
" Airin,, " lirih Mitha.
Tangan Airin mencengkram erat pergelangan tangan Siska, membuat Siska meringis menahan sakit.
Airin menatap jengah Siska yang tak pernah ada bosan-bosan nya mengganggu nya dan bahkan sekarang kedua sahabat nya juga dia ganggu.
" jangan pernah menyakiti orang-orang terdekat ku, Siska. Jangan pernah lagi menyalakan api kalau kamu tidak ingin terbakar karena api mu sendiri. Aku diam bukan berarti karena aku kalah, aku diam karena aku masih berbaik hati mengharapkan kamu untuk bisa berubah. Namun jika itu memang tidak bisa kamu lakukan, aku sendiri yang akan menyingkirkan mu. orang seperti mu tidak akan pantas berada di negara ini dan mengotori nya. " seru Airin dengan begitu dingin.
" kau pikir aku takut karena kamu menjadi donatur utama di kampus ini.? dan kamu pikir aku takut karena kamu membawa bodyguard yang selalu menjagamu dan siapa melakukan apapun yang kamu mau.? tidak Siska. aku tidak akan pernah takut padamu dan apada siapapun. " imbuh nya dan melepaskan tangan Siska dengan kasar.
" sekarang pergilah,,!! dan berpikir lah selayaknya manusia, Allah memberikan hati dan akal pikiran supaya kamu bisa berfikir dengan bijak dan bisa memilih jalan yang benar yang sesuai ajaran. tapi jika kami tidak juga bisa berfikir, datanglah padaku dan akan aku bantu kamu untuk menggunakan hati dan akal mu dengan benar, pergi,,!! " sengit Airin.
Semuanya yang melihat hanya bisa ternganga, bukan dengan yang Airin katakan tapi banyak nya kata yang Airin ucapkan. Airin yang terkenal dingin dan pendiam pastilah akan menjadi hal yang aneh bagi mereka semua.
" pergi,, " usir Airin dengan begitu dingin.
Siska begitu kesal. Lagi-lagi dia di kalahkan dan di permalukan oleh Airin.
" tunggu pembalasan ku, Airin. kau akan menyesal " ucapnya dengan angkuh.
Siska pun pergi dari sana beserta kedua bodyguard nya. Seperti nya dia membutuhkan rencana yang lebih licik lagi untuk mengalahkan Airin.
Airin bernafas dengan lega meskipun dia tau Siska tidak akan mungkin menyerah begitu saja.
Airin langsung membalikkan badan nya menatap Mitha yang masih terperangah dengan keberanian Airin dalam melawan Siska, Mitha tau benar watak Airin, tapi Mitha tidak tau jika Airin juga bisa sadis dalam hal itu.
" Mit, kamu baik-baik saja kan? Siska belum apa-apain kamu kan? " cerca Airin bertanya.
Mitha menggeleng pelan. matanya gak pernah lepas menatap wajah Airin yang begitu menghawatirkan nya. " aku tidak apa-apa kok, Rin. " jawab nya.
" Alhamdulillah, besok-besok jangan pernah berhadapan lagi dengan nya, menjauh lah sejauh mungkin jika dia berusaha mendekat, aku takut dia akan melakukan hal yang akan menyakiti mu dan juga calon anakmu " ucap Airin.
" iya, Rin. aku akan lakukan apapun yang kamu minta. Terima kasih sudah membantuku. "
" itu semua terjadi juga karena kamu berteman dengan ku kan. jadi aku akan melindungi mu dan orang sekitar ku, kamu jangan khawatir semua pasti akan baik-baik saja " jawab Airin meyakinkan.
" Hm.. "
#######
Siska benar-benar pergi dari sana, pulang ke kediaman Arman pastinya. meskipun dia tidak menyukai pernikahan ini tapi dia sangat senang menjadi seorang ratu di rumah Arman.
Siska masuk ke dalam rumah Arman tanpa permisi, dia sudah terbiasa keluar masuk ke sana. Dia adalah nyonya jadi dia bebas melakukan apapun.
