Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
53.Di muka Umum.


__ADS_3

lingkar hitam yang mengelilingi area mata David begitu sangat jelas bahkan matanya pun memerah dan sekarang harus menahan kantuk yang sangat luar biasa menyiksanya.


Rico yang duduk berhadapan dengan David hanya terus menahan tawa melihat betapa menyedihkan nya David saat ini.


" Makanya Dav kalau mencangkul jangan kebangetan saking semangatnya kamu pasti lembur semalaman, iya kan. " celetuk Rico yang sudah tak mampu lagi menahan kata-kata yang terus terngiang di otaknya.


dengan mata yang sangat berat David mencoba untuk membuka nya dan melotot ke arah Rico dengan malas, " diam kamu berisik. gue ngantuk jangan ganggu gue.! jawab David dengan sangat ketus dan kembali menaruh kepalanya di meja kantin di mana mereka berada saat ini.


Rico maju menyembunyikan mulutnya memberikan sekat dengan kedua tangannya


" kuat sampai berapa ronde Dav.5, 6." bisik Rico di hadapan David dan sesekali melirik kearah Airin dan Mitha yang sedang bergurau.


David mendengus kesal mungkinkah Rico memang sengaja membuat nya kesal " Rico sungguh keterlaluan " gerutu David pelan bahkan hanya samar-samar di dengar oleh Rico.


" Rico sialan, jangan kan 5-6 ronde satu pun tak dapet, ahh Tuhan tolong aku, !! teriak David dalam hati


" Dav...


" David...!! Ck,, udah ngorok saja nih anak. " ucap Rico " Rin, apa yang kau lakukan pada suamimu,? apa kau menganiayanya semalam.? ceplos Rico menatap Airin penuh menyelidiki.


Airin dan Mitha mendekat dan bergabung duduk dengan David dan Rico " apa yang aku lakukan.? aku nggak ngapa-ngapain.? bingung Airin " loh kenapa dia tidur,? loh kasih obat tidur ya.? tuduh Airin giliran menatap Rico dengan hal yang sama.


" enak saja, apa untungnya gue beri dia obat tidur, kalau bisa aku beri aja dia racun biar tidur selamanya. "celetuk Rico asal


" Rico..!! bentak Mitha dengan sangat marah.


Rico tersenyum menggoda kearah Mitha, kata-kata barusan membuat taring Mitha benar-benar berdiri " hehehe maaf sayang, bukan seperti itu maksud ku itu hanya candaan saja. " ucap Rico mencoba menundukkan taring yang terlanjur bangun.


" Diamlah..!!


" permisi boleh gabung. " ucap seorang


" eh Kevin. sini duduk. " Jawab Airin dengan sangat antusias sembari melirik kearah David.


" Terima kasih Airin. " Kevin pun duduk di sebelah Airin namun tetap berjarak.


mendengar suara Kevin yang sudah ikut duduk di sana dengan cepat David langsung bangun dan beralih duduk menyerobot di tengah-tengah Airin dan Kevin. " minggir kamu, jangan dekati istri ku." ucap David dengan begitu ketus.


" maaf bro, gue hanya ingin duduk saja, nggak ada niatan untuk mendekati istri mu, " jawab Kevin


" alesan.!!


Mitha dan Rico menatap tak percaya pada David, sejak kapan dia mulai membatasi Airin dalan berteman seperti sekarang, apa dia berasa dalam mode keposesifan yang mulai tumbuh.


" Rico apa kamu juga akan seperti David setelah kita menikah nanti ? " bisik Mitha


" ya mungkin sih, atau mungkin lebih dari itu " jawab Rico.

__ADS_1


" apa semua laki-laki akan bersifat seperti itu ketika mereka menjadi bucin.? tanya Mitha heran.


" apa kamu keberatan jika aku lebih posesif dari pada David sekarang "!


" ya nggak sih itu kan hak mu, itu berarti kamu sungguh-sungguh mencintaiku , iyakan.


seketika keadaan kembali hening dan hanya terdengar dentingan sendok dan Garpu saat mereka menyantap bakso di kantin dan suara seruputan dari sedotan saat mereka meminum teh mereka.


" sayang kamu nggak makan? tanya Airin membuka keheningan.


" suapin. " rengek David selayaknya bocah


Airin berdecak lalu menurut begitu saja memberikan suapan demi suapan untuk bayi tua yang berada di depan nya. " Dasar bayi tua" gerutu Airin sembari terus menyuapkan bakso pada David.


" Astaga, makan saja tidak bisa benar lihat lah sampai belepotan begini dasar..!! Airin terus menggerutu saat melihat David makan dan ada mie yang keluar dari mulut David dan langsung di usap depan ibu jari milik Airin.


" makasih sayang. " senyum sumringah David keluarkan melihat betapa perhatian nya istri nya meskipun di hadapan umum.


"woiiii... masih ada orang di sini, jangan bermesraan di muka umum,! atau jangan-jangan kalian memang tak punya muka. " kesal Mitha.


" benar tuh, dasar nggak punya hati, lihat ada jiwa jomblo yang sedang meronta melihat kemesraan kalian " susul Rico dan sesekali melirik Kevin yang seperti nya bertingkah acuh.


