Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
129.Pulang


__ADS_3

Sari minggu Airin berdasarkan di rumah sakit dan kini dia sudah di perbolehkan untuk pulang, ya meskipun harus tetap dalam pengawasan dari Tasya.


Satu minggu terasa sangat lama bagi Airin. biasanya dia akan selalu mengerjakan apapun, namun satu minggu ini dia hanya terus tidur di ranjang rumah sakit dengan terus di awasi oleh David.


" Satu hari lagi aku di sini mungkin bukan hanya perutku yang sakit, tapi sekujur tubuh ku akan kesakitan karena kurang gerak. " ucap Airin yang perlahan turun dari Ranjang nya seorang diri karena David tengah memasukkan barang-barang miliknya dan juga punya Airin.


" Aww!! " Airin hampir saja terjatuh karena tubuhnya sangat lemah. " ini efek dari tidur terus " ucapnya lagi.


David yang mendengar Airin menggerutu langsung bergegas dan berlari menghampiri Airin untuk membantunya. " Kalau masih lemas panggil aku, yang. Aku akan selalu ada" David mulai memapah Airin dan memintanya duduk sebentar di sofa dan David kembali meneruskan semuanya.


" makasih, Yang " ucap Airin dan menurut begitu saja pada David untuk duduk menunggu nya di sofa.


Kirana datang seorang diri, mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum dia masuk.


tok.. tok.. tok...


" Masuk!! " teriak David.


Kirana pun masuk dengan langkah ragu. Takut jika Kirana mengganggu. " Assalamu'alaikum " lirih Kirana dengan wajah yang menunduk.


" Wa'alaikumsalam. " jawab David dan Airin bersamaan.


" dimana pak Rio? " tanya David.


" Hm " Kirana terhenyak lalu menatap David yang masih menatapnya menunggu jawaban dari nya. " pak Rio... pak Rio menunggu di mobil kak. "


" O " jawab David singkat.


Kirana menghela nafas nya begitu panjang, tak habis pikir dengan David, dia menjawab pertanyaan dari David dengan sangat panjang sedangkan David menjawab ya hanya satu huruf saja yaitu, O.


" kenapa kamu diam si situ? nih tolong bawaiin ke mobil " perintah David dan lagi-lagi membuat Kirana menghela nafas panjang.


" sejak kapan Kak David jadi seperti ini? " batin Kirana.


" nggak usah melamun, tolong ini cepat supaya kita bisa pulang " titah David lagi.

__ADS_1


" iya kak. " jawab Kirana meskipun dia masih begitu pusing dengan perubahan David namun Kirana tetap membantu Dan membawa barang-barang David dan Airin yang sudah ada di dalam koper.


Kirana langsung membawanya keluar sedangkan David kembali menghampiri Airin. " sini biar aku bantu" David membantu Airin untuk berdiri.


Melihat langkah Airin yang begitu lambat membuat David tak sabaran dan langsung membungkuk dan mengangkat tubuh Airin menggendong nya.


" jalan kok lama banget, bisa satu tahun baru sampai rumah. " ucap David.


" Yang!! aku bisa jalan sendiri! " ucap Airin yang sebenarnya merasa tak enak. Karena setelah keluar pasti akan menjadi pusat perhatian dari orang yang melihat nya..


" sudah jangan banyak protes. " seru David tak mau di bantah.


" Iya. " Airin pasrah dan membiarkan David menggendong nya kali ini.


Tak sedikit yang melihat mereka berdua, mereka begitu memuji tingkah David yang begitu perhatian pada Airin. Namun itu malah membuat Airin malu bukan main.


Airin pun tak mau malu dan kini dia menyembunyikan wajah nya di balik dada David.


#######


Sambutan hangat hadir dari semua keluarga Airin di rumah nya. Orang tua Airin beserta kakak dan keluarga kecilnya. Orang tua David juga sudah ada di sana untuk menyambut kepulangan Airin.