Siska lari menaiki anak tangga dengan cepat dia sudah tak menghiraukan kehamilan nya lagi dia tak perduli mau dia keguguran atau tidak, bahkan Siska sangat mengharapkan janin yang ada di kandungan tiada.
__ADS_1
Beberapa kali Siska mencoba untuk menggugurkan kandungan nya dengan meminum obat dan berbagai macam jamu-jamuan namun semua itu tidak berpengaruh sama sekali, seperti nya janin nya benar-benar ingin hidup. dan yang pasti Allah lah yang mengizinkan nya untuk tetap hidup.
Siska membanting pintu kamar nya setelah dia masuk, membuat semua para penjaga dan pelayan hanya bisa menggelengkan kepala dengan kelakuan nyonya mereka.
Brakkk.....
" Argghhh...!! berani nya kamu menantang ku, kamu belum tau kan seberapa berbahaya nya seorang Siska. Kau akan menyesal Airin, kau akan menyesal, Arghhh..!!! " teriak Siska frustasi.
" jangan mentang-mentang aku gagal dan sekarang kamu bisa menertawakan ku, tidak Airin,tidak..!! kamu tidak akan pernah bisa melakukan ini lagi padaku tidak,,!!. " teriak Siska.
prank.... prank....
Dua Vas bunga menjadi sasaran kemarahan dari Siska, dia melemparkan nya hingga hancur berkeping-keping dan tak berbentuk lagi.
Arman yang baru pulang dari perusahaan langsung menuju kamar Siska setelah di beri tahu oleh para pelayan. Arman tidak menyukai Siska sama sekali bahkan Arman sebenarnya tak sudi Siska mengandung anaknya. Nasi sudah menjadi bubur itu lah kata pepatah, Arman tidak bisa mengubah nya semua yang sudah terjadi.
Arman sangat tak suka dengan tempramen nya Siska yang sewaktu meledak begitu saja, tapi semua itu masa bodoh buat Arman, karena baginya sekarang Siska tak lebih dari wanita yang menjadi pemuas nafsunya saja di kala dia menginginkan nya, apa lagi wajah Siska yang begitu cantik dan juga tubuh yang begitu menggiurkan untuk di nikmati itu sangat menguntungkan untuk nya.
Setiap melihat Siska meskipun dalam keadaan apapun Arman tidak akan bisa menahan ***** ya untuk tidak bangkit. ***** nya akan selalu meronta untuk menikmati keindahan tubuh Siska yang sudah menjadi candu bagi Arman dari sejak pertama kali dia melakukan nya.
" pelayan,!! teriak Arman. Satu pelayan datang dengan membawa jus yang memang akan dia berikan pada Siska. " apa itu? " tanyanya.
"'ini minuman untuk nyonya, tuan. " jawab nya.
Arman tersenyum tipis, tangan nya merogoh sakunya dan mengeluarkan sesuatu dan menuangkan nya di minuman itu. " dengan obat ini dia akan tenang, jadi kalian tidak perlu menutup telinga kalian lagi "'ucapnya." sekarang pergilah, dan pastikan dia meminumnya "
Arman membuntuti pelayan itu dan menunggu di depan kamar Siska saat pelayan itu masuk dan memberikan jus pada Siska.
" nyonya, ini minuman yang anda minta "'ucap pelayan.
Siska yang masih si kuasai dalam amarah sama sekali tidak mengatakan apapun, dia mendekati pelayan dan menyeruput minuman itu hingga tandas dan kembali menaruh gelas nya di atas nampan.
" pergilah,, saya mau istirahat. jangan pernah mengganggu mu saat aku tidur " ucapnya.
" baik Nyonya. " jawab pelayan itu dan keluar dari sana dengan cepat.
Siska menghempaskan tubuh nya di kasur dengan kasar, entah kenapa dia mengantuk lebih cepat, biasanya dia akan sangat susah saat dia sedang dalam amarah.
