Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
132.Harus


__ADS_3

" Hahaha!! aku kaya.. sekarang aku kaya.. hahaha!! " tawa Siska begitu menggelegar memadati rumah besar milik Arman yang sekarang menjadi miliknya.


Siska berputar-putar bahagia dengan merentangkan kedua tangan nya dan matanya menatap langit-langit dengan wajah berbinar.


Siska benar-benar sangat kaya sekarang, tak ada yang menandingi semua kekayaannya. Dua perusahaan besar dua rumah besar, resto, hotel, dan masih banyak lagi yang dia punya sekarang.


Tak sia-sia Siska di anggap sebagai pemuas Arman dalam waktu yang tak seberapa, tapi lihatlah sekarang hasilnya semua itu bisa mengobati rasa sakit hati dari Siska akan perilaku Arman padanya.


Siska menundukkan wajahnya, tangan nya menyentuh perutnya yang masih rata itu dan tersenyum puas. " sekarang kita kaya, Sayang. Tak sia-sia kau datang. Kalau tidak ada kamu mungkin aku tidak akan bisa sekaya ini, Hahaha!! " tawanya yang semakin keras.


Siska kembali berputar-putar dan akhirnya menghempaskan tubuh nya di sofa merah yang begitu empuk.


Blukk.....


" Ini lah surga yang sebenarnya,, wajah cantik harta banyak juga berkuasa dan bisa memerintah seenak ku. Yang tentunya bisa mendapatkan apapun yang aku ingin kan dalam sekejap. "'ucapnya.


Seketika Siska terdiam setelah mengatakan itu. memang semua bisa dia dapatkan hanya satu yang sampai sekarang tidak bisa, David. David lah yang sampai sekarang belum bisa dia dapatkan.


" aku harus bisa mendapatkan mu dengan cara apapun,, harus. " gumam Siska dengan tekat yang sudah tak bisa di tahan lagi.


######


Fadil merasa bingung sekarang. Bagaimana dia bisa membantu papanya keluar dari kantor polisi, karena Arman sendiri yang menolak bantuan nya bahkan Fadil sama sekali tak bisa menjenguknya di sana.


" apa yang harus aku lakukan sekarang? " bingung Fadil menaruh kening nya di setir mobil nya.


Nara begitu iba melihat Fadil saat ini. Nara juga merasa bangga padanya, dia tak salah menerima Fadil sebagai calon suaminya karena Fadil memiliki jiwa yang begitu besar.


Sudah banyak kejahatan dari Arman pada Fadil namun Fadil tetap memaafkan Papa nya dan mencoba untuk menolong nya meskipun berakhir dengan penolakan.


Nara menyentuh bahu Fadil mengelus nya perlahan.


" Mas yang sabar ya, semua pasti akan ada jalan nya. Mas Fadil pasti bisa bertemu Papa, Mas dan juga bisa membebaskan nya" ucap Nara membesarkan hati Fadil yang begitu rapuh sekarang.


Fadil mengangkat wajah nya menatap Nara dengan haru. Akhirnya ada juga yang menemani nya di saat dirinya benar-benar membutuhkan seorang teman.


Fadil menarik ujung bibir nya untuk tersenyum dan akhirnya senyum itu terlihat sangat manis di mata Nara.


" Terima kasih, Nara. " ucapnya.


" untuk apa? "


" untuk semuanya. Kalau tak ada kami mungkin aku akan menjadi orang yang paling rapuh " ucap Fadil.


" jangan begitu, Mas. Ada dan tidak adanya aku, Mas harus tetap semangat dan tak boleh rapuh dalam semua cobaan. " jawab Nara.


" Terima kasih " ucapnya sekali lagi.


#####.


" Assalamu'alaikum!! ada orang! apakah Tuhan rumah ada? kalau tidak badan ya udah kita pulang lagi" teriak Rico dengan suara keras.

__ADS_1


Rico dan Mitha kini tengah beras di depan rumah Airin untuk bertamu. Sudah lama mereka tak bertemu membuat mereka kangen.


Klekk...


Pintu terbuka dari dalam menampakkan wajah datar dari David " dasar sableng! " serunya dengan kesal.


" Ucap salam hukum nya? " tanya Rico antusias.


" Sunnah! "


" Jawab salam hukum nya? " tanya lagi Rico.


" wajib!! "


" Jadi? "


" Wa'alaikumsalam! " jawab David dengan dingin.


