
Hari yang begitu menyedihkan bagi keluarga Yohan. karena permintaan dan juga desakan dari Yohan dan juga keinginan Siska yang tidak ada henti-hentinya mendesak pertanggungjawaban dari David membuatnya kini terpaksa harus menikah dengan Siska hari ini juga.
Wajah Siska begitu berbinar dengan wajah yang sudah dihias sedemikian rupa dan juga gaun berwarna putih yang ia kenakan menambah kesan kecantikan dan kesempurnaan seorang Siska.
Mahkota berwarna silver begitu indah terpasang di rambut Siska dan di padukan kan dengan anting yang berwarna sama dan juga kalung yang terdapat liontin berwarna biru muda.
Senyum Siska begitu terpancar dengan sangat jelas aura kebahagiaannya nya yang sebentar lagi akan menyandang status istri dari David Chandra.
" Akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi istri dari david. tak apa-apa meskipun menjadi istri kedua toh istri pertama nya saja sekarang tak tau jelas keberadaannya, aku berharap dia tak akan pernah kembali lagi, dan akan aku pastikan David ala, melupakan Airin. "
" tidak ada orang yang mencintaimu lebih besar, David. dan hanya diriku seorang lah yang benar-benar mencintaimu dan yang pantas mendapatkan cintamu " ucap Siska.
Seorang yang sedang mendandani Siska hanya bisa menampilkan senyuman nya setelah berhasil menyelesaikan riasan di wajah Siska.
" Sudah mbak. " ucapnya.
Sekali orang itu melihat ke arah Kaca besar yang ada di hadapan Siska, dia sungguh puas dengan hasil tangannya. "'Mbak sangat cantik " pujinya.
Tentu saja kata-kata itu akan semakin membuat Siska senang. Siska selalu percaya diri dalam semua dandanan di wajah nya dia akan selalu cantik dalam dandanan yang seperti apapun.
" Terima kasih mbak, tapi aku kan memang sudah cantik dari sononya. meskipun tak mendapatkan riasan dari mu pun aku tetap akan terlihat cantik. " jawab nya sombong.
" I- iya,, " jawab perias itu sembari tersenyum kecil.
Sementara di tempat lain, David yang di minta untuk menganti bajunya dengan setelah jas yang memang sudah di pilihkan oleh pihak WO hanya terus terdiam dengan tak semangat.
Matanya tak pernah terlepas dari Ponsel nya yang memperlihatkan fotonya dengan Airin yang begitu bahagia dengan senyum yang terpancar dari keduanya.
Air mata David luruh begitu saga dengan perlahan, apakah ini adalah jalan terakhir dari masalah yang telah dia alami, apakah tak lagi ada jalan yang lain? yang bisa membuat dirinya terlepas dan di jauhkan dari pernikahan ini?. David terus tersedu tak berdaya.
" Airin, kenapa kamu pergi meninggalkan aku. apakah kamu tak lagi percaya dengan ku lagi? apa kamu benar-benar gak mau memberikan ku kesempatan untuk menjelaskan semuanya yang terjadi?, Airin,, "
" Sayang,,, aku tidak mau menikah dengan Siska aku hanya mencintai mu saja sampai kapanpun dan hanya kamu saja yang aku inginkan menjadi pendamping ku satu-satunya selama aku hidup dan bernafas di dunia ini "
" Sayang,, kembalilah... kembali untuk ku. aku mohon, " ucap David semakin melirih.
David memejamkan matanya, memeluk ponselnya berharap bahwa dia bisa melihat Airin lagi dan memeluknya lagi.
Hati David sangat sakit. kejadian ini, semua yang terjadi saat ini bukanlah yang David harapkan David hanya bisa menangisi takdir yang harus dia jalani.
Dia tidak bisa meminta tolong kepada siapapun dan bercerita kepada siapapun karena semua orang tidak ada yang percaya lagi kepada dirinya.
David terus sesenggukan dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. dan disaat itu itu Fadil masuk tanpa mengetuk pintu apalagi meminta izin kepada David.
__ADS_1
Fadil menatap David dengan mata tajam, Fadil sudah sangat kesal sedari tadi dia meminta David untuk mengganti bajunya namun sama sekali tidak dihiraukan oleh David.
" David,,!! Bukankah aku sudah bilang untuk kamu Segera mengganti bajumu? pernikahan akan dilangsungkan sebentar lagi Sementara kamu belum siap sedikitpun. atau jangan-jangan kamu mau menghabiskan sisa umurmu di dalam penjara.?" ucap Fadil dengan kesal.
David menatap bengis Fadil yang sama sekali tidak memikirkan perasaannya. jika tidak ada ada ada desakan dari orang tua maka David lebih memilih untuk hidup di dalam penjara selamanya. David hanya tidak mau membuat Yohan merasa telah gagal mendidiknya.
" Kenapa kamu terus mendesak ku, kamu sama saja seperti wanita murahan itu. Sudah aku katakan berkali-kali aku tidak melakukan apapun yang kalian tuduhkan, aku memang tidak sadar waktu itu tapi bagaimana mungkin orang yang tidak sadar bisa melakukan hal seperti itu, tidak mungkin kan Kan.?" jawab David dengan nada tinggi.
