
Wawww... Amazing... " seru Rico, matanya tak pernah berkedip melihat dari satu titik ke titik lain.
" Norak. !! " ketus David..
Airin dan David juga Mitha sudah masuk terlebih dahulu, namun Rico dia masih terus memuji bangunan di luar saja, belum juga melihat dalam, bisa pingsan tuh.
" Ehhhh,, kok di tinggal sih... "
teriak Rico heboh dan menyusul mereka bertiga dengan berlari.
" Assalamu'alaikum "' salam Airin, David dan Mitha bersamaan. mereka melangkah masuk dengan pelan.
Airin terus mengamati sudut demi sudut yang bisa dia gapai dengan matanya, tak ada yang berubah semua nya masih sama dan tak ada satupun yang hilang termasuk foto Tasya dan Fahmi saat masih muda, dan juga Foto pernikahannya.
Airin mengulas senyum menatap foto tersebut, tangannya membelai lembut foto itu penuh bangga dan penuh terimakasih, kalau tak ada mereka apalah arti dari seorang Airin. bahkan Airin tak akan pernah ada jika tak ada mereka berdua.
" makasih Bunda, Abi" gumam Airin.
" Wa'alaikumsalam nyonya, dan tuan " jawab Salam dari kedua asisten rumah tangga nya yang sedikit terlambat tapi semua itu tak masalah untuk David dan Airin. mereka berdua tau pasti asisten rumah tangga nya tengah sibuk membersihkan semuanya.
" Dav, Rin..!! kalian pindah ke rumah segede ini, apa nggak buat syukuran gitu? ya paling enggak buat lah nasi kuning dan kalian berikan pada orang yang membutuhkan " ucap Rico yang sudah duduk di sofa terlebih dahulu.Saran Rico bagus juga, ya itung-itung mereka beredekahkan,
Mereka bertiga bergabung duduk dengan Rico. kata-kata Rico barusan memang sudah Airin rencanakan sebelumnya hanya saja dia belum mengatakan nya pada David.
David menoleh ke arah Airin, " Rico benar, Yang. apa semua itu bisa di pertimbangkan? tanya David.
" aku sudah merencanakan semua itu, Yang. hanya saja belum mengatakan padamu. dan aku juga sudah menyiapkan segalanya. "'jawab Airin dan menjawab semua yang ada di pikiran David saat ini.
" Baiklah " Singkat David dan kembali menatap lurus ke depan.
Satu asisten rumah tangga Airin yang baru datang dari arah dapur, membawa nampan yang berisi empat cangkir berisi teh panas untuk mereka berempat, dan yang pasti ada satu piring juga kue sebagai cemilan nya.
" Silahkan minum nya tuan, Nyonya "'ucaonya dengan sopan setelah menruh cangkir di atas meja.
" makasih Bi" jawab Airin mewakili semuanya.
" Iya, sama-sama Nya. "
Asisten rumah itu kembali ke dapur mungkin ada kerjaan di sama.
" yuk di minum "'pinta Airin pada ketiganya dan langsung mendapatkan anggukan dari mereka bertiga termasuk David.
######
Siska berjalan dengan angkuh nya masuk ke kediaman Arman seorang diri. tujuannya adalah untuk menagih akan janji yang di katakan oleh Arman yang ingin membantunya mendapatkan David.
Dia sudah tak sabar, ingin sekali secepatnya bisa hidup berdampingan dengan David, tapi entah kenapa semua usahanya selalu saja tak jelas, padahal semuanya berjalan dengan baik tapi nyatanya semua itu tak membuahkan hasil sama sekali.
" Nona, apa yang ingin anda lakukan disini? " tanya Salah satu dari penjaga.
Siska terus berjalan acuh, tak menghiraukan pertanyaan dari para penjaga. Kata-kata nya tak akan dia keluarkan hanya untuk orang tak penting baginya.
" Nona,!! " teriak penjaga itu dan berlari mengejar Siska yang sudah terburu masuk di kediaman Arman.
Siska terus dengan acuh nya, membuka pintu seorang diri, karena dia terus mengetuk nya tapi tak ada yang membukanya.
