
Kelas baru saja usai semua keluar untuk ke kantin tapi ada juga yang langsung pulang. Airin dan David yang baru saja memutuskan untuk ke rumah sakit harus berhenti karena ponsel nya berbunyi.
" Siapa sih! " ucap Airin dan menghentikan langkah nya untuk mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.
David pun ikutan berhenti membalikkan badan dan menatap Airin yang tangan nya masih berada di dalam tas nya. " Siapa? " Tanya David setelah melihat Airin sudah mengeluarkan ponsel nya dan melihat layar nya.
" Hm" jawab Airin, melirik sekilas ke arah David dan kembali lagi dengan ponsel nya yang masih terus berdering
" Siapa? " tanya lagu David untuk yang kedua kalinya.
" Kak Rio. " Jawab Airin jelas dan langsung mengangkat nya dan menempelkan ponsel nua di telinga.
" Assalamu'alaikum Kak. ada apa?
" Wa'alaikumsalam, cepatlah datang ke ruangan ku. ada yang mau aku tunjukkan pada mu, cepat. "
" ada masalah?
"sudah jangan banyak tanya, cepatlah datang. Ini harus kamu dan David ketahui cepatlah, aku tunggu kalian berdua. "
" Iya-iya. " jawab Airin.
Telfon terputus dari Airin. dahinya mengernyit bingung masalah apa sebenarnya? dan kenapa harus David juga.?
" Kenapa? " Tanya David dan menghentikan lamunan Airin yang hanya sesaat itu.
" Kak Rio meminta kita untuk datang ke ruangan nya " jawab Airin dan setelah itu kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tasnya.
David pun sama seperti Airin dia juga sangat bingung, kenapa harus harus dia juga padahal Rio hanya selalu memanggil Airin saja jika ada masalah tapi ini? sungguh aneh bukan.
" Ya sudah yuk pergi, bukankah kita harus ke rumah sakit juga kan" ucap David begitu antusias menggandeng tangan Airin dan menariknya perlahan.
Airin hanya pasrah, " Hmm " menjawab dengan berdehem saja itupun dengan dingin.
David melirik Airin sekejap mata tersenyum melihat Istri nya yang lagi-lagi menjawab nya dengan dingin. David pun kembali fokus ke depan sembari menggelengkan Kepala nya.
Langkah keduanya semakin di percepat, mereka nampak nya sama-sama penasaran dan tak sabar ingin secepatnya tau apa yang akan di tunjukkan Rio pada mereka berdua.
Langkah mereka berhenti di depan pintu ruangan Rio, kedua nya pun saling lempar pandang sebelum berakhir dengan tangan David yang meraih handle pintu dan mendorong nya.
" Assalamu'alaikum " Ucap Airin dan David bersamaan sembari melangkah masuk.
" Wa'alaikumsalam " Jawab Rio, dan Kirana juga yang ada di sana. memang benar-benar satu paket mereka dimana-mana selalu saja bersama.
__ADS_1
David dan Airin semakin bingung mengerutkan dahi saat melihat seorang gadis biasa yang duduk di sofa dengan wajah terus menunduk takut dan tangan nya terus meremas tas nya yang berada di pangkuan nya.
" Dia siapa? " tanya Airin yang benar-benar tak mengenal siapa gadis itu.
Keringat dingin keluar dari pori-pori gadis itu, tubuh nya terlihat sangat jelas tengah tegang dan sangat ketakutan.
" Jawab,! siapa kamu! dan jelaskan apa yang telah kamu lakukan padanya.! ucapan Rio meninggi emosinya mulai tersulut karena gadis itu terus saja diam. Untung saja ini masih di area kampus kalau di markas mereka mungkin Rio bisa lebih kejam pada tuh gadis.
Kalau Airin dan Kirana sudah paham lah akan Rio yang seperti ini, tapi David? dia benar-benar terkejut bahkan mulutnya ternganga karena tak percaya Rio bisa sekasar itu dengan cewek.
" Sabar lah pak, jangan kasar juga sama cewek kasian kan. Tuh udah gemeteran gitu juga, tega bener kau pak. " protes David.
Rio menatap jengah nih anak. seandainya David tau apa yang gadis ini lakukan apa mungkin David masih bisa mengatakan itu pada Rio.
Rio kembali melototi gadis itu setelah selesai dengan David bahkan Rio sudah berjalan semakin dekat pada gadis itu.
Rio berdiri di depan gadis itu menyilangkan tangan nya di dada. " Katakan! atau aku yang akan bongkar semua perbuatan mu, tapi setelah itu jangan harap kamu bisa kembali kali bernafas. " ancam Rio sadis dan tanpa basa-basi.
" Pak, jangan sadis gitu napa sih? kasian, itu anak orang bukan anak ayam. kejem banget kau pak, pak. " Lagi-lagi David berkomentar.
