
" Weh pengantin baru lagi nongol, gas pol terus nih ya. " ledek David menyambut kedatangan Mitha dan Rico yang sudah satu minggu tak berangkat kuliah. " Gimana Co, enak kan. udah gue bilang lagi pasti enak lah dan bikin ketagihan pastinya, Iyakan.
Rico berdecak kesal dan menatap David dengan kesal. Dia tak seberuntung David sekarang, mungkin kalau dia tau dari awal pernikahan Airin dan David pasti lah dia bisa mengatakan kata-kata yang lebih bisa membuat David malu. " resek loh Dav. "
" baru tau ya kalau David ini resek " jawab David " Gimana rasanya asin, manis, asam atau pahit. " bisik David.
Bugh...
Rico memukul perut David dengan pelan namun David tetap pura-pura kesakitan. " Ya Allah Co. jadi kuat banget kamu ya sekarang. " kata-kata David yang selalu saja dia keluarkan membuat Rico semakin kesal dan meninggalkan David dan duduk dengan membanting tas nya di bangku. " Hahaha.!! tawa David girang.
" Airin sayang rindu aku sama kamu. " Mitha memeluk Airin dari samping menghentikan Airin yang sedang asyik dengan buku-buku di depannya.
Airin hanya pasrah di peluk oleh Mitha dan diam mematung tanpa sedikit pun bergerak dan hanya bicara tanpa menoleh. " Ck. Mitha apa-apaan sih gerah tau.loh belum mandi ya bau amat. " sinis Airin.
Mitha melepaskan pelukan nya dan mengendus tubuhnya sendiri, mana mungkin dia bau dia kan udah mandi sebelum subuh karena semalam habis olahraga. " wangi gini kok Rin. hidung situ kali yang bermasalah. " jawab Mitha tak terima.
" hahaha.. percaya aja aku ngomong, maksudnya bau-bau pengantin baru. hahaha..!! ledek Airin. " sebenarnya iya sih. sepertinya emang hidungku mulai bermasalah mana menyengat gini lagi. lah kok aku malah jadi mual gini sih. "
Mulut Mitha menganga lebar ternyata dia tengah mendapatkan bully dari sahabat nya sendiri. " nggak waras loh Rin. "
" I- iya, maaf gue mau ke toilet. " Airin berlari dengan cepat menutup mulutnya rapat supaya dia tak muntah di sana.
" lah Rin loh kenapa.? teriak Mitha bingung.
David yang sedang duduk di samping dan mengobrol dengan Rico pun tersentak dan menatap Airin yang sudah lari keluar dari kelas " lah kenapa tuh dengan Airin. " bingung David " Yangg tunggu.!! teriak David dan mengejar Airin.
Rico beralih mendekati Mitha yang juga masih bingung dan terus menatap pintu " Sayang, ada apa dengan Airin, sakit.? tanya Rico yang sama-sama bingung.
" Tau.., tadi dia bilang aku bau, dan setelah itu dia lari keluar katanya mau ke toilet. Sayang, beneran ya aku bau. " tanya Mitha.
" Mana mungkin kamu bau, wangi gini kok emang hidung dia aja yang bermasalah. Atau jangan-jangan..?
" Hamil maksudnya.?
" ya bisa jadi kan begitu. " jawab Rico " yah kalah deh aku, harus siap-siap uang banyak nih."
" kalah maksudnya.?
" eh bukan apa-apa kok. Wah nih buku Airin bagus banget ya, nanti kita juga harus punya buku seperti ini sayang biar kita bisa cerdas kayak Airin. " Rico mengalihkan pembicaraan.
Mitha geleng-geleng, suaminya benar-benar mencurigakan kira-kira maksudnya kata Kalah tadi apa ada sesuatu yang di pertaruhkan pada suaminya dan David. " dasar aneh. "
******
*********
__ADS_1
Airin terus berlari perutnya benar-benar ingin mengeluarkan semua yang ada di dalamnya padahal pagi ini Airin tidak sarapan karena tak nafsu tapi kenapa bisa mual begitu lagian apa coba yang akan di keluarkan dari perut nya yang kosong. " haduh kok toilet nya jauh banget sih. " gumam Airin dengan tangan masih menutup mulutnya.
" Yang...!! teriak David namun tak menghentikan Airin yang ingin segera sampai di toilet. " Yang tunggu..!!
Dengan terengah-engah Airin sampai juga di toilet dan masuk secepatnya mencari toilet yang kosong. Tanpa melihat itu toilet wanita David ikut masuk mengejar Airin karena sangat khawatir tak biasanya Airin tak menyauti panggilannya. " Yangg..!!!