" Nona! apa nona sudah ada janji dengan tuan Arman "
__ADS_1
Siska menoleh, menatap jengah penjaga itu. dari dulu dia tak pernah mau di halangi dalam hal apapun termasuk dengan sekarang.
" sudah, " jawabnya dengan kebohongan yang selalu terlontar keluar dari dalam mulut nya.
" baik kalau sudah, saya minta maaf telah membuat nona terganggu " penjaga itu langsung percaya begitu saja tanpa berpikir terlebih dahulu bahwa dia telah di bohongi oleh gadis yang mengenakan gaun biru muda di atas lutut dan juga memperlihatkan bahunya itu.
" Di mana Om Arman? " tanyanya.
" tuan,,,,,
" Siapa yang berani mengganggu istirahat ku!! " teriak Arman dari atas, kedua tangan nya memegangi pagar besi dan membungkuk menatap Siska dan juga penjaga nya.
Siska dan juga penjaga nya itu mendongak. Siska mah bodoh amat dengan tatapan Arman yang tak suka karena terganggu istirahat nya, tapi penjaga nya sendiri? dia terlihat bergidik ngeri melihat tuannya yang marah.
Satu persatu Arman menuruni anak tangga dengan tatapan tak berpindah dengan gadis yang terlihat sangat cantik itu.
Tangan Arman mengibas mengusir semua anak buahnya yang ada di sana. " keluar kalian," titah dari sang penguasa rumah.
Semua pun langsung keluar dan menutup pintu setelah itu.
Siska tak perduli dengan semua itu toh Arman sangat baik pada nya.
Arman duduk di sofa dengan santai menompang satu kakinya ke kaki yang satunya.
" apa tujuan mu datang ke sini? " tanya Arman.
Siska berjalan dan beralih duduk di sofa depan Arman, menatap Arman yang juga terus menatapnya. " Apa Om melupakan janji yang Om buat, kapan Om akan membantu ku untuk bisa mendapatkan David?, Om nggak melupakan itu kan? " tanya Siska.
" Hm. "' Arman menyeringai sinis, tak ada kamus lupa di kepala Arman semua itu akan selalu dia ingat. bukan Arman lupa melainkan dia hanya mau melihat seberapa cerdiknya gadis yang sekarang ada di hadapan nya itu.
Arman duduk tegak, kemudian mencondongkan wajah nya kepada Siska dengan sedikit membungkuk.
Tangan Siska terkepal, begitu menyakitkan mendengar kata-kata barusan dari Arman.
kurang apa coba? semua sudah Siska lakukan bahkan dia tak malu lagi mengutarakan rasa sukanya pada David di depan semua orang bahkan di depan istri nya sendiri tapi tetap saja semua itu tak berhasil membuat David melirik nya.
Siska sangat cantik, penampilan nya pun juga oke, bahkan Siska juga sangat kaya semua laki-laki pasti akan tergila-gila padanya tapi tidak dengan seorang David, dan itulah yang membuat Siska bingung untuk melakukan apalagi.
Melihat setiap saat penampilan Siska, para laki-laki pasti akan ngiler, tak terkecuali dengan Arman sendiri yang sudah tak lagi muda. Bohong kalau Arman tak tertarik bahkan sedari tadi dia tak pernah bisa memalingkan pandangan nya dari seorang Siska.
" kenapa Om menatapku seperti itu? " tanya Siska dengan suara tinggi.
Arman malah tersenyum. membuang pandangan nya sebentar sebelum dia melihat Siska lagi dan lagi.
" Om,,!!.
Siska mulai kesal. Siska begitu risih mendapatkan tatapan itu dari Arman, seandainya saja yang menatap itu adalah David pasti Siska akan suka rela dan akan merasa sangat tersanjung. Tapi ini,? seorang yang sudah tua menurut Siska bahkan sudah ada beberapa rambut nya yang memutih.
" Saya punya rencana untuk mu bisa dengan mudah mendapatkan David " ucap Arman.
" Caranya?
" ikutlah dengan ku. " Arman beranjak dari duduk nya berjalan mendahului.
