Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
96.Untuk Laras


__ADS_3

Airin, Kirana dan juga David tengah duduk menunggu di depan ruang operasi. menunggu gadis yang tertembak tadi di kampus.


Namanya Laras, ya gadis itu adalah Laras. Gadis sederhana, dari keluarga yang sederhana bahkan bukan keturunan orang berada. Dia melakukan yang di minta Siska karena dia benar-benar membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya.


Dengan iming-iming uang yang begitu banyak Laras bersedia begitu saja tanpa berpikir panjang akan ujung nya. dengan jelas sekarang dia juga telah menjadi pembunuh karena kelakuan nya yang terpaksa.


Seorang wanita paru baya datang dengan berlari mendekati mereka bertiga yang tengah duduk dengan kecemasan.


" Laras,,!! teriak wanita itu, dengan wajah khawatir.


Wanita itu berlari ke arah pintu ruang operasi. berusaha mengintip melalui kaca, tapi tak bisa karena di samping kaca nya yang buram, ada korden juga yang menutupnya dari dalam.


" Laras,,!!! teriak nya lagi dan kali ini di tambah dengan menggedor-gedor pintu.


Airin dengan cepat beranjak mendekati Wanita itu yang masih terus menangis dan menghawatirkan Laras. Airin menyentuh bahu wanita itu dan membuat nya menghentikan aksinya yang pasti mengganggu berjalannya operasi pengangkatan peluru di tubuh nya Laras.


" Tante siapa nya Laras? " tanya Airin.


" Saya ibunya Laras, Neng. sebenarnya apa yang terjadi dengan Laras? kenapa Laras bisa masuk ke rumah sakit, apa yang terjadi Neng? " tanya nya dengan tergesa-gesa dan tak sabar.


"Laras,,,, Laras di tembak oleh seseorang Tante" jawab Airin membuat ibunya laras berteriak histeris, terkejut, panik, khawatir semua menjadi satu.


Ibu laras begitu pucat mendengarkan kejelasan dari Airin barusan, siapa yang telah tega melakukan itu pada Laras anaknya. Ibunya tak pernah menyangka akan hal itu Laras adalah anak yang patuh dan selalu saja baik pada orang lain tapi kenapa semua itu bisa terjadi padanya.


" Astaghfirullahalazim. " teriak Ibunya Laras, mulutnya ternganga namun langsung di tutupnya dengan telapak tangan nya sendiri dengan tangis yang semakin terisak bebas. " Laras, kenapa semua ini terjadi padamu, Nak. sebenarnya apa yang telah kamu lakukan? " lirihnya.


Airin merasa iba dengan ibu itu dan seketika memeluk nya, memberikan kehangatan


untuk nya, meskipun karena ulah anaknya lah Airin harus kehilangan calon anaknya tapi itu semua bukan lah salah dari Ibunya.


Airin melepaskan pelukan nya menuntunnya ibu itu untuk duduk duduk sebelah nya dan juga Kirana. " Ibu yang tenang ya, Laras akan baik-baik saja, saya yakin akan hal itu " ucap Airin.


" iya bu, ibu harus tenang. " Imbuh Kirana sedangkan David masih terus diam karena masih menyimpan kekesalan di dalam hatinya.

__ADS_1


Ibu itu menyeka air mata nya menatap Airin dan Kirana bergantian, bukan hanya khawatir akan keadaan Larangan memilih, tapi bagaimana dia akan membayar semua biaya yang pasti tidak akan murah.


" Ibu kenapa? " Tanya Airin.


Ibu itu menggeleng menyembunyikan ketakutan nya akan biaya.


" Sudah, Ibu jangan khawatir masalah biaya. semuanya sudah di tanggung penuh oleh seseorang " ucapan Kirana yang sontak membuat nya menoleh kearah nya. Ucapan Kirana yang sepertinya tau akan hal yang membuat ibu itu sedih.


" Maksudnya Neng. " tanyanya bingung.


Kirana tersenyum meraih tangan ibu itu dan menggenggam nya. " Sudah, jangan ibu pikirkan yang penting semuanya sudah terselesaikan dan semua akan baik-baik saja " jawab Kirana.


