Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
59.Jebakan


__ADS_3

" lepasin.!! amarah Airin benar-benar memuncak setelah sedari tadi dia berdebat dengan Siska.


tak ada seorang pun yang tau dengan apa yang di alami Airin saat ini. dia tengah berada di dalam toilet dan di susul oleh Siska dan di jaga oleh para pengawal Siska di depan toilet.


tangan Siska begitu kuat mencengkram dagu Airin. meskipun terlihat sangat lemah namun ternyata Siska mempunyai tenaga yang tak bisa di remehkan juga. bahkan dia sangat kuat.


" kau pikir bisa melawan ku, kutub. loh itu hanya gadis lemah yang hanya bisa selamat karena di dekat David. tapi tidak akan jika kamu hanya seorang diri, kau akan benar-benar merasakan betapa besarnya amarah ku. "


mata Siska melotot tajam seakan mau keluar begitu saja. dia begitu berambisi untuk segera melenyapkan Airin saat ini juga. apapun caranya cinta nya David harus dia dapatkan meskipun dengan menghapus Airin dari muka bumi ini.


" kamu gila Siska, kau sangat gila.!!


" ya aku memang gila. dan loh tau itu karena siapa.? karena loh yang tak pernah pergi dari sisi David, David hanya bisa menjadi milik gue dan akan selalu menjadi milik gue.!!


" asal loh tau Rin. aku bisa saja melenyapkan loh saat ini juga. tapi aku masih mau memberikan satu lagi kesempatan untuk loh menjauh dari David, maka loh akan aku biarkan tetap hidup. tapi jika loh tidak mau menjauh dari David maka gue nggak akan segan-segan menghabisi loh saat itu juga. " ancam Siska.


Airin tersenyum sinis. sebenarnya Airin benar-benar merasa kasian dengan Siska yang sekarang dia lebih seperti orang yang meminta belas kasihan untuk memaksakan cinta yang dia ingin kan. tapi nyatanya belas kasih itu pun sangat tak pantas di berikan pada gadis seperti Siska.


" berani juga nyalimu. sudah dalam keadaan seperti ini pun kamu masih bisa belagu dengan senyum yang menjijikkan itu. " ucap Siska kasar.


keadaan Airin memang sudah tak seperti sebelumnya, bajunya sudah basah kuyup karena perbuatan Siska yang mengguyurkan air begitu banyak pada Airin. dan tubuh Airin pun sudah mulai menggigil karena kedinginan.


" justru aku yang seharusnya mengatakan itu padamu Sis, loh berani juga ngelawan gue. loh belum tau saja siapa gue. " jawab Airin sinis.


" emang loh siapa, hahh..!! loh itu hanya benalu saja di kehidupan David, loh yang akan selalu menghancurkan kebahagiaan David bersama gue " ucap Siska yang semakin pedas.


" kebahagiaan David sama loh.! ck ck ck... kenapa gue merasa iba mendengar kata-kata loh ya Sis. kata-kata yang seperti seorang pengemis. " sinis Airin.


" apa loh bilang..!!!


Plakkk..


plakkk...


dua kali pipi Airin harus merasakan panas dan sakit karena tamparan dari Siska. Siska benar-benar seperti orang yang sedang kesurupan dan mau membabi buta siapapun yang ada di hadapan nya.


" loh itu seorang pengemis cinta. " jawab Airin tanpa perduli dengan rasa sakit yang ia derita di pipinya.


" plakkk....


plakkk...


Lagi-lagi tangan Siska menampar Airin dengan sangat brutal. amarah nya benar-benar memuncak karena perkataan Airin. perkataan itu benar-benar telah menggores hati Siska hingga tak akan mudah di sembuhkan dengan mudah.


" Pengawal..!! pengawal..!! teriak Siska dengan sangat keras.


tanpa memperdulikan apapun lagi kedua pengawal Siska masuk begitu saja ke toilet wanita itu dan menghampiri Siska dengan patuh dan penuh hormat.


" iya Nona. " jawab pengawal dengan tegas.