" anak pintar.. besok-besok jangan lupa jawab salam terlebih dahulu ya, Nak. itu wajib hukum nya. Kalau tidak itu namanya Do-sa.!! " seru Rico keras.


David memincingkan matanya ke arah Mitha yang masih diam namun sudah menggelengkan Kepala nya terus. " kau kasih dia makan apa, Mit! sampai otaknya jadi sableng gini? " heran David.


" Jangan salah kan aku, bukankah itu ketularan kamu ya? " jawab Mitha.


" Aku?! " pekik David protes.


" siapa lagi? " jawab Mitha dengan acuh.


" Lah! " cengo David menatap punggung Mitha yang semakin menjauh.


pluk.. pluk...


" Sabar sabar... ini ujian " Rico pun ikut melenggang setelah menepuk bahu David dua kali.


David menggerutu kesal melihat tingkah kedua sahabat nya itu. Belum juga di izinkan masuk sudah pada nyelonong begitu saja. " dasar! "


Mitha berlari kecil setelah melihat Airin yang duduk di ruang tamu sembari membaca buku. Kerinduan nya begitu besar apalagi Mitha yang masih sangat khawatir dengan keadaan Airin yang baru kemarin pulang dari rumah sakit.


" Airin!! " teriak Mitha antusias.


Airin menoleh menatap Mitha yang sudah dekat. Baru saja Airin akan berdiri namun itu tidak terjadi karena Mitha sudah lebih dahulu sampai dan langsung bergabung duduk lalu memeluknya.


Airin pun hanya bisa pasrah membiarkan Mitha memeluknya.


" Airin.. aku kangen " rengek nya seperti bocah yang baru saja bertemu dengan orang tuanya.


" Hem.. " jawab Airin sekilas.


" hem, apa? " tanya Mitha dengan wajah cemberut.


" Iya.. aku juga kangen "

__ADS_1


Jawaban dari Airin langsung membuat Mitha senang dan melepaskan pelukan nya.


Mitha menatap setiap inci tubuh Airin yang terlihat kurus, Mitha berdecak gak percaya ini bisa terjadi pada sahabat nya.


" David! kamu tidak kasih makan pada Airin?" tanya nya dengan sinis melirik David sekilas dan kembali lagi ke Airin.


Rico menutup mulut nya, menahan tawa yang ingin rasanya keluar bebas dan memenuhi ruangan itu.


" emang kenapa? " tanya David yang kini sudah duduk di samping Rico.


" jangan mepet-mepet,Dav! Gue normal! " protes Rico sembari menjauh dan tangan nya mendorong tubuh David untuk menjauh darinya juga.


" dasar gila! "' ucap David meradang.


David pun kembali melihat Airin yang terus di lihat oleh Mitha. Memang terlihat Airin sedikit kurus, mungkin karena di rumah sakit Airin tak makan dengan teratur dan saat mau makan pun juga sangat sedikit.


" tuh lihat, Yang! karena kamu kurus aku kan yang di salahin! Mulai sekarang kamu harus makan yang banyak supaya kamu kembali tembem seperti dulu. " seru David.


" iya, Rin. Kamu harus makan yang banyak biar gemuk seperti aku, Nih lihat!! "


" kamu mah udah kayak gajah bunting! " celetuk David sekenanya.


Pletak...


" Enak aja bini gue gajah bunting! " ucap Rico tak terima.


David diam acuh rak mau menanggapi Rico lagi.


" tumben kalian kesini, ada apa? apa ada sesuatu? " tanya Airin.


" nggak apa-apa. Hanya kangen aja. " Mitha.


" kangen atau pengen makan siang gratis? " ketus David.


" hadeuh bos.. saya tidak semiskin itu kali "


" O"


Rico menganga, sahabat nya ini benar-benar telah membuat emosi nya menyala.


" nggak usah melotot kamu jelek sekali sama seperti orang-orangan sawah!"


" Ihhh! " geram Rico ingin rasanya dia menonjok kepala David dengan keras sukai bisa normal.


" Oh iya Rin! dua hari lagi ujian, kamu sudah bisa datang kan? "'tanya Mitha


" bisa dong! kalau tidak datang aku tidak akan lulus dan setelah itu aku gagal jadi dokter dong "


" iya juga, pokoknya kita harus semangat! dan kita harus lulus! " heboh Mitha.


" pasti Dong! "

__ADS_1


######


__ADS_2