
" na. na. na. na. na.....
berdendang dengan suara yang sangat merdu itulah Airin saat ini, dia masih berada di perpus mencari buku-buku yang ia butuhkan di sana.
" Doorrr....!!
teriak David mengagetkan Airin dan menghentikan langkah nya yang terus mengelilingi rak buku-buku di sana
Airin tersentak kaget dia menghadap David dengan sedikit kesal namun setelah yang di lihat adalah suami tercinta nya dia malah meringis dengan deretan giginya yang putih " hehehehe... sorry gue belum selesai " ucapnya
" haduhh Yang, sampai kapan kamu akan di perpus mulu, aku sudah sejak tadi nungguin kamu untuk pulang eh ternyata kamu asyik berdendang di sini, ayo pulang.! sebentar lagi aku harus berangkat kerja nih " ucap David.
" sebentar lagi, aku mau ambil buku itu tapi itu tinggi banget aku nggak nyampe " ucap Airin dengan manja.
David menggaruk tengkuknya yang tak gatal seraya berpikir. tanpa pikir panjang lagi David mengangkat tubuh Airin hingga dia bisa menggapai buku yang ia inginkan " makanya tumbuh tuh ke atas bukan ke bawah.!! ujar David dengan nada mengejek
Tukkk...
Airin memukul David dengan buku yang baru ia ambil dan seketika membuat David meringis dan melepaskan tubuh Airin " mana ada tumbuh ke bawah.! emang merosot.! ketus Airin.
" lagian dari dulu kamu hanya se pundak ku mulu kenapa nggak bisa sama gitu " Jawab David.
" yee.! kan kita tumbuh nya barengan kamu tumbuh aku juga jadi mana bisa sama, ? kalau mau sama gendong aku deh pasti sama tinggi nya."
" ogah.! kamu berat. "
" ishhh... resek luh. " kesal Airin dan langsung pergi.
David berlari mengejar Airin menghadangnya dan berjongkok di depan Airin " naik.. " ucapnya
" nggak..!!
" cantik, jangan marah ya. nanti aku sedih " ucap David merayu dan langsung menarik tangan Airin untuk cepat naik di punggung nya. "tuan putri sudah siap.,, kereta kencana siap mengantarkan tuan putri ke istana. "gurau David hingga membuat Airin tersenyum.
" tuan putri palalu.. " ketus Airin.
"'hehehe canda Yang. pegangan ya." ucap David " aduh bidadari ku sungguh berat "
" Daviidd..!!
" iya maaf. jangan merajuk nggak ada penjual balon di sini jadi jangan nangis ok. " David mulai berjalan dengan menggendong Airin di punggung nya.
" aku bukan bocah ya, yang tertarik dengan balon.! emangnya kamu si tukang balon. "
" aku tukang balon..? hahaha.. lucu sekali " Jawab David sembari terus melangkah
Kring... kring... kring...
telfon David berbunyi dia pun menghentikan langkah nya " bentar ya. " ucapnya sembari menurunkan Airin.
" Papi.?
" hallo Pi, ada apa.? tanya David
" Salam dulu bocah.! kebiasaan benget sih kamu, " bentak Johan.
" hehehe. Assalamu'alaikum pi..!
" Wa'alaikumsalam..!! David kamu harus lebih hati-hati dan waspada ya, jaga mantu Papi baik-baik " ujar Johan
" emangnya kenapa Pi.? heran David sembari mengerutkan dahinya.
" Fadil kabur dari penjara kemarin, dan sampai sekarang pihak kepolisian belum bisa menemukan nya, jadi kalian berdua harus hati-hati, Papi takut dia kembali berulah lagi " tutur Johan.
" kok bisa Pi..?
" jangan banyak tanya, turutin aja kata-kata Papi, atau kalau bisa kalian tinggal dulu dengan Mami dan Papi " ucap Johan memberikan saran.
" tidak usah Pi, aku akan menjaga Airin baik-baik, "
__ADS_1
" baiklah,, biar nanti Mami yang tinggal di tempat kalian untuk sementara "
" Tapi Pi..?
" udah jangan banyak protes.! Assalamu'alaikum..! Johan menutup telfon nya sepihak.
" Wa'alaikumsalam.. " Jawab David yang pasti sudah tak lagi di dengar oleh Johan.
" ada apa? apa ada masalah? tanya Airin penasaran.