" Diam David,!! teriak Rio menegaskan.
" Iye-iye... " jawab nya pasrah.
" Katakan,!!
Gadis itu terjengkit dia begitu kaget dengan bentakan Rio barusan. Orang yang selalu terlihat lemah lembut ternyata kalau lagi marah mengerikan bahkan itu lebih mengerikan di banding dengan orang yang setiap hari kerjaan nya marah-marah.
Airin melangkah maju duduk di hadapan gadis itu dengan santai, tapi tatapan nya tak sesantai dengan duduknya yang terlihat anggun.
" Katakan, apa yang kamu lakukan. " ucap Airin begitu dingin.
" Ya elah nih kenapa istri ku ikutan juga? " bingung David tak percaya.
Gadis itu semakin menggigil terus menunduk dan tak berani menatap Airin yang ada di hadapan nya. " Sa-sa-ya.. " ucapannya gagap.
" Katakan,! " bentak Airin pada gadis itu.
Gadis itu menjatuhkan lututnya nya di lantai berjalan dengan lututnya untuk mendekati Airin. gadis itu memeluk kaki Airin dengan tiba-tiba sontak membuat Airin bingung. perbuatan apa yang dia lakukan sehingga dia begitu ketakutan seperti sekarang.
" ehhh!! apa yang kamu lakukan " kaget Airin dan reflek dia langsung berdiri dan mencoba membangunkan gadis itu tapi di tolak oleh nya.
Gadis itu terus memeluk kaki Airin dengan erat, menyesali perbuatannya yang telah membuat Airin terus bersedih hingga sekarang bahkan membuat Airin kehilangan calon bayinya. Gadis itu menangis di kaki Airin dia benar-benar takut akan di masukkan ke dalam penjara setelah ini. "ma-maafkam saya kak. saya benar-benar terpaksa. " ucapnya dengan terisak.
__ADS_1
" sebenarnya apa yang kamu lakukan?, "
" Kak, saya benar-benar minta maaf. saya terpaksa melakukan itu, ampuni saya Kak dan jangan bawa saya ke polisi, tolong maafkan saya. " ucap nya terus menerus memohon.
Airin kembali duduk menatap hatinya untuk lebih tenang, Airin memaksa gadis itu untuk duduk di sebelahnya dan kali ini dia memang menurut padanya.
" katakan dengan jujur, apa yang kamu lakukan? " tanya Airin.
" maaf Kak, sa- saya,,,,,, saya yang telah mendorong kakak waktu itu. saya yang membuat kakak kehilangan bayi kakak. saya benar-benar terpaksa Kak, maafkan saya. "'gadis itu semakin terisak menyesali perbuatannya nya sangat bodoh, tapi mau bagaimana lagi dia membutuhkan uang untuk pengobatan orang tuanya dan tak ada jalan lain saat itu selain menerima tawaran itu dari seorang Siska.
Airin dan David tercengang dengan pengakuan gadis itu. gara-gara dia mereka harus kehilangan buah hati mereka yang mereka tunggu-tunggu yang hampir saja berusia empat bulan dalam kandungan Airin.
Airin mengambil nafas panjang ketika dia mau menangis lagi. luka itu kembali terbuka setelah beberapa hari ini perlahan-lahan sudah mulai hilang dari Airin.
" Kak, saya benar-benar minta maaf saya terpaksa saya membutuhkan uang saat itu untuk pengobatan orang tua saya. saya minta maaf Kak, " gadis itu terus memohon maaf pada Airin yang masih terdiam seribu bahasa.
" Siapa yang menyuruh mu, siapa!! " ucapan Airin meninggi di akhir kalimat.
David masih sangat syok, dia pun sama seperti Airin sedih namun berusaha dia tahan.
" siapa,,!! bentak Airin.
Pantaslah kalau Airin sampai marah sebesar itu. gara-gara perbuatan nya yang katanya terpaksa harus membuat nya kehilangan bayinya. Apakah ini bisa di sebut dengan konspirasi?
Gadis itu menunduk takut, apakah dia benar-benar harus mengatakan semua nya? tapi bagaimana jika ancaman dari Siska itu benar pasti dia juga akan menyesal kan.
" Katakan, siapa yang menyuruhmu "
Suara Airin di perpelan tapi juga di perjelas. Airin harus bisa menerima kenyataan bahwa bayinya sekarang sudah tiada dan yang harus dia lakukan adalah menghakimi siapa pelakunya.
" Siapa yang melakukan nya.? " tanya Airin sekali lagi.
" Yang melakukan nya,,? "gadis itu semakin gugup dan juga sangat takut.
" Hmm? "
" Kak.. kak Sis....
Dorrrr......
########
#######
__ADS_1