
" Siska,,!!
Kirana dan juga Airin berlari berhamburan ke arah Siska yang sudah tergeletak di aspal dengan tak sadarkan diri. Mungkin karena benturan yang sangat keras membuat Siska sedikit terpental.
" Astaghfirullahalazim,, Siska.. "
Airin begitu syok melihat kejadian ini. Dia tak mengira kalau kejadian nya akan seperti ini, meskipun Airin tak bisa memaafkan Siska dengan mudah tapi dia juga tak bisa menyalahkan janin yang ada di kandungan Siska begitu juga.
" Siska, kamu harus bertahan. semoga kamu dan janin yang ada di kandungan mu tidak apa-apa, " ucap Airin.
Airin dan Kirana yang sudah jongkok dong sebelah Siska mereka saling pandang dalam kebingungan, Airin memeriksa denyut nadi Siska dan ternyata masih ada, meskipun tak ada yang luka tapi entah kenapa Siska tak sadarkan diri.
" Masih ada,, sebaiknya kita bawa ke rumah sakit secepatnya " perintah Airin dan Kirana mengangguk patuh.
Saat Airin mengatakan itu, David sudah datang dan menghampiri mereka berdua, dengan perintah dari Airin David langsung mengangkat tubuh Siska dan membawanya ke mobil.
" Cepat angkat Siska dan bawaslu ke rumah sakit, Yang " ucap Airin tergesa-gesa.
David mengangguk dengan cepat. " Awas minggir "pinta David sembari mengangkat tubuh Siska.
#####
Airin, Kirana dan juga David duduk menunggu di depan ruangan UGD, sedangkan Siska sedang mendapatkan pemeriksaan di dalam oleh dokter ahli, dokter kepercayaan dari Airin.
Setelah semua pemeriksaan selesai Dokter itu keluar dengan wajah datarnya, Dokter Rangga, dokter muda yang memiliki usia tak jauh dari Airin hanya selisih 4 tahun saja.
" Gimana Dok.? " tanya Airin tak sabaran.
Rangga tersenyum dengan santai, " tak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja. Maaf Rin, apa saya bisa bicara berdoa saja.? " tanya Rangga.
Airin mengangguk dengan cepat, dia merasa ada yang aneh dengan sikap Rangga sekarang, apa mungkin dia menemukan sesuatu saat memeriksa Siska.? " Baik " jawab nya tampa pikir panjang.
Tapi berbeda dengan David, dia menggeleng dengan cepat, tak akan mungkin dia izinkan istri nya bicara di tempat tertutup hanya dengan berdua saja dengan laki-laki lain. " Tidak boleh " seru David sembari berjalan mendekati Rangga dan juga Airin.
Seketika Airin dan Rangga menoleh secara bersamaan menatap David dengan mengerutkan dahi.
" kenapa.? " tanya Airin.
Sedangkan Rangga hanya diam menunggu David mengeluarkan jawaban dari pertanyaan Airin seorang.
David nampak bingung, mana mungkin dia akan langsung mengatakan kalau dia tidak mengizinkan istri nya bicara dengan Rangga hanya karena di hatinya terasa sedang terbakar.
" Ya,, ya,,,, pokoknya nggak boleh " jawab David gagap.
Rangga tersenyum, dia tau apa yang sedang di alami oleh David," tenang saja, aku tidak akan membawa kabur istrimu " jawab Rangga
Sementara Airin dia menggelengkan kepala nya, posesif David sudah mulai kumat seperti nya. " jangan berpikir macam-macam atau kamu mau akau pergi lagi.? " ancam Airin.
" Tidak, tidak,! " David menggeleng dengan cepat" jangan pergi lagu dong, bisa-bisa aku gila kalau kamu pergi lagi " imbuh David.
Kirana terbahak-bahak,,,
" Hahaha,,,!! bukanya kak David emang sudah gila, Hahaha,,, " keras Kirana menertawakan David.
David menoleh cepat menatap Kirana tajam seketika membuat nya terdiam, " diam kamu,!! apa kamu mau merasakan sepatu ku,! " ketus David.
" Hehehe,, Sorry,, " jawab Kirana meringis.
Di saat David asyik mengomel saat itu juga Airin dan Rangga pergi dari sana.