" kamu pikir orang tidak sadar tidak bisa melakukan hal,? banyak orang di luar sana yang tidak sadar namun tetap saja melakukan hal yang menjijikan seperti yang kamu lakukan juga, Apa mungkin saat itu kamu berada di dalam pengaruh alkohol,?" tanya Fadil.
"Hmm,,? kau pikir aku penggemar alkohol.? tidak! Aku sama sekali tidak pernah menyentuh minuman haram seperti yang kamu maksud. jangankan meminumnya mendekati saja aku tidak sudi.!" jawab David yang mulai terpancing emosi.
" Lalu,?
" lalu apa maksudnya, Kamu pikir aku bohong,? Bukankah kamu sudah sangat mengenalku?. tanya David.
" sudah jangan banyak omong lebih baik sekarang ganti bajumu atau aku yang akan membantumu menggantinya." ancam Fadil seraya berjalan mendekati David.
Tangan David mengepal dan matanya melotot tajam ke arah Fadil yang semakin dekat.
Fadil sama sekali tak menghiraukan tatapan David, dia mengambil setelan jas yang berada di sebelah David duduk dan memberikan nya pada David.
" Nih pakai,, !! atau kamu menunggu ku yang melucuti pakaian mu,? " ucap Fadil.
" jangan banyak cingcong,,, sok-sokan mau balas dendam mengurus masalah mu sendiri saja nggak becus,, " sinis Fadil.
Tatapan keduanya saling tajam ke arah satu sama lain, tatapan yang menantang dan penuh dengan kebencian.
" Awas kau,, " ucapan terakhir David sebelum dia masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.
Fadil tersenyum kecil melihat tingkah David,
" Maaf David,, " gumam Fadil
#####
Semua tamu sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan, tamu yang tidak banyak hanya beberapa saja dari keluarga inti dari pihak kedua mempelai.
Tetapi tidak untuk kedua orang tua David, Fani dan juga Yohan sama sekali tak terlihat di sana apa lagi keluarga Airin? satu saja tak ada yang datang.
Sesuai dengan apa yang Arman katakan, dia akan datang ke acara pernikahan ini dan dia juga yang akan menjadi saksi dari pihak mempelai wanita.
Tinggal menunggu beberapa menit lagi dan tujuan Arman akan terwujud. setelah acara ini selesai Arman akan mempermalukan keluarga David pada semua kolega bisnis Yohan yang baru beberapa hari bergabung kepada perusahaan Yohan.
__ADS_1
" tunggu sebentar lagi Yohan dan kamu akan benar-benar dipermalukan dan semua kolega bisnismu akan pergi begitu saja karena mereka tidak mau mau berurusan lagi dengan orang yang tidak bisa membimbing anaknya sendiri." batin Arman.
Siska begitu bahagia senyumnya tidak pernah pudar karena saat ini dia telah duduk berdampingan dengan David di depan penghulu dan juga para saksi. sementara David wajahnya sama sekali tidak semangat bahkan wajahnya tertekuk dengan pilu.
" akhirnya sebentar lagi aku akan Syah menjadi istri David." batin Siska senang.
" gimana, Apa kalian sudah siap.?" tanya penghulu.
Siska mengangguk dengan cepat sedangkan David hanya terus terdiam.
" Mas David, apa bisa dimulai sekarang.?" tanya lagi penghulu.
" David,, " bisik Siska tangannya menyikut lengan David. " David,,!! "
" Mas David, apa bisa kita mulai? "
tanya sekali lagi pak penghulu dan lagi-lagi Siska yang menjawab dan mengangguk.
" silahkan di mulai Pak, " jawab Siska,
Siska benar-benar tak sabar. dia ingin secepatnya menjadi istri David.
Penghulu mengangkat tangannya di letakkan nya di atas meja, meminta David untuk menjabat tangannya.
Melihat David yang sangat ragu membuat Siska lah yang beraksi mengangkat tangan David dan berhasil menjabat tangan Penghulu.
" Papi, Mami apa kalian benar-benar telah meninggalkan David seorang diri.? apakah tidak ada sedikit saja kepercayaan dari kalian untuk ku,? Dan kamu sayang, apa kamu juga benar-benar telah pergi meninggalkan ku seperti kedua orang tua ku, apakah kamu benar-benar membenciku? " batin David kelu.
Seketika lamunan David buyar saat penghulu menjabat tangan David dengan kuat dan menuntun David untuk mengucapkan ijab qobul.
David kembali melamun ingatan nya kembali tertuju dengan Airin.
" David,, " bisik Siska yang semakin geram.
Sekali David salah mengikrarkan ijab qobul dengan atas nama Airin, dan setelah kedua kalinya dia berhasil karena desakan Siska.
" gimana para saksi, Syah,,,..!!! ucap penghulu..
" Pernikahan ini tidak syah,,,,!!!!!
seketika semua orang menoleh ke sumber suara.
######
__ADS_1
#######