Toilet itu tampak kosong tak tau kalau di dalam satu persatu toilet di sana bisa jadi ada orang kan. Mendengar Airin yang muntah di dalam salah satu toilet situlah David masuk , dan benar saja Airin tengah tersiksa memuntahkan semua isi di dalam perutnya yang ternyata hanya air saja. " Astaga Yang. Kamu kenapa.? bingung David sembari terus memijat tengkuk Airin.
" Hmm... " Airin menggeleng dan terus mencoba mengeluarkan isi perut nya yang seperti nya sudah habis. " aku pusing dan mual Yang." Ucap Airin lemas.
Wajah Airin begitu pucat tubuhnya pun terlihat sangat lemas. " Sayang aku ingin pulang saja. aku mau istirahat aku pusing banget. " ucap Airin manja.
" Ya ya.! kita pulang sekarang. kamu masih kuat jalan nggak.? atau perlu aku gendong.? tawar David masih sangat khawatir.
Airin menggeleng dan mulai berjalan keluar dengan di rangkul oleh David. " Bentar aku minta Rico untuk membawakan tas kita ke parkiran. " ucap David.
Mereka berdiri sejenak di depan toilet karena David harus mengetik hpnya dan mengirimkan pesan pada Rico.
" Rico tolong antarkan barang-barang ku dan punya Airin ke parkiran, Airin nggak enak badan dan harus pulang"
David kembali memapah Airin dan mengajak nya berjalan dengan pelan-pelan. " kamu beneran nggak apa-apa kan Yang.? atau kita ke rumah sakit saja setelah ini. " ucap David.
" Aku pusing aku mau pulang dan istirahat " jawab Airin dalam keadaan lemah tak berdaya.
David menuntun Airin untuk masuk ke dalam mobil dengan pelan dan menunggu sebentar Rico atau pun Mitha yang akan mengantarkan barang-barang mereka berdua" ishh mana sih lama banget. " gerutu David kesal " bentar ya Yang, kamu masih tahan kan.? atau kamu tidur aja dulu di mobil. "
" David..!! teriak Rico dan Mitha yang tengah berjalan dengan cepat dan membawa semua barang-barang Mereka berdua. " David sebenarnya Airin kenapa sih.? atau dia sakit apa.? khawatir Mitha dan berjalan untuk melihat Airin.
" aku juga nggak tau Mit. tiba-tiba dia muntah-muntah dan sekarang dia pusing katanya. dan tuh lihat dia pucet banget. " terang David.
" Sini ya bro barang-barang kalian " Rico menaruh barang-barang nya di kursi penumpang di belakang.
" Makasih bro kita pulang dulu ya. dan tolong izinin sama pak Rio. " David masuk ke mobil kemudi.
" Rin kamu beneran nggak apa-apa kan.?." tanya Mitha.
" nggak apa-apa kok Mit aku hanya pusing aja. aku pulang dulu ya. " ucap Airin dengan berkali-kali menutup matanya.
" iya hati-hati ya. kalau ada apa-apa kabarin aku." jawab Mitha.
" Hmm..
Mobil melaju perlahan-lahan meninggalkan kampus. David harus secepatnya membawa Airin pulang karena dia benar-benar sudah tak tega melihat nya. Mungkin setelah di rumah dia bisa membuatkan makanan atau minuman hangat untuk membuat Airin sedikit lebih baik.
David begitu khawatir melihat Airin yang semakin pucat mungkin karena muntah tadi dan juga karena Airin belum makan apapun sedari pagi." kamu sabar ya Yang, sebentar lagi sampai kok." ucap David.
__ADS_1
Airin hanya diam rasanya sangat malas untuk menjawab pertanyaan David saja. Mata Airin menatap luar, perutnya langsung keroncongan matanya terbelalak terang saat melihat penjual bubur ayam di pinggir jalan dan melihat begitu banyak yang makan di sana. Lidah Airin menyapu bersih bibir nya apakah rasanya sangat enak hingga Airin bisa langsung merasakan nya. " Yang berhenti. " tangan Airin menepuk-nepuk lengan David tanpa mata menoleh kearah nya.
Seketika David menghentikan mobilnya dan mengikuti arah mata dari Airin " bubur ayam.? kamu mau bubur ayam.? tanya David dan Airin mengangguk dengan cepat. " Ya sudah kamu tunggu di sini biar aku belikan. "ucap David dan hendak keluar namun tangan nya di tarik oleh Airin.
