Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
50.Tamu tak di undang.


__ADS_3

Tangan Airin terus di tarik oleh David. dengan melangkah cepat ia di bawa pergi dari sana menuju tempat parkiran motornya yang tak jauh dari sana.


Airin terus diam hanya sesekali mengeluh sakit saat David menarik tangannya dengan kuat. mungkinkah David sangat marah padanya saat ini,? atau dia marah karena Airin di hina habis-habisan oleh Siska, entahlah.


" Naik..!! ucap David saat setelah sampai di parkiran dengan tangan memakaikan helm pada Airin. meskipun dengan marah namun David tetap saja memperdulikan keselamatan Airin.


tak berani menjawab, itulah Airin sekarang dia takut akan menambah emosi David bertambah besar jika dia bertanya atau menolak permintaan David.


Airin mengangguk dan diam. mulut benar-benar terasa kelu untuk berucap saja. dengan menurut patuh mungkin itu akan menjadi jalan terbaik untuknya.


motor terus melaju pergi meninggalkan kampus, entah akan pergi kemana David membawa Airin.


setelah perjalanan hampir satu jam lamanya, motor David berhenti di sebuah danau kecil yang sangat sepi. danau yang masih sangat terjaga akan ulah tangan manusia yang tak bertanggung jawab.


" turunlah.! pinta David sembari menoleh kebelakang menatap Airin yang masih setia di atas motor David.


Airin mengangguk, membuka helm nya sendiri menaruh nya di bekas yang ia duduki tadi. " kenapa kamu membawa ku kesini.? tanya Airin memberanikan diri.


tak menjawab David lebih memilih menggandeng tangan Airin dan mengajaknya lebih dekat dengan danau itu. David mengajak Airin duduk di sebuah bangku yang memang tak bagus dan sudah terlihat usang namun tetap kuat lah untuk duduk mereka berdua.


Airin begitu menjadi istri yang baik kali ini dia selalu menuruti apapun yang di minta David. David menatap betapa indahnya danau itu air yang masih jernih dan pepohonan yang begitu banyak menghasilkan oksigen hingga mereka tak akan kekurangan untuk bernafas di sana.


David beralih menatap Airin yang sedari tadi menatap David dengan bingung " apa kamu baik-baik saja.? tanya David dan Airin hanya tersenyum kecil.


" itulah kenapa aku selalu meminta kamu untuk jujur pada semuanya Rin. aku tak mau kamu di hina seperti itu. aku tak ingin kamu menderita karena keputusan mu sendiri " ucap David dengan pelan dengan tangan yang sudah memegang kedua tangan Airin.


" apapun jalan yang kamu pilih aku akan selalu mendukung mu, tapi tidak untuk saat ini, aku tak bisa melihat hal yang seperti tadi terjadi lagi Rin. aku mohon jangan sampai hal seperti tadi terulang lagi. " David benar-benar memohon dengan Airin.


" A-aku.. minta maaf.aku nggak bermaksud. aku hanya masih takut kalau sampai terjadi apa-apa padamu David. entah kenapa aku masih merasa ada yang mengganjal di benakku. entah apa? aku sendiri juga tak tau pasti " jawab Airin.


" aku akan baik-baik saja, selama kita selalu berdua aku akan selalu baik-baik saja, bukankah kamu sendiri yang bilang kita akan saling melindungi kan.? jadi kenapa kamu masih takut " ucap David.


" maafkan aku, aku janji aku tak akan membiarkan hal seperti tadi terjadi lagi, " jawab Airin yakin.


David benar-benar berharap kalau kejadian tadi adalah yang terakhir. David merengkuh kepala Airin membawanya kedekapannya, mencium puncak kepala Airin berkali-kali dengan penuh kasih.


" maafkan aku ya, kalau aku terlalu keras pada mu." ucap David.


" kamu nggak salah. kamu adalah yang terbaik. " jawab Airin. " Sayang.! panggil Airin.


" Hhmm.?


" Rin..!! lah kok diem.! David melepaskan pelukan nya dan beralih menatap wajah Airin yang terdiam entah sedang memikirkan apa. " sayang kamu kenapa.? tanyanya.


" Hhmm..!! Airin terkejut." apa.?


" gue cium ya kalau pura-pura bodoh.! ancam David.


siapa yang pura-pura bodoh.! aku hanya lagi..?


" lagi apa.!


" lagi berpikir aja, kamu jelek kalau lagi marah kayak..??


" Hhmm..


" kayak kakek-kakek banyak sekali kerutan di wajahmu. " ejek Airin.


" benarkah.!! David langsung meraba-raba wajahnya sendiri, " mana ada. nggak gini.


" ada.! bahkan seluruh wajah kamu berkerut semua dan lucek benget kayak baju abis digiling. "


" berani ya awas kamu sini biar aku beri hukuman.! tangan David hampir saja menarik Airin namun sudah keburu lari. " awas kalau sampai ketangkap ya..!! David berlari mengejar Airin.

__ADS_1


" coba saja kalau bisa.!! hahaha.. " tawa Airin di sela-sela lari.


" Sayang tunggu..!!


" nggak...!!


layak nya anak kecil David dan Airin terus lari-larian di sana, begitu menyenangkan apa yang mereka lalui sekarang terasa tak ada beban sama sekali.


