Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
123.Kunjungan kakak


__ADS_3

" Papa papa.. kita kapan sih sampai di rumah aunty, apa masih lama.? ".


seru bocah kecil dengan suaranya yang masih cadel. Dia adalah Akhsan, Sedang Ikhsan tengah asyik main game menggunakan ponsel Sang Mama.


" Abang jangan belisik.,, tuh gala-gala Abang Ikhsan kalah kan? " gerutu Ikhsan dengan kesal. suara dari Akhsan benar-benar membuyarkan konsentrasi Ikhsan dalam permainan di ponsel nya, entah permainan apa yang membuat nya begitu asyik sendiri dan mengoceh saat kalah.


" Siniin ponsel Mama,! gantian Abang.! "


Belum juga mendapatkan persetujuan dari Ikhsan, Akhsan sudah terlebih dahulu menyambar ponsel itu dari tangan Ikhsan, seketika wajah Ikhsan memerah matanya mulai berkaca-kaca dan akhirnya.. " Huaa.. huaa..,,, Mama, Papa. Abang nakal..!! " teriak nya mengadu.


Akhsan tak perduli, dia mengambil alih memainkan game Ikhsan. Akhsan seakan-akan menutup telinganya rapat-rapat saat Ikhsan menangis dan mengadu dengan keras.


Ikhsan tak mau kalah, dia hendak mengambil paksa ponsel dari tangan Akhsan, namun Akhsan dengan cekatan menjauhkan nya. " Abang, balikin..!! " teriak Ikhsan.


" nggak,,!!. "


Akhsan dan Ikhsan pun berebut ponsel di dalam mobil. Rayyan yang tengah menyetir langsung menghentikan laju nya.


Sementara Keisha sudah menoleh ke belakang dan berusaha melerai mereka berdua. " Abang, adek, jangan berebut. Siniin ponselnya kasih Mama " ucap Keisha begitu lembut sembari menengadahkan satu tangan nya seraya meminta.


" nggak, Ma. " kekeh Akhsan dan langsung menyembunyikan nya di belakang punggung nya. " ini punya Akhsan. " akunya.


" itu punya adek..!! huaa.. huaa.. " teriak Ikhsan dengan tangis keras.


Keisha menggeleng dengan sabar, kejadian seperti ini tak hanya terjadi satu atau dua kali namun berkali-kali dalam sehari. Entah itu hanya karena ponsel, mainan ataupun makanan, mereka pasti akan saling berebut.


" abang, kasih ponsel nya sama Mama " seru Rayyan angkat bicara. Rayyan pun harus ekstra sabar menghadapi kedua anaknya ini apalagi jika saat seperti sekarang. " kasih ke Mama, atau kita nggak jadi ke rumah Aunty. kita pulang saja daripada pada berebut seperti ini "


Mendengar ancaman Rayyan, Akhsan takut dan langsung mengeluarkan ponsel nya dari belakang punggung nya dan memberikan nya pada Keisha. " ini, Ma. Maafkan Akhsan ya. " ucapnya penuh sesal.


" iya sayang " jawab Keisha lembut. Menerima ponsel itu lalu membelai lembut pipi kedua. " lain kali nggak boleh saling berebut hanya karena barang sepele, Oke. " imbuh Keisha dengan senyum manis nya.

__ADS_1


" iya, Ma. " jawab keduanya menyesal


#####


Persiapan untuk kedatangan kakak dan keluarga kecilnya Airin dan David lakukan. Dari mulai makanan ringan, makanan berat dan juga puding sebagai penutup nya. Dan juga tak lupa Airin menyediakan berbagai mainan untuk kedua keponakan nya yang super duper aktif nya.


" Yang. ini sudah semuanya kan.? " tanya David. Tangannya menata semua hidangan di meja makan. Padahal ada dua pembantu di sana tapi David ingin menggerakkan otot-otot nya katanya. " Yang.! " panggil nya lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Airin yang tengah mengeluarkan mainan dari paper back yang ia beli khusus untuk kedua ponakan nya.


Airin begitu menikmati kegiatan nya sampai-sampai dia tak mendengar panggilan dari David. Ada rasa yang sedikit menyesakkan di hati Airin saat mengeluarkan mainan itu, " seandainya aku tidak keguguran kala itu, mungkin,,,? " suara hati Airin terhenti saat tangan David menyentuh bahunya pelan. "Hm.. kenapa? " tanya Airin bingung.


David mengernyitkan dahinya. David tau benar, Airin pasti tengah berfikir yang tidak-tidak atau mungkin penyesalan nya belum juga berujung. " kamu kenapa sih, Yang.? " tanya balik David seraya duduk di sebelah Airin dan membantu Airin mengeluarkan semua mainan nya.


