan nilai-nilai moral kepada anak semata wayangnya.
"semoga saja apa yang kami pikirkan adalah salah, semoga tuduhan kami salah dan pernikahan David dengan wanita itu tidak terjadi. "' batin Fani yang sangat berharap.
#######
__ADS_1
########