
###
Telfon dari kantor yang mengatakan tengah mengalami masalah membuat Arman begitu buru-buru, dia tak peduli meskipun Siska sedang merengek minta keluar sekedar untuk mencari angin saja.
Siska tak akan pernah di biarkan keluar dari rumah, dia adalah sandraannya yang akan selalu menjadi pemuas nya saat dia butuh. Jadi tak akan mungkin Arman mengizinkan dia keluar siapa tau itu hanya akal-akalan Siska saja supaya dia bisa kabur dari rumah Arman.
"Saya harus ke kantor. Ingat! jaga rumah baik-baik dan jangan sampai lengah sedikitpun, karena wanita itu bisa saja kabur saat kalian lengah," ucapnya pada penjaga.
"Baik, Tuan! " jawab mereka bersamaan.
Hanya untuk menjaga satu wanita saja Arman harus mengerahkan begitu banyak anak buahnya, dia tak mau sampai kecolongan lagi seperti sebelumnya.
Dengan mobil pajero berwarna hitam Arman pergi ke kantornya. Dia yang biasa memakai jasa supir entah kenapa dia sekarang menyetir sendiri mobilnya.
Laju mobil begitu cepat, dia sudah tak sabar ingin bisa sampai ke kantornya dengan cepat. Masalah apa sebenarnya yang membuat dia harus turun tangan langsung, gara-gara masalah itu, dia harus menunda keinginannya untuk kembali mencumbu wanita tahanannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi, masalah apa yang sangat penting sehingga asisten ku saja tak bisa menanganinya," gumamnya.
Jalan yang sepi membuat Arman begitu leluasa untuk melajukan mobilnya dengan cepat, dan dengan itu juga dia akan lebih cepat sampai di kantor dan bisa menangani masalah yang terjadi.
Namun Arman yang buru-buru menjadi mala petaka untuknya. Di saat dia berada di jalan yang menurun tiba-tiba remnya blong, hingga laju mobilnya tak bisa di kendalikan.
"Ada apa ini! " Arman begitu panik. Dia terus mencoba mengendalikannya namun mobilnya terus melaju.
__ADS_1
𝘛𝘪𝘯... 𝘛𝘪𝘯... 𝘛𝘪𝘯...
Berkali-kali Arman membunyikan klakson karena dia tak mau sampai menabrak siapapun, dia begitu bingung apa yang harus dia lakukan semakin lama jalannya semakin menurun yang jelas membuat mobilnya semakin tak bisa di kendalikan lagi.
Apakah mungkin Arman harus pasrah sekarang. Di sebelah kanan adalah sungai, dan sebelah kiri juga jurang apakah dia akan masuk di antara salah satunya?.
"Tidak tidak! aku tidak mau mati, aku tidak mau mati!! " teriak Arman histeris.
Bagaimana tidak ketakutan Arman kali ini, kanan atau kiri bisa membuatnya kehilangan nyawa kalau dia sampai terjatuh.
"Akkkk.....!!!!! "
Meskipun Arman sudah berusaha namun dia bisa apa, saat ada tikungan di depannya dia tak bisa mengendalikan mobilnya hingga akhirnya dia dan mobilnya terjun bebas di sebelah kanan.
###
Entah kenapa dalam waktu istirahatnya dia tiba-tiba teringat akan Siska padahal dia sudah tak peduli lagi dengan keadaannya. Mau apapun yang terjadi padanya dia sudah tak peduli karena dia tak lagi ada urusan dengan orang itu.
Meskipun mencoba untuk tidak peduli apapun tapi Airin merasa penasaran entah apa yang terjadi padanya setelah semua yang dia bangga-banggakan terlepas dari genggamannya.
"Kamu kenapa, Yank? masih sedih karena hasilnya tadi pagi itu ya? sudahlah jangan terlalu di pikirkan, kita nikmati saja kebersamaan kita berdua dulu. Cepat atau lambat satu persatu yang kita inginkan pasti akan segera tiba. Percaya deh! "
Seketika Airin tersadar karena kedatangan David yang langsung mengatakan itu. Melamun nya sekarang ini bukan karena urusan dia yang belum hamil juga, tapi karena ada hal lain.
__ADS_1
Yang pasti Airin langsung menggeleng, karena yang dia pikirkan bukan yang David katakan barusan,"Bukan karena itu kok, Yank. "
"Terus? "
"Bukan apa-apa. Oh iya, Yank. Pulang nanti mampir ke tempat Mitha yuk! aku sangat merindukan dia," ajak Airin.
David mengangguk cepat tentunya, dia juga kangen bergurau dengan Rico. Entah kenapa dia tak mau bergabung di satu rumah sakit dengannya, kalau mau kan mereka bisa bertemu setiap hari. Tapi semua keputusan memang ada pada Rico sendiri sih, David maupun Airin tidak bisa memaksanya hanya saja suatu saat Mitha mau ikutan bergabung di rumah sakit Natas Hospital.
"Boleh, aku juga pengen bertemu mereka. Entah semakin resek atau semakin bener tuh anak. Semoga saja semakin waras," ucap David yang seketika membuat Airin menggeleng.
"Bukannya yang tidak waras kamu, Yank! hehehe... " Airin terkekeh mengatakan itu, padahal benar sih David yang semakin tak waras.
"Mana ada, Yank. Aku kan selalu waras seratus persen," jawab David tak terima.
"Iya deh, iya. Kamu yang paling waras seantero jagat. Tapi kalau lagi nggak kumat sih," Airin beranjak, dia ingin kembali ke ruang prakteknya karena waktu istirahat sudah habis.
"Tunggu dong, Yank! " David langsung menyusul juga. Baru saja dia masuk eh waktu sudah habis saja. Padahal dia ingin sih, sebentar saja bermesraan dengan Airin, tapi belum juga kesampaian waktu begitu kejam padanya.
Baru saja mereka berdua keluar seorang suster datang dengan wajah panik, "Dok! ada pasien kecelakaan yang baru datang. Keadaannya sangat parah dan tak sadarkan diri! " ucapnya dengan nafas tak beraturan.
"Hemm..," David juga Airin langsung berlari mengikuti suster. Semoga saja mereka berdua masih bisa menyelamatkan pasien meski dikatakan sudah sangat parah.
####
__ADS_1