Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
111.Permintaan Yohan


__ADS_3

Mendengar sang Papi terjatuh sakit David buru-buru ke rumah sakit untuk memastikan keadaan papinya, David sangat khawatir dan juga panik pencarian untuk istri nya sementara dia hentikan terlebih dahulu.


" Papi sakit apa sih, bukannya kemarin tidak kenapa-napa ,?" Gumam David sembari melangkah masuk ke rumah sakit.


Setelah bertanya ke bagian informasi David kembali berlari untuk ke ruang rawat Yohan, David begitu takut kalau sampai Yohan sakit yang begitu parah.


Langkah nya terhenti saat melihat Fani yang hampir saja masuk. David memanggil Fani sembari berlari ke arah nya " Mami,,!! teriak David.


Fani mengurungkan niat nya untuk membuka pintu, pintu yang sud setengah terbuka kini kali tertutup dengan otomatis.


Fani menoleh, melihat David yang sudah sangat dekat dengan nya dan akhirnya berhenti di hadapan nya. " David, kamu kenapa kesini,?" Tanya Fani..


Tak bisa Fani sembunyikan pada David kalau dia sangat lah kecewa dengan anak tunggal nya itu, semua rasa malu dan juga hinaan Fani dan Yohan dapatkan dari para sanak saudara yang sudah mengetahui kabar tentang David, di tambah lagi sekarang Yohan yang terjatuh sakit dan itu semua juga gara-gara masalah David.


" Ngapain kamu kesini,?" tanya Fani dengan dingin di hiasi semburat kekecewaan di wajahnya.


" Mi,,, " David melangkah maju berniat untuk memegangi tangan Fani namun langsung di tepis begitu saja. " Mi.. David tau Mami kecewa dengan David, tapi satu yang David minta pada Mami, tolong Mami percaya pada David, David tidak melakukan, semua itu, Mi. " ucap David.


" Benarkah.? kalau begitu Jelaskan kepada mami anak siapa yang dikandung oleh gadis itu. Jelaskan David Jelaskan kepada mami," ujar Fani.


" anak,?" beo David berbunyi.


David menatap Fani dengan bingung." anak.? anak siapa Mi. dan gadis mana yang mami maksud.?" tanya David yang benar-benar tidak tahu.


Fani menghembuskan nafas berat memejamkan matanya dalam sekejap sebelum dia angkat bicara dan menjelaskan kepada David Siapa gadis itu yang tak bukan adalah Siska.


" Mi,,! " desak David. " Siapa gadis yang Mami maksud, dan anak siapa,? "

__ADS_1


" gadis yang sudah kamu tiduri dia telah mengandung anakmu David. dan semua terjadi pada babi itu karena kamu karena kelakuan kamu yang telah menghamili gadis itu, dan dan Apa kamu mau tahu kenapa Papi bisa seperti sekarang,? semua ini terjadi karena gadis itu mendesak minta pertanggungjawaban mu, dan dia ingin kamu menikahinya hari ini juga." ucap Fani menjelaskan.


" Tidak,, semua itu tidak mungkin. Mami pasti bohongin David. "' David tersenyum pilu, dia tak bisa menerima semua itu dengan mudah. " Mami pasti bohong "


" buat apa Mami berbohong kepadamu mu, semua itu benar gadis itu datang ke rumah dan membuat kekacauan di sana hingga akhirnya membuat Papi terkena serangan jantung." tegas Fani.


Tubuh David lemas begitu saja, kekuatannya terasa hilang begitu saja mendengar penjelasan dari Fani. Dia tidak percaya kalau dia sudah berbuat kesalahan dan membuat Siska kini hamil tapi semua bukti sangat sangat memberatkan David.


" itu tidak mungkin, " David menggeleng tak percaya.


Disaat Fani dan David berbicara berdua Seorang perawat keluar dari ruangan Yohan dan memberitahukan kepada Fani dan juga David bahwa Yohan ingin bertemu dengan mereka berdua.


" maaf Bu, suami Anda sudah siuman dan sekarang beliau ingin bertemu dengan anda dan juga anak anda." ucap perawat, seketika membuat Fani mengangguk dan menatap David Sekejap yang masih terlihat sangat Syok.


