Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
133.Tak pernah berubah


__ADS_3

" Muachh."


" bangun Sayang, udah subuh " David tak henti-hentinya mencium Airin dengan gemas, melihat wajah polos Airin yang masih terlelap dalam tidurnya.


Bahkan David juga menoel hidung Airin berulang-ulang dan sesekali mencubit nya hingga akhirnya berhasil membuat Airin terganggu dan menggeliat lalu perlahan membuka mata nya.


" Pagi " seru Airin dengan suara serak khas bangun tidur. Airin membuka mata nya lebar-lebar menumpulkan nyawa yang belum genap seutuhnya.


Airin mulai membangunkan tubuhnya dan dengan cepat David membantunya dengan menarik kedua bahunya. " biar aku bantu " ucapnya dan berhasil membuat Airin duduk berhadapan dengan nya.


" makasih Sayang " Jawab Airin dengan tersenyum kecil.


Airin mengusap matanya berkali-kali hingga pandangan nya benar-benar terangbdan sesekali mengerucutkan bibirnya menikmati rasa gatal yang ada di matanya.


David tersenyum geli melihat itu, " kamu menggodaku di pagi-pagi begini "


Airin sontak melepaskan tangan nya dan melotot ke arah David. " siapa yang menggoda mu? " jawab Airin dengan judes.


" Ya sudah kalau tidak menggoda ku, berarti sekarang kita sholat subuh lalu bersiap untuk ke kampus, Hari ini kita harus ujian, " seru David.


Airin mengangguk dengan cepat, turun dari ranjang dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu di sana, begitu juga dengan David. Yang pasti nya mereka bergantian.


######


Gamis navy berhiaskan renda di depan di padukan dengan hijab pasmina berwarna senada, itulah yang Airin kenakan saat ini. Sementara David hanya seperti biasa, celana hitam dan juga kemeja berwarna abu-abu kesukaan nya.


Keduanya berjalan beriringan masuk ke kampus, mereka berdua tampik antusias dan begitu senang sebentar lagi mereka akan lulus dan cita-cita mereka akan tercapai sesuai keinginan nya.


Tak sedikit pasang mata yang melihat mereka berdua, Kemesraan dan kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaan tersendiri untuk mereka yang melihat nya, mereka juga ingin bisa seperti pasangan satu ini.


" David!! Airin!! "


Keduanya menoleh dengan cepat dan melihat dua sahabat nya yang berjalan cepat mendekati mereka berdua.


" Mitha! " teriak Airin senang, terlihat Airin mengangkat tangan dan melambaikan nya ke arah Mitha.


Baru juga Mitha dan Rico sampai ada Nara dan juga Fadil yang datang dan juga bergabung di sana. Tiga pasang kekasih itu menjadi tontonan di pagi ini, Semuanya begitu iri dengan mereka.


" kalian barengan!? " tanya Airin menatap Mitha dan juga Fadil bergantian.


Mitha dan Fadil langsung lempar pandang dan seketika menggeleng " tidak! " ucap mereka kompak.


" O" jawab Airin singkat.


Terlihat dengan jelas semburat kesedihan di wajah Fadil membuat Airin mengernyit namun Airin juga menebak di dalam hatinya, itu semua pasti karena Arman.


" Fadil kenapa? " tanya nya.

__ADS_1


Fadil menggeleng, dia malu dia merasa tak pantas mendapat atau melalui jadi teman untuk mereka berempat, setelah apa yang dia lakukan dan juga apa yang Arman lakukan pada Airin dan keluarga David.


" Kalau ada masalah, jangan sungkan untuk cerita dengan ku, Fadil. Mungkin aku bisa bantu " ucap David.


Fadil tersenyum hambar, dia benar-benar malu dan tak ingin merepotkan sepupuku lagi dan bisa jadi akan menumbuhkan masalah untuk David, tidak akan. " tidak, David. Aku baik-baik saja " jawab Fadil.


" baiklah. " jawab David pasrah, tak mungkin juta dia akan mendesak Fadil untuk mengatakan apapun masalahnya. Fadil pasti punya masalah pribadi yang tak harus semua orang mengetahui nya.


Mereka ber-enam berjalan beriringan hingga sampai ke persimpangan yang membuat mereka terpisah, Fadil dan Nara pergi ke Fakultas Bisnis sementara Airin, Mitha dan para suaminya pergi ke Fakultas Kedokteran.


" Yang! kamu merasa ada yang aneh nggak sih sama Fadil? kok aku merasa dia menyembunyikan sesuatu masalah yang sangat berat untuk nya, Ya. Kamu tau nggak itu apa? " tanya David sembari berjalan.


Airin terdiam sejenak sebelum menjawab, dia tau kalau Fadil sedih karena masalah Arman. Airin tau itu dari orang-orang nya beberapa hari yang lalu, kalau Arman kini masuk penjara karena kesalahan yang ia perbuat.


" Sepertinya dia sedih karena Om Arman " jawab Airin dengan santai.


" Om Arman? emang kenapa dia? " David menghentikan langkah menatap Airin dan meminta penjelasan padanya.


Airin pun sama, dia langsung berhenti setelah David berhenti terlebih dahulu. " Om Arman masuk penjara " jawab Airin.


" Benarkah?! " David begitu terkejut dia sama sekali belum mendengar akan hal itu.


