Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
122.Doa Airin


__ADS_3

Entah apa yang akan terjadi untuk hari-hari kedepannya tapi Airin benai merasa akan ada sesuatu yang mungkin akan menimpanya. Entah itu karena perbuatan dari Siska untuk dirinya dan orang-orang terdekat nya atau mungkin dari Arman untuk keluarga David.


Gusar dan gelisah hadir menyelimuti hari Airin begitu saja, tanpa permisi dan tanpa persetujuan nya. Rasa itu tiba-tiba datang dan bersarang di dalam hatinya.


Hingga malam Airin tak bisa tidur, dia terus terjaga dengan pikiran yang tak menentu, hatinya terus berdetak dengan cepat, entah jantung nya yang bermasalah atau memang perasaan nya yang terlalu tajam akan masalah yang belum terjadi.


" Astaghfirullah,, ini kenapa? " serunya frustasi.


Airin duduk menyibak rambut nya ke belakang, jika saja rasa gelisah ini bisa di hilangkn dengan mudah pastinya dia akan bisa tidur dengan nyenyak malam ini. tapi tidak, semuanya seakan sudah betah berada di hari Airin.


" Lebih baik aku sholat dan memohon perlindungan kepada Allah " gumannya dengan begitu lirih, beranjak perlahan dan mulai berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Dengan begitu khusuk Airin menghadapkan dirinya kepada sang Pencipta, menyerahkan semua permasalahan yang mungkin akan terjadi dan memohon akan perlindungan-Nya.


Airin duduk di atas sajadah biru bergambar kubah masjid di yang begitu indah, menengadahkan tangan nya memohon belas kasih sang Tuhan untuk menjaga dirinya dan semua keluarga besarnya.


Dia memang kuat di mata para anak buahnya, namun dia tetap akan lemah dan tiada daya di hadapan sang Pencipta, dia pun akan mudah terkalahkan jika Tuhan tidak melindungi nya.


" YA ALLAH,,


aku adalah hamba yang lemah, aku adalah hamba yang sewaktu-waktu bisa terluka bahkan akan hancur jika tanpa perlindungan-Mu. Aku berserah pada-Mu dari semua mara bahaya yang mungkin akan menghadang jalan kehidupan ku kedepannya. Ya ALLAH...


lindungi lah diriku dan juga semua keluarga dan orang terdekat ku dari orang-orang yang berniat buruk pada kami,, lindungi kami semua dengan segala kekuatan -Mu. "


David mengerjabkan matanya dan langsung terhenyak duduk mencari Airin yang tidak dia temukan di sisinya " Airin,, " lirihnya bingung. David bernafas lega setelah melihat yang di cari ada di hadapan nya dan sedang bermunajat kepada sang Pencipta.


David tersenyum, menumpu dagunya dengan kedua tangan nya. Kebahagiaan apalagi yang David harapkan, dia sudah mempunyai segalanya, hanya satu yang masih kurang dan itu akan menambah kesempurnaan kebahagiaan nya. Buah hati lah yang David ingin kan saat ini, hanya satu itulah yang masih menjadi harapan terbesar nya setelah mereka berdua kehilangan calon anaknya.


David turun dari ranjang, duduk bersila di belakang Airin dan ikut menengadahkan kedua tangan nya. " Amin,, " seru David dan berhasil mengejutkan Airin.

__ADS_1


Airin mengusap kedua telapak tangannya di wajahnya dan segera membalikkan badannya menghadap David yang juga melakukan hal yang sama.


" Yang,, sejak kapan kamu di sini ? " tanya Airin terkejut.


" Baru saja datang, " jawab David " semoga Allah mendengar semua doamu dan melindungi kita semua " imbuhnya dengan suara syahdu.


David tau, meskipun Airin tidak mengatakan nya namun wajah gelisahnya tak bisa terhindar dari tatapan David. David merengkuh Airin membawa nya jenis dalam pelukan nya, menghujani kecupan di puncak kepalanya Airin. " jangan khawatir semua pasti akan baik-baik saja, Allah tidak akan meninggalkan hambanya yang bertakwa " ucapnya membuat hati Airin sedikit tenang.


" Terima kasih, Yang. Terima kasih selalu ada buat ku " jawab Airin.


"Hm.. " David mengangguk dan kembali memeluk erat tubuh Airin.


#######


" Astaga, Pak Rio. Apa yang Bapak lakukan " protes Kirana melihat Rio yang tengah mengerjai nya dengan menuangkan beberapa sendok sambal ke dalam mangkok bakso nya. " bapak mau buat Kirana sakit perut " serunya mulai dongkol.