" aku mau makan di sini.? Airin memasang wajah imutnya berharap mendengarkan kata iya dari David, tapi malah sebaliknya David menggeleng. " please ya ya. Aku pokoknya mau di sini makannya." rayu Airin.
David menghembuskan nafas dengan berat. dia tak akan pernah tega melihat wajah istri nya yang memelas. " baiklah tapi cepat ya, kamu harus istirahat, aku nggak mau kamu sakit. " jawab David pasrah.
" yeeee..!! Airin mengangkat kedua tangannya dengan girang. senangnya bisa makan bubur ayam di tempat nya sekalian.
Airin dan David keluar berjalan ke arah penjual bubur ayam lalu memesan dua porsi untuk mereka berdua lalu mencari tempat duduk yang masih tersedia. "kamu yakin mau makan di sini.? tanya David yang masih ragu.
Airin mengangguk dengan cepat. lemas nya tadi begitu hilang dengan cepat setelah melihat Bubur ayam itu. Airin sudah tak sabar dia ingin secepatnya melahap bubur pesanannya dan memanjakan perutnya yang kosong sedari tadi pagi " udah belum pak.!! teriak Airin tak sabar.
" bentar neng.!! jawab penjual.
David melipat tangan nya di atas meja matanya melihat Airin yang begitu bahagia dengan berkali-kali tersenyum seperti bocah yang mendapatkan hadiah dari orang tuanya. "seneng banget Airin, ada apa ya.? tumben, biasanya nggak pernah mampir di pinggir jalan begini jangan kan mampir melirik aja nggak pernah "
" Nih neng, mas. pesanan nya. " dua mangkuk tersedia di depan David dan Airin.
Airin tak henti-hentinya tersenyum bahagia mengaduk-aduk isi mangkuk sebelum melahap nya. " Hmm enak.. " kesan pertama untuk suapan pertama dari Airin membuat penjual tersenyum senang.
" makasih pak. " ucap David.
pak penjual melebarkan senyum dan kembali pergi ke gerobaknya untuk membuat kan pesanan untuk yang lain. " iya mas sama-sama." jawab nya lalu pergi.
David geleng-geleng melihat Airin yang makan sudah seperti orang kelaparan." pelan-pelan Yang, jangan sampai kamu tersedak nanti nya. " ucap David memperingatkan.
" ini sangat enak Yang, enak banget. " ucap Airin memuji bubur ayam tersebut dengan mulut masih terisi penuh. membuat suaranya pun tak jelas.
" jangan bicara saat mulut penuh. " Lagi-lagi David hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkah Airin hari ini.
Hanya melihat Airin makan saja David sudah kenyang duluan, hingga punya Airin habis, David baru dua suap saja yang masuk kedalam perutnya.
" Yang kok nggak di makan enak loh. sini aku temenin ngabisin nya kalau kamu nggak habis." Airin kembali mengambil sendok yang ada di mangkok nya tadi dan memakan dan sesekali menyuapkan bubur David pada dirinya dan David. " enak kan. "
" iya enak. sekarang udah kenyang atau mau nambah lagi., " tanya David.
" Hmm. sebenarnya masih mau sih, tapi perut ku udah penuh besok lagi aja. sekarang pulang aku mau bobok manis. " jawab Airin dan melenggang duluan untuk masuk ke mobil.
David membayar dulu lalu kembali ke mobil nya untuk segera pulang dan menuruti Airin yang katanya ingin bobok manis. Mobil kembali melaju, Airin yang begitu kenyang merasa kantuk yang luar biasa hingga akhirnya dia tertidur di mobil.
" kamu kenapa sih Yang sebenarnya.? aku jadi bingung deh baru kali ini kamu begini, Semoga saja nggak ada apa-apa dan semoga saja akan ada kabar baik" gumam David penuh harap. David sekolah di kedokteran jadi dia akan peka dengan perubahan wanita yang seperti itu, kalau Airin mungkin dia lebih belum menyadari dan masih menikmati perubahan yang perlahan-lahan menjauh dari kebiasaannya.
sampai rumah Airin masih tertidur dengan lelap David begitu tak tega dan akhirnya membopong Airin dan menidurkan nya di kamar mereka. David mengecup kening Airin sekilas dengan hangat sebelum dia pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
__ADS_1
" selamat tidur My Wife." ucap David dan beralih ke perut rata milik Airin. " Jagoan Papa dan Mama kalau beneran udah datang jangan buat Mama kecapean ya, jangan buat Mama susah juga dan jagain Mama, ok. " ucap David.
"ya Allah semoga saja perkiraan ku benar, sepertinya bulan ini Airin juga belum kedatangan tamu bulanannya. " gumam David.