
Laju mobil David harus berhenti mendadak, kakinya buru-buru menginjak pedal rem karena tak mau menabrak orang yang dengan sengaja berdiri di depan nya dengan merentangkan tangan.
Tubuh David terhuyung ke depan dan wajah nya hampir saja terjedot dengan dasbor yang ad di hadapan nya.
" Astaghfirullahalazim,, " ucap David dengan panik.
David melihat dengan jelas siapa yang telah sengaja menghadang nya. " siapa sih,,? apa dia udah bosan hidup dan mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya " gerutu David kesal.
Mata David berkali-kali mengerjab karena dia tak percaya dengan apa yang dia lihat, Dia ragu jika orang yang ada di depan nya adalah orang yang sangat dia kenal.
" Fadil,!" pekik David tak percaya.
David membuka pintu mobilnya dan segera turun untuk melihat dengan jelas, dan dia berharap matanya kini sedang dalam kondisi buruk, karena tak mungkin kan seorang Fadil akan mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini.
Setelah keluar dari mobil, David benar-benar tak percaya ternyata yang dia lihat adalah benar, Fadil lah orang yang ada di sana.
" Fadil,, apa yang kamu lakukan,!! " tanya David namun sedikit berteriak karena suara deru kendaraan lain yang melintas dan juga bunyi klakson dari mobil di belakang mobil David.
Fadil melangkah dengan begitu angkuh, menatap tajam David dan jangan lupakan tangan nya yang sudah mengepal sempurna.
Bugh,,,,,
Pukulan keras berhasil mendarat di wajah David membuat ujung bibir David robek dan mengeluarkan darah.
" dasar laki-laki mata keranjang,,!! aku relakan Airin karena aku kira dia hanya bisa bahagia dengan mu, tapi sekarang apa buktinya,! kamu malah selingkuh dan tidur dengan perempuan lain di hotel,, "
Fadil benar-benar marah, dia begitu emosi mendengar fakta bahwa David telah mengkhianati Airin dengan cewek lain, dan lebih parahnya David tidur dengan cewek itu dan di pergoki oleh Airin sendiri.
David yang wajahnya terhuyung ke samping dan sudah mengeluarkan darah tak menyangka kalau berita itu akan tersebar dengan begitu cepat.
__ADS_1
David berdiri tegak dengan tangan yang masih setia di tempat yang di pukul boleh Fadil.
" Semua itu tidak seperti yang kamu bayangkan, Fadil. semua itu hanya jebakan, aku bersumpah demi apapun aku tidak melakukan itu semua, bahkan aku juga sangat bingung kenapa aku bisa berada di sana dengan gadis itu. " ucap David membela diri.
Kedua tangan Fadil mencengkram baju David dengan kuat, matanya melotot tajam padanya.
" laki-laki apa kamu ini, kamu sudah memiliki istri yang benar-benar cinta dan sayang padamu tapi malah kamu sia-siakan... "
" Dan setelah itu kamu tidur dengan wanita lain dan melakukan hubungan tak senonoh dengan nya, dan setelah itu kamu lari begitu saja dari tanggung jawab dan pergi meninggalkan wanita itu setelah kamu berhasil mendapatkan apa yang dia miliki,, dasar laki-laki munafik, " imbuh Fadil.
David benar-benar kehabisan akal, kenapa semua orang tidak ada yang percaya padanya bahwa dia tidak melakukan apapun yang di tuduhkan, bahkan kedua orang tuanya sendiri juga kecewa padanya. dan yang paling parahnya, Istri nya yang selalu percaya padanya kini dia pergi meninggalkan nya seorang diri.
" Aku berani bersumpah, Fadil. aku tidak melakukan apapun seperti yang kamu bilang barusan. " ucap David.
Bugh...
