Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
130.Balasan Arman


__ADS_3

Fadil masuk dengan begitu yakin di rumah ayahnya, meskipun dia sangat tak ingin ke sana namun dia harus tetap datang dan meminta restu Arman untuk menikah dengan Nara.


Fadil datang tak sendiri, dia datang bersama Nara dan menggandeng tangan nya dan tak ingin melepaskan.


Baru saja sampai di depan pintu dan belum masuk Fadil dan Nara sudah di buat terkejut karena mendengar perkelahian antara Arman dan seperti nya dengan Siska.


" ini bukan rumah mu lagi! dan mulai hari ini dan detik ini juga kamu angkat kaki dari sini! dan jangan pernah pagi menginjakkan kaki mu! " teriak Siska dengan kasar.


" dasar wanita ja**ng!! beraninya kamu melakukan ini padaku. Beraninya kamu menjebak ku untuk menandatangani surat itu. Sampai kapanpun aku tidak akan rela dan tak akan pernah pergi dari ini!! " kekeuh Arman.


Siska semakin marah, dia sudah tidak tahan lagi melihat laki-laki tua yang selalu memaksa untuk melayani nya. Apa yang Siska lakukan sekarang ini sangat sepadan dengan apa yang di lakukan Arman padanya.


Siska menoleh ke arah dua bodyguard yang berdiri di samping nya menunggu perintah, " urus dia, bagaimanapun caranya kalian harus berhadapan membuat nya pergi dari rumah ku. " sinis Siska dengan tatapan yang menekankan.


Kedua bodyguard itu mengangguk patuh " iya Nona. " jawab nya dan lansung menjalankan perintah.


Siska tersenyum sinis menyilangkan kedua tangan nya di depan dada. " Akhir mu telah tiba, tua Bangka! hm.. " ucapnya begitu sinis.


Arman terus dalam amarahnya, menyumpahi Siska dengan sumpah serapah yang sama sekali tak berpengaruh apapun dengan keputusan Siska.


Tangan Arman mengepal dengan tatapan mata yang kian tajam seolah ingin menghajar habis wanita tak tau diri yang ada di depan nya.


Arman terus berontak saat kedua bodyguard suruhan Siska memegangi kedua tangan nya dan berusaha untuk menyeretnya keluar.


" lepaskan!! seharusnya kalian yang pergi dari rumah ini, bukan aku. Ini rumah ku,!! " teriak Arman tak terima.


" diam! pak tua! simpan tenaga mu untuk bertahan hidup di jalanan, jangan berbicara dan berontak jika kau ingin hidup dengan anggota tubuh yang sempurna!" ancam bodyguard dengan sadis.


Arman terus di seret keluar, sementara Siska terus tersenyum senang dan mengikuti sembari melihat tontonan yang menarik hari ini.


Brukkk.....


Arman terlempar jatuh di lantai saat kedua bodyguard itu mendorong nya dengan sangat keras. Dan saat itu bersamaan dengan Fadil dan Nara yang sampai di sana.

__ADS_1


" Papa! " pekik Fadil tak percaya.


Sontak Fadil menolong Arman, menuntun Arman untuk berdiri.


Namun sepertinya kemarahan Arman belum juga reda di hatinya, Arman menolak di tolong oleh Fadil dan memukul tangan Fadil dengan keras. " jangan pernah sentuh aku! dasar anak durhaka!. Semua ini terjadi juga gara-gara kamu. Kalau kamu tidak sekongkol dengan istri David yang sialan itu pasti harta papa tidak akan pernah lepas dari tangan Papa. Semua ini gara-gara kamu! " ucap Arman dalam amarah besar.


" Harta Papa? maksudnya? " tanya Fadil bingung.


Arman menatap wajah bingung dari Fadil, dan itu malah semakin membuat Arman kesal dan marah. " jangan sok polos kamu! kamu emang menginginkan Papa mu ini jatuh miskin kan?. Dan selamat.. keinginan mu tercapai sekarang. Sekarang Papa menjadi orang miskin karena wanita Ja**ng itu telah merebut semuanya dari ku, Puas!! "


" Ja-jadi?? "


" Hm.. anak tiri ku datang rupanya. Sini, cium tangan Mama tiri mu. Eh... salah! lebih tepatnya calon mantan Mama tiri. Karena sebentar lagi, aku akan menceraikan Papa mu yang tua bangka itu, hahaha!! " tawa Siska penuh kemenangan.


