Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
144.Pergi ke Negeri Sakura


__ADS_3

...*****...


...*******...


Bulan yang sangat di nantikan oleh sepasang suami-istri itu telah tiba di mana mereka akan pergi untuk bulan madu di tempat yang sudah di pesan oleh Tasya, yaitu Negeri Sakura di Jepang.


David sangat antusias, dia begitu bahagia ya meski di mana pun asalkan dengan Airin dua akan tetap bahagia, namun kebahagiaannya kali ibu terasa berkali-kali lipat dari biasanya.


Keduanya tengah bebenah, memasukan satu persatu barang-barang yang akan mereka bawa, dan semua keperluannya. Karena kali ini mereka pergi di saat musim panas jadi mereka tidak terlalu memerlukan baju hangat untuk di sana, seandainya musim dingin mungkin mereka akan menyiapkan semuanya untuk kebutuhan mereka.


"Yank, kalau di sana tempat mana saja yang ingin kita kunjungi? Maksudnya yang mau kamu kunjungi, kalau aku mah ikut aja." Tanya David sembari tangannya sibuk dengan barang-barangnya.


Airin terdiam menatap lurus ke depan seraya berfikir kemana saja tempat yang akan dia kunjungi, terlalu banyak pilihan, destinasi di ana semuanya sangat indah-indah akan sangat bingung untuk menentukannya.


Berbagai tempat yang indah terpampang jelas di dalam kepala Airin. Seandainya bisa dia ingin mengunjungi semua tempat yang dia inginkan tapi itu tidak akan mungkin karena waktunya tak selama itu.


"Entahlah, kita pikirkan besok kalau sudah sampai di sana. Atau mungkin, kamu saja yang pikirkan kita akan ke mana? Kemanapun kamu bawa aku pergi aki akan ikut." Jawab Airin.


"Hem..? Oke deh kalau begitu, biarkan aku yang tentukan, tuan permaisuri ku tidak perlu pusing soal kira akan pergi kemana? Biar aku yang tentukan, ya kalau aku sih sebenarnya nggak butuh kemana-mana juga, kita di dalam hotel terus juga nggak apa-apa, iya nggak? " Mata David berkedip genit, sepertinya yang David inginkan memang itu saja.


"Kalau hanya mau di dalam kamar saja kenapa harus pergi jauh-jauh ke sana? Di rumah saja juga bisa! "


"Kalau di rumah berbeda, ada pengganggu. "


"Siapa? " Tanya Airin sembari mengernyit.


"Banyak lah, terutama Mami dan Papi yang selalu datang di saat yang tidak tepat, ada juga Rico dan Mitha, ada juga bocah kembar itu yang selalu mengganggu, dan masih banyak lagi, pokoknya aku mau pergi lebih cepat supaya kita benar-benar bisa berdua tanpa ada pengganggu. "


Airin terkekeh mendengar deretan pengganggu yang di katakan oleh David, ya memang benar sih mereka suka datang di saat yang tidak tepat, tapi masak iya ada tamu harus di abaikan atay du usir, tamu kan Raja.


"Hem.., kamu pasti menertawakan ku, iya kan? Kamu kan memang selalu seneng saat melihat aku lagi pas tanggung-tanggung nya, ehh... Malah gagal karena ada tamu yang datang! Maka dari itu aku semangat untuk pergi karena aku mau kita benar-benar fokus. Dan saat itu tiba kamu tidak bisa mengelak nya." Ucap David di sambung dengan mengeluarkan smirk yang sangat aneh.


"Emang aku pernah mengelak? Nggak ya. "


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita lakukan satu ronde dulu sebelum berangkat, ya itung-itung untuk pemanasan."

__ADS_1


"Nggak bisa, Yank. Waktunya sudah mepet dan juga ada mami dan papi yang sudah nungguin di luar. Apa kamu mau pas kamu nanggung mereka datang? Nggak kan?"


"Tuh kan! Aku bilang apa, kamu pasti akan mengelak nya. "


"Ya lihat-lihat dulu dong, Yank. Ish..., kau ini."


****


Di ruang tengah Fani juga Yohan masih setia menunggu David dan Airin, sudah sangat lama mereka menunggu bahkan Yohan sudah hampir menghabiskan dua gelas teh yang di suguhkan.


"Mi, masih berapa lama lagi kita akan menunggu mereka? Sepertinya dulu saat kita akan bulan madu kita nggak separah ini deh siap-siapnya." Ucap Yohan.


"Bagaimana bisa sama, Pi. Masa kita dulu dan sekarang itu berbeda," jawab Fani.