David menoleh dan langsung bingung karena sudah tak mendapatkan Airin dan Rangga di sana " lah,, mereka kemana? semua ini gara-gara kamu, kalau kamu nggak bicara pasti aku tau mereka pergi kemana, ihh,, sial sial.. " kesal David
" kok jadi aku sih kak,!! " jawab Kirana tsk Terima di persalahkan.
__ADS_1
" iya, ini semua gara-gara kamu, dasar cewek kelebihan mulut, " David nyelonong pergi setelah mengatakan itu.
" Enak saja kelebihan mulut,!! " teriak Kirana.
" Mbak jangan teriak ini rumah sakit " sela perawat yang tengah melintas.
" Hehehe,, iya Sus maaf nggak sengaja, " jawab Kirana malu.
#####
Di ruangan Rangga Airin sudah duduk di sana dengan berhadapan dengan Rangga dengan tersekat meja kerja nya Rangga.
Airin nampak tak sabaran ingin mendengarkan apa sebenarnya yang ingin di bicarakan oleh Rangga padanya.
" Sebenarnya ada apa dok.? " tanya Airin.
" Begini Rin, saya tidak mendapatkan hal yang mengganjal dari pasien tadi, dia juga dalam keadaan baik-baik saja dan tadi saat saya memeriksa nya tak sengaja saya melihat dia membuka matanya tapi hanya sedikit. " ucap Rangga.
" Maksudnya,? "
" sepertinya dia hanya berpura-pura pingsan saja, ya itu menurutku sih. emang siapa sebenarnya dia apa ada hal yang membuat bya melakukan kebohongan itu? masalah mungkin.? " tanya Rangga.
Airin terdiam mencerna semua kata-kata dari Rangga, "berarti kalau dia pura-pura pingsan, itu artinya? dia hanya mau mengecoh ku saja.? " batin Airin.
" Rin, Airin, " panggil Rangga membuyarkan lamunan Airin.
" Ya,,!!
" ku kenapa?, apa ada masalah.? "
" Tidak, aku hanya sedikit lelah saja. kalau begitu aku pergi dulu aku mau istirahat "'jawab Airin.
Rangga mengangguk, meskipun dia sudah berprofesi sebagai dokter sedangkan Airin masih calon tapi Rangga begitu menghormati Airin selaku pemilik dari rumah sakit tempat nya kerja sekarang.
#####
Setelah menyuruh dua orang untuk menjaga Siska Airin langsung pergi ke kamar khusus nya di rumah sakit. Dia begitu sangat lelah, dia ingin mengistirahatkan tubuh nya beberapa saat setelah dua minggu lebih dia harus bekerja keras untuk menemukan semua bukti akan masalah yang di alami oleh suaminya.
Airin masuk begitu saja di kamar di lantai teratas di rumah sakit itu, matanya benar-benar sangat berat untuk terbuka bahkan dia masuk ke kamar sudah menutup matanya nya sembari berjalan.
" Ya Allah aku sangat lelah, aku ingin istirahat "ucap nya yang sudah kehilangan tenaganya.
Airin tak melihat kalau ternyata di dalam kamar itu sudah ada David yang juga sangat lelah, meskipun seperti Airin tapi David lelah karena terus mencari-cari Airin ya kemarin entah berantah.
Mata Airin sedikit terbuka dan langsung menjatuhkan tubuh nya begitu saja setelah melihat kasur di hadapan nya.
Brukkk....
" Uhh,, akhirnya aku bisa memeluk guling juga " ucap nya dengan mata yang sudah kembali tertutup.
David yang sempat menutup mata dan sudah hampir terlelap di sofa kembali terperanjat dan sontak membuka matanya, menerawang semua penjuru dengan mata yang terbatas.
Wajah nya langsung berbinar, senyum nya mengembang dengan lebar setelah melihat medan yang membuat nya terkejut.
David berjalan dalam diam, tak mau membuat Airin menyadari akan kedatangan nya.
Brukkk..
David menyusul Di sebelah Airin dan lansung memeluk tubuh kecil Airin, menyibak kerudung Airin dan memasukkan kepalanya ke sana dan juga mengecup keruk leher Airin.