" Dasar wanita tak tau diri! dasar wanita matre!! " amarah Fadil akhirnya keluar juga di hadapan Siska. Sebesar apapun dosa yang di lakukan Arman, Namun dia tak akan bisa melupakan jasanya selama ini yang telah membesarkan nya hingga seperti sekarang.


" wanita seperti mu harus di berikan pelajaran!! " Fadil melangkah maju dengan tangan yang mengepal sempurna dan dengan mata yang tajam.


" urus dia" Siska berbalik, melangkah masuk setelah memberikan perintah kepada kedua bodyguard nya.


Fadil melangkah dengan cepat ingin menyusul masuk ke rumah itu namun di hentikan oleh kedua bodyguard Siska dan di pukuli di bagian perutnya membuat Fadil jatuh tersungkur di lantai.


Bugh.... bugh... bugh...


Brukkk...


" Jangan pernah mencoba menyakiti Nona kami, atau kamu sendiri yang akan menanggung akibat nya, Paham!! " seru Bodyguard dan berlalu pergi setelah itu.


" Sial " kesal Fadil, Fadil memegangi perutnya yang terasa sakit.


Nara yang melihat itu langsung berlari menghampiri Fadil, " Mas nggak apa-apa kan? " tanya nya dengan sangat khawatir.


" tidak, aku baik-baik saja. Ini hanya masalah kecil bagiku. " jawab Fadil dengan lembut sembari mengelus pipi Nara dan membuat nya tenang, meyakinkannya bahwa dia benar-benar tidak apa-apa.

__ADS_1


" Dasar lemah!! melindungi papa nya saja nggak becus! berlagak sok mau jadi pahlawan! " sinis Arman.


Arman melangkah pergi dengan kesal, dia harus menyusun rencana untuk bisa mengembalikan semua hartanya yang kini ada pada Siska.


" Pa! papa mau kemana!! " Teriak Fadil seraya mengikuti Arman.


Arman terus acuh, tak perduli dengan teriakan dari Fadil sama sekali. Tiba-tiba langkah Arman terhenti saat mobil polisi menghadangnya dan para polisi itu turun.


" Selama siang, apakah anda benar pak Arman? " tanya polisi dengan formal.


" iya benar " jawab Arman bingung.


" kami membawa surat penangkapan untuk Anda, dengan tuduhan berusaha menghilangkan nyawa seseorang! " tegas polisi.


" apa maksud Anda, saya tidak pernah melakukan apa yang Anda tuduhkan " elak Arman.


" maaf Pak. sebaiknya Anda jelaskan semua di kantor polisi. "


Polisi langsung memasukkan Arman ke dalam mobil meskipun Arman berusaha berontak namun kekuatan nya gak sebanding dengan para polisi.


" lepaskan saya, saya tidak bersalah! lepaskan!! " teriak Arman.


" Ikut kami pak. Dan mohon kerja sama nya"


" tidak.. tidak... saya tidak mau ikut kalian tidak!!! Fadil!! tolong Papa, Papa tidak bersalah!! " teriak Arman.


Pengejaran dari Fadil sudah terlambat, Fadil datang di saat mobil polisi yang membawa Arman sudah melaju pergi dan semakin jauh. " Kesalahan apa lagi yang papa lakukan kali ini " bingung Fadil.


" Mas yang sabar ya. Papa Mas pasti akan baik-baik saja " ucap Nara menenangkan.


" Hem.... kamu benar. Kita ikuti mobil yang membawa Papa. Bagaimana pun juga aku harus menolong nya. Masalah wanita itu aku akan mengurusnya nanti. "


Fadil dan juga Nara bergegas masuk ke mobil dan segera mengejar mobil polisi yang membawa Arman pergi.

__ADS_1


#########


__ADS_2