Yohan mengangguk pelan, memang tidak sama dulu sama sekarang, tapi tetap saja kan waktunya tidak bisa di tunda, penerbangan pun juga tidak bisa di undur hanya karena satu atau dua orang saja.


"Assalamu'alaikum... "Datanglah Tasya juga Fahmi di sana, semua memang berniat untuk mengantarkan David dan Airin hari hingga sampai di bandara.


" Assalamu'alaikum... "


Belum juga Yohan dan Fani menjawab Rico dan Mitha juga datang tepat di belakang Tasya juga Fahmi.


"Besan sudah lama di sini?" Tanya Fahmi.


Yohan mengangguk bukan lama lagi, tapi sudah berjam-jam dia ada di sana dan menunggu Airin juga David yang bebenah.


Sebenarnya Fani menawarkan untuk membantu bebenah, tapi David menolak nya. "Sudah, nih sudah habis dua gelas teh." Jawab Yohan sembari terkekeh geli sendiri.


"Alhamdulillah kalau begitu, hahaha... " Tawa Fahmi.


Sementara Mitha duduk di samping Fani dan Tasya ada di samping Mitha jadi mereka bertiga duduk jadi satu di satu kursi panjang.


"Loh, mereka di mana, Tan? " Tanya Mitha.


Mitha bingung mencari keberadaan David juga Airin yang belum nongol juga sampai sekarang, mereka berdua yang ingin pergi rapi sampai sekarang? " Hadeuh.. " Keluh Mitha.

__ADS_1


"Sebentar lagi mereka pasti akan datang, mungkin bebenahnya belum selesai. " Ucap Fani, "Oh iya, Mit. Bagaimana dengan kandungan mu? Sehat? "


"Alhamdulillah, Tan. Kandungan Mitha baik-baik saja. Semua juga sehat." Jawab Mitha sembari mengelus perutnya yang masih rata.


"Alhamdulillah.., apa Tante boleh mengelusnya?" Tanya Fani, gemes saja melihat orang hamil, meskipun masih rata tapi auranya sangat terlihat felisha jelas.


Mitha mengangguk tidak akan masalah jika hanya dielus, karena itu juga sebagai ungkapan kasih sayang, Mitha percaya Fani juga sangat menyayanginya sama seperti Airin sahabatnya.


Mendapatkan persetujuan dari Mitha, Fani langsung mengelus perut Mitha dengan begitu lembut, "Semoga saja sepulang dari bulan madu, Airin juga bisa hamil juga." Ucapnya yang tersirat begitu besar harapan dari Fani untuk bisa segera menimang cucu.


"Amin... " Jawab David yang tengah mulai menuruni anak tangga.


Semua menoleh melihat David dan Airin yang berjalan menuruni tangga, Airin hanya membawa tas selempang saja yang menggantung manusia di bahunya, sementara David harus membawa dua koper sekaligus.


"Nah, itu orangnya yang di tunggu-tunggu baru nongol, lama banget bro! Pakai di servis dulu sebelum pergi?" Celetuk Rico.


"Buat apa di servis dulu, ini masih baru, masih orisinil." Jawab David yang tak kalah nyeleneh lagi.


"Hahaha,, iya orisinil, tapi udah bobol segelnya!" Tawa Rico renyah.


Tawa Rico tak berlangsung lama setelah dia mendapatkan tatapan tajam dari istrinya, luluh sudah kalau sudah begitu, bahkan seganas apapun harimau kalau ada di hadapan wanitanya pasti akan langsung tertunduk.


"Sudah siap? Kalau begitu kita berangkat saja sekarang, waktunya sudah sangat mepet takut telat." Ucap Tasya.


"Sudah kok, Bun. Semuanya sudah siap." Jawab David heboh.


"Alhamdulillah kalau sudah siap. Yuk.. " Tasya merangkul Airin dan menuntunnya sampai di parkiran.


"Sayang, cepat pulang ya. Dan jangan lupa bawa kabar baik setelah pulang dari sana." Ucap Tasya.


"InsyaAllah, Bun. Kita hanya bisa berusaha, dan Allah lah yang menentukannya."


"Iya, bunda tau itu."


Satu persatu masuk ke dalam mobil, ada dua mobil yang mengantarkan David dan Airin, Tasya, Fahmi, Airin juga David ad dalam satu mobil, sementara Fani, Yohan, Mitha dan Rico ada di mobil yang satunya.

__ADS_1


"𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶, 𝘙𝘪𝘯. 𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘷𝘪𝘥 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘈𝘮𝘪𝘯.. "


...#########...


__ADS_2