" Baik, Sus. " jawab Fani.


" ingat David jangan menambah beban pikiran papi mu atau kau kalau tidak, lebih baik kamu pergi saja dari sini." ucap Fani yang sebenarnya ragu untuk mengizinkan David masuk ke dalam ruang rawat Yohan.


" Mi.. David berjanji tidak akan membuat Papi makin sakit lagi. David mohon izinkan David bertemu dengan Papi, Mi."David begtu memohon pada Fani.


David sangat khawatir, dia belum tenang sebelum melihat keadaan Yohan dengan kedua mata kepalanya sendiri.


Setelah mendapatkan izin dari Fani, David masuk mendahului Fani. David berlari dia sudah tidak sabar lagi untuk bisa melihat keadaan Yohan. Namun semangat David tiba-tiba pudar saat melihat Yohan yang memalingkan wajahnya dan tak mau menatap David sama sekali.


Meskipun diacuhkan David tetap melakukan apapun Sesuai ajaran dari Yohan. David meraih tangan Yohan dan mencium punggung tangannya." Assalamualaikum, Papi" ucapnya.


"wa'alaikumsalam.. " jawab yohan dari dalam hatinya.

__ADS_1


" Pi, David minta maaf karena membuat Papi seperti sekarang, Maafkan David karena Papi harus merasakan sakit gara-gara masalah yang ada pada David. Tapi Papi harus percaya David tidak melakukan hal itu, David bersumpah demi apapun kalau David tidak bersalah." ucap David yang mencoba untuk menjelaskan.


" Apa kamu mau Papi memaafkan.?" tanya Yohan dan gerakan cepat Davin mengangguk.


David begitu senang setelah mendengarkan bahwa Yohan akan segera memaafkannya itu berarti Yohan telah percaya kepadanya bahwa dia tidak bersalah." mau Pi." jawab David semangat.


" kalau begitu nikahi gadis itu dan bertanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat, bagaimanapun juga gadis itu tengah mengandung anakmu." tukas Yohan dengan sang jelas namun sama sekali tak mau menatap wajah David.


David menggeleng kasar dia tidak mungkin melakukan itu." tidak. David tidak mau, Papi." tolak David.


" kalau begitu Pergilah. dan jangan pernah berharap bisa bertemu lagi dengan Papi dan juga Mami. kami berdua sudah malu karena perbuatan kami telah gagal mendidikmu. kamu telah melakukan dosa yang sangat besar dan Papi tidak kamu menambah dosamu hanya karena kamu tidak mau menerima anakmu sendiri dan menyia-nyiakannya." gagah Yohan.


" tidak tidak "


#######


Sebentar lagi apa yang diinginkan oleh Arman akan segera terwujud. berita dari Siska yang hamil, Yohan yang jatuh sakit, dan juga permintaan Yohan kepada David untuk bertanggung jawab atas kehamilan Siska.


Arman begitu sangat bahagia sembari mendengarkan lagu favoritnya dan duduk dengan santai di ruang kerja Arman terus tersenyum bahagia.


" ternyata bocah itu bisa juga aku andalkan. lihat saja Yohan sebentar lagi Kamu tidak akan berani menampakan wajahmu lagi ke depan umum. wajahmu telah tercoreng dan itu semua gara-gara anakmu sendiri." ucap Arman dengan menyeringai.


" disaat kehancuranmu saat itu aku sendirilah yang akan menyaksikannya. dan aku akan menjadi saksi mata pernikahan kedua keponakan, David. gara-gara kamu sendiri sih karena kamu tidak mengundangku di pernikahan keponakan pulang pertama dan sekarang akan Aku pastikan aku yang akan menjadi orang pertama yang hadir di sana." ucap Arman dengan wajah yang begitu berbunga-bunga.


" tapi aku hanya bingung pada satu hal, sebenarnya kemana istri pertamamu itu pergi. apa dia benar-benar marah dan tidak mau memaafkan David.? Hm... mungkin itu memang yang terbaik, hahaha,!!!!" tawa Arman menggelegar.


########

__ADS_1


#########


__ADS_2