" mereka kan memang tak punya urat malu. " celetuk Kevin tanpa melihat dan terus enak dengan santapan nya.


" sialan apa aku kesini hanya untuk melihat kemesraan mereka berdua, baru saja kemarin kebenarannya terungkap dan sekarang sudah mengumbar kemesraan , sok romantis.!!


" saya sudah selesai makan, saya permisi masih ada tugas yang belum saya kerjakan " pamit Kevin, entah beneran ada tugas atau karena terbakar cemburu dengan kemesraan David dan Airin sekarang.


semuanya menoleh ke arah Kevin tersenyum kecil padanya sembari mengangguk pelan sebagai jawaban atas izin dari Kevin untuk pergi.


tak selang lama Airin pun berpamitan untuk ke toilet katanya benar-benar kebelet bahkan Mitha yang menawarkan untuk menemani nya pun di tolak oleh Airin " biar aku antar kan.! ucap Mitha dengan cepat.


" nggak usah Mit. gue cuma sebentar gak nyampe sepuluh menit ok. " jawab Airin mencari Alasan dengan kedua tangannya memegangi perut nya yang terasa sangat menahan gejolak yang akan keluar dari sana.


" baiklah, tapi cepat kembali, awas kalau sampai ngelayap. " pasrah Mitha dan memberi embel-embel ancaman pada Airin.


" nggak akan.!! Airin buru-buru berlari pergi.


" kebanyakan makan sambal tuh, langsung mulas perut nya. " ucap Mitha dengan asal.


sementara David seperti orang linglung bergiliran menatap kepergian Airin dan Mitha, mungkin tingkat kesadaran David masih 80% jadi belum sepenuhnya kembali.


" Airin kenapa.? tanya David bingung.


Mitha dan Rico menepuk jidat mereka sendiri bisa-bisa nya David tak paham apa yang di alami istri nya sekarang " astaga David, kebanyakan begadang sih loh, jadi kurang begini kan otak loh...!! ucap Mitha


" ho'oh..!! saut Rico membenarkan.

__ADS_1


bergelut dengan pikirannya sendiri akhirnya David menyadari apa yang terjadi pada Airin saat ini, dia pun langsung terjangkit bangun dan segera mengejar Airin " gawat.!!


" Dav loh mau kemana.? teriak Rico.


" gue baru nyadar, istri gue nggak bisa makan sambal banyak, ah sialan kenapa gue jadi nggak sadar gini sih" ucap David yang merutuki kebodohannya sendiri.


Mitha dan Rico saling pandang kemudian tertawa terbahak-bahak berdua melihat tingkah satu pasangan ini, bisa-bisa nya mereka tak menyadari akan pengaruh besar dari sambal yang mereka makan.


" hahaha..!!


" emang ya cinta itu membutakan segalanya. hahaha..!! tawa Mitha sangat keras.


Rico menompang wajah dengan tangan dan menatap betapa manisnya tawa gadis di samping nya ini " sungguh manis. " gumam Rico.


Sadar di perhatian oleh Rico wajah Mitha langsung merona merah, sungguh malu Mitha sekarang melihat mata Rico yang sama sekali tak berkedip saat menatapnya.


" kenapa berhenti.? aku masih ingin melihat nya" ucap Rico.


"a- apa sih ,norak. " demi menyembunyikan malunya Mitha cepat-cepat pergi dari sana meninggalkan Rico yang terus tersenyum lucu.


" gadisku lucu sekali. " gumam Rico.


****


Bugh... bugh.. bugh...


" sampai kapan aku harus pura-pura baik seperti ini, bisa-bisa aku mati berdiri melihat mereka bermesraan di hadapan ku. David sialan beraninya kamu melakukan ini di hadapan ku.


" Arrrggghhh...!!!


Kevin begitu tersudut emosi berkali-kali dia memukulkan tangannya ke pohon yang sama sekali tak bersalah padanya dan itu semua demi melampiaskan amarah nya. dadanya begitu terasa sesak menahan rasa cemburu yang benar-benar sudah menguasai hatinya.


" aku tak akan Terima semua ini aku harus secepatnya bertindak, sebelum mereka semuanya menyadari aku harus bisa merebutnya dari David. Arrrggghhh...!! teriak Kevin begitu frustasi.


Bugh.. Bugh...


Lagi-lagi Kevin melampiaskan amarah nya dengan pohon yang tak berdosa, bahkan dia tak memperdulikan tangannya yang lecet dan mengeluarkan darah karena ulah nya sendiri.


" Arrrggghhh...!!!!


sementara tak jauh dari sana Airin terus menatap Kevin yang tengah marah-marah seorang diri, karena tak mendengar suara Kevin Airin hanya bisa terheran-heran karena tingkah Kevin sekarang.


" Apa yang membuat Kevin begitu marah, masak iya karena melihat aku dan David tadi, tapi kenapa.? aku harus secepatnya menyelidiki semua ini, ini terlalu menarik untuk di selidiki. " gumam Airin lalu pergi dengan berlari menuju toilet.


" sialan gara-gara ingin mengetahui reaksi Kevin aku sampai lupa kalau aku tak bisa makan sambal banyak, sialan, aduh perut ku tak bisa di ajak kompromi lagi.. awwww..!!


Airin terus berlari dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2