" kita mau kemana Om? " tanya Siska sembari beranjak dan membuntuti Arman.
Arman diam tak menjawab, berjalan menaiki tangga hingga ke lantai dua.
__ADS_1
Tak ada curiga atau was-was dari Siska, dia benar-benar terbutakan akan semangat nya untuk mendapatkan David.
Arman masuk ke salah satu ruangan yang gelap, tak ada jendela ataupun pintu lainnya selain pintu yang ia masuki.
" Om,!! Om,,!! teriak Siska tapi tak dapatkan jawaban. " Om Arman dimana? " bingung nya dan akhirnya ikut masuk ke ruangan yang sama dengan Arman.
" kok gelap sekali. " ucapnya.
Ctak....
Arman menjentikkan jarinya dan seketika pintu tadi tertutup dan lampu menyala secara otomatis.
Siska terkejut setelah melihat ruangan itu. ternyata itu adalah sebuah kamar yang sangat besar. Siska mengernyit bingung untuk apa Arman mengajaknya ke sana?
" Om, " panggil Siska.
"Aku di belakang mu, Siska " jawab Arman.
Sontak Siska membalikkan badan dan langsung melihat Arman yang tengah membawa segelas air minum di tangan nya.
" nih minum " Arman menyodorkan gelas itu pada Siska, dengan cepat Siska pun menerimanya.
" Ya elah Om, rumah gede banget gini ada tamu hanya di Britania air putih doang, pelit amat sih Om " protes Siska. Meskipun Siska protes tapi tetap saja dia meminumnya hingga tinggal setengah. "'apa rencananya Om " tanyanya tak sabaran.
" Sebentar sayang " Arman membelai lembut pipi Siska, namun dengan cepat Siska menepis nya dengan kasar. Arman menyeringai senang meskipun Siska melakukan itu.
"Sayang,? apa maksud Om? " bingung Siska.
Bukannya menjawab Arman terus menyeringai dengan puas, matanya menatap wajah cantik Siska penuh maksud dan juga penuh nafsu, apalagi melihat tubuh Siska yang begitu menggoda.
Arman berjalan semakin maju ke arah Siska sedangkan Siska yang mulai tau akan maksud dari Arman mulai berjalan mundur. " Om mau ngapain! " teriak Siska semakin keras.
" mau ku? , mau ku kita bersenang-senang dulu cantik dan setelah itu akan aku pikir kan apa yang akan aku lakukan, kau harus membayar nya sebelum kerja ku, Siska. " ucap Arman yang semakin mendekati Siska.
" berhenti Om, Siska bilang berhenti,!! " teriak Siska yang mulai ketakutan.
Semakin lama ada hal yang aneh pada tubuh Siska, semakin lama dia semakin merasakan kepanasan yang luar biasa. " apa yang Om taruh ke dalam minuman tadi!! "
" hanya sedikit Vitamin, Sayang " jawab Arman.
Arman sungguh cerdik. dengan memberikan obat itu pada Siska yang pasti Arman tidak akan susah payah untuk mendapatkan Siska. karena setelah obat itu bekerja pasti tak akan ada lagi jalan untuk Siska kecuali memberikan nya sendiri.
" Panas, panas,!! " teriak Siska. nampaknya obat itu mulai bekerja dengan baik dan cepat sesuai harapan dari Arman.
Siska yang mulai kehilangan kendali langsung di manfaatkan oleh Arman, Arman langsung mendorong Siska hingga ambruk ke belakang dan pas di kasur yang tersedia.
Siska masih sempat bisa berontak sebelum dia hilang kesadaran nya, dan berakhir dengan memberikan hartanya yang paling berharga darinya karena pengaruh obat itu.
" David I love you "'cicitnya.
#######
David mengerjapkan matanya pelan. tengkuk nya terasa sakit bahkan kepala nya terasa sangat pusing.
David menatap sekeliling tempat itu. tempat yang sangat asing baginya, " ini di mana? " guman nya.
David tercengang saat melihat siapa yang tidur di sebelah nya, matanya menatap tajam melihat perempuan yang masih tidur dengan pulas di sebelah " Siska,,!? "
__ADS_1
#######
##########