######


Rio berjalan buru-buru masuk ke dalam markas setelah mendapatkan telfon dari anak buah nya yang telah berhasil melakukan misinya yang ia tugaskan.


" dimana mereka?" tanyanya pada penjaga yang ada di depan pintu masuk.


penjaga itu menunduk hormat sebelum menjawab pada Rio.


Rio hanya mengangguk tampa bersuara dan berjalan dengan cepat mendatangi orang yang dia cari.


Ruang yang begitu luas menjadi tempat mereka bertemu. Rio masuk ke ruangan itu dengan cepat. " Bagaimana, apa kah kalian berhasil? tanya Rio tegas.


Dua orang itu mengangguk dan sembari memberikan amplop coklat yang ia bawa.


" Ini tuan, kami telah berhasil melabuhi perempuan itu. Dan ini adalah pemberian nya. " jawab nya.


Ya. setelah tak dapat mengejar pelaku yang telah menembak Laras, Rio memerintahkan pada dua anak buah nya untuk bisa mengikuti mereka dan melabuhi Siska, Dan benar saja mereka berdua berhasil menangkap kedua pelaku dan juga berhasil mendapatkan uang itu dari Siska.


" Bagus. " tetap kurung mereka dan ambil ponsel mereka dan identitasnya saya yakin perempuan itu akan membutuhkan mereka lagi. dan saya mau kalian harus menggantikan mereka di setiap yang perempuan itu perintahkan, dan labuhi dia kalau perlu peras dia. " perintah Rio tak pikir panjang.


" Baik Tuan, perintah anda akan menjadi kewajiban untuk kami" jawab mereka.

__ADS_1


" Hmm." Rio hanya berdehem lalu keluar dari ruangan itu dengan membawa amplop yang telah berhasil di ambil oleh anak buah nya.


Hanya sebentar Rio datang ke sana. hanya untuk mengambil hasil dari yang di lakukan anak buah nya. dan tujuan selanjutnya adalah ke rumah sakit, di sanalah uang itu akan di pergunakan untuk apa lagi kalau bukan untuk menanggung semua biaya rumah sakit Laras dan itu pun adalah permintaan langsung dari Airin.


Dengan mobilnya Rio melaju dengan sangat cepat menuju rumah sakit dimana Laras di rawat bahkan sampai sekarang masih di ruang operasi,.


Perjalanan Rio begitu lancar sampai rumah sakit tak ada kendala yang membuat nya lebih lama di perjalanan.


Rio memarkirkan mobilnya, dan turun setelah itu. langkah nya di percepat, hingga dia berhenti di tempat dimana Airin menunggu di ruang operasi.


" Assalamu'alaikum " sapa nya.


Semua menoleh ke arah Rio, seraya menjawab salam dengan bersamaan. " Wa'alaikumsalam."


Jawab nya bersamaan.


" Airin bisa bicara sebentar " pintanya menatap Airin yang masih menatapnya nya.


Airin mengangguk, secepatnya beranjak dan mereka berdua berjalan sedikit menjauh dari semuanya, termasuk David juga.


" gimana Kak, semuanya beres kan? " tanya Airin to the poin.


Rio mengangguk dengan cepat mengeluarkan amplopnya dari dalam tas dan menunjukkan nya pada Airin. " ini, semuanya sesuai dengan rencana awal. dan orang itu sudah ada di markas. " jawab Rio lirih. " terus harus aku apakan mereka? apa aku harus membuang nya? tanya Rio.


Airin terdiam sesaat, berfikir apa yang akan mereka lakukan untuk kedua orang itu.


" Tidak. Biarkan mereka di sana, aku yakin kita akan membutuhkan mereka suatu hari nanti, atau kalau perlu kita pekerjakan mereka seperti yang lain dan mereka tidak akan mendapatkan gaji selama mereka tidak bisa di percaya. " jawab Airin.


" Baiklah, semua akan terjadi seperti yang kamu inginkan " jawab Rio. " terus bagaimana dengan uang ini, Rin?


" bawa ke tempat administrasi dan lunasi semua biaya dari Laras " jawab Airin tegas.


" Baik"' patuh Rio dan langsung pergi untuk menjalankan tugas dari Airin.

__ADS_1


#######


#########


__ADS_2