Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
110.Yohan jatuh sakit


__ADS_3

Dua minggu setelah kejadian yang dialami David dan selama itu juga membuat kedua orang tuanya tidak bisa tenang, mereka sangat takut dan juga khawatir Jika semua itu adalah benar.


Yohan terlihat uring-uringan di rumahnya sendiri, dia begitu sangat kecewa kepada anak tunggalnya meskipun dia juga yakin bahwa David tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu tetapi bukti tidak bisa diragukan.


Yohan jalan mondar-mandir dengan tidak tenang pikirannya begitu kalut akan masalah yang terjadi kepada keluarganya saat ini.


" tidak mungkin didikan ku salah, David tidak mungkin melakukan itu. tapi, Bagaimana jika itu benar maka aku telah gagal menjadi orangtua yang baik. aku telah gagal mendidik anak satu-satunya yang begitu aku harapkan bisa menjadi kebanggaan keluarga." gumam Yohan.


Disaat Yohan tengah dalam kebingungan Fani datang membawa secangkir teh hangat yang dia peruntukan untuk suaminya.


" tapi harus percaya dengan David seperti mami yang percaya kepadanya, David tidak hal yang tidak pantas seperti itu, Pi." ucap Fani.


Yohan seketika menoleh ke arah Fani yang sedang menaruh gelasnya di atas meja.


" tapi juga ingin percaya tapi semua itu tidak mudah, mami. apalagi bukti memberatkan bahwa David memang melakukannya," jawab Yohan.


" Papi sangat takut jika wanita itu menuntut pertanggungjawaban dari David. tidak mungkin David akan menikahinya dan dia akan memiliki dua istri kan, Mi. " ucap Yohan yang benar-benar ketakutan.


Fani duduk perlahan di sofa sebelah Yohan dia terdiam sejenak dan juga berpikir sebelum dia angkat bicara." Semoga itu tidak akan pernah terjadi kepada anak kita, Papi. Mami tidak bisa membayangkan jika David memiliki dua istri dan dia tidak bisa adil. Maka itu akan menjadi ladang dosa untuknya." ucapkan Fani menambah rasa pusing pada Yohan.


Yohan terduduk lemas di sebelah Fani dia juga begitu takut jika yang dikatakan istrinya itu menjadi nyata, Iya sendiri tidak bisa membayangkan akan menjadi seperti apa kehidupan anak tunggalnya nanti.


" itulah yang juga Papi pikirkan. Papi juga sama takutnya seperti apa yang kami pikirkan." jawab Yohan.


Brakk....


Yohan dan Fani tersentak saat amplop kecil terjatuh di meja depan mereka. keduanya sontak memaksa matanya untuk melihat Siapa yang datang dan membanting amplop itu di depan mereka.

__ADS_1


Wanita cantik dengan dress ungu muda di atas lutut dan rambutnya yang dibiarkan tergerai Indah menambah kesempurnaan kecantikannya. Siapa lagi kalau bukan Siska.


" pusing ataupun tidak, suka ataupun tidak, anak Kalian harus tetap bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. karena saya tidak mau anakku lahir tanpa seorang ayah." ucap Siska dengan tegas.


Fani dan Johan masih terdiam karena terkejut dengan kedatangan Siska yang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu apalagi mengucapkan salam, dan sudah langsung nyelonong masuk tanpa izin tuan rumah.


" jangan terkejut seperti itu. Aku adalah calon menantu kedua dari kalian, dan satu yang harus kalian ketahui dalam, perutku ini sudah ada janin yang mulai berkembang dan itu adalah calon cucu kalian, dia adalah anak dari David Chandra anak kalian." terang Siska.


" Kalau kalian tidak percaya kalian bisa lihat hasil tes USG di dalam amplop itu. di sana sudah sangat jelas bahwa anakku dan anak David mulai tumbuh dengan sehat dan usianya sudah dua Minggu." imbuh Siska.


Dengan wajah yang masih terkejut Fani mengambil amplop di atas meja dan segera membukanya. mata Fani terbelalak setelah melihat hasil USG yang benar-benar menandakan bahwa wanita yang baru datang saat ini tengah mengandung.