" pak.!! " kesal Kirana.


" Hem. " Jawab Rio berdehem " makanlah, ! kamu tidak akan mati hanya karena sambal saja kan.? kamu bisa mengalahkan musuh, ku tidak takut pada siapapun, tapi kenapa kamu takut hanya dengan sambel saja. Ck,, kau ini. Cepat makan! " desak Rio.


Kirana memang tak masalah dengan sambal itu jika hanya sekedar nya tapi ini,? benar-benar di luar kebiasaan nya. " oke,, sekarang Bapak juga harus merasakan apa yang Kirana rasakan. kalau Kirana sakit perut Bapak juga harus juga. " ucapnya, tangan nya menyambar mangkok kecil yang berisi sambal dan mulai menuangkan nya ke dalam mangkok Rio. " dah! sekarang kota impas "


Rio terbelalak bagaimana bisa Kirana berani padanya dan melakukan ini juga. Setau Rio meskipun Kirana tak takut pada siapapun taoi dia sangat patuh padanya. " ehhh.!! apa-apaan nih. !! "


" Sambel,!! " jawab Kirana dengan judes dan senyum sinis yang ia lontarkan pada Rio " sekarang makan, Pak. kita balap siapa yang kalah dia yang bayar " tantang Kirana.


Rio menelan ludahnya susah payah, dia menyalakan api dan sekarang api itu mengenai nya sendiri " Sial,, bisa-bisa keluar masuk kamar mandi aku.. wanita memang detik bisa di prediksi, dia akan menggeliat jika keinjek " Umpat Rio dalam hati.


Kirana tersenyum geli melihat ekspresi Rio, wajah ragu Rio saat menatap mangkuk nya sungguh ingin membuat Kirana tertawa terbahak-bahak namun dia bisa dan kuat menahan nya. " kenapa, Pak. Bapak nggak ada masalah kan dengan sambel.? apa bapak takut zaman sambel doang.? ayo dong, pak

__ADS_1


di makan dan tentukan siapa yang akan membayar bakso ini. " Kirana terus menyeringai.Meski dia sendiri juga ragu tapi dia tak mau terlihat lemah dan akan mudah di tindas "tidak akan, Pak. Pak Rio tidak akan bisa menindas ku. " batin Kirana.


Perlahan-lahan Rio mulai memakan nya, satu sendok demi satu sendok masuk ke dalam mulutnya, baru saja beberapa sendok saja keringat sudah keluar dan membasahi wajah Rio begitu saja, dan jangan lupakan wajahnya yang sudah memerah menahan pedasnya dan juga menahan mulutnya yang seakan terbakar. " ini benar-benar gila. perutku pasrah tidak akan menerimanya. Sial.. "Rio hanya bisa membatin saja.


Kirana pun sama keringat nya juga sudah keluar, tapi dia bisa menahannya. Kirana melihat Rio yang mulai kepedesan dia tersenyum geli melihat itu, " emang enak, pak Rio pikir aku bisa di tindas begitu saja? tidak pak. tidak akan semudah itu. wanita mungkin bisa di anggap lemah, tapi wanita akan lebih kuat jika dia merasa tidak berdaya. Wanita bisa melakukan apapun di luar kebiasaan nya. " batin Kirana.


" kenapa kamu tersenyum,? kau menertawakan ku, iya,,!! " kesal Rio mengatakan hal itu dengan kasar.


Bukannya takut namun Kirana semakin mengembangkan senyum nya menatap Rio dengan sedikit kasian juga.


"sabar ya Pak. besok-besok jangan anggap wanita itu bisa di kendalikan dengan mudah, wanita itu bisa kuat menahan apapun. buktikan saja kalau tidak percaya " batin Kirana.


" Sial.. " Rio tak henti-hentinya mengumpat, tadinya dia hanya hanya bisa mengatakan itu dalam hatinya namun sekarang dia bahkan sudah mengumpat dengan terang-terangan.


" gimana mau, Pak? enak kan.? "


" diam kamu,,!! "


" lah,, hahaha,,!!


" diam bisa nggak.? aku tambahin juga sambal nya.,


" no no no.... tidak bisa, " Kirana mengambil mangkok nya dan menaruhnya di pangkuan nya. " yuk pak di lanjutkan. "


" berisik,,!! "


" Hahaha,,!! "


#######

__ADS_1


__ADS_2