Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
120. Semua terkena imbasnya


__ADS_3

" Pagi sayang ku,, " seru David, menatap lekat wajah Airin yang masih terpejam sempurna. Tangan nya membelai lembut pipi istrinya yang begitu mulus tanpa satupun bintik jerawat maupun noda yang lainnya.


David menggeleng pelan, bibir nya nampak nyengir dengan tipis karena sama sekali tak mendapatkan respon dari Airin yang seperti ya begitu sangat lelah.


" Yang,,, bangun. Sholat subuh dulu yuk. " David terus berusahalah membangunkan Airin yang begitu terlihat sangat kelelahan.


Airin hanya menggeliat tanpa membuka matanya namun tangannya meraih selimut dan kembali menariknya.


David semakin gemas melihat Airin yang tak memperdulikan nya, Lagi-lagi David menggelengkan kepalanya dan begitu gemas di saat melihat bibir Airin yang malah sengaja di monyongin.


" oh. minta di gigit nih "'ucap David semangat.


" Yang,, kalau nggak mau bangun aku gigit beneran loh "'ancam David. David yang sebelumnya hanya miring menghadap Airin kini dia beralih tengkurap dan wajah nya semakin mendekat pada wajah Airin." benar ya. " imbuh nya.


" Apa sih, Yang. Aku masih ngantuk " jawab Airin dengan lirih.


" bangun Yang, ini sudah subuh. Nanti waktu nya habis loh. Yuk bangun, nanti kan bisa tidur lagi setelah sholat " seru David.


Mata Airin langsung terbelalak terang, tubuh nya langsung bangun dan duduk dengan cepat " kenapa nggak bangunin dari tadi.? " gerutunya.


David menggaruk kepala nya yang tidak gatal sama sekali. David menyusul Airin duduk menatap istri nya yang sama sekali tak sadar kalau sedari tadi dia terus membangunkan nya, tapi Airin sendiri yang tidak bangun " Tadi udah aliran bangunin, Yang. " jawab David.


" benarkah.!?. "


" Hm.. " David mengangguk pelan.


" Astaghfirullah,, kenapa aku begitu malas. Ampuni aku ya Allah. " Ucap Airin dan menengadah kan kedua tangan nya seraya meminta belas kasih dan permohonan maaf pada Allah SWT.


" Yuk yuk cepet. kalau tidak matahari pasti keburu muncul " Airin bergegas, menarik tangan David dengan cepat.


" Ehhh.. " seru David namun tetap saja nurut.


######

__ADS_1


Rico dan Mitha berjalan menyusuri lorong kampus hanya berdua, mereka terus berjalan berdampingan begitu lengket kayak prangko.


Cinta yang dulu hanya untuk Airin seorang kini sudah berpindah dan di limpahkan seutuhnya untuk Mitha gadis cantik yang berambut panjang dan yang begitu cerewet baginya.


Tak pernah terkira kalau mereka bisa bersatu dengan mudah, karena Rico yang mencintai Airin begitu sangat besar dan juga persahabatan mereka yang begitu sangat dekat.


" Yang. hari ini David dan Airin masuk kan.? " tanya Rico menyelidik.


Mitha berhenti sejenak dan langsung menoleh ke arah suaminya yang B juga tengah menatap nya. Mitha mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rico dan kembali melanjutkan langkah nya. " seperti nya iya. masalah mereka kan udah selesai sekarang "


" Alhamdulillah kalau begitu " Rico pun mengikuti langkah Mitha.


Saat sama di pertigaan, mereka berdua terkejut karena di hadang oleh Siska dan tentunya dengan kedua bodyguard nya yang selalu senantiasa mengikuti nya kemanapun dia pergi, bahkan mereka kini juga tinggal di rumah Arman.


Wajah Mitha langsung kesal melihat Siska yang begitu angkuh menghadangnya dengan bersedekap dada dan juga mengeluarkan senyum sinis nya.


" Minggir. ! Aku mau lewat " seru Mitha tak terima dan hendak menyerobot melewati Siska, namun ternyata tak bisa. " minggir,, "


Dengan sengaja Siska mendorong Mitha dan mundur ke belakang dan hampir terjatuh namun dengan sigap Rico langsung menangkap nya.


Mitha yang ambruk di tubuh Rico mendadak melotot tajam ke arah Siska, begini juga dengan Rico yang matanya sudah memerah karena marah.


Rico membantu Mitha dalam berdiri menyingkirkan Mitha ke belakang tubuh nya. " kamu minggir, Yang. " ucapnya mengangguk sekali pada Mitha.