Fani menggelengkan kepalanya diam tetap saja tidak percaya kalau wanita ini sedang hamil anak dari David meskipun semuanya bukti memberatkan David." ini tidak mungkin." ucap Fani yang begitu Shock.


" Kenapa Apa kamu juga tidak mau bertanggung jawab seperti yang dilakukan anakmu, jelas-jelas semua ini adalah perbuatan dari David, dan aku inginkan hari ini juga David harus menikahi ku dan bertanggung jawab atas janin yang berada di dalam kandungan ku." ucap Siska menegaskan.


Yohan terdiam menahan rasa sakit di kepalanya dan juga di dadanya. satu tangannya memegangi dadanya yang seakan-akan terasa sesak untuk menghirup oksigen sekedar untuk bernafas.


Fani yang melihat Yohan kesakitan langsung panik, mengambil segelas air putih di hadapanmu dan meminta Yohan untuk meminumnya.


" minum dulu, Pi." ucap Fani menyodorkan gelas kepada Yohan.


Bukannya menerima gelas dari Fani, Yohan semakin kesakitan dengan nafas yang terengah-engah, dan seketika Yohan tak sadarkan diri saat itu juga dan membuat funny semakin ketakutan bahkan air matanya langsung menetes dengan deras begitu saja.


" Papi, bangun Pi, " ucap Fani.


" Pi,,!! Papi,,,!!!

__ADS_1


Berkali-kali Fani berteriak tapi sama sekali tidak ada respon dari Yohan. Yohan benar-benar Tak Mendengar apapun meskipun Fani terus berteriak.


Siska yang melihat kejadian itu bukannya panik dan menolong Yohan tetapi dia malah menertawakan kejadian itu dan sama sekali percaya apa yang dialami Yohan.


" halah... bapak dan anak sama-sama saja pintar akting, pintar sekali melabuhi orang. emang Om pikir Siska akan percaya begitu saja dengan apa yang Om lakukan sekarang.Hmm,, Jangan mimpi." ucap Siska sadis.


Mendengar ucapan Siska membuat Fani marah dan tak habis pikir. " kalau kamu memang tidak percaya dan tidak ingin menolong kami maka lebih baik kamu keluar dari rumahku. keluar..!!! teriak Fani dengan suara keras dan tangannya menunjuk pintu keluar yang bertanda Fani benar-benar mengusir Siska.


" Pi,, Papi,,,!! Fani terus menggoyangkan tubuh Yohan untuk berusaha membangunkannya namun sama sekali tidak bisa." bangun Pi.!!" Fani terisak dalam tangis.


"Heyy,,, Saya bukan orang bodoh yang bisa kalian labuhi begitu saja. Saya tidak akan mudah percaya ya dengan akting murahan yang kalian lakukan seperti saat ini." ucap Siska.


" keluar dari rumahku, keluar...!!! usir Fani dengan sangat keras.


" oke.. Saya akan pergi tetapi saya akan kembali lagi dan akan meminta pertanggungjawaban dari David atas anak yang telah aku kandung. dan secepatnya David harus menikahi ku atau kalau tidak penjara lah yang akan menjadi rumah selanjutnya untuk David." ancam Siska.


Siska mengambil kembali hasil USG yang ada di depan Fani dan segera pergi setelah itu." jangan kalian kira aku akan menyerah begitu saja meskipun David berlari sampai ke ujung dunia pun aku akan mendapatkannya, dia harus bertanggung jawab. camkan itu baik-baik.." sinis Siska.


" jangan pernah merasa menang melawan seorang Siska, kalian semua yang pernah kita mengalahkan ku, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan David dan dengan apapun juga dia harus tetap bertanggung jawab." ucap Siska.


Siska pergi dari sana dengan langkah yang cepat, dia harus menyusun rencana untuk bisa membuat David bertanggung jawab atas janin yang dia kandung. dengan sengaja Siska membanting pintu hingga membuat Fani tersentak kaget karena suara keras.


Brakkk...


" Astaghfirullahalazim,,, " Fani mengelus dada.


Fani beralih menatap Yohan lagi dan berusaha membangunkan Yohan tapi tetap saja dia tidak bisa. dengan buru-buru Fani mengambil ponsel dan menghubungi rumah sakit untuk menjemput Yohan dengan ambulans.

__ADS_1


#######


#########


__ADS_2