" Fadil kabur dari penjara. jadi Papi akan mengirim Mami untuk tinggal di tempat kita untuk sementara, " ucap David lemas
" kok bisa.? pekik Airin dan David hanya menaikan kedua bahunya tanda tak tau alasannya. " haduh. semoga saja dia nggak buat ulah lagi "
" ya udah sekarang lebih baik kita pulang, kamu nggak usah mikir yang macam-macam ok, ada aku yang akan selalu menjagamu " tutur David " yuk pulang..
" baiklah.. "
***
" Dek.! mau pulang.? Tanya Rayyan yang berada di depan rumah sakit dan melihat Airin di sana.
" iya nih Kak nunggu taksi nih.Kak Ray sama siapa.? tanya Airin.
" sendiri aja,kalau begitu kakak antar kamu ya, takut kemalaman nanti, emang David nggak jemput kamu "?
" tidak Kak,, David berkerja dan malam baru pulang. ", terang Airin
" Ya sudah, yuk kakak antar "
Airin naik ke mobil Rayyan begitu pula dengan Rayyan dan langsung menjalankan mobilnya dengan cepat " dek kamu tinggal di mana sekarang? maaf ya kakak lagi sibuk banget jadi belum sempat main ke rumah mu " ucap Rayyan.
" nggak apa-apa kak., oh ya kak.? gimana kabarnya si kembar mereka pasti tambah pintar ya, dan pasti tambah tampan nggak seperti kakak yang mukanya pas-pasan ,, hahaha..!! tawa Airin, sudah lama tak mengejek kakak nya ada rasa rindu juga..
" kamu tuh yang muka pas-pasan,.!" kesal Rayyan.
" maksudnya tarikan maut.?
"tuh telinganya kakak semakin lebar dan selalu merah pasti Kak Keisha selalu semangat melakukan itu iya kan. "
" dasar bawel.! gue turunin baru tau rasa loh.!
"'eh kakak gue marah, tumben bisa marah biasanya ngamuk.hahaha..!! ;
"'diam luh..!!
saat bertemu dengan Rayyan itulah Airin dia tak akan ada henti-hentinya mengejek kakaknya, belum puas kalau belum berhasil membuat kakaknya marah dan kesal.
setengah jam perjalanan Airin dan Rayyan sampai di kediaman Airin yang sederhana, Airin turun " kakak nggak masuk dulu "ucap Airin .
" nggak usah, kakak lagi banyak kerjaan, kapan-kapan kakak kesini ajak si kembar " Jawab Rayyan
" ok, aku tunggu ya. "
mobil Rayyan pergi meninggalkan tempat itu dan Airin pun masuk ke dalam rumah dan ternyata sudah ada Fani di sana yang sedang menyiapkan makan malam "assalamu'alaikum. loh Mami udah dari tadi? tanya Airin heran.
" belum lama baru aja datang.. " Jawab Fani
" Ini Mami yang masak.? tanya Airin
" ini semua Mami yang masak, Mami khusus masak makanan sehat untuk kalian berdua biar kalian sehat dan cepat-cepat deh beri Mami cucu. " ucap Fani antusias.
" oh gitu ya " Airin tersenyum kikuk ternyata harapan orang tua selalu saja sama untuk anak nya yang sudah menikah, secepatnya di beri cucu itu adalah harapan yang terbesar.
****
" Pagi Rin..!! Sapa Mitha berjalan menghampiri Airin dengan senyuman yang semringah terlihat begitu bahagia Mitha saat ini.
" Pagi. " Jawab Airin seraya terus memperhatikan wajah Mitha yang berbinar yang terdapat kebahagiaan yang belum Airin tau apa sebabnya " ada apa ni.? sepertinya sedang mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar " tutur Airin penuh menyelidik
__ADS_1
" Apa sih,! nggak ada apa-apa kok..! jawab Mitha
Airin menyenggol bahu Mitha dengan bahunya sendiri dengan senyum yang sangat manis, " ayo lah,, jangan kamu kira aku bisa kamu bohongi. ah aku tau kamu pasti mendapatkan lamaran dari seseorang yang kamu sukai, benar tidak.! ceplos Airin.
Mitha langsung tersentak dari mana Airin tau bahkan dia sama sekali belum mengatakan sepatah kata pun mengenai itu pada Airin " hahh.!! Dari mana kamu tau.? ucap Mitha dalam keterkejutan nya.
" tuh kan bener, hayoo siapa yang melamarmu apa aku mengenalnya. ? tanya Airin
"Hhmmm...?? kamu sangat mengenalnya Rin, bahkan kamu lebih mengenalnya dari pada Aku " Jawab Mitha.
