
Siska terus menolak untuk menikah dengan Arman, begitu juga sebaliknya Arman juga tidak mau menikah dengan Siska meskipun Arman yang melakukan itu terhadap Siska. toh bukti sama sekali tidak ada jadi bagaimana bisa Airin memaksa begitu saja tanpa adanya bukti yang jelas.
" tidak,,!! Aku tidak akan pernah mau menikah dengan si tua bangka ini. Kalian kan sudah tahu siapa pelaku yang sebenarnya Kenapa kamu memaksaku untuk menikah dengan dia.!" ujar Siska keras dengan tangan menunjuk Arman.
Arman tak mau tinggal diam dia sama seperti Siska yang bersi kekeh tidak mau menerima pernikahan paksa ini.
" hati kamu itu terbuat dari apa sih.? jelas-jelas suamimu sendiri yang melakukan itu semua dan sekarang kamu mau melimpahkan kesalahan suamimu kepada orang lain. kalian berdua sama-sama Mu-na-fik ." sungut Arman kasar dan menekankan kata di akhir kalimat.
Dengan percaya dirinya Airin tersenyum simpul menatap mereka berdua dengan remeh." Benarkah seperti itu,? Saya benar-benar kagum dengan kalian berdua. Sepertinya kalian berdua memang benar-benar pantas untuk menjadi pasangan suami istri. Toh sebentar lagi keluarga kecil kalian akan semakin ramai dengan kehadiran anak kalian." ucap Airin.
Mendengar penuturan Airin membuat Siska menjadi marah dan sangat geram, Siska mengangkat tangannya dan ingin melayangkan tangan ke wajah Airin, namun dengan Sigap Airin berhasil menepisnya.
Airin menggenggam pergelangan tangan Siska dengan kuat, menatap Siska dengan tajam. ".jangan pernah bermain api jika kamu tidak ingin merasakan panasnya atau bahkan terbakar terkena api yang kau nyalakan sendiri." geram Airin.
Airin melepaskan tangan Siska dengan kasar, dan kembali mendorong Siska untuk kembali duduk setelah dia berdiri hanya untuk menampar Airin.
" Diam, dan duduk dengan tenang,!!" teriak Airin yang semakin kesal.
" Tidak,,!! " Siska berontak dan mau beranjak, tapi bukan Airin kalau diam begitu saja.
" Apakah kalian pikir saya bertindak tanpa memiliki bukti.? Apakah kalian berdua Mau saya menyebarkan video kejadian di saat malam itu. apa begitu Om.?" ancam Airin.
Ancaman dari Airin membuat Arman malah tertawa terbahak-bahak karena meragukan apa yang Airin dikatakan barusan.
" hahaha.. Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan bualan dari mulutnya itu.? tidak akan semudah itu kamu mengaturku bahkan menjatuhkan ku ." sarkas Arman kasar.
" jika memang kamu memiliki bukti yang kamu katakan tadi Perlihatkan sekarang aku tantang kamu hari ini juga dan detik ini juga. Mana mungkin gadis lemah seperti kamu bisa membuat seorang Arman kalah." tantang Arman yang sangat meremehkan kekuatan dari seorang Airin Ais Saputri.
Airin menertawakan tantangan dari Arman, Airin menyunggingkan bibirnya Acuh dan dengan keyakinannya yang penuh Dia memanggil Kirana dan meminta laptop yang ada di tangannya.
" Saya akan buktikan, Tetapi setelah semuanya terbukti maka kamu harus menikah dengan Siska. apakah Om bersedia dengan tantangan ku.?" tanya akhirnya.
Lagi-lagi Arman hanya tertawa, dia percaya bahwa yang dikatakan boleh Airin hanyalah sebuah gertakan saja.
" baik. " jawab Arman dengan jelas dan dengan sekali tarikan saja.
" Selamat menuai apa yang Om tanam. " Airin menarik senyum.
Mata Arman terbelalak begitu juga dengan mata Siska. keduanya menggeleng tak percaya dan terus meracau dengan begitu pelan.
" Tidak,, semua itu tidak mungkin " lirih Arman tak percaya setelah melihat video yang berhasil di putar oleh Airin dengan laptop yang sebelumnya ada di tangan Kirana.
" sudah jelas kan sekarang siapa yang bersalah, dan siapa yang harus bertanggung jawab. sebelum video ini bener-bener tersebar luas dan usaha kalian berdua akan hancur, maka secepatnya turutin keinginan saya."
__ADS_1
" Tidak,,!! aku tidak sudi. lagian apa yang bisa kamu lakukan,,, kamu hanya perempuan kulkas yang hanya bisa ngomong asal. kamu kira aku akan menyerah begitu saja, Tidak,,!!! " ucap Siska lantang.
"Aku harus turuti terlebih dahulu apa yang wanita ini minta, aku tak boleh gegabah karena semua ini menyangkut dengan masa depan perusahaan ku. aku harus pikirkan jalan keluar nya setelah wanita itu lengah beberapa hari " batin Arman.