Airin memicingkan matanya dia tersenyum sinis di atas rasa sakit nya yang semakin terasa" kamu pikir aku takut dengan para bodyguard mu itu Sis. kau begitu naif Sis, kau telah menantang musuh yang salah. " ucap Airin.


" beri dia pelajaran.!! perintah Siska pada para pengawal nya

__ADS_1


kedua pengawal nya pun langsung mendekat dan siap menjalankan tugasnya dari bos mereka. sedangan Siska tersenyum puas sembari mundur beberapa langkah dan hanya menjadi penonton saja dengan tangan terus bersedekap dada.


"kena kau Siska, kau sendiri yang akan hancur setelah ini, biarkan aku merasa sakit sementara tapi sebentar lagi kau akan merasakan malu karena perbuatan mu sendiri. " batin Airin


Airin sudah mengira hal sepele ini akan terjadi. dari dulu Airin sudah menyiapkan perangkat ini dan baru sekarang Siska benar-benar akan terjebak.


baru sekali saja Airin di pukul oleh pengawal, Airin langsung jatuh dan menutup mata nya mungkin dia pingsan, entah itu beneran atau sekedar melabuhi saja.


" hahahaha baru segitu saja udah terkapar loh, sok-sokan mau melawan ku. " ucap Siska girang. " ikat dia dan biarkan dia membusuk di sini. " perintah Siska.


setelah kepergian Siska dan kedua pengawal nya. Airin membuka matanya dan langsung berusaha duduk meskipun harus dengan susah karena kedua tangan nya di ikat dengan sangat kuat.


" astaga, ikatannya kenceng banget lagi, tolong.!! teriak Airin.


berkali-kali Airin berteriak namun tak ada satu pun yang datang untuk menolong nya bahkan David yang biasa selalu seperti cacing kepanasan saat Airin jauh, nyatanya tak datang untuk menolong nya.


" Mbak. mbak.., apa mbak ada di dalam. " teriak seseorang dari luar dan terus menggedor pintu toilet yang ada Airin di dalamnya.


" ya, gue di dalam.!! teriak Airin


pintu pun akhirnya terbuka dari luar dan itu berkat gadis tersebut. gadis berambut panjang dan terlihat sangat kuat .


Airin bingung dia belum pernah melihat gadis ini apalagi mengenalnya.


" mbak nggak apa-apa kan. " tanya nya dan langsung membantu Airin melepaskan ikatan di tangannya.


" kamu siapa.? tanya Airin.


" aku Kirana mbak, mbak beneran nggak apa-apa kan. " Tanya Kirana khawatir.


" pak Rio kan." jawab Kirana sebelum Airin menyelesaikan omongan nya


Airin semakin bingung bagaimana bisa Kirana tau apa yang ada di pikiran Airin saat ini. sebenarnya siapa Kirana ?


" dari mana kamu tau, kalau aku mau ke sana.? tanya Airin bingung.


" ayo mbak saya antarkan, nanti biar pak Rio yang menjelaskan pada mbak Airin " jawab Kirana. dan lagi-lagi Airin tambah bingung dari mana Kirana tau namanya.


sebenarnya Airin bisa berjalan sendiri namun Kirana lah yang tak tega dan memapah Airin hingga sampai di ruangan Rio.


" dasar bocah itu selalu saja membuat aku khawatir, kalau sudah bertindak pasti selalu semaunya sendiri tak mau mendengar ucapan orang lain, bagaimana kalau dia benaran kenapa-napa atau orang-orang itu benar-benar menyakiti nya kan bisa bahaya. " gerutu Rio .


Rio terus mondar-mandir tak jelas dia sangat begitu khawatir dengan keadaan Airin sekarang meskipun dia sendiri tau kalau Airin tak akan pernah mudah tersakiti hanya dengan ditampar atau di pukul , namun Rio tetap saja khawatir


" awas saja kalau sampai Airin kenapa-napa, kamu akan tinggal nama besok Siska. " gerutu Rio semakin kesal, mengingat apa yang telah di lakukan Siska pada Airin, ya meskipun itu adalah rencana Airin sendiri.