", benarkah.!! Hhmm? siapa ya.? orang yang paling aku kenal hanya ada dua di kampus ini satu suami ku dan satu sahabat ku,jadi? ahaa!! pasti Rico kan.ciee ciee..! ada yang lagi kasmaran nih " goda Airin membuat Mitha malu.
" Apasih..!!
" tapi benar kan.! Mitha mengangguk " selamat ya semoga langgeng terus, dan secepatnya bisa menyusul ku dan Suami ku tercinta " tutur Airin.
" Amin..!! ucap Rico yang tiba-tiba datang dan mengejutkan Mitha.
" Rico.! kamu ngapain kesini.? Mitha.
" lah.! biasanya juga selalu kesini kan, bukannya dia selalu bersama kita terus kenapa kamu terkejut begitu, oh aku tau kamu pasti malu ya,? tenang aja aku nggak bakal ganggu ok, aku pergi dulu selamat berpacaran, " Airin melambaikan tangan lalu pergi dari sana.
Airin terus berjalan di lorong kampus seorang diri namun matanya terus mencari-cari David yang dari tadi ngilang entah berantah dia berada, " dimana sih David.! giliran di cari ngilang mulu kalau lagi nggak di cari nongol mulu eissh, suami ku benar-benar keterlaluan" gumam Airin yang terus mengomel tak jelas.
Brukk...
Airin dan satu orang cowok terjatuh karena tabrakan dan tak saling melihat karena pandangannya mereka sibuk sendiri " Aww.!!
pekik Airin menepuk-nepuk pantatnya yang sakit karena terjatuh di lantai.
" ma-maaf saya nggak sengaja " ucap cowok itu dan cepat berdiri dan membantu Airin namun di tolak oleh nya. " kamu nggak apa-apa kan? sambung nya.
"Hhmm., " Jawab Airin dingin.
" maaf tadi saya sedang buru-buru mau ke kantor Dekan, maaf saya anak baru di sini apa bisa tunjukin di mana kantor Dekan " ucapnya cowok itu dengan memohon.
Cowok yang tampan tinggi dan terlihat sangat sopan, bahkan dia tak malu untuk meminta maaf pada Airin, meskipun sebenarnya itu bukan kesalahannya saja,
" perkenalkan nama saya Kevin, apa bisa kita berteman, " ucapnya seraya mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Airin.
" saya Airin, siapapun bisa berteman begitu pula dengan ku dan kamu, saya akan tunjukan Kantor Dekan, mari " ucap Airin dengan begitu dingin dan menolak uluran tangan dari Kevin.
Kevin kembali menarik tangannya menggelengkan kepalanya perlahan
" te-terima kasih. " Jawab Kevin dan mengikuti langkah Airin dan mensejajarkan langkahnya.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap mereka berdua dengan penuh rasa cemburu, siapa lagi kalau bukan David matanya tak henti-hentinya melihat Airin dan Kevin yang berjalan beriringan.
" eissh.. beraninya istri ku membuat ku cemburu begini," gumam David
David berlari mengejar Airin dan Kevin dan langsung merangkul Airin begitu saja tanpa memperdulikan apapun lagi " Sayang, kamu mau kemana, dan siapa dia.? tanya David.
" David, apa yang kamu lakukan di sini " ucap Airin pelan.
" aku hanya ingin memastikan istri ku tak bermain air di sini sama orang lain " jawab David yang sama dengan pelan bahkan tak terdengar oleh Kevin.
" hahaha, mana ada main air, emang aku anak kecil. kamu ini ada-ada saja , aku hanya mau mengantarkannya ke kantor Dekan saja dia anak baru di sini jadi aku hanya mau bantu saja " jawab Airin
" oh.. kirain kamu mau main air, " ucap David " oh kenalkan aku David, kekasih dunia akhirat Airin " ucap David memperkenalkan diri pada Kevin.
" Kevin. " jawab Kevin.
" oh ya Kevin kami pergi dulu, dan itu di depan adalah kantor Dekan" ucap David sembari tangannya menunjukkan ke arah kantor Dekan di depan nya " yuk sayang aku lapar sarapan yukk" ajak David
" Sarapan..? bukan nya...
" udah jangan banyak mikir lagi, " David menarik tangan Airin dan membawanya pergi dari sana meninggal Kevin.
" kekasih dunia akhirat menarik sekali, " ucap Kevin dengan menyunggingkan Bibir nya.
__ADS_1