
Siska dan juga Arman kini telah pulang dari rumah sakit, toh Siska masuk ke rumah sakit hanya demi menjalankan semua rencananya supaya bisa terhindar dari pernikahan nya dengan Arman.
Siska dengan sangat terpaksa kini dia harus tinggal di rumah Arman itu semua karena ancaman dari Rio. " jika kalian tidak tinggal satu rumah, maka vidio ini akan tetap tersebar ke dunia maya, " kata Rio benar-benar telah membuat mereka berdua takut.
Bisa saja mereka berdua melabuhi Airin dan juga Rio, tapi sedari tadi orang yang mereka berdua anggap sebagai mata-mata dari Airin terus saja membuntuti nya meskipun tidak dengan jarak dekat tapi mereka tetap bisa melihat nya.
Bugh.. bugh....
Arman terus memukuli setir dengan kesal sembari matanya melihat belakang lewat kaca samping dan kadang lewat kaca depan nya.
" Sial,,!! semua rencana ku telah gagal. sial sial.!! " gerutu Arman.
Arman melirik Siska yang hanya mendengarkan dengan acuh, bahkan Siska seakan tak perduli dengan apa yang kini terjadi padanya dan juga Arman.
" semua ini gara-gara kamu, seandainya kamu tidak berkoar-koar mengatakan kalau kamu hamil maka aku masih bisa mengelak. semua ini gara-gara kamu,!! dasar tidak berguna. " ucap Arman dengan amarah.
Siska mendelik menatap Arman. Kata-kata Arman benar-benar telah menusuk hati Siska, jika mereka tidak berada di jalan raya pastilah Siska akan membungkam mulut Arman dengan cepat.
" eh,, pak tua bangka..!! jangan menyalahkan ku. semua ini gara-gara anda, jika kamu tidak melakukan semua itu maka semua ini tidak akan terjadi. " jawab Siska.
" seharusnya aku yang marah di sini, kau yang telah membuat ku di permalukan dan sekarang aku juga harus menanggung penderitaan karena telah mengandung anak mu,,!! aku bersumpah akan melenyapkan janin ini dengan caraku sendiri. "
" terserah apa yang kamu mau,, mau kamu apakah janin itu aku tak perduli. bahkan lebih baik jika kamu melenyapkan nya saja, lagian aku juga tak akan pernah perduli dengan anak itu " seru Arman.
Jiwa kemanusiaan mereka berdua benar-benar telah mati. Jika perempuan lain yang berada di posisi Siska dia pasti akan sedih bahkan dia akan trauma saat berhadapan dengan orang yang mengambil kehormatan nya dengan paksa. Dan di tambah lagi dengan hamil di luar nikah dan karena di perkosa pasti dia akan sangat lah frustasi
Tapi nyatanya semua itu tak berlalu pada Siska, dia dengan tenangnya berhadapan dengan orang yang telah melecehkan nya. Siska benar-benar tak seperti wanita pada umumnya.
Sedangkan Arman sendiri dia sama sekali tak merasa bersalah telah melakukan kesalahan yang sangat besar karena telah melecehkan seorang gadis bahkan sampai membuatnya hamil, dan sekarang dia juga malah tak perduli jika harus di gugurkan.
" baik,, tunggu saja berita meninggal nya anakmu ini, anak haram yang tumbuh karena ulah mu. " seru Siska begitu dongkol.
entah apa yang Siska pikirkan setelah mengatakan itu, namun Siska langsung diam dan menatap luar tanpa memperdulikan Arman lagi.
" aku tunggu secepatnya. jika kamu gagal, maka aku send yang akan melakukan nya, entah dengan cara apapun tapi janin biru harus mati. " ucap Arman.
__ADS_1
#######
Malam begitu dingin Siska yang kini tinggal di rumah Arman berlagak seperti nyonya besar di sana, dia terus memerintah asisten rumah tangga Arman dengan tak memandang waktu yang kini sudah sangat larut.
Siska terus berteriak memanggil para asisten dengan keras dari dalam kamarnya sendiri, karena yang jelas Siska taj akan mau sekamar dengan Arman toh Arman sendiri juga tak akan melakukan itu.
" Bi,, bibik..!! " teriak Siska.
Lima asisten lari tergopoh-gopoh memasuki kamar Siska secara bersamaan, mereka sangat ketakutan apalagi saat mendengar Siska adalah nyonya baru di rumah itu meski semua itu Keluar dari mulut Siska sendiri tapi Arman mengangguki saat itu.
