
Lelah seharian jalan-jalan membuat Airin langsung melemparkan diri di kasur setelah melihat benda empuk itu di depan matanya. Untung saja David tidak menerima ajakannya tadi yang masih ingin ke satu tempat lagi, kalau tidak pasti dia sendiri yang akan kelelahan.
David yang berjalan di belakang hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan istrinya,"Untung saja aku tidak mau kamu ajak jalan lagi tadi, Yank. Coba kalau aku mau, pasti kamu akan mengeluh kalau kakinya sakit," David berjalan mendekat setelah menutup pintu juga melepas sepatunya.
"Tadi belum terasa, Yank. Tapi kenapa sekarang pegel semuanya?" Jawab Airin sembari melepaskan hijabnya pelan dan tentunya masih dalam keadaan merebahkan tubuhnya di atasan kasur.
"Apa benar-benar pegel?" Tanya David langsung membantu Airin melepaskan hijabnya. Seorang berhasil berlepas David menaruhnya di atas nakas dan dia duduk di samping Airin.
Airin mengangguk, ya karena benar-benar pegal kakinya, "Iya, pegel sekali rasanya," ucapnya.
Tanpa ba bi bu lagi David suami yang super duper pengertian langsung memijat kaki Airin dengan pelan, kasihan juga melihat istrinya yang terlihat sangat tersiksa. Ini juga kesalahannya karena mengajak ke tempat yang itu dan membuat Airin terus berjalan.
"Besok-besok kita doakan dalam hotel saja nggak usah kemana-mana. Aku takut kamu akan kelelahan seperti ini lagi," ucapnya.
Ucapan David seketika membuat Airin langsung beranjak, dia tidak mau di kurung terus di kamar hotel terus menerus tanpa pergi kemana-mana, mereka pergi ke sana bukan hanya untuk tidak dan bergelut di atas ranjang saja, melainkan untuk bersenang-senang juga.
"Jangan gitu dong, Yank. Pokoknya besok aku mau jalan-jalan. Aku janji tidak akan kelelahan lagi, ya ya... " ucap Airin dengan wajah yang dia buat begitu imut.
Melihat wajah seperti itu pasti David tak bisa menolaknya, itu adalah kelemahan terbesar bagi seorang David, dia tidak bisa melihat istrinya sedih.
"Iya deh, iya. Tapi janji tidak akan kelelahan ya," jawab David yang akan selalu pasrah.
__ADS_1
"Makasih sayang." Airin duduk dan langsung memeluk dengan manja pada David.
"Karena aku sudah memijat muka sekarang aku harus mendapatkan imbalan ku," ucap David.
Yang mana perkataan dari David itu langsung membuat Airin terbelalak dia tidak meminta di pijat tapi David sendiri yang berinisiatif, terus kenapa dia harus meminta imbalan?.
Dengan cepat Airin melepaskan David, dan sedikit menjauh darinya,"Tidak ah, kan ku tidak memintanya! Aku gerah aku mau mandi," Jawab Airin.
"Oh begitu ya sekarang..., oke oke.. " David mengeluarkan smirk yang begitu banyak arti, namun tidak bisa di ketahui oleh Airin.
David merangkak mengejar Airin yang terus menjauh, bahkan Airin yang berkati turun dari ranjang pun David mengejarnya.
Airin masuk ke kamar mandi, ingin cepat menutupnya namun tidak terjadi karya David sudah terlebih dahulu bisa menerobos masuk dan akhirnya menutup pintunya.
"Yank, kamu mau apa? Jangan mendekat ya?" Tangan Airin mencoba menahan kedatangan David namun itu tak berguna sama sekali, karena setelah Airin terpojok kedua tangannya berhasil di kunci oleh David, "Yank! "
"Kamu tidak akan bisa menolak, Yank." Bukan maksudnya Airin akan menolak, tapi dia hanya ingin istirahat sebentar untuk memulihkan tenaganya, tapi mana tau kalau tadi dia yang memeluk David malah membangunkan gairahnya.
"Bukan seperti itu, Yank. Tap..." Ucapan Airin tak bisa berlanjut lagi karena David sudah membungkamnya dengan bibirnya.
Setelah itu Airin gak akan bisa menolaknya lagi, karena setelah David menyatukan bibirnya Airin juga akan terbawa suasana, dia juga gairahnya juga akan datang begitu saja sehingga penyatuan cinta mereka akan kembali terjadi lagi.
__ADS_1
Mereka berdua begitu begitu bergairah, lenguhan demi lenguhan keluar dari kedua di dalam kamar mandi, beberapa tanda kepemilikan dari David sudah terlukis indah di beberapa titik di tubuh Airin, bahkan baju Airin satu persatu juga sudah mulai jatuh berserakan.
Airin yang sudah polos membuat David bisa leluasa menikmati segalanya yang ada, merasakan betapa manisnya meskipun keduanya masih belum membersihkan diri setelah jalan-jalan tadi.
David yang sudah tidak kuat menahan ombak pada dirinya yang sudah ingin keluar langsung mengangkat tubuh Airin dan menggendongnya, "Kita lakukan di ranjang, Yank. Tidak baik kalau di kamar mandi." Ucapannya sudah terdengar serak.
Airin hanya mengangguk, dia sama sekali tak malu lagi karena mereka sudah sering melakukannya.
David menurunkan Airin perlahan di atas ranjang, pelan-pelan dia mulai merangkak naik, melepaskan persatu yang masih menutupi tubuhnya. Setelah tak ada lagi penghalang David langsung mengarahkan rudalnya ke lembah sempit yang akan menampung para kecebong yang akan dia keluarkan.
"Bismillah..."
****
****
****
"Terima kasih, yank. " Kecupan di kening menjadi akhir dari pergulatan mereka berdua. Airin mengangguk, tersenyum manis yang membuat David sangat senang akan hal itu.
"Mau mandi sekarang atau sebentar lagi?" Tanya David.
__ADS_1
"Sebentar lagi, Yank. Istirahat dulu sebentar," Jawab Airin.
######