Belum juga mata Siska terpejam, Arman sudah masuk menutup pintu dan menguncinya.
Mata Arman begitu menikmati tubuh yang sudah terbaring di atas ranjang besar itu. rok minim yang Siska kenakan sangat menguntungkan bagi Arman, dia bisa melihat kemolekan tubuh Siska dengan jelas apalagi rok nya yang hanya di atas lutut saja membuat mata Arman melihat dengan jelas paha Siska yang terekspos.
"'Hm." Arman menyeringai dan mendekat.
Siska melonjak dan tak jadi menutup mata nya saat melihat kedatangan Arman, Siska beranjak dan ingin duduk namun Arman sudah lebih dahulu menubruk nya dan mengembalikan posisi Siska seperti semula.
__ADS_1
" mau apa kau tua bangka,! "
Arman tak menanggapi dia sudah terhipnotis dengan semua milik Siska bahkan belahan dada nya sudah seketika membangunkan junior nya yang tak pernah puas meskipun sudah di usia yang tak lagi mudah.
" lepaskan,,!! Siska berontak.
" Panas,, panas,, " suhu tubuh Siska mulai memanas dengan cepat, sepertinya obat yang Arman berikan bukan lah obat tidur saja melainkan obat perangsang untuk membuat nya mempermudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
" biarkan aku yang mendinginkan nya Siska " ucap Arman dengan suara serak karena sudah benar-benar terbawa dalam ***** nya.
" tidak,, aku tidak ma..,"
ucapan Siska berhenti karena Arman sudah langsung membungkamnya dengan mulutnya.
Siska masih sadar, dia masih bisa berontak dengan perlakuan dari Arman namun sensasi yang dia dapat dari perlakuan Arman membuat nya perlahan-lahan menikmatinya, semua itu karena obatnya juga mulai bekerja.
" Ja- ngan... " ucapnya yang menolak namun tubuhnya mengatakan lain, tubuh nya sangat menikmati nya.
Arman yang sudah tak mampu menahan nya pun langsung menanggalkan pakaian Siska dengan sangat kasar, tubuh Siska sangat membuat nya tergila-gila.
" jangan, "'lirih Siska namun itu tak berpengaruh Arman dan apada tubuh nya sendiri.
Tangan Siska mendorong dengan kuat Arman yang hampir saja melepaskan pakaian dalamnya. " lepas, " Siska berusaha mengontrol dirinya sendiri dia tak ingin melakukan hal itu lagi dengan Arman.
Arman pun akhirnya bisa terlepas, Arman mundur beberapa langkah dia berdiri dan matanya kini yang menikmati tubuh Siska yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.
" tahan lah jika kamu memang mampu, Siska. aku tidak akan memaksamu. " ucapnya nya.
Semakin lama tubuh Siska semakin kepanasan bahkan dalam keadaan telanjang pun dia sangat panas." Panas.. panas... "
Siska benar-benar tersiksa dengan obat yang Arman berikan. Dia beranjak dan menjauh dari Arman dan memalingkan wajahnya.
Arman dengan santainya duduk di ranjang Siska dan menunggu sampai kapan Siska akan bertahan.
Siska membalikkan badan nya dan hanya Arman yang dia lihat yang sedang menunggu Siska yang akan memberikan nya sendiri.
Melihat Arman ***** Siska langsung memuncak, obat yang di berikan Arman benar-benar telah menguasai nya.
" datang lah, Sayang. lakukan lah hal yang semestinya kamu lakukan untuk membahagiakan suamimu " ucap Arman dengan menyeringai.
Dan benar saja baru saja Arman menutup mulutnya Siska sudah menubruk nya, duduk di pangkuan Arman dan melepaskan pakaian Arman.
" lakukan lah apapun yang kamu mau, " ucap Arman, menyerahkan semuanya pada Siska.
Dan lagi-lagi persatuan mereka bukan karena saling cinta dan saling ridho namun hanya karena ***** yang di dapat melalui obat.
__ADS_1
#####