Airin langsung tersadar saat David menjatuhkan tubuh nya di sebelah nya, tapi karena gerakan cepat David yang sudah masuk ke kerudung Airin membuat nya tak mengetahui siapa yang melakukan itu.
" lepas,, lepas,,, " Airin berontak mendorong David dengan keras. " menjauh dariku.. "
__ADS_1
David yang melihat tingkah Airin malah tertawa terbahak-bahak dan semakin mengeratkan pelukan nya.
" hahaha,, nggak akan aku lepasin, kau pergi meninggalkan ku begitu lama mana mungkin aku akan melepaskan mu sekarang. " Jawab David.
" Kamu,,! " Airin membuka hijabnya setelah mendengar suara itu, suara yang benar-benar dia mengenalnya.
" iya, ini aku Sayang. jangan usir aku, aku sangat merindukan mu. apa kamu tidak merindukan ku juga. biarkan aku memeluk mu, atau kalau perlu...??
" aku lelah, " Ucap Airin memotong perkataan David yang seperti nya menginginkan sesuatu.
" sama,, aku juga sangat sangat lelah " jawab David.
Bahagia, senang, terharu semua menyeru bersamaan di hati David. Akhirnya dia bisa kembali memeluk istri nya lagi. Dan berkat istri nya juga David bisa terbebas dari Fitnah yang di buat oleh Siska dan Juga Arman.
" Terima kasih, Sayang. aku tak tau akan seperti apa jadinya jika tidak ada kamu yang menyelamatkan ku dari masalah ini, terimakasih " ucap David yang bener-bener bersyukur.
Airin menatap mata David dengan sangat lekat, mata David sudah mulai berkaca-kaca saking bahagia nya.
Airin mengecup bibir David dengan begitu lembut dan kembali melepaskan nya lalu dia tersenyum.
" semua sudah tugasku, aku akan melakukan apapun demi suamiku, apalagi suamiku tidak bersalah. Tapi beda hal nya kalau kamu bener-bener salah, maka saat itu juga aku akan tendang kamu " ucap Airin sinis.
" semua itu tidak akan terjadi, Sayang. hanya kamu lah yang pertama dan terakhir, sekarang esok dan selamanya. " jawab David.
David membalas kecupan di bibir Airin, tetapi kecupan itu tak lepas begitu saja dengan cepat. David semakin memperdalam ciuman nya sedangkan tangannya sudah mulai nakal melepaskan hijab Airin dengan pelan.
" David aku sangat lelah " ucap Airin.
Airin mengerang penuh kenikmatan saat itu meskipun mulut nya mengatakan lelah dan ingin menolak nya tapi tubuh nya mengatakan lain, dia juga sangat merindukan belaian yang sudah lama tidak dia dapatkan karena perpisahan sementara yang ia buat sendiri.
David mencium semua wajah Airin dan semakin menurunkan nya ke leher dan juga dada Airin, dan tak lupa David membuat tanda kepemimpinan nya di sana hingga terlihat begitu banyak.
" Da-vid.... "
Panggil Airin yang sudah terbuai dengan semua akan sentuhan dari bibir dan tangan David yang semakin nakal dan mulai menanggalkan baju yang Airin kenakan.
" Aku sangat merindukan mu, Sayang " ucap David di sela-sela kegiatannya.
Peluh mulai bercucuran di tubuh mereka berdua, kenikmatan benar-benar mereka berdua dapatkan dari masing-masing.
David pun dengan cepat melepaskan semua bajunya sendiri setelah dia sudah tidak tahan dan ingin secepatnya kembali menyatukan cinta mereka setelah sekian lama.
" Terima lah Cinta dan kasih sayang dari ku, Airin istri ku "ucap David sebelum mereka bener-bener menyatu.
***********
**********(Skip aje ye.., )
***********
David mengecup kening Airin setelah mereka berdua sudah mendapatkan kenikmatan yang sama, dan setelah beberapa kali pelepasan dari keduanya.
" Terima kasih sayang" ucap David.
Airin mengangguk dan juga tersenyum. " itu sudah menjadi kewajiban ku " jawab Airin.
" Sekarang tidur lah" pinta David sembari tangan nya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
" Hmm.. "
David pun kembali memeluk Airin dan mereka memejamkan mata bersama-sama dalam keadaan yang masih basah akan keringat.
##########
__ADS_1
#########