" Dulu mungkin aku percaya, tapi tidak untuk sekarang. aku tak akan pernah lagi percaya dengan mulut manis yang menjerumuskan seperti punyamu" kesal
Fadil mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah David dan menatap bengis mata David dengan posisi tangan yang masih setia mencengkram bajunya.
" Aku tidak mengenal David yang pengecut seperti ini, David yang ku kenal dia sangat bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan dan Aku berharap kamu juga akan bertanggung jawab kepada Gadis itu secepatnya atau kalau tidak aku sendiri yang akan membuat kamu mendekam di kantor polisi." ancam Fadil.
Fadil mendorong David dengan keras sehingga membuat punggung David terbentur mobil di belakangnya. tangan Fadil berangkat ke atas menunjuk David dengan jari telunjuknya." ingat itu baik-baik." ucapnya yang terakhir kali sebelum Fadil pergi meninggalkan David yang masih terdiam.
"Arghhh...!!! Kenapa tak ada satupun yang percaya padaku aku benar-benar tidak melakukan melakukan seperti yang mereka lihat dan katakan,Arghhh...!!! " teriak David frustasi.
########
Bukan hanya David saja yang kebingungan mencari keberadaan Airin, kedua orang tua Airin dan juga kakaknya sangat kebingungan. mereka terus mencari keberadaan Airin tapi sampai sekarang mereka belum menemukan petunjuk di mana keberadaan Airin.
__ADS_1
" Bunda, ini gimana aku takut kalau Airin melakukan hal yang tidak-tidak." ucap Rayyan yang begitu bingung.
Tasya tidak memikirkan hal yang demikian karena Tasya yakin Airin tidak akan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu.
" itu tidak mungkin Ray, adikmu tidak akan mungkin melakukan hal yang seperti itu. Bunda sangat yakin dengan kepribadian anak-anak Bunda kalian berdua tidak akan mungkin melakukan hal yang dilarang agama dan yang pasti yang sangat dibenci oleh Allah." jawab Tasya yakin.
Rayyan yang sebelumnya berdiri dengan tidak enam ini berjalan maju dan duduk didepan Tasya dan juga Fahmi." Tapi Bunda," Rayyan masih sangat takut jika apa yang dia katakan tadi benar.
" Percayalah dengan apa yang dikatakan oleh Bundamu Ray. Abi juga yakin kalau adikmu tidak akan pernah melakukan hal yang seperti itu. Mungkin dia sekarang hanya membutuhkan waktu untuk sendiri menenangkan dirinya dan berpikir dengan jernih." imbuh Fahmi.
"Rayyan pergi dulu Bunda, Abi. Ray harus mencari Airin dan menemukannya dengan cepat karena Ray sangat khawatir kepadanya." ucap Rayyan.
Rayyan beranjak dari duduknya mendekati kedua orang tuanya menyalami mereka mencium punggung tangan keduanya dengan lembut sebelum dia benar-benar pergi dari sana." Assalamualaikum." satu kata yang ditinggalkan oleh Rayyan kepada kedua orangtuanya.
" Wa'alaikumsalam,, " jawab Tasya dan Fahmi secara bersamaan.
" hati-hati Ray. Jika kamu mendapatkan petunjuk keberadaan adikmu cepat hubungi Bunda. dan jika kamu menemukan adikmu maka bahwa dia pulang ke sini." ucap Tasya.
Rayyan mengganggu runtun sebelum dia benar-benar pergi."Hm.. "
Tasya beralih menatap Fahmi ingin meminta izin untuk ikut serta dalam mencari Airin." Abi, boleh ya Bunda ada mencari Airin. atau mungkin Abi juga mau ikut?" tanya Tasya.
" Maaf Bunda, Abi juga sangat ingin mencari Airin, tapi nanti ada mengajar setelah ini mungkin siang nanti Abi baru bisa. sekarang Bunda Istirahatlah dulu setelah habis selesai kita cari Airin bersama-sama." jawab Fahmi.
" baiklah." jawab Tasya pasrah.
########
###########
__ADS_1