Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
75.Super emak-emak


__ADS_3

Kehamilan yang sudah masuk usia dua bulan membuat David benar-benar extra protektif, Airin tak boleh ini lah itulah semua nya di lakukan David tak terkecuali dengan membersihkan Rumah mereka.


Airin merasa kasihan sebenarnya namun David sendiri yang menginginkan itu bahkan David tak menerima saran Airin untuk mencari asisten rumah tangga, alasan nya karena dia masih mampu untuk melakukan nya sendiri lagian rumah nya juga tak terlalu besar jadi bisa lah.


Seperti saat ini. Airin hanya duduk manis di sofa sedangkan David yang tengah menjadi seperti super emak-emak yang sedang mengepel dengan alat pel yang gagangnya panjang ada kemoceng yang dia gantung di pinggang nya dan juga waslap yang dia simpan di bahunya bahkan David juga memakai celemek bergambarkan bunga-bunga, Benar-benar sudah pantas di nobatkan sebagai suami super duper emak-emak.


Berkali-kali David menunduk mengoper ember kesana kemari, memindahkan nya ketempat satu dan tempat lain. tangan nya sesekali sibuk dengan pel yang habis dia masukkan ke air dan dia peras kembali dan kembali menggoyahkan nya di lantai, dengan sesekali tubuh meliat-liut mengikuti permainan nya sendiri.


Terkadang mulut nya komat-kamit tak jelas menyanyikan lagi gombalan untuk Airin dan membuat nya tertawa bahagia. Maklum ini hari libur jadi mereka berdua bisa sesantai ini di rumah.


" demi penguasa bumi dan surga


kau memang indah. wow o o..


jreng jreng jreng...


Gagang pel pun tak masalah menjadi gitar tak berbunyi semuanya bisa menjadi alat musik jika David mau, bahkan ember pun bisa jadi ketipung atau sejenisnya tapi tidak karena David tak mau menambah pekerjaan.


Airin tertawa. orang kalau udah gesrek kapan pun dan dalam keadaan apapun akan tetap gesrek, dan semakin tua, David semakin gesrek bahkan sudah masuk ke tingkat tak waras. " Hahaha..!! tawa Airin namun dengan menyembunyikan suaranya di balik telapak tangan.


" jangan di tahan, nanti kentut. " celetuk David sekenanya.


Mulut Airin ternganga lebar, matanya pun tak bisa di lupakan tajam bener dah pokoknya menatap David dengan terheran-heran. Tangan nya mengambil bantal kecil di sebelah nya dan di lempar begitu saja ke arah David. " Resek loh Yang.!! teriak ya kesal namun tetap tertawa.


Sigap David menangkap bantal itu " Happ..!! matanya kembali berulah mengedip genit penuh menggoda Airin, " jangan kan hanya menangkap bantal Yang, menangkap dirimu aja aku bisa."


" Daviiddd,,,,!! teriak Airin semakin kesal namun mengubah pipinya menjadi merah karena malu. " Semoga saja anak gue nggak seperti kamu Yang,.!!


" Yee,,, dia mah akan seperti aku, secara aku bapaknya aku yang berperanan penuh untuk jadinya anak itu. lagian mana bisa nggak seperti aku, tuh benih dari aku mana bisa kamu main sendiri Yang, dan menumbuhkan anak kita, tak bisa lah. " Songong David melangkah mendekati Airin menaruh bantal di sebelah Airin dan mengusap perut Airin.


Pluk...


" Kotor Yang,,!! tolak Airin dengan tangan menimpuk punggung tangan David.


David mendengus sabar, " baiklah, kalau nggak boleh ini aja. Muach.. " pipi Airin yang mulai gembul pun menjadi pelampiasan David, tak dengan tangan tak masalah kan masih ada bibir yang bersih hanya kata-kata David saja yang mengotorinya.


" Ihh resek loh yah.. " Bugh bugh bugh... " Airin membabi buta David dengan bantal tadi mengeluarkan tenaganya kuat-kuat " Ih..


" Ampun Yangg,,!! David menyerah meminta ampun pada Airin, menangkap bantal dari tangan dan menyembunyikan nya di belakang nya. " Wekk,,,! ledek David menjulurkan lidahnya panjang keluar.

__ADS_1


" Daviiddd,,!!


Tak mendapatkan respon Airin merenggut sebal menyilang kan kedua tangan nya di dada dan menyandarkan punggungnya di kursi " pergi sana, tuh kerjaan nya belum selesai " acuh Airin tak menatap David.


" Tuing tuing... " tangan David mulai gatal menoel dagu runcing Airin dengan jarinya " istri ku merajuk, uluh uluh.. aku cium ya, iya lah bagaimana lagi kalau nggak cium masak iya tidurin, tapi sepertinya itu yang paling mujarab." mata David berbinar dengan kata-kata sendiri.


" Nggak mau,,!! aku lagi marah jangan ganggu, dilarang,,!! Airin menoleh sekejap dan kembali memalingkan wajah nya kasar.


" Yah, " jawab David kecewa. " tak papa lah mungkin memang nasibnya jadi orang tampan, lagian nurut aja lebih enak daripada maksa, Iya kan Yang. sesuatu yang di paksa tak pernah enak, jadi udah lah nyerah aja nanti juga nawarin iya kan Yang " ucap David menghayati setiap kata-kata nya.


David kembali beranjak, dan kembali sibuk dengan semua alat-alat nya yang sempat dia tinggalkan. " lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati..!!! Haaaaa,,,,!! David kembali ke suara beratnya mendendangkan lagu sekenanya saja.