" kena kamu.!! Airin tertangkap dan David langsung menggelitiki Airin hingga dia tak bisa berhenti tertawa.


" hahaha.!! lepas aku nggak kuat hahaha..!! tawa Airin dengan keras.


" nggak akan.! siapa suruh mengejekku.!


" David lepaskan..!!


"'nggak.!! ayo minta maaf..!!


" nggak mau..


" ya sudah.., " David terus menggelitiki Airin.


" oke oke. aku minta maaf, aku salah. "


pluk.


David memeluk Airin dengan cepat seketika menghentikan tawa Airin menjadi keterkejutan. " tetaplah seperti ini Rin, terus lah tertawa bahagia selamanya " ucap David.


" itu pasti "jawab Airin.


David menangkup wajah Airin dan mencium bibir Airin dengan lembut membuat kedua pipi Airin langsung memerah karena malu.


" sekarang mau kemana.? nggak mungkin kan kita kembali ke kampus, atau kita pulang saja menghabiskan waktu berdua di rumah. sepertinya di rumah banyak kerjaan.? ucap David.


" pekerjaan mu banyak sayang. " ucap David merangkul Airin dan mengajaknya untuk segera menuju motornya.


" pekerjaan apa.?


" banyak lah.! bukannya kamu sudah membuat ku lelah, jadi aku kan memberikan pekerjaan tambahan untukmu "


" apa.?


", setelah sampai rumah aku minta pijat ya, tapi sekali plus plus.!


" maksudnya.?


tukk...


David memukul kening Airin pelan " hahh ternyata istri ku ini bodoh juga, kirain kecerdasan nya mencakup semua dalam bidang apapun ternyata eh ternyata. "


Airin melotot bisa-bisa David meragukan kecerdasan nya yang selama ini belum bisa di tandingi oleh nya. " kamu bilang apa..! kesal Airin.


" bukan apa-apa sayang yuk pulang, nanti aku jelasin di rumah, tak baik kalau aku jelasin di sini, bisa-bisa nyamuk pada tertawa melihat pelajaran yang aku berikan padamu. " jawab David.


" David.!


" udah nanti, ok. "


****


" loh kalian kok udah pulang " terkejut Fani, melihat anak dan menantunya pulang lebih awal.


" Assalamu'alaikum Mi. " sapa Airin dan David mencium punggung tangan Fani bergantian.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam.. , kalian belum jawab pertanyaan Mami. kenapa kalian sudah pulang.?


" nggak apa-apa Mi, kami hanya ingin pulang lebih awal saja, kami sangat lelah, iya kan Yang " ucap David.


" ohh..!! ya sudah sana istirahat, Mami akan pulang sebentar , mau mengambil sesuatu " ucap Fani.


" selama nya juga boleh. " gumam David namun tetap terdengar.


" apa kamu bilang.! bentak Fani.


David menggaruk tengkuknya yang tak gatal " hehehe, bukan apa-apa kok Mi, hanya mau bilang hati-hati di jalan " ucap David sembari meringis.


" ohhh.. , hati-hati di rumah, jaga mantu Mami baik-baik,! awas kalau sampai lecet, Mami sunat lagi kamu. " ancam Fani.


" abis dong Mi.!!


" biarin.!!


" jangan dong Mi, bisa-bisa putus keturunan Papi dan Mami " gerutu David.


" iya ya., ya sudah nggak jadi,


" gitu dong.!!


ucap David lega.


" Assalamu'alaikum.. " pamit Fani.


" Wa'alaikumsalam.. " hati-hati Mi .yang lama kalau bisa!! .. " teriak David,


Bugh...


Airin memukul David " dasar.. " ucap Airin lalu melenggang masuk meninggalkan David.


" Sayang tunggu " cepat-cepat David mengejar Airin masuk ke dalam rumah dan langsung gencar menjalankan tujuannya.


" sayang. " panggil David dengan mesra, memeluk Airin dari belakang dan perlahan membuka Kerudung yang di kenakan oleh Airin.


" apa.!! ketus Airin.


" gitu amat sama suami. yang lembut napa. " David menaruh kerudung Airin kesembarang arah dan mulai menciumi tengkuk Airin.


Airin tau pasti apa yang kini tengah di inginkan oleh David," David jangan di sini, takut kalau tiba-tiba ada yang masuk " ucap Airin karena mereka masih berada di ruang depan dan akan langsung terlihat jika ada orang masuk.


" baiklah aku akan membawa mu ke tempat yang semestinya " David mengangkat tubuh Airin dan bergegas membawa nya masuk ke dalam kamar.


David benar-benar sudah terbuai dalam hasratnya ingin segera kembali menyentuh istri nya menyatukan cinta mereka saat itu juga ,bahkan junior David sudah sangat sesak berada di dalam dan ingin secepatnya keluar dari dalam sangkar.


David menurunkan Airin di ranjang pelan dan sudah siap melakukan pergulatan di saat itu


" apa kamu sudah siap.? tanya David perlahan sembari menatap wajah Airin yang sudah pasrah.


Airin hanya bisa mengangguk sebagai jawaban dengan di hiasi senyuman yang sangat manis membuat David begitu sangat semangat untuk melakukannya.


Tok.. tok.. tok...


" David...


" Airin....


" apa kalian di dalam..!! teriak tamu tak di undang


" sial.. " gerutu David kesal.

__ADS_1


__ADS_2