Airin menggeleng, mengeluarkan senyum simpul nya demi membuat David tak khawatir dengan keadaannya dan juga keadaan hatinya yang tak kunjung sembuh. Bagaimana pun kehilangan seorang anak tidak lah mudah untuk para calon ibu. Meskipun di bibirnya terus berusaha tersenyum namun di hatinya akan selalu menyimpan penderitaan yang amat sangat.


" aku tidak apa-apa kok, Yang. mainan nya bagus ya. si kembar pasti sangat menyukainya kan? " tanya Airin mengalihkan, menatap David dengan senyum yang sumringah.


" apa sih yang enggak bagus, kalau itu pilihan kamu pasti bagus. Aku contohnya, aku sangat bagus kan bahkan limited edition kan, Aku. " ujar David dengan kebiasaan nya yang sekali nyeleneh.


" hahaha,,! apa sih, Yang. Emang kamu barang apa! pakai acara limited edition segala. " Airin tertawa renyah dengan terus menggeleng tak habis pikir.


" udah udah. nggak selesai-selesai nanti pekerjaannya kalau ngeladenin kamu. " Airin berdiri dan hendak pergi dari sana.


Dengan cepat David menangkap pergelangan tangan Airin menghentikan langkah nya. " mau kemana? " tanya nya dengan polos dan dengan wajah yang imut.


" Mau bantuin Bibi. " jawab Airin.


" di sini saja nemenin aku. Aku kesepian tanpa mu. Ya ya.." ucap David dengan memelas.


" hm..? " pikir Airin, terdiam begitu lama di hadapan David hingga akhirnya jawaban nya membuat David kecewa karena sempat tersenyum bahagia. " nggak.! " jawaban Airin menegaskan lalu melepaskan pergelangan tangan nya dan melangkah pergi.


" Yang,!!"

__ADS_1


" Yang..!!"


Berkali-kali David memanggil namun Airin benar-benar pergi dari sana. Pekerjaan nya masih banyak, tak akan selesai jika terus di sana bersama David. " yah,, sendiri lagi aku. " ucap David seraya menyandarkan punggungnya dan pasrah.


" Assalamu'alaikum..!! "


Baru saja beberapa menit Airin ke belakang suara salam terdengar dengan sangat keras, membuat David langsung terhenyak dan duduk tegak. " itu pasti mereka " gumamnya. David berdiri mulai mengayunkan kakinya menuju pintu utama untuk menyambut kedatangan tamu yang sudah di tunggu-tunggu sedari tadi.


" Assalamu'alaikum,,!! " sekali lagi suara salam terdengar. David nampak buru-buru dan mempercepat langkahnya.


" Wa'alaikumsalam,,! " jawab David.


Pintu perlahan terbuka dan langsung memperlihatkan wajah-wajah berbinar dari dua anak kembar yang berdiri di depan pintu. " wa'alaikumsalam kesayangan Om,,!!" wajah David pun tak kalah berbinar. David berjongkok menyamakan tinggi badan keduanya, merentangkan kedua tangan nya mengharapkan dapat pelukan hangat dari keduanya.


Namun David harus menelan pil kekecewaan saat tiba-tiba kedua bocah itu berlari dengan kencang saat melihat Airin yang keluar dari dalam. " Lah, aku terabaikan. " ucapnya kecewa.


" Aunty,,!! " teriak keduanya. Menubruk Airin dan memeluk nya dengan bersamaan. " Aunty, Akhsan kangen," imbuh Akhsan.


Ikhsan pun tak mau kalah, Ikhsan menarik-narik hijab Airin supaya Airin berjongkok di hadapan nya. Seketika Ikhsan memeluk leher Airin dan menghujani kecupan di pipi Airin. " Aunty, Ikhsan juga kangen. " serunya tak mau kalah dari abang nya.


" Aku juga kangen sama Aunty. " Akhsan pun melakukan hal yang sama, memeluk leher Airin dan mencium pipi Airin yang satunya.


Rayyan dan Keisha saling tukar pandang dan tersenyum melihat kedua anaknya yang sangat merindukan Airin. Lalu mereka berdua menatap miris David yang masih berjongkok di hadapan nya dengan mata menatap ketiganya dengan wajah yang kecewa.


" Hahaha,,!! " tawa Rayyan dan Keisha bersamaan.


David menoleh dengan cepat. Berdiri sembari menatap keduanya dengan tak suka. " kebiasaan, aku pasti selalu di ketawain. " ucapnya kecewa.


Rayyan dan Keisha masuk namun sebelum benar-benar masuk Rayyan berhenti di sebelah David, menyentuh bahunya " sabar bro, ini ujian. " ucap Rayyan dengan tawa yang tertahan.


" ffffhhh.. "

__ADS_1


#######


####


__ADS_2