" Assalamu'alaikum Kak..!! Sapa Airin dengan berjalan semakin cepat dan duduk di sofa dengan hati yang malah berbunga-bunga.


" Assalamu'alaikum pak. " sambung Kirana dia masuk di belakang Airin dan langsung menutup pintu nya kembali


" Wa'alaikumsalam...!! jawab Rio sembari berlari menyusul duduk di dekat Airin


" Astaga Rin, kenapa sampai seperti ini.? kamu nggak apa-apa kan, " tanya Rio khawatir.

__ADS_1


" apa sih Kak, biasa aja kali. " jawab Airin, " Airin beralih menatap Kirana yang duduk di sebelah kirinya dan kemudian menatap Rio yang berada du sebelah kanan " siapa dia.? tanya Airin tanpa perduli apa yang akan Kirana pikirkan tentang nya.


pletakk..


Rio menyentil kening Airin supaya kembali tersadar dengan apa yang kemarin ia minta pada Rio " masih muda juga udah pikun, " celetuk Rio.


" dia Kirana, dia adalah mata-mata yang kamu minta, jelas. " terang Rio


" Ohh.. " jawab Airin singkat


" hahh..!! hanya ohh saja.! pekik Rio " eishh kau ini Rin, sini kalang kabut mencari dan kamu hanya bilang Ohh saja, dasar. " kesal Rio


" saya adalah Kirana ,Mbak. sebenarnya saya sudah sejak lama tinggal di markas, namun karena mbak Airin tidak pernah kesana jadi kita belum pernah bertemu. " terang Kirana.


Airin manggut-manggut. dia juga yang mungkin salah,emang benar Airin memang sudah lama tak mengunjungi atau sekedar menjenguk Markas saja, dia selalu sibuk dengan urusan di luar.


" maaf. " ucap Airin menyesal namun tetap dalam dingin dan kaku.


" Astaga Rin,! kenapa sih dingin, kaku mu itu harus kembali kau bawa-bawa lagi, nekk gue dengar nya, " protes Rio.


" biarin, mulut-mulut gue, kenapa loh yang sewot " ketus Airin


" Ya Tuhan, ada apa lagi ini. " ucap Rio tak habis pikir.


" Kak ada minum nggak sih di ruangan ini.!?


" oh ya ya sebentar, " Rio berlari mengambil minum sedangkan Airin mengambil obat yang selalu ia bawa di dalam tasnya.


" nih.. "


Airin pun menerima dengan senang hati dan langsung meneguknya bersamaan obat nya


" gimana kamu berhasil.? tanya Rio.


" Airin pasti berhasil Kak, lihat saja sebentar lagi dia pasti akan di bully habis-habisan, membalas orang seperti itu tak harus dengan kekerasan juga Kak, sesekali di buat malu tuh muka, aku hanya mau lihat seberapa besar dia akan berusaha menghilangkan noda gores di wajah nya sebentar lagi. " ucap Airin sembari menyeringai bahagia.


" apa semua bukti yang kamu kumpulkan semuanya sudah kamu dapatkan.?


" sudah Kak, tinggal di satuin udah deh jadi. " jawab Airin. " Kak Boleh pinjem laptop. "


"boleh...


dengan laptop milik Rio Airin terus mengotak-atik nya dia sangat lihai dengan pekerjaan itu. dan sebentar lagi apa yang ia ingin kan benar-benar akan terjadi.


" sekarang kau bisa apa Siska. aku selalu saja diam dengan apa yang kamu lakukan tapi tidak dengan sekarang, jika kau mengajak bermain api maka kau sendiri yang akan terbakar. " gumam Airin.


" kau telah salah melawan ku Siska, mungkin aku tak seperti mu selalu bertindak dengan kekerasan. tapi apa yang aku lakukan akan lebih membekas daripada sekedar pukulan ataupun tamparan. "


" jika kamu masih berulah lagi, maka saat itu lah aku benar-benar tak akan bisa memaafkan mu. "


dengan mulut yang tak henti-hentinya bicara Airin pun terus dengan laptopnya.


Klik.

__ADS_1


" beres.... " ucap Airin lega.


__ADS_2