
David mengambil foto itu sebelum tersebar jatuh di lantai. David ternganga bagaimana bisa semua foto-foto itu bisa sampai ke tangan Yohan.
" kenapa?, kenapa kamu terkejut. apa kamu mau mengelak dengan semua kelakuan bejat kamu, Papi kecewa padamu David, Papi sangat kecewa " Ucap Yohan menegaskan.
" Udah pi. " Fani terus membujuk suaminya untuk tak lagi memarahi David, lagian malu juga ada kedua besannya di sana.
" Tidak, Mi. anak seperti dia harus di beri hukuman "'
Kerasnya dan ketatnya Yohan dalam pekerjaan nya membuat nya juga harus menurunkan nya pada anaknya, apa lagi anaknya telah berbuat kesalahan seperti ini doa harus mendapatkan hukuman yang pantas kan.
" Pi,, " Fani terus memohon supaya Yohan menghentikan amarahnya saat itu juga.
Fahmi yang sedari tadi diam akhirnya melangkah mendekati Yohan dan menyerukan pendapat nya sekaligus meminta Yohan supaya lebih bersabar lagi.
" sabar, Pak Yohan. semuanya bisa di bicarakan dengan baik-baik tanpa harus dengan emosi " ucap Fahmi pelan.
Fani mengangguk mengiyakan, apa yang di katakan Fahmi benar Yohan harus bisa saja dan membicarakan ini dengan baik zaman dengan kepala dingin juga.
" Astaghfirullahalazim " Yohan mengeluarkan nafas panjang, mengelus dadanya dan duduk di sofa memposisikan duduknya senyaman mungkin untuk meredakan amarah nya.
David bersimpuh di hadapan Yohan meminta ampun karena masalah itu pasti sangat membuat Yohan syok dan juga terpukul.
" Maafkan David, Pi. tapi Papi harus percaya kalau David tidak melakukan apapun yang akan mempermalukan Papi dan juga Mami. ajaran Papi dan Mami tidak akan pernah David lupakan, Pi. percayalah " Ucap David dengan begitu santai.
" terus bagaimana semua itu bisa terjadi, David. sebenarnya apa yang terjadi "'tanya Yohan dengan tenang.
Dengan tuntut dan jelas David menceritakan kejadian nya satu persatu. dengan cepat pun semua bisa langsung memahaminya dengan baik.
"ternyata semua seperti apa yang aku pikirkan, David tidak akan mungkin melakukan itu dia sangat mencintai Airin, tak mungkin dia akan mengkhianati Airin " batin Tasya yang sedari tdi hanya diam.
" Astaghfirullahalazim " pekik Fani tak percaya. sebenarnya apa kesalahan David sebenarnya kenapa dia bisa menjadi korban seperti ini, dan sebenarnya apa tujuan mereka sebenarnya.
#######
Hingga malam hari Airin belum juga pulang, David begitu cemas menunggu Airin di depan pintu.
David terus berjalan mondar-mandir dengan tak tenang. dia sangat khawatir karena Airin yang tak ada kabar sama sekali dan juga ponsel nya hubungi pun sama sekali tak tersambung.
__ADS_1
" kamu di mana sih Yang. " ucao David begitu risau.
Satu asisten rumah tangga datang mendekati David menawarkan minum atau makai pada tuan nya itu sebelum dia akan istirahat karena ini sudah sangat larut malam.
" apa tuan membutuhkan sesuatu? atau mungkin Tuan mau makan atau minum "' tanya asisten rumah tangga itu yang berdiri dengan sedikit membungkuk di belakang David.
David menggeleng, untuk sekarang hanya Airin lah yang dia butuhkan dia tak mau apapun lagi.
" tidak Bi. bibi istirahat saja, saya akan menunggu Istri ku pulang " Jawa David pelan dan begitu sangat sopan karena usia asisten rumah tangga itu lebih jauh ke atas dari David.
Airin dan David selalu memanggil mbok siti pada asisten rumah tangga itu.
Mbok siti mengangguk dengan pelan dan tersenyum kecil pada David " baiklah tuan, saya istirahat dulu. tapi kalau tuan menginginkan apa-apa jangan sungkan memanggil saya, Tuan"' ucap Mbok siti.
" Hm "'jawab David singkat.
Mbok siti pergi dari sana meninggalkan David seorang diri untuk menunggu Airin pulang.
" Kamu di mana sih, Yang. " David semakin khawatir karena hati semakin larut malam.