" I-iya Nya. " jawab nya gugup dengan tubuh yang membungkuk dan wajah yang terus menunduk.
" aku lelah, kakiku sakit tolong pijat kakiku " perintahnya dengan angkuh.
" Tapi Nya. ini sudah malam saya ingin istirahat, Nya. " ucapnya salah satu mewakili. waktu memang sudah sangat larut karena jam dinding sudah menandakan jam 12 malam.
Siska yang tengah membaca majalah langsung melemparnya di hadapan para asisten itu dan memakinya dengan kasar.
" kalian itu hanya babu di sini, jadi jangan sok berlagak seperti nyonya. di sini aku nyonya nya dan aku yang berhak menentukan apapun yang kalian lakukan bahkan untuk istirahat pun kalian harus dengan izinku. Mengerti,,!! " Ucap Siska menekankan di kalimat mengerti.
" i-iya, Nya. "
Satu persatu mendekat dan naik ke kasur Siska dengan cepat takut akan mendapatkan sentakan lagi dari Siska. Namun meskipun mereka sudah berhati-hati tetap saja mereka kembali mendapatkan nya karena hal lain.
" Hati-hati,, jangan sampai kasur ku rusak dan kotor, bisa-bisa aku gatal-gatal setelah ini. Apakah kalian sudah cuci kaki dan tangan kalian.? " seru Siska.
Mereka mengangguk cepat. " su-sudah, Nya. " jawab nya lagi-lagi dengan gugup.
" bagus. "
Tangan-tangan mereka langsung memijat bagian-bagian yang Siska inginkan, dan baru saja di mulai Siska kembali marah lagi.
" kalian bisa nggak sih,,!! hanya memijat begini saja nggak becus. sebenarnya kalian di gaji untuk apa,?! untuk bersenang-senang,!! " sinis Siska.
" ma-maaf, Nya. " ucap mereka dengan tertunduk.
__ADS_1
Siska bener-bener tak bisa lembut sedikit pun pada semua asisten padahal usia mereka lebih tua di bandingkan dengan umur Siska tapi nyatanya tak ada sama sekali sopan santun dari Siska untuk nya.
" pijat yang bener,,!! " titahnya lagi dengan suara kasar.
" iya nya. " jawab nya patuh.
Siska menatap satu asisten yang tidak begitu pintar memijat dan menyuruh nya untuk melakukan pekerjaan yang lain yang pasti itu demi dirinya.
" heyy kamu..!! pergilah ke dapur dan buatkan jus untuk ku. dan kamu buatkan aku nasi goreng, cepat. " titahnya.
kedua orang yang di tunjuk oleh Siska beranjak begitu saja, menuruti semua keinginan nya.
Lima belas menit kedua asisten rumah tangga itu kembali ke sana, yang satu membawa segelas jus dan yang satu membawa piring yang penuh dengan basi goreng.
Melihat kedua nya datang lagi-lagi Siska marah entah terbuat dari apa hati Siska hingga dia tak ada henti-hentinya untuk tidak marah karena masalah kecil saja.
"kenapa kalian lama sekali sih. aku sudah kelaparan karena menunggu kalian '' seru Siska.
Kedua nya tertunduk takut mereka sudah berusaha secepatnya dalam membuatkan apa yang Siska minta tapi mereka bukanlah penyihir nya tinggal menggunakan tongkat sakti dan semua langsung jadi. " Maaf Nya "'ucap nya menyesal.
" maaf maaf, makan tuh maaf "'bentak Siska sembari mengambil piring dari tangan asisten nya dengan cepat.
" sudah sana kalian keluar. dan ya, jangan pernah masuk ke kamar ku sebelum aku panggil, ngerti "'seru Siska.
Semua mengangguk, beranjak dan seger keluar dari sana, mereka sudah tak tahan lagi berharap dengan Siska yang semena-mena kepada mereka.
" Semoga saja dia terkena azab. " ucap salah satu dari mereka yang sangat kesal dan akhirnya mengeluarkan doa yang buruk untuk Siska.
" iya, wanita seperti dia sangatlah tak pantas bahagia. " sambung yang satunya.
" Hm.. " ke-empat pun mengangguk cepat. setuju dengan apa yang di katakan.
########
######
__ADS_1