" Ok... saya bersedia..!! ucap Arman membuat semua orang menatap nya dengan begitu intens.
" keputusan yang benar. " senyum kemenangan keluar dari bibir Airin.
" tidak,,!! aku tidak mau,,!! " tolak Siska.
" Siska,,!! bentak Arman begitu keras. " Ikuti semua keinginan nya. apa kamu mau perusahaan mu juga akan hancur,!! "
" Tidak,,!! pokoknya Siska tidak mau menikah dengan Om.!
Siska berdiri dan berniat untuk kabur namun dengan gerakan cepat Arman menarik lengan nya dan memaksa nya kembali duduk.
" pak penghulu lakukan sekarang.,!" ucap Arman tegas.
Penghulu masih terlihat ragu, bagaimana bisa dia menikahkan seseorang dengan keadaan terpaksa, jika orang itu tidak terima dia bisa saja dapat masalah besar kan.
" lakukan pak. " pinta Airin.
Penghulu itu menelan salivanya sendiri, melihat tatapan Airin dia sudah sangat takut dan juga paham, bahwa wanita yang sedang menatap nya itu bukan lah orang yang biasa, buktinya dia bisa menggerakkan para pejabat dan juga para pengusaha.
" Ba-baik. " jawab penghulu dengan gugup.
" Minggir,,,!!! teriak Siska.
Semua orang menoleh ke arah Siska yang mulai berlari dan bergantian juga ke arah Airin yang jatuh di tubuh David.
" Hey,, jangan lari,,!! teriak Kirana.
Dengan cepat Kirana mengejar Siska begitu juga dengan Airin.
" Siska, berhenti,,!! " teriak Airin.
Arman menyunggingkan bibirnya acuh, dia malah bahagia karena dengan larinya Siska pernikahan ini tidak terjadi. Arman ingin mengambil kesempatan meraih laptop di saat semua nya tengah lengah.
" aku harus berhasil menghapus video tadi. untung saja wanita bodoh itu tidak mengunggah langsung ke sosial media, kalau itu terjadi pasti aku akan benar-benar hancur " batin Arman.
Tangan Arman sudah berhasil menyentuh laptop itu dan tinggal dia menariknya dan menghapus rekaman itu.
Plakk..
__ADS_1
Tangan Arman di pukul oleh seseorang dan membuat nya menarik tangan nya yang kesakitan. " Aww,, " keluhnya.
Arman mendongak memastikan siapa yang berani melakukan itu padanya, dan saat matanya berhasil menjangkau medan yang ada di depan nya dia tersentak tak percaya " Fadil, kamu,,!!" pekiknya.
" Iya. ini Fadil, Pa. ada apa? apa Papa pikir bisa menghapus bukti ini.? tidak pa, Fadil tidak akan pernah biarkan itu terjadi. " sinis Fadil.
" Fadil,, apa yang kamu lakukan.! kamu berani menantang papa lagi. Oh... atau jangan-jangan semua yang terjadi sekarang ini ada campur tangan kamu juga, iya..!!
" Iya...!! kenapa, Pa.? apa Papa terkejut. Fadil yang membantu Airin mendapatkan semua bukti kejahatan Papa ini. Fadil hanya ingin Papa bertobat Pa. kembalilah ke jalan yang benar sebelum terlambat,, " ucap Fadil.
" Tidak,,,!! Papa tidak akan pernah melakukan itu, tidak akan pernah,,!! " sengit Arman.
" Kalau begitu jangan salahkan Fadil kalau Fadil tidak bisa berbakti pada Papa. " Fadil melenggang pergi dengan membawa laptop yang hampir saja di ambil oleh Arman.
Arman menatap kepergian Fadil dengan begitu marah, matanya melotot tajam ke arah anak tunggal nya itu.
" Dasar anak durhaka,, Papa pastikan kamu tidak akan pernah bahagia karena melawan Papa,, kau akan menyesal,,!! teriak Arman dengan sumpah serapah nya.
" Arrrggghhh,,,,!! teriak Arman.
" Semuanya telah hancur,, Arghhh,,!! " Arman menghancurkan semua yang ada disana melemparkan bunga dan juga Vas nya hingga hancur berserakan.
Brakk......
" kalian akan menyesal,, " ucap Arman yang terakhir kali nya setelah berhasil melayangkan pukulan nya ke meja di depannya.
######
" Siska, berhenti,,!! teriak Airin.
Airin sedikit ngilu melihat Siska yang terus berlari apalagi dia dalam keadaan hamil muda, bagaimana dengan keadaan janinnya setelah itu.
" Siska, berhenti. pikirkan janin yang ada di kandungan mu,,!! " teriak lagi.
Siska menoleh ke belakang sembari terus berlari. " Tidak akan,,!!" jawab nya.
" Siska awasss......!!!"
Bruk....
Siska terjatuh karena sebuah mobil menabraknya saat Siska berlari sembari menoleh ke belakang dan tak melihat mobil yang sedang melaju.
"Siska,,!!
__ADS_1
#######
#######