Airin mengangguk mengiyakan, " Iya. Om Arman masuk penjara beberapa hari yang lalu karena tuduhan ingin menghabisi nyawa orang " jawab Airin.


" dari mana kamu tau? "


" istri ku udah pandai gombal juga ya sekarang " gemas David dan ingin mencubit pipi Airin namun Airin sudah pergi terlebih dahulu dengan berlari menjauh.


" nggak kena, wek.. hahaha.. " Airin menjulurkan lidah nya dan kembali berjalan mundur.


David menggeleng dan juga tersenyum, bahagia bisa melihat Airin kembali tertawa bebas seperti sekarang. " awas ya kalau sampai tertangkap " David ikut berlari untuk mengejar Airin.


" Awasss!! " teriak David.


Brukk.....


Airin terjatuh namun tidak dengan orang yang menabraknya.


" Yang!! " David semakin cepat berlari dan ingin secepatnya menolong Airin yang kesakitan di tulang belakang nya.


David langsung berjongkok di hadapan Airin dan membantunya untuk berdiri tampa memperdulikan seorang yang tengah melotot ke arah keduanya dengan tak suka dan penuh dengan kebencian.


" Sayang! kamu tidak apa-apa kan? " tanya David dengan sangat panik dan khawatir.


" aku tidak apa-apa" jawab Airin dan langsung menatap Orang yang kini malah tersenyum sinis ke arahnya dan juga menyilangkan kedua tangan nya ke depan dadanya.


" Napa loh!! nggak suka! " sinis orang itu yang tak bukan adalah Siska.

__ADS_1


Untung saja Siska sedang hamil, kalau tidak mungkin Siska akan mendapatkan hal yang akan membuat nya diam dan tak berani membuat ulah lagi padanya.


" Kenapa, takut? " tanyanya lagi semakin sinis dan meremehkan Airin yang masih saja diam dan tak berbicara apapun.


" hahaha... perempuan seperti mu palingan hanya perempuan cemen yang selalu berlindung di belakang suami loh doang, iya kan! " ucapnya lagi-lagi dengan menghina.


Orang diam bukan berarti dia kalah, Airin bisa saja langsung menghajar Siska habis-habisan saat itu, tapi dia mengingat ada janin yang tak berdosa foto dalam perut Siska sekarang.


Airin hanya tersenyum kecil, dia pun melangkah mendekati Siska dengan sangat percaya diri.


" Aku beruntung menjadi perempuan cemen namun aku mempunyai pelindung yang akan selalu ada di depan ku, tapi kamu? kamu perempuan yang sok kuat tapi nyatanya kamu kuat hanya karena hartamu saja. Coba saja hartamu habis, kamu pasti sangat lemah karena tak ada yang mau melindungi mu. Bukan begitu? " jawab Airin lebih sinis dari yang Siska lakukan.


Kebencian Siska semakin besar, tangan nya mengepal sempurna. " dasar perempuan sialan! " tangan Siska terangkat dan ingin menampar Airin, namun dengan cepat Airin dapat menghalau nya dan menangkap tangan Siska lalu mencengkram nya.


Sementara David yang melihat nya tadi ingin bertindak untuk melindungi Airin, namun ternyata Airin tak butuh dirinya sekarang dan dia bisa menyelesaikan nya sendiri.


Keduanya saling ngotot dan matanya saling melempar pandangan tajam.


" Jangan harap kamu bisa menyentuh ku, bahkan dalam mimpi pun aku tak akan pernah biarkan kamu melakukan ini padaku, tidak akan!... "


" Sebaiknya kamu introspeksi diri dan perbaiki sifat bodoh mu ini sebelum kamu akan menyesali nanti nya. " ucapan Airin memperingatkan.


Benci ya benci apapun yang Airin katakan tak akan berpengaruh apapun pada Siska. Meskipun dengan apapun Airin memperingatkan nya hatinya tak akan goyah sedikit pun ke arah yang benar karena itu memang sudah menjadi watak nya Siska.


" Bukan hanya di dalam mimpi saja aku akan menghancurkan mu, tapi di dunia nyata mu aku juga akan membuat mu menyesal karena telah menantang ku " seru Siska.


Siska menarik tangan nya dengan kuat dan berhasil membuat terlepas dari tangan Airin.


" kau hanya perempuan lemah, cemen, dan tidak berguna, dan selamanya akan tetap seperti itu. " ucap Siska dengan jari telunjuk nya mengarah ke wajah Airin.


Airin ingin kembali menangkap tangan Siska namun Siska dengan cepat menggerakkan nya.


" Kau juga tak akan pernah bisa menyentuh ku lagi. Tidak akan pernah bisa! "


Siska melenggang pergi dari sana.


" Dia memang tak pernah bisa berubah " gumam Airin menyesalkan sifat keras kepala nya Siska.


David mendekati Airin dan merangkul nya sembari menatap punggung Siska.


" Sudah, Jangan terlalu di pikir kan yang terpenting kita selalu bersama dan selalu menjaga. Aku yakin dia atau siapapun tak akan bisa menyakiti kita lagi." ucap David.


" Hm" Airin mengangguk.


" Kita fokus saja dengan masa depan kita, buang jauh-jauh kata-katanya yang tak berfaedah sama sekali "


David menuntun Airin untuk segera pergi ke kelas, dan Airin pun hanya menurut saja pada David.

__ADS_1


#########


__ADS_2