Tak terkecuali David juga menghubungi Mitha dan juga Rico, Rio dan juga Kirana tapi tak ada satupun di antara mereka yang mengetahui keberadaan Airin sekarang.
Bahkan David harus mendapatkan ocehan yang luar biasa dari Mitha sahabat Airin yang begitu sangat mengerti luar dalam nya Airin.
^^^" Apa ku tidak bisa menjaga Airin, Dav. Sebenarnya ada masalah apa sih sampai Airin pergi dari rumah apa jangan-jangan kamu berselingkuh ya,? dan membuat Airin marah, Iya.? " ucap Mitha. ^^^
David hanya berdecak kesal setelah mendengar itu. tujuan nya untuk bertanya dengan baik-baik malah membuat nya harus mendengarkan kata-kata Mitha yang membuatnya semakin pusing.
" Ck. dasar Mitha sialan " gumam nya dengan begitu kesal.
Tak sabar menunggu di rumah David pergi dengan mobilnya untuk mencari Airin, entah sampai kapan dia akan mencari Airin dan tidak tau mau kemana tujuan nya.
Beberapa tempat David kunjungi, dari tempat kesukaan Airin dan juga tempat yang selalu mereka datangi, tapi tetap saja tak ada tanda-tanda Airin di sana.
" Sayang, kamu dimana. "'David semakin pusing.
Terakhir David menghentikan mobilnya di taman, David keluar dari sana berlari ke sana kemari untuk mencari Airin tapi seperti nya tak membuahkan hasil juga di sana.
__ADS_1
David sangat lelah dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku menikmati angin malam seorang diri dan dalam kesepian. matanya menengadah pada langit berdoa pada Allah untuk mengembalikan Airin padanya dalam keadaan baik-baik saja dan memberikan jalan yang mudah untuk dia keluar dari masalah itu.
" Ya Allah, jangan kau uji hamba -Mu ini dengan ujian yang tak akan bisa aku kuat untuk menanggungnya ya Allah. Ya Allah Kaulah yang menurunkan masalah dan Kau juga yang akan menurunkan jalan keluar nya. Aku mohon padamu keluar kan lah aku dari masalah ini " Doa David sungguh-sungguh.
Belum juga hilang rasa lelah nya, David beranjak dan segera mencari keberadaan Airin dan menemukan nya secepatnya.
Masalah ini tidak akan dia biarkan semakin besar, semua harus di luruskan dan secepatnya harus di selesaikan.
Mobil kembali melaju, David terus mencari Airin tanpa arah tujuan yang jelas, dia Terus menjalankan mobilnya kemanapun mata melihat jalan, kejauhan apapun dia mencari tak akan menjadi masalah jika dia bisa membuahkan hasil dan menemukan Airin.
" kamu harus ketemu, Yang. dan kita harus bicara " gumam David.
Rasa kantuk pun tak di hiraukan oleh David, bahkan David mencari Airin hingga menjelang akan Subuh
David menghentikan mobilnya di depan salah satu masjid yang ada di pinggir jalan. David keluar dan bergegas untuk mengambil Air wudhu untuk menjalankan sholat subuh.
David kembali berdoa setelah usai sholat. dia begitu fokus memuntahkan semua masalah nya yang ia hadapi pada Allah, meminta jalan terbaik untuk mereka.
Tak terasa David mengeluarkan setetes demi setetes Air mata di hadapan sang Tuhan. David begitu rapuh, dia begitu bingung dan juga takut jika harus kehilangan Airin.
David mengusapkan kedua telapak tangan nya ke wajahnya setelah selesai berdoa, menghapus air mata nya yang keluar dan kini hatinya terasa sedikit lega setelah menceritakan semua keluh dan kesahnya pada sang Tuhan.
"'Dialah sebaik-baik pendengar dan sebaik-baik penolong Dia yang pantas mendengarkan semua keluh kesah mu, anak muda. " ucap seorang ustadz yang tadi sempat menjadi imam waktu sholat berjamaah.
David menyeka air mata nya dengan kasar dan menatap Ustad itu dengan cepat..
"'ustadz benar, Terima kasih atas kata-kata yang membuat saya semakin yakin pada Tuhan " ucap David lega.
Ustadz itu mengangguk pelan dan berhiaskan senyum yang memancarkan cahaya.
Sebesar apapun masalah kita, tetap lah ingat pada Allah, Nak. Dialah yang akan selalu setia menemani kita " ucap ustadz.
"'iya ustadz, Ustadz benar "'jawab David
#######
#########
__ADS_1