Airin menatap David. Kasihan sebenarnya tapi mau bagaimana dia sendiri yang mau dan tak memperbolehkan Airin melakukan apapun. Airin benar-benar seperti seorang ratu sekarang hanya tinggal duduk makan dan memperhatikan apapun yang David lakukan.


" ciee ciee,,, udah mulai berubah fikiran " celetuk David


" Nggak, siapa juga yang berubah pikiran. " Airin kembali memalingkan wajah nya, dan sesekali melirik saat David kembali dengan kerjaan nya dan terlihat menyunggingkan bibir nya dengan jawaban Airin " lucu "


######


" Rin sebentar lagi kita ujian dan sebentar lagi juga kita lulus, apa kita masih bisa terus bersama seperti ini " Mitha tertunduk lesu, bayangan akan perpisahan mereka yang sudah terngiang jelas di otaknya mulai menghantui nya.


Kemeriahan acara makan siang menjadi hening seketika dengan kata-kata Mitha, Bukan hanya Airin saja yang langsung menghentikan makanan nya tapi David dan Rico juga. Semuanya menatap lekat Mitha yang terserat jelas kesedihan di wajahnya.


Airin menaruh sendok nya memeluk Mitha yang tepat di sebelah nya " jangan berfikir seperti itu Mit, kita akan selalu bersama tak akan aku biar kan kamu jauh dari ku. kita akan selalu bersama-sama dan kita juga akan berada di tempat yang sama juga " jawab Airin mengurai senyum.


Mitha menatap bingung Airin setelah pelukan nya terlepas, apa maksud Airin dengan kata-kata nya, setelah mereka lulus tak menutup kemungkinan kan mereka akan terpisah dengan jarak, karena tak mungkin juga Mitha mendapatkan tugas di daerah yang sama. " maksudnya.?


Senyum Airin semakin lebar semuanya kebingungan akan hal itu tak terkecuali David yang sedari tadi hanya terus menatap nya. " setelah kita semua lulus, kalian akan menjadi salah satu dokter di rumah sakit ku juga, bagaimana menurut kalian. aku sudah bicarakan ini sama bunda juga, dan bunda sangat setuju. " jawab Airin.


Wajah Mitha begitu berbinar terang. akhirnya dia tak akan takut jauh dari sahabat nya lagi. " kamu beneran kan Rin.? kamu nggak bercanda kan.? Airin menggeleng cepat, dan Mitha pun langsung memeluk nya.


Sementara David dan Rico terharu melihat pemandangan ini. keduanya menyuarakan suara mewek nya namun tak mengeluarkan air mata alias hanya bohongan " hheeeee... " kita juga akan bersama kan Co. " David merentang kan tangan nya keatas dan siap memeluk Rico.


Mata Rico membulat. Nih teman satunya sudah mulai kumat seperti nya. " Plak.. ngadi-ngadi kamu Dav " Rico membuang tangan David yang hampir saja memeluknya " Gue masih normal " sungut Rico kesal dengan mata melotot.


" hahaha,,,!! loh kira gua nggak normal,? kalau gue nggak normal mana mungkin gue tokcer, hahaha,,, " tawa David girang dan seketika menjadi bahan tontonan semua orang di kantin " Ups,, kegedean suara gue.? menutup mulut dengan cepat itu akan lebih baik dari pada kata-kata akan terus keluar.


giliran Rico yang senang melihat David jadi tontonan hangat " sukur..!!! ucap Rico puas dan sekian detik " Hahaha,, " tawa Rico melengking.

__ADS_1


Mitha dan Airin saling pandang suami mereka benar-benar sudah nggak waras sekarang. " dasar " mata keduanya kian tajam menatap Rico dan David bergantian.


" Maaf Sayang keceplosan, ketularan dia aku " jari telunjuk Rico sempurna di depan hidung David dengan wajah yang memelas ke arah Mitha.


Plukk...


" kenapa jadi gua.? kesal David tangan nya langsung menghakimi jari Rico dengan cepat " gue gigit baru tau rasa loh, Co. "


" ihh.. emang situ doyan. "


" doyan,!! jangan kan jari loh doang semua nya juga Oke. "


" dasar kanibal..!!


" terus kenapa,? masalah buat loh..!!


" yah masalah.., kenapa. mau protes, mau sewot, mau adu tinju, adu gulat, adu jotos ayo..!! tantang Rico siap sedia menaikan lengan bajunya hingga sampai siku.


"hayoo,,!! tak mau kalah David,


Keduanya mengambil posisi masing-masing duduk dengan saling berhadapan dengan mata tajam mereka, melotot seakan-akan mau keluar dari tempat nya. Otot-otot nya pun keluar membuat istri mereka ngeri, bagaimana jika beneran berkelahi.?


" siapa takut.. "


" Hayoo.. , satu dua tiga... hamsut...


hamsut.... hamsut...


dan setelah ketiga kalinya David lah yang kalah. David mengeluarkan, jari kelingking nya sementara Rico lebih unggul dengan jari telunjuk nya. " Hahaha,,, pletakkk,,, loh kalah,, hahaha,,,!! girang Rico dan mendapatkan gelar dalam permainan hamsut doang.


Sementara Airin dan Mitha seakan-akan berubah menjadi orang bodoh menatap tak percaya suami mereka masing-masing.


"Benar-benar sudah gila. " beo keduanya dengan spontan.


#######


🤣🤣🤣🤣🤣🤣


permainan bocah tuh, 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2