Semuanya tampak antusias begitu juga dengan si kecil kembar. Mereka berdua terus berdiri di depan pintu sedari tadi menunggu Airin dan David pulang. Keduanya sama sekali tak mau masuk dan malah mondar-mandir tak jelas di sana.


Mobil yang David dan Airin tumpangi telah tiba dan langsung terparkir dengan cepat di tempat semestinya.


Melihat itu Si kembar berlari dengan cepat sembari berteriak memanggil Airin. " aunty Airin!! " teriak keduanya dengan keras.


Semua yang mendengar itu langsung keluar dan ikut menyambut keduanya dengan senyum bahagia.


Akhsan dan Ikhsan kecil mendorong David. " om minggir! aunty biar sama kami aja!," dan beralih menggandeng Airin dan menuntun nya untuk masuk. Dan dengan senang hati Airin pun mengikuti keduanya.


Airin tersenyum melihat tingkah kedua ponakan nya yang tak ada habis-habisnya selalu melakukan itu pada David.


Sementara David memasang wajah masam karena posisinya kini tergantikan oleh kedua bocah itu. " sabar sabar" ucapnya dengan malas.

__ADS_1


Pelukan hangat langsung Airin dapat dari semua anggota keluarga nya yang sangat menyayangi nya. Semua terus mengurai senyum dan menuntun Airin untuk masuk dengan antusias.


Airin di perlakuan selayaknya ratu saat ini, dia di persilahkan duduk manis di ruang tengah sedangkan Tasya dan Fani saling berebut mengambilkan makanan kesukaan Airin dan menyuapi nya.


" Sayang, nih makan dulu, biar Mami suapin " seru Fani yang kini sudah berdiri di samping Airin sembari membawa piring yang penuh dengan makanan.


" tidak sayang biar Bunda saja yang suapin, ini masakan kesukaan kamu loh. Ayo di makan, akkk.... " Tasya pun ikut menyodorkan nya pada Airin.


" Mami, Bunda. Airin sudah besar. " ucap Airin tak habis pikir. n


Semua begitu bahagia, mereka tertawa melihat tingkah Tasya dan Fani yang seperti anak kecil bahkan perhatiannya kini mengalahkan pada si kembar yang duduk di kursi pojokan memasang wajah cemberut dan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


" sebal sebal! " gerutu Akhsan.


" Oma telah merebut Aunty dari Ikhsan, Oma nakal! " sambung Ikhsan.


David duduk di tengah-tengah antar mereka berdua, menumpu dagunya dengan telapak tangan dan menatap keduanya bergantian. " kenapa kalian nggak melirik Om. Om kan juga imut kayak Aunty " ucap David menghibur.


Kedua seketika menoleh menatap David dengan tatapan mengintimidasi. " nggak! Om jelek. hidung Om nggak mancung kayak punya aunty.! " celetuk Akhsan.


" pedes amat nih mulut bocah. " Batin David.


David tetap tak kehilangan akal, dia ingin sekali bisa membuat keduanya tersenyum dan mau bersahabat dengan nya.


" hallo sayang-sayang nya Om. sesama hidung pesek nggak boleh saling menghina. Nanti tambah pesek loh. Kalian mau hidung kalian tambah mancung kedalam? pastinya tidak kan? " ucap David.


Keduanya merupakan menggeleng dengan cepat.', nggak! "


" oke oke... " jawab David senang.


" hm..? main sama Om, Yuk. Om punya banyak mainan untuk kalian berdua, yuk. " David mengembangkan senyum berusaha akrab dan mengambil hati kedua anak itu.


Meskipun dengan malas keduanya mengikuti David menerima di gandeng dari tangan David.


David berhenti tak jauh dari sana, membuka almari kecil dan mengeluarkan beberapa mainan baru yang sudah dia sediakan untuk kedua si kembar. " ini semua untuk kalian berdua " David memberikan.

__ADS_1


" makasih, Om!! " ucap keduanya dengan keras dan wajah yang berbinar cerah.


#######


__ADS_2