" Tapi,,? " Mitha sangat takut, Mitha takut kalau sampai Rico kehilangan kendalinya dan akan melakukan hal buruk pada Siska, karena yang ada nanti akhirnya Rico yang akan celaka. " ngga usah di ladenin orang gila kayak dia, Yang. yang ada kita ikutan nggak waras "


Rico tak mengindahkan kata-kata dari Mitha, Rico sangat marah, mungkin jika yang di hadapan nya itu bukan lah seorang perempuan Rico pastikan akan habis di tangan nya karena hampir mencelakai wanita nya.


Tatapan bengis yang Rico lontarkan ternyata sama sekali tak membuat Siska ketakutan, nyatanya dia malah meringis sinis dengan tangan yang bersedekap dada.


" karena kamu perempuan bukan berarti aku tidak akan bertindak jika kau menyakiti Mitha, sekali lagi kau menyentuhnya kau akan berhadapan dengan ku, Camkan itu baik-baik,! " ucap Rico seraya mengangkat tangannya tan mengacungkan jari telunjuk nya.


Siska terkekeh, ancaman seperti apapun tidak akan pernah berpengaruh padanya. Dia sudah sangat dikuatkan dengan dia yang menjadi donatur utama di kampus itu menggantikan ayahnya yang sakit tak kunjung sembuh, dan sekarang dia juga bisa memanfaatkan Arman yang kini menjadi suaminya meskipun sama sekali dia tak menganggap nya.

__ADS_1


" Hmmm,,,, kamu berani melawan ku,? berarti kalian mau si keluar kan dari sini. Dan usaha kalian yang tinggal beberapa bulan lagi akan sia-sia. jika kalian berani melawan ku, aku pastikan kalian akan gigit jari dalam penyesalan.! " seru Siska sangat sinis.


Mata Rico semakin menajam, amarah nya kian memuncak dan tangan nya pun kini sudah mengepal sempurna.


" Yang,, sudah, jangan ladenin dia, " Mitha sangat takut menarik lengan Rico untuk menjauh karena itu adalah jalan terbaik jika bermasalah dengan Siska.


" Dan ya, bilang sama kutub. Dia akan menyesal telah melawan ku. aku akan pastikan dia akan menyesal telah menantang seorang Siska " serunya.


Seandainya tidak dalam keadaan hamil mungkin Mitha berani melawan Siska, namun dia tak akan melakukan itu demi menjaga keselamatan calon anaknya.


" bukan Airin yang akan menyesal, tapi kamu yang akan menyesal telah berhadapan dengan nya. kau pikir bisa mengalahkan seorang Airin, iya? Bahkan untuk menyentuh ujung jarinya saja aku tidak percaya kamu bisa " jawab Mitha yang angkat bicara.


" halah,, jangankan ujung jarinya, ! jantung nya saja akan aku pastikan aku bisa menghancurkan nya. " jawab Siska.


" dasar psychopath...!! "


" Hahaha... terserah kamu akan mengatakan apapun tentang ku, aku nggak perduli. Bagi ku sekarang adalah, loh loh dan teman mu itu akan hancur di tangan ku. "


Mulut Siska benar-benar sangat pedas dan lebih pedas sekarang setelah pernikahan nya dengan David gagal dan malah menikah dengan Arman.


Kebencian nya kepada Airin semakin mendarat daging dan tidak akan mungkin bisa hilang begitu saja meski dengan cara apapun.


Mitha memberanikan di maju di depan Rico, dan menatap Siska dengan bengis.


" Aku senang karena David tidak masuk dalam perangkap mu, dan aku senang karena Airin datang dan menyelamatkan David dari perempuan gila seperti mu. perempuan seperti mu tidak akan pernah pantas bahagia dalam hubungan. Hmm,, sok-sokan bilang hamil dengan David, nyatanya kau hamil dengan orang lain. Cuihh... perempuan ****** memang pantas dengan laki-laki yang sejenis. " sinis Mitha.


Siska menurunkan tangan nya dari dadanya dengan sangat marah, kata-kata Mitha benar-benar telah memancing amarah nya.


Tangan Siska terangkat dan ingin melayangkan nya ke wajah Mitha. " dasar kurang ajar,,!! "


Mitha memalingkan wajah nya dan memejamkan matanya. Lama menunggu Mitha membuka matanya melihat tangan Siska yang ada di Udara sudah di tahan orang seseorang.


" Airin.. " lirih Mitha.

__